Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 267. Gairah Agresif Ping An


__ADS_3

Hou Wing tidak punya cara lain dan menaruh harapannya kepada Zhang En. Dia menyadari dengan sangat baik, dengan mengandalkan kekuatannya sendiri, dia tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan tunangannya.


Menyaksikan Huo Wing, Tong Li dan juga para beastmen dari tim yang sama semuanya berlutut, niat mereka terbukti seperti orang yang memohon meskipun tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut mereka.


“Kalian semua berdiri.” Zhang En sudah memutuskan di dalam hatinya untuk membantu Huo Wing. "Pimpin jalan untukku menemui Ping An." Tentu saja, Huo Wing bukanlah alasan utama dia memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini.


Mendapatkan janji Zhang En untuk membantu, Huo Wing bersujud berkali-kali sebagai rasa terima kasih sebelum melompat berdiri dan memimpin Zhang En menuju kediaman Ping An.


•••


Di sebuah kompleks tempat tinggal besar di sisi utara Kota Seratus Macan, sengan memakai jaket yang terbuat dari bahan katun, Ping An yang gagah berani menatap Shi Mei yang telah di ikat dengan nafsu birahi yang sudah mulai memuncak.


Tali kasar yang ketat yang mengikat Shi Mei juga menonjolkan lekuk tubuhnya, puncak kebanggaan di dada wanita itu tampak seolah-olah akan meledak dari jahitannya, memicu reaksi dari kejantanan Ping An.


Ping An perlahan mendekati Shi Mei sampai dia hanya beberapa inci dari wajahnya. Dia mengulurkan tangannya sambil mencubit wajah Shi Mei saat senyuman jahat muncul di wajahnya, "Wajahmu tidak buruk." Sambil mengendus aroma tubuh Shi Mei, "Ahh, wangi seorang gadis perawan benar-benar mempesona!"


Wajah halus Shi Mei memerah karena amarah, “Ping An, beraninya kau memanfaatkan Ritual Pengorbanan Dewa Binatang. Akan ada hari dimana Dewa Binatang akan menghukummu!"


Ping An menertawakan kata-kata Shi Mei, “Di Kota Seratus Harimau ini, aku adalah Dewa Binatang yang sebenarnya! Karena kau sangat menyukai hukuman, maka aku akan berhati-hati menghukummu di ranjang sekarang!” Setelah mengatakan hal itu dan mengklaim dirinya sendiri adalah Dewa Binatang, dia lalu menggendong Shi Mei menuju ke tempat tidur yang terlihat besar di sebuah ruangan.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Shi Mei seperti kucing liar yang marah, berjuang untuk membebaskan diri dengan sekuat tenaga.


Serangan sengit Shi Mei membangkitkan gairah agresif yang tersembunyi jauh di dalam nafsu birahi Ping An, tawa cerobohnya terdengar lebih keras saat dia memukul pantat montok Shi Mei, “Tidak buruk, benar-benar besar dan berisi, aku sangat menyukainya! Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan membuatmu merasa seolah-olah telah pergi ke surga. Pada saat itu, kau akan memohon padaku untuk melakukannya lagi dan lagi..Ah..! " Tawa bernafsu Ping An kembali terdengar.


Sambil berjalan, Ping An melemparkan Shi Mei ke atas tempat tidur, tetapi saat dia baru saja melepaskan celananya ketika keributan keras datang dari luar, diikuti oleh serangkaian jeritan keras.

__ADS_1


Tindakan Ping An membeku, bergumam, "Apa yang sedang terjadi? Apakah benar-benar ada seseorang yang berani membuat keributan di kediamanku ?!"


Api kemarahan meledak di hati Ping An karena waktu bersenang-senangnya terhenti. Sambil menarik celananya lagi, dia bergegas keluar ruangan untuk melihat apa yang terjadi di luar. Teriakan yang tiba-tiba terdengar dengan munculnya sosok yang terbang ke arahnya.


Karena merasa khawatir, lengan Ping An menghantam orang itu, membuatnya terbang ke arah lain. Ketika siluet itu jatuh ke lantai, Ping An menyadari bahwa sebenarnya itu adalah pengawal kediamannya.


Beberapa detik kemudian, dua orang masuk dari luar.


Ini mengejutkan Ping An karena salah satu dari mereka adalah seorang manusia muda dengan seorang beastman mengikuti dengan hormat di belakang.


Ping An samar-samar mengingat siapa beastman ini, seorang pemimpin berpangkat rendah dari suku kecil, sedangkan untuk namanya, Ping An tidak bisa mengingatnya. Tapi dia tahu kalau beastman ini adalah tunangan Shi Mei.


Huo Wing mengikuti Zhang En dari belakang menerobos kediaman Ping An sampai ke ruang dalam kediaman itu. Melihat Shi Mei yang terikat di atas tempat tidur, dia merasa marah, kaget, dan bahagia pada saat bersamaan.


Melihat Huo Wing menwrobos kediamannya dan masuk ke kamar dan mengabaikan kehadirannya sejak awal, kemarahan melonjak di hati Ping An. Tangan kanannya terayun bertujuan untuk meledakkan kepala Huo Wing.


"Pergi kau bajingan!" Ping An berteriak.


Mendengar desiran suara udara yang menusuk menuju ke arahnya, Huo Ping berbalik dengan waspada, tetapi sudah terlambat baginya untuk menghindar, dia terpaku di tempat menyaksikan tinju tirani Huo Ping membesar di pupilnya.


Kemudian, kepalan tangan Ping An berhenti setengah inci dari tengkorak kepala Huo Wing. Semua kebisingan di sekitar ruangan itu berhenti dengan tiba-tiba, satu per satu, tatapan orang-orang melewati dua jari ramping yang menahan tinju Ping An di tempatnya.


Ping An merasa tercengang, tapi dia merasa lebih marah lagi ketika melihat yang menghentikan tinjunya adalah pemuda ras manusia.


“Kau manusia rendahan! Apakah kau tahu siapa aku? Apakah kau berani menyinggung perasaanku...?! Dengan menyinggung aku, bahkan Raja Manusia Petir atau orang terkuat ras manusia di benua ini, Raja Manusia Es juga tidak akan bisa menyelamatkan nyawamu !" Ping An memelototi Zhang En dengan marah, sambil menyodorkan jarinya ke wajahnya, "Berlututlah sekarang, setelah tiga kali bersujud di hawah kaki ku, maka aku akan meninggalkan salah satu lengan di tubuhmu dan aku bisa mempertimbangkan untuk menyelamatkan nyawamu !"

__ADS_1


Di Benua Mata Angin, ras manusia sangat lemah dan rendah, ras beastmen selalu meremehkan ras manusia. Menjadi salah satu dari sepuluh suku beastmen teratas, dan keturunan utama dari Suku Harimau, Ping An sangat marah setelah serangannya diblokir oleh manusia lemah yang ada di depannya.


"Bersujud kepadamu?" Ekspresi dan tatapan Zhang En telihat dingin, kedua jarinya memberikan sedikit lebih banyak tekanan, langsung menghancurkan setiap tulang di kepalan tangan Ping An.


'Kachaaa'


Suara patah tulang bergema diiringi jeritan mengerikan keluar dari mulut Ping An.


“Manusia menjijikkan! Aku akan menjepit tubuhmu ke tanah dan membiarkan sepuluh ribu Kuda Raksasa menghantammu !" Julio meraung marah, pembuluh darah merah meletus di matanya saat dia menatap tajam ke arah Zhang En seolah-olah dia sangat ingin merobek Zhang En saat itu juga.


"Benarkah ?" Zhang En menambahkan lebih banyak tekanan di kedua jarinya. Lengan Ping An dipelintir pada sudut sembilan puluh derajat dan serangkaian suara pecah memenuhi udara membuat rambut Huo Wing dan Shi Mei berdiri tegak.


Ping An hampir pingsan karena rasa sakit yang menyiksa di setiap sarafnya.


Penampilan luarnya masih terlihat sama, seseorang tidak bisa melihat ada yang salah dengan lengannya, namun, semua tulang di lengannya telah hancur berkeping-keping.


“Kau, aku akan membunuhmu, dasar brengsek!” Ping An mengangkat tangan kirinya dengan gerakan tiba-tiba, menyerang dada Zhang En.


Tapi tangan kirinya nyaris tidak bergerak satu inci pun ketika dua jari di tangan kiri Zhang En menjepitnya di tempat. Persis seperti yang terjadi pada tangan kanannya, suara patah tulang patah terdengar sekali lagi.


Setelah menghancurkan kedua lengan tangan Ping An, Zhang En menjentikkan jarinya, membuat Ping An terlempar dan berguling sampai ke sudut halaman kediamannya.


“Siapa yang begitu berani, masuk tanpa izin ke kediaman Ping-ku!” 


Pada saat itu, raungan kemarahan dan suara bergema di udara, langkah kaki yang menggelegar menyerbu masuk ke halaman kediaman Ping An, mengirimkan getaran-getaran di atas tanah saat dia berjalan.

__ADS_1


__ADS_2