Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 665 - Kamar Dagang Chu


__ADS_3

Pelayan pavilium dagang itu tidak berani tidak menghormati Yu Feng karena saat berbicara padanya, Yu Feng telah menekan dia dengan aura, dengan cepat menjawab, "O-iya, benar!."


Yu Feng berkata lagi, “Rumah mana yang ingin dia inginkan? Aku menginginknnya." Dia melemparkan cincin penyimpana berisi koin emas, dengan bangga mengatakan, "Di dalam ada tiga ratus miliar untuk pembayarannya."


Pelayan pavilium dagang itu dan murid dari Dunia Dewa yang ada di aula dekat pintu melihat cincin spasial itu dengan takjub. Karena saat batasan cincin spasial dibuka, semua orang bisa melihat gunungan koin emas di dalamnya.


Namun, setelah keheranan singkat, pelayan itu berkata kepada Yu Feng dengan wajah pahit, “Ini… yang dia inginkan adalah rumah yang paling mewah dan terbaik yang ada di pusat Kota Ashura kami. Rumah itu bisa dibilang tempat tinggal Villa VIP yang berharga tiga triliun, oleh karena itu, dengan jumlah ini.......”


Meskipun pelayan itu tidak menyelesaikan kalimatnya, semua orang yang hadir mengerti karena koin dalam jumlah cincin spasial jauh dari kata cukup


“A-apa?? Tiga triliun?!” 


Semua kelompok Yu Feng di belakang terkejut.


Bahkan ekspresi tenang acuh tak acuh dan sombong saat berbicara langsung berguncang.


"Hhhhmm!" Zhang En mendengus dengan jijik, lalu melambaikan tangannya ke udara. 


Swoshhh!!


Seketika, Banyak koin emas menghujani lantai, memenuhi tempat itu membentuk gunung.


Melihat banyak koin emas yang menumpuk seperti gunung, kelompok Klan Yu dan murid di sekitar tercengang.


Zhang En mengarahkan jarinya ke tumpukan koin emas, “Itu adalah empat triliun, berikan aku rumah VIP terbaik di pusat Kota Ashura. Selebihnya, gunakan untuk menambahkan beberapa barang mewah, perabot rumah dan dekorasi rumah.”

__ADS_1


Pelayan pavilium dagang itu tampak seperti kehilangan jiwanya, suara mendengung terdengar semakin keras di telinganya.


Pemuda kekar yang mengejek Zhang En sebelumnya berdiri terpaku untuk waktu yang lama.


Segera, penanggung jawab atau bos yang di tugaskan berlari keluar, dengan sopan menyerahkan kunci rumah VIP yang ada di pusat kota milik Pavlium dagang mereka kepada Zhang En, dengan hormat mengantarnya sampai ke depan toko sambil meyakinkan Zhang En bahwa sisa untuk koin itu untuk barang dan dekornya akan dikirim dengan kecepatan tercepat mereka.


Dia juga tidal lupa mengirim pemandu yang akan mengantar Zhang En sampai ke rumah itu.


Menyaksikan bos itu dengan sopan mengantar Zhang En keluar dengan senyum berseri-seri di wajahnya, semua murid Klan Yu memiliki ekspresi jelek di wajah mereka. Tatapan Yu Feng terlihat dingin dan cemberut.


Setelah kelompok Zhang En pergi, bos itu kembali, dengan hangat berbicara kepada Yu Feng, “Teman muda, kami juga memiliki rumah lain tapi jauh dari pusat kota yang juga sangat bagus. Jika tertarik untuk membeli, kmar dagang kami akan memberi bonus.” Bos itu dengan santai memperkenalkan rumah lain kepada Yu Feng.


Baru saat itulah rasa jengkel Yu Feng kepada Zhang En setelah pergi berkurang.


...


Lin Ming dan kakak senior Zhang En terengah-engah dengan takjub melihat tata letak dan dekorasi rumah itu. Rumah VIP itu adalah sebuah Villa mwwah nan indah. Hanya bunga spiritual, pohon spiritual, dan kayu spiritual yang digunakan dan ditanam di sekitar villa saja harganya sangat mahal.


Tidak ama kemudian, Pavilium atau kamar dagang itu telah mengirim sejumlah besar pesanan dan meletakkannya di sekitar halaman villa sebelum dengan hormat pergi dari sana.


Setelah itu, beberapa dari mereka pergi untuk memilih kamar yang mereka sukai dan memasuki pengasingan masing-masing.


Zhang En lalu memanggil artefak gunung harimau untuk berkultivasi di dalam tempat tinggal budidaya Dewa Emas pemilik artefak itu.


...

__ADS_1


1 bulan kemudian.


Selama sebulan ini, Zhang En tinggal di dalam pengasingannya untuk berkultivasi dan bahkan tidak bergerak selangkah pun. Walaupun begitu, pengasingan kali ini telah meningkatkan kekuatannya sedikit.


Pada hari ini, kedua kakak seniornya Dong Fang dan Hua Rong datang mengunjjungi Zhang En dan mereka berkumpul.


"Adik, kompetisi akan dimulai dalam beberapa hari lagi, bagaimana kalau kau keluar bersama kami untuk sedikit mencari angin di luar sana? Aku pernah mendengar mereka telah mengeluarkan daftar yang mencantumkan nama dan informasi tentang peserta."


Minat Zhang En terpicu, mengangguk setuju, "Baiklah, aku ikut!"


Meskipun dia yakin dengan kekuatannya sendiri, memiliki pemahaman tentang lawan potensial saat hari itu sebelum kompetisi bukanlah hal yang buruk.


Setelah memutuskan, mereka bertiga melangkah keluar dari Villa, menuju tujuan mereka.


Karena villa mereka terletak di pusat Kota Ashura, mereka bertiga segera mencapai tujuan mereka.


Ketika mereka mencapai sebuah kamar dagang yang bertuliskan Kamar Dagang Chu, sudah ada kerumunan besar yang terdiri dari murid-murid dari berbagai belahan dunia. Dilihat dari wajah mereka, sepertinya mereka juga datang untuk membeli daftar selebaran peserta yang telah di terbitkan dan mungkin beberapa informasi.


Mereka lalu masuk ke dalam, menuju aula kamar dagang itu.


Mereka berjalan menuju meja kosong dan Zhang En langsung menyatakan niatnya. Hal yang membuatnya agak merasa berlebihan adalah bahwa selebaran yang mencantumkan nama dan detail para peserta berharga sangat mahal!


Zhang En tanpa kompromi langsung membayar harganya dan memasukkannya ke dalam cincin spasialnya.


Di saat bersamaan..

__ADS_1


"Apakah tuan muda ini ingin membeli armor atau senjata?" Seorang murid perempuan Klan Chu berjalan ke arah Zhang En dengan senyum cerah di wajahnya, bertanya, “Kamar dagang kami memiliki semua jenis armor dan senjata yang kuat dapat membantu tuan muda mendapatkan hasil yang baik saat kompetisi. .”


__ADS_2