
Mendengar ejekan Xie Dan, Zhang En memilih untuk mengabaikan sekitarnya lalu mengeluarkan Kumbang Mayat Beracun dari Pagoda Gunung Dewa. Beberapa ratus lengan bayangan patung raksasa Buddha dan koloni Mayat Kumbang Beracun bergerak dan meluncurkan gelombang serangan mematikan tepat kearah para murid Sekte Dewa Bintang yang sedang berkumpul.
"Dia adalah Penguasa Gerbang Naga, Zhang En!"
"Apa??"
Semua orang baru mengetahui identitas Zhang En yang sebenarnya saat melihat jurus Tapak Buddha serta Kumbang Mayat Beracun yang banyak di rumorkan semua orang selama ini.
Sekali lagi langit dipenuhi dengan jejak kepalan tangan dan cahaya yang menyilaukan dari segala arah, menutupi seluruh Istana Kota yang ada di bawah.
Para murid Sekte Dewa Bintang menyaksikan dengan mata terbelalak dengan keterkejutan serta kepanikan dan keputusasaan, ketika jejak kepalan tangan raksasa itu jatuh ke arah mereka, mereka berusaha sekuat tenaga ingin melarikan diri. Sedangkan Kumbang Mayat Beracun menggerogoti sebagian dari mereka yang berada di ranah Pertapa Dewa tanpa ampun.
Namun, bahkan beberapa ahli Pertapa Dewa Sekte Dewa Bintang tidak dapat melarikan diri dari gelombang serangan Kumbang Mayat Beracun yang hanya seperkian detik memakan tubuh mereka.
“Zhang En, kau sungguh lancang!” Dari atas langit, terdengar raungan amukan kemarahan Xie Dan.
Tapi itu sudah terlambat, sebelum perkataannya berakhir, jejak kepalan tangan raksasa Buddha yang tak terhitung jumlahnya mendarat di atas tanah, meledakkan murid-murid itu ke menjadi kabut darah tanpa kecuali.
Hujan darah berceceran seperti membasahi Bumi.
“Zhang En, aku akan membunuhmu!” Xie Dan berteriak keras, bahkan wajah Tetua Feng Chen dan ahli Sekte Dewa Bintang yang tersisa berubah menjadi merah padam.
Murid-murid Sekte Dewa Bintang itu semuanya adalah murid inti, masing-masing dari mereka memiliki bakat yang lebih tinggi dari yang murid biasa lainnya, dan pada kenyataannya, banyak dari mereka dapat dianggap jenius langka yang muncul sekali dalam seribu tahun. Mereka adalah bibit yang Sekte Dewa Bintang rawat dan latih dentan menghabiskan banyak sumber daya dan berbagai upaya selama bertahun-tahun, bahkan beberapa dari murid itu telah mencapai ranah Pendekar Dewa Bintang puncak, setengah langkah mennjadi ahli Pertapa Dewa.
Tapi sekarang, semuanya mati… semua usaha mereka sia-sia selama ini.
Beberapa ribu murid inti dan paling berbakat Sekte Dewa Bintang benar-benar dibunuh oleh Zhang En.
__ADS_1
Xie Dan lalu mengeluarkan pedang panjang berwarna hitam. Pada bilah pedang panjang itu tertulis deretan rune simbol kuno berwarna hitam, sedangkan di gagang pedang itu berbentuk tengkorak.
Saat pedang panjang itu muncul, aura kematian bergejolak dan menyebar menutupi seluruh wilayah area Istana Kota. Di selimuti oleh awan tebal aura kematian itu, semua orang merasa seolah-olah mereka berada di dunia orang mati.
“Itu, itu adalah Pedang Dewa Kematian!”
"Pedang Dewa Kematian?!" Keributan lain melanda para ahli yang menyaksikan pedang Xie Dan.
Pedang Dewa Kematian adalah senjata milik bawahan Raja Hantu, senjata Dewa Kematian. Menurut legenda, pedang Dewa Kematian ini ditempa menggunakan banyak tulang dari ahli Pertapa Dewa dari Alam Dewa, dan di celupkan di mata air yang penuh aura kematian selama ratusan ribu tahun tahun.
Menggenggam Pedang Dewa Kematian di tangannya, tubuh Xie Dan gemetar karena marah. Dia lalu mengayunkan pedang Dewa Kematian dan muncul cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya ditembakkan langsung kearah gerombolan Kumbang Mayat Beracun yang melasat menyerangnya.
Bertabrakan dengan semburan cahaya pedang itu, Kumbang Mayat Beracun yang terkena cahaya pedang Dewa Kematian mati dan jatuh ke tanah.
Hanya dengan sekali tebasan, lebih dari ratusan Kumbang Mayat Beracun itu mati.
Setelah memukul mundur gelombang Kumbang Mayat Beracun, Xie Dan lalu kembali menebas pedangnya ke arah Zhang En.
Pada saat ini, bola mata Xie Dan benar-benar berubah menjadi hitam, aura kematian yang sama melonjak dari tubuhnya seperti gelombang tsunami.
Meihat perubahan Xie Dan sedikit mengejutkan Zhang En dan dia tidak membalas serangan Xie Dan secara langsung seperti biasanya.
Zhang En lamgsung memghilang dari tempatnya dan muncul di samping Hong Xiao, kemudian dengan gerakan cepat, Zhang En meraih Hong Xiao yang ada di sampingnya sambilmenghindari serangan pedang yang mengubah haluan menuju ke arah mererka. Pedang itu melesat tidak mengenai Zhang dan hanya menebas tanah, serangan pedang itu membuka celah dalam tanah yang retak dengan aura kematian dalam jumlah besar.
Para ahli dari sekte lain mundur lebih jauh ke belakang. Apa yang mereka lihat hari ini berulang kali menghancurkan persepsi mereka saat menyaksikan pertarungan hebat Zhang En dan Xie Dan.
“Kakak Zhang, tolong selamatkan kedua pelayanku!” Setelah Zhang En menghindari serangan Pedang Dewa Kematian Xie Dan, Hong Xiao tiba-tiba memohon dengan perasaan cemas.
__ADS_1
"Kalau bisa, kita tinggalkan tempat ini secepat mungkin saat kedua pelayanku sudah kita selamatkan."
Zhang En mengangguk saja tanpa mengatakan sepatah katapun, dia tahu kedua pelayan yang dimaksud oleh Hong Xiao adalah dua pelayannya yang sangat setia.
Zhang En lalu mengedarkan indera spiritualnya dan benerapa detik kemudian menemukan tempat lokasi di mana kedua pelayan itu ditahan dan di sekap di dalam Istana Kota Sekte Dewa Bintang.
Kedua pelayan itu sedang berada dipenjara di salah satu ruangan aula.
Tebasan Dewa Kematian - Penyiksaan Neraka ~!
Suara dingin yang di selimuti gelombang energi Dewa Kematian menembus gendang telinga mereka, Zhang En mengangkat kepalanya dan melihat Xie Dan teah mengayunkan pedang panjang itu sekali lagi.
Kali ini, energi kematian berwarna hitam membentuk bayangan dewa kematian yang tak terhitung jumlahnya dan menggandakan kekuatan bentuk serangan pedang sebelumnya menjadi dua kali lipat.
Dengan memeluk tubuh Hong Xiaoi, Zhang En dan Hong Xiao tiba-tiba menghilang ke dalam lingkaran ruang hampa yang telah di buat oleh Zhang En dengan jurus Hukum Ruang miliknya,untuk kembali menghindari serangan Xie Dan. Ketika mereka keluar dari ruang hampa, mereka muncul di tempat dimana kedua pelayan itu disekap.
Dengan hanya satu jentikkan jari Zhang En, rantai yang mengikat kedua pelayan Hong Xiaofei dengan mudahnya hancur. namun serangan pedang Xie Dan terus melesat mengejar mereka tanpa henti dari belakang.
"Sepertinya aku harus meninggalkan pertarungan ini, kalau di teruskan, aku tidak bisa menjamin keselamatan ke tiga wanita ini dan membuatku susah untuk bertarung!" Ucap Zhang En dalam hati
Dengan membawa tiga wanita bersamanya, siluet Zhang En berkedip-kedip dan kembali menghilang kedalam ruang hampa, nyaris tidak bisa menghindari tebasan pedang Xie Dan.
Sebenarnya, Dngan kekuatan Xie Dan saat ini, dia masih tidak sepenuhnya mampu mengendalikan dan menggunakan Pedang Dewa Kematian itu dengan baik.
Sebelum menghilang, Zhang En tidak lupa melambaikan tangannya, menarik semua Kumbang Mayat Beracun dan kemudian menghilang dari tempat itu bersama dengan ketiga wanita itu.
“Xie Dan, kita akan bertemu lagi...! Pada saat itu, aku akan benar-benar membunuhmu..!" Gelombang suara Zhang En bergema dari ruang hampa saat dia menghilang.
__ADS_1
Melihat Zhang En yang menghilang bersama ketiga wanita itu, dia mengeluarkan raungan amarah yang memekakkan telinga. Pedang Dewa Kematian di tangannya terayun tanpa arah, melampiaskan amarahnya.
Beberapa bayangan cahaya pedang dengan aura kematian yang kuat melesat dengan tidak menentu, membuat beberapa murid Sekte Dewa Bintang yang terlalu lambat untuk menghindar, langsung tewas memgenaskan saat cahaya pedang itu menembus tubuh mereka.