Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 427 - Pertarungan II


__ADS_3

Ming Zhi merasa bakatnya sendiri tak tertandingi dari siapapun selama ini dan hanya ada orang-orang yang iri padanya, tapi sekarang, dia benar-benar merasakan kecemburuan muncul di hatinya terhadap Zhang En. Bersama dengan kecemburuan yang kuat, niat membunuh juga semakin besar muncul dalam dirinya.


'Zhang En ini harus harus mati. Jika tidak, dimasa depan kekuatannya akan semakin meningkat dan melampaui generasi tua di seluruh galaksi ini.!' Tatapan mata Ming Zhiterlihat dingin dan berbisa saat dia menatap Zhang En, “Zhang En, kekuatanmu memang telah melampaui harapanku, tetapi bahkan jika kultivasimu telah naik ke Alam Dewa Dewa Sejati, lalu kenapa? Kau masih harus mati ditanganku....! ” Menyelesaikan kata-katanya, kemuatan Ming Zhi meletus dengan kekuatan penuh.


SWOSSHHH!!!


Dari tekanan kekuatannya, Ming Zhi mengekspos tingkat kultivasinya di ranag Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap akhir, mendekati tahap puncak bintang dua..


Kerumunan sekali lagi dikejutkan oleh aura bergelombang yang dilepaskan Ming Zhi. Tapi, mereka hanya terkejut, tidak seperti keheranan dan ketidakpercayaan yang mereka rasakan pada kemajuan kultivasi Zhang En. Bagaimanapun, berita tentang Ming Zhi yang telah menerobos ke Alam Dewa Sejati Bintang Dua beberapa tahun yang lalu sudah banyak diketahui oleh semua orang.


Selain itu, waktu kultivasi Ming Zhi lebih dari dua kali lipat dari Zhang En dan umur mereka juga berbeda. Meskipun dianggap jenius yang hebat dan berbakat, dibandingkan dengan Zhang En, bakat keduanya tampak banyak perbedaan.


Melihat kekuatan nyata Ming Zhi, Zhang En malah tertawa, “Ming Zhi, ini kekuatanmu yang sebenarnya? jujur, aku benar-benar merasa kecewa. Selama pelelangan hampir lima tahun yang lalu, kultivasimu berada di Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal, tetapi kau hanya naik ke tahap akhir?" Ucap Zhang En bahkan sambil menggelengkan kepalanya.


Memang benar, Zhang En benar-benar kecewa. Dia berasumsi sebelumnya bahwa Ming Zhi setidaknya akan menembus ke Alam Dewa Sejati Bintang Tiga. Jika Mingzhi benar-benar telah meneronos hingga ke ranah Alam Dewa Sejati Bintang Tiga seperti yang dia duga, dia akan sedikit bisa bersenang-senang dan merasa akan ada pertarungan yang hebat. Tapi sekarang, kekuatan Ming Zhi ini tidak menimbulkan masalah besar bagi Zhang En saat ini.


Mendengar Zhang En mengatakan bahwa dia kecewa setelah menunjukkan kekuatannya, ekspresi kekecewaan yang benar-benar ditunjukkan Zhang En itu mendorong Ming Zhi melewati batas kemarahan dihatinyam


"Zhang En, asal kau tau, membunuhmu hanya semudah membalikkan telapak tanganku !!" Ucap Ming Zhi meraung marah. Namun, tepat ketika suaranya berhenti, sebuah bayangan telah memuju ke..arahnya, dan Zhang En sudah tepat berada di depannya.


Sebuah energi mengerikan, ganas dan kuat tiba-tiba diarahkan pada Ming Zhi.


Dikejutkan oleh serangan tiba-tiba itu, Ming Zhi masih bisa bereaksi, dan saat dia akan menyerang rasa sakit yang menusuk datang dari dadanya. 


Duaaarrr....!


Pada saat berikutnya, dia terlempar terbang keudara tanpa kekuatan untuk melawan, tunuhnya membanting keras di atas panggung arena.


Booommmm!!!


Panggung dan tanah bergetar hebat saat tubuhnya menabrak bagian permukaan panggung.


Ssssshhhh!!!!

__ADS_1


Kerumunan yang sedang menonton diluat arena membuat suara mendesis saat menghirup udara masuk ke paru-paru mereka yang terdengar mirip seperti anak kecil yang sedang kencing saat bangun dari tidur mereka. Sedangkan orang-orang dari Sekte Naga Langit merasa hati mereka tenggelam.


Zhang En perlahan mendekati Ming Zhi, suaranya dingin dan tenang, "Itu adalah balasan untuk pukulanmu tadi."


Saat Zhang En semakin dekat, tubuh Ming Zhi tiba-tiba memancarkan aura yang kuat, semakin kuat setiap saat karena terus mengembang. 


Selanjutnya, kerumunan melihat berbagai kilatan sambaran petir keluar dari tubuhnya serta menyelimutinya, lalu menutupi seluruh panggung arena hingga meluas ke luar. Kekuatan penghancur petir menyebabkan rambut penonton diluar arena berdiri.


Trakkk....Trakkk.. Trakkk...!


Ming Zhi perlahan berdiri, mata merahnya tertuju pada sosok di depannya, “Zhang En, kau yang memintanya! Aku akan membiarkanmu mati tanpa tubuh dan hancur di bawah banyak sambaran petir sampai tidak ada tulang yang tersisa!” Dia mengulurkan tangannya ke samping, lalu Ming Zhi melayang ke langit. 


Semakin tinggi dia naik keatas langit, semakin ganas dan banyak pita petir yang menari di sekelilingnya dan semakin banyak kilat petir muncul.


Ratusan garis-garis petir petir menyelimuti seluruh arena yang sangat besar.


“Ini adalah Teknik Petir Ilahi! Teknik budidaya petir kuno yang paling kuat! ”


Seruan kaget dan terkejut bisa terdengar dari luar arena. Sedangkan di atas panggung, mata Zhang En sedikit menyipit dan tatapannya juga fokus kepada lawannya yang ada di atas langit, tepat diatas arena.


"Ini adalah tubuh Penghancur petir?" Suara Long Xioba terdengar didalam pikiran Zhang En.


Lalu Long Xioba menjelaskan, "Tubuh ini berada peringkat ketujuh di antara ribuan tubuh sejati seperti milikmu...!"


Zhang En sedikit terkejut mendengar suara Long Xioba didalam pikirannya. Dia tidak berpikir bahwa Ming Zhi akan memiliki tubuh sejati , apalagi berada diperingkat ketujuh.


“Dia dapat memanggil berbagai jenis petir di antara langit dan bumi untuk menyerang.” Long Xioba menambahkan, “Tapi Tubuh Petir miliknya belum mencapai tingkat penempaan tubuh tingkat tinggi, sehingga memiliki satu kelemahan. Orang lain mungkin tidak tahu, tapi aku tahu.”


"Apa itu?" Mata Zhang En cerah.


Nada suara Long Xioba berubah licik dan jahat saat dia terkekeh, "He he he.. Kelemahannya berada pada belut kecilnya."


“Belut kecilnya?!” Mata Zhang En diam-diam menyapu bagian bawah Ming Zhi, tampak merasa sedikit aneh.

__ADS_1


Tawa jahat Long Xioba terdengar lagi, "Hancurkan belut kecilnya dan dalam waktu singkat Tubuh Petirnya tidak akan bisa mengumpulkan dan memanggil petir...!"


Zhang En tidak bisa berkata-kata sejenak dan merasa aneh sendiri.. Dia berpikir apakah Long Xioba ini menyuruhnya melakukan hal ekstrim sebagai pembodohan atau untuk mengolok-olok lawannya.


"Baiklah naga tua, karena ini adalah cara yang kau usulkan, aku akan mencobanya... He he he..!"


Pada saat ini, Ming Zhi yang sedang mengumpulkan kekuatan petir untuk memanggil lebih banyak petir disekitarnya, entah kenapa dia merasa tubuhnya merinding, pahanya sedikit menegang secara refleks.


"Petir Dewa, HANCURKANNN....!" 


Dia mengeluarkan teriakan marah, mengambil inisiatif untuk menyerang. Mengikuti gerakan lengannya, cahaya petir dewa yang menyelimuti panggung arena melesat ke arah Zhang En.


Rumbleee...!


Zhang En lalu menghilang dalam sekejap dari tempatnya.


Duaarr...!


Duarr..!


Duarrr.!


Garis-garis petir dewa yang murka membombardir tempat di mana Zhang En berdiri beberapa saat yang lalu, menyebabkan seluruh panggung bergetar. Kali ini, garis retakan muncul di permukaan arena, menyebabkan jantung para penonton berdebar kencang..


Ketika Zhang En muncul lagi, dia telah memperpendek jarak antara dia dan Ming Zhi.


Tiba-tiba, dua bayangan yang tampak aneh muncul entah dari mana, menghilang secara misterius. Merasa adanya bahaya, Ming Zhi dengan cepat melambaikan tangannya, membentuk penghalang petir yang melindungi seluruh tubuhnya yang terbentuk dari banyak garis petir di sekitarnya.


Zhang En yang menghilang juga muncul kembali dan memberi tebasan dari pedangnya mengenai penghalang petir Ming Zhi. 


Rumblee...!


Penghalang petir itu bergetar kuat dari dampak serangan Zhang En, tetapi berhasil tetap bertahan. Zhang En tidak berniat untuk menghancurkan penghalang petir itu sama sekali, oleh karena itu, dia mengirimkan serangan pedang kedua.

__ADS_1


__ADS_2