
Setengah bulan berlalu.
Zhang En membuka matanya saat dia mengakhiri sesi kultivasinya. Dia telah sepenuhnya menyerap kekuatan dari kedua ikan spritual dalam waktu setengah bulan.
Membenamkan persepsinya secara internal untuk memeriksa kondisinya saat ini, dia melihat bahwa meridiannya bertambah membesar dan menjadi lebih keras, bahkan esensi sejati didalam Dantiannya mejadi lebih padat.
▪▪▪
Sementara itu, di dalam sebuah istana di sisi selatan Kota Suku Dewa, ekspresi yang sangat jelek terlihat sangat jelas di wajah Zhao Chen. "Sudah hampir setengah tahun! Zhang En, bajingan tak berguna itu, masih bersembunyi di dalam kota!"
“Apa kau yakin bajingan itu, masih berada di dalam peginapan selama ini?” Zhao Chen bertanya dengan murung.
Pria berambut perak, pelayan Feng, melangkah maju, menjawab dengan rendah hati, “Orang-orang kami mengawasi halaman dua puluh empat jam sehari, Zhang En tidak pernah keluar dari penginapan, hanya beberapa pengikutnya yang keluar sesekali. Meski begitu, mereka hanya keluar untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tidak ada yang pergi keluar kota.”
Sebuah cahaya bersinar di mata Zhao Chen.
Tetapi pelayan Feng lalu meneruskan untul berbicara dengan hati-hati, "Tuan Muda, bawahan ini memiliki pertanyaan, apakah aku pantas untuk bertanya?"
Zhao Chen melirik sekilas ke arah pelayan Feng sambil berkata, "Kau mungkin bertanya-tanya mengapa aku bertindak melawan Zhang En ketika tidak ada perseteruan di antara kami?"
Pelayan Feng terkejut karena pikirannya sudah jelas di tebak oleh Zhao Chen, tetapi dia mengangguk, “Benar, hati bawahan ini memiliki sedikit keraguan. Selain itu, Zhang En hanyalah seorang junior tanpa nama, dengan identitas Tuan Muda biasa, tidak perlu bertindak secara langsung."
Faktanya, seperti yang dikatakan oleh pelayan Feng, dengan latar belakang Zhao Chen, dia tidak perlu menangani masalah ini secara langsung, selama dia mengucapkan beberapa kata, akan ada banyak orang yang bersedia melayaninya.
Zhao Chen berkata, “Aku punya alasan untuk menangani masalah ini secara pribadi. Jangan tanya apa yang tidak seharusnya kau tanyakan, kau akan tahu di masa depan."
__ADS_1
“Baik Tuan Muda. Maaf karena bawahan ini berbicara terlalu banyak." Pelayan Feng mengakui dengan hormat, tetapi setelah ragu-ragu sejenak, dia memberanikan diri lagi untuk berbicara "Namun, jika Zhang En terus bersembunyi di dalam Kota Suku Dewa, maka kita ...?"
Tatapan mata Zhao Chen menajam, "Ada tiga bulan tersisa sampai hari pembukaan Kota Hantu, dua bulan lagi, jika pemuda itu masih tidak muncul, maka aku hanya bisa membawanya pergi dengan paksa!"
Kota Hantu, salah satu dari enam kota utama pada zaman kuno, di kota itu ada sebuah monumen yang ditinggalkan oleh salah satu dari enam raja kuno, Raja Hantu, hanya akan muncul setiap seribu tahun sekali.
▪▪▪
Hari-hari terus berlalu dan sudah lebih dari sebulan, di dasar Lembah Harimau di danau mata air dingin, Zhang En terus melakukan kultivasi.
Tidak lama setelah itu, Zhang En membula kedua matanya dan berdiri. Dia langsung memulai Qi pertempurannya. Memgambil nafas dengan sangat teratur sambil mengumpulkan aliran udara disekitarnya, sebuah energi berbentuk spiral berubah menjadi naga yang meraung tanpa henti, berputar di atas kepalanya untuk waktu yang lama sebelum menghilang.
Ini adalah tingkat kekuatan Zhang En saat ini. Setiap nafas yang dia tarik masuk dan keluar dari mulutnya mengandung kekuatan naga. Kemudian Zhang En mulai berlatih Teknik Seni Naga dan menampilkan gerakan jurus pedang satu demi satu dari awal.
Pusaran angin kencang berputar di atas udara, diikuti oleh langit yang seperti dipenuhi petir saat kuncup bunga aneh bermekaran di udara, lalu bola mata merah mencolok muncul entah dari mana, melepaskan berkas cahaya yang menakutkan.
"Aku ingin tahu apa yang ada di bawah danau ini!" Zhang En langsung melompat dan menyelam ke dasar danau, matanya menyimpang ke arah gubuk rumput yang membentuk sebuah gua kecil. Dengan sekejap, dia memasuki goa itu.
Di dalam gua itu, dia tidak melihat benda apapun selain tombak panjang yang tergeletak begitu saja di lantai gua.
Tombak panjang itu seluruhnya dilapisi emas gelap metalik, pada tombak panjang itu terdapat banyak ukiran binatang mistis zaman kuno, masing-masing binatang tampak sangat hidup. Setelah memperhatikan tombak panjang itu, Zhang En tidak sengaja melihat sebuah teks kuno di bagian bawah tombak.
"Tombak Emas Raja Dewa Kuno." Zhang En menerjemahkan kata-kata itu.
Menurut apa yang tertulis pada bagian bawah tombak itu, selama dia bisa memperbaiki Tombak Emas Raja Dewa Kuno, dia akan bisa mewarisi seluruh warisannya. Tombak emas ini ditinggalkan oleh pemilik ruangan ini, Seorang Raja Dewa Kuno, tombak emas ini adalah tombak terkuat yang dia gunakan semasa hidupnya
__ADS_1
"Dengan menyempurnakan Tombak Emas ini, seseorang benar-benar dapat memperolehnya, ini adalah panen yang tidak terduga."
Mata seketika menjadi cerah. Meskipun dia tidak kekurangan teknik kultivasi dan keterampilan bertarung, ini adalah benda yang tidak akan dianggap sangat langka oleh siapa pun.
Dilihat dari situasinya, Raja Dewa Kuno ini pasti seorang guru yang hebat. Hanya mereka yang telah mencapai Alam Dewa Surgawi yang bisa menuliskan teknik kultivasi atau keterampilan bertempur mereka menjadi benda mati sehingga bisa bertahan selama ribuan tahun.
Dengan demikian, mengikuti metode pemurnian yang tertulis pada tubuh Tombak emas, Zhang En mengeluarkan Qi pertempurannya, perlahan-lahan dia menyempurnakan tombak itu menjadi miliknya berdasarkan petunjuk yang sudah tertulis.
Dua belas jam kemudian, ketika Zhang En selesai menyempurnakan tombak emas, sebuah adegan tiba-tiba muncul di dalam pikirannya.
Dalam adegan itu, seseorang yang tingginya mencapai tiga meter terlihat sedang berdiri di atas sebuah puncak gunung. Tombaknya menebas dan laut di depannya surut tanpa perlawanan. Kemudian, ketika tombaknya terayun, gelombang serangan yang mencapai sepuluh ribu mil memotong dan menghancurkan gunung besar itu.
Sosok ini menampilkan satu serangan demi serangan terus menerus dengan menampilkan Teknik dari Tombak Emas.
Menyaksikan kekuatan dahsyat dari teknik tombak emas yang dapat mengguncang sebuah gunung dan membalikkan lautan hanya dengan satu serangan, Zhang En sangat terkejut. Setelah itu, pemandangan yang muncul di pikirannya berakhir dan lenyap.
Ada total sembilan gerakan dalam menggunakan tombak emas, setiap serangan yang dihasilkan oleh tombak emas itu sangat kuat.
Sesaat setelah sadar, dengan menggunakan pikirannya, tombak emas itu menyusut menjadi lebih kecil dari ukurannya, pada akhirnya, tombak emas itu lalu menghilang menuju lengan tangan kanan Zhang En. Di lengan tangan kanan Zhang En, Tombak Emas itu telah menempel seperti tato yang polanya berbentuk tombak emas menghiasi lengan tangan kanannya.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa Like & Like!