
Kemarahan membara di mata Patriak Suku Ayam dan Patriak Suku Belut.
Gě Gě menjawab Lion Zi dengan senyuman di wajahnya, "Patriak Lion Zi, Ketua Sekte kami telah mengatakan kalau Sekte Gagak Hitam akan selalu membantu Ras Beastmen dalam menaklukkan seluruh Benua ini, mengembalikan kejayaan suku beastmen di masa lalu.!”
“Aku berharap Tetua Gě dapat menyampaikan rasa berterima kasih kepada Ketua Sekte Gagak Hitam dan aku berhutang budi kalian semua atas dukungan Sekte Gagak Hitam!”
Gě Gě mengangguk, "Bagus, Sekarang mulailah Ritual Pengorbanan Dewa Binatang yang baru."
Setelah Ritual Pengorbanan Dewa Binatang dilakukan, Lion Zi akan menjadi Dewa Binatang baru yang tak terkalahkan.
“Siapkan altar pengorbanan!” Lion Zi melambaikan tangannya dan memerintahkan bawahannya.
Para beastmen yang menyaksikan murid-murid Suku Singa menyiapkan altar pengorbanan, tidak ada yang mengatakan apa-apa.
Beberapa saat kemudian, altar akhirnya sudah siap.
Saat Lion Zi bersiap untuk menempatkan dupa sebagai penyembahan di Kuil Dewa Binatang, sebuah suara yang jelas terdengar, "Tunggu!"
Suara itu terlalu tiba-tiba sehingga tindakan semua orang tiba-tiba berhenti.
Melihat ke sumber suara, mereka menemukan bahwa suar itu tidak lain adalah suara manusia yang datang bersama Suku Harimau sebelumnya.
Untuk sesaat, mereka semua merasa bingung, bertanya, "Apa yang akan dilakukan oleh manusia ini?"
Gě Gě memandang Zhang En dan sedikit terkejut. Dia tidak tahu mengapa manusia ini memberinya perasaan yang akrab, tetapi setelah mencari melalui ingatannya, dia tidak dapat mengingat di mana dia pernah melihatnya sebelumnya.
Menjadi pusat perhatian, Zhang En berdiri dan berjalan menuju pusat alun-alun.
Lion Zi mengerutkan kening karena tidak senang, memberi tanda kepada Tetua Suku Singa yang dekat dengannya.
__ADS_1
Menerima perintah Lion Zi, Tetua itu langsung menuju Zhang En dengan niat permusuhan, mengangkat tangan untuk menghalangi jalan Zhang En, “Anak nakal, jangan berpikir bahwa hanya karena Hu Fan membawamu ke sini, kami tidak akan berani membunuhmu. Tidak peduli siapa kau, berani mengganggu Ritual Pengorbanan Dewa Binatang, hukumannya adalah kematian..!" Qi Tetua Suku Singa yang menahan Zhang En mengunci Zhang En.
Zhang En hanya tersenyum, lalu tanpa dia sadari, tinju Zhang En sudah menghantam Tetua Suku Singa itu. Sebelum dia bisa bereaksi, tinju Zhang En telah membuat lubang di dadanya, daging dan darah berceceran dan potongan-potongan organ dalam berserakan di tanah.
Jeritan yang membekukan darah Tetua itu mengguncang semua alun-alun dan tubuhnya terlempar keluar ke arah kerumunan.
Kebanyakan orang mengenali Tetua dari Suku Singa itu adalah alam Dewa Surgawi tingkat awal, tetapi kekuatannya. Namun, manusia ini membuat lubang di dada Tetua itu hanya dengan satu pukulan.
"Ini…!"
Semua orang memandang Zhang En dengan ketakutan di mata mereka, Tinju pemuda itu sangat kuat..!
Lion Zi mendapatkan kembali ketenangannya dengan cukup cepat, matanya menyipit saat dia berjalan ke arah Zhang En.
Gě Gě tetap duduk di tempatnya tanpa ada niat untuk ikut campur. Terlepas dari fisik manusia yang terlihat kuat ini, dia bisa melihat bahwa dia hanyalah ranah Alam Dewa Surgawi Awal. Pemuda yang tidak lain adalah Zhang En ini masih tidak mampu menyebabkan gelombang besar di matanya.
"Saya tidak ingin membunuhmu sebelum memgetahui namamu." Lion Zi berkata dengan angkuh, "Sebutkan siapa namamu!"
Zhang En menggelengkan kepalanya pada Lion Zi, “Tidak perlu. Untuk seseorang yang akan mati, apakah perlu untuk mengetahuinya? ” Apa yang paling dibenci Zhang En adalah kehadiran Sekte Gagak Hitam dan Lion Zi ini benar-benar berusaha untuk bekerja sama dengan mereka, Lion Zi ini akan benar-benar mati ditangannya setelah ini.
Lion Zi tertawa meskipun dia marah. Kemudian, dia tiba-tiba menyerang, memukul dengan telapak tangannya ke arah Zhang En. Energi yang terkandung di telapak tangan itu membentuk bayangan kepala singa yang sepertinya melompat menerkam Zhang En.
Sebelum seseorang bisa berkedip, serangan telapak tangan Lion Zi telah mendarat di dada Zhang En.
Telapak tangan Lion Zi mengenai dada Zhang En dengan keras, meningkatkan keterkejutan di hati semua orang.
Serangan Lion Zi berakhir begitu cepat dan melakukan geralan tunggal bemaksud membunuh Zhang En. Tapi kemudian kerumunan dengan cepat menyadari ada sesuatu yang tidak beres, karena telapak tangan Lion Zi hanya mengenai bayangan manusia.
Ketika telapak tangan Lion Zi menembus dada Zhang En, bayangan tubuh Zhang En telah menyebar
__ADS_1
Kejutan terlihat jelas di mata Lion Zi saat dia menarik tangannya. Namun, Zhang En muncul lagi di tempat yang sama seolah-olah dia tidak bergerak satu inci pun.
Adegan ini mengejutkan kerumunan ras beastmen, sementara mata Gě Gě menyipit menatap Zhang En. Di matanya, itu bukan karena manusia itu tidak bergerak tetapi kecepatannya terlalu cepat, sehingga terlihat seperti tidak bergerak di permukaan.
Dari saat dia menghilang dan muncul kembali, tidak ada satupun fluktuasi Hukum Ruang, menunjukkan bahwa penguasaannya atas jurus Humum Ruang telah mencapai tingkat yang menakutkan.
Wajah Lion Zi berubah memjadi gelap.
Sebagai ahli nomor satu yang berdiri di atas semua Ahli Ras Beastmen, bagaimana dia akan memerintah atas semua suku beastmen jika dia gagal membunuh seorang bocah manusia.
Lion Zi mengeluarkan raungan amarah, energi berwana kuning meluncur seperti gelombang amukan keluar dari tubuhnya, warnanya semakin kuat dan terlihat nyata.
Pada saat yang sama, tubuh fisik Lion Zi berubah menjadi seekor Singa, otot dan daging beriak di bawah kulitnya, tubuh kelar menonjol di balik jubahnya, rambutnya menjadi berwarna keemasan, dengan wajah dan mulutnya menonjol keluar saat kumis singa menyembul dari sisi bibirnya.
Aura raja singa menyelimuti seluruh tempat itu.
Setelah Lion Zi berubah menjadi transformasi binatang buasnya, kekuatan Lion Zi berlipat ganda, menyebabkan kerutan di alis Gě Gě semakin dalam. Lion Zi yang telah berubah menjadi fisik singa sungguhan memberinya firasat bahaya.
Para Tetua Sekte Gagak Hitam juga kehilangan ekspresi santai di wajah mereka.
"Mati !"
Lion Zi berteriak saat menyerang Zhang En dengan kedua telapak tangannya. Energi bwrwarna kuning gelap berputar seakan meruntuhkan langit dan bumi, rungan raja singa mengguncang udara dan terdengar bermil-mil jauhnya.
Dari jauh, Patriak Suku Harimau Hu Fan dan semua Tetua Suku Harimau melompat berdiri, ingin bergegas membantu Zhang En, tetapi suara Zhang En terdengar di telinga mereka "Tidak perlu!"
Di depan banyak wajah yang masih tercengang, sebuah sinar cahaya melintas di tangan Zhang En dan batang kepala binatang muncul di hadapan semua orang.
Mata kepala binatang itu berwarna merah terang yang di aliri dengan Qi Zhang En, Siluet dari binatang kuno yang tak terhitung jumlahnya terbang keluar dari dalam tongkat. Dalam sekejap, tekanan luar biasa menekan semua beastmen di alun-alun, menekan jiwa mereka.
__ADS_1