Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 594 - Kembali Ke Puncak Dewa


__ADS_3

Dong Fang dan Hua Rong tinggal selama dua hari di Istana Klan Zhang. 


Pada hati ketiga, mereka bertiga lalu meninggalkan Dunia itu, kembali ke Pusat Galaksi Bintang.


Sebelum pergi, Zhang En meyakinkan Lie Hue dan semua orang untuk tetap tinggal dan berkultivasi dengan damai di Dunia mereka untuk saat ini dan menunggu kepulangannya.


Mempertimbangkan ada kemungkinan bahwa dia akan lama pulang kali ini, Zhang En meninggalkan Long Xioba, Nuyan Yao dan lima lainnya di untuk menjaga dunia mereka.


Dua hari kemudian, mereka bertiga tiba di Dunia Harimau Suci tanpa hambatan dan bertemu dengan Guru mereka.


Ketika melihat kedatangan mereka bertiga, Lin Ming bersemangat melihat murid kecilnya lagi.


Menyuruh Zhang En untuk mendekat kepadanya, Lin Ming mengamati Zhang En secara detail, tersenyum puas, “Aku sudah mendengar dari mereka berdua bahwa kau memenangkan Kompetisi Grandmaster Alkemis, dan mendapatkan gelar Raja Pil pada periode ini. Kau melakukannya dengan sangat baik!"


Selama puluhan tahun lamanya berada di dalam pengasingan pintu tertutup, Lin Ming tidak tau apapun yang terjadi di dunia luar, jadi Dong Fang dan Hua Rong memberitahunya tentang hal itu beberapa hari yang lalu ketika dia baru keluar dan memanggil mereka.


Zhang En lalu tersenyum menjawab, "Murid ini dapat memiliki pencapaian semua ini adalah karena pujian dan dukungan dari Guru." Ucap Zhang En dengan rendah hati tanpa menunjukkan kesombongan.


Lin Ming melambaikan tangannya, tawa terdengar dari mulutnya saat dia berbicara lagi, "Bocah, berhentilah menyanjungku, semua itu adalah buah dari usaha dan kerja kerasmu sendiri." Lin Ming sedikit malu ketika dia menambahkan, "Gurumu ini belum menjadi guru yang dapat diandalkan bagimu selama ini, Guru hampir tidak mengajari apa pun padamu."


Beberapa saat kemudian, topik pembicaraan mereka berubah, dengan Lin Ming bertanya tentang keberadaan Dewa Pengemis, Master Kun dan keadaan anggota klan Zhang


Zhang En lalu menjawab semua yang ditanyakan oleh Lin Ming.


Disisi lain, Lin Ming memiliki ekspresi aneh di wajahnya ketika dia mendengar bahwa Master Kun telah pergi ke Dunia Kematian yang ada di Galaksi Phoenix.


"Pak tua," Panggil Zhang En, menyadarkan pikiran Lin Ming yang sedang merenung.


"Eh." Lin Ming mengubah topik pembicaraan, menatap Zhang En lagi, "Aku juga mendengar dari kedua kakak seniormu bahwa kau telah menerobos ke puncak Alam Dewa Leluhur Bintang Dua setelah aku memasuki pengasingan?" Lin Ming lalu melanjutkan dengan gembira, "Dengan kecepatan kultivasimu, kau mungkin bisa menerobos ke Alam Dewa Surgawi pada saat Pertempuran Dewa Surgawi dimulai!"


Dong Fang lalu menimpali dari samping, “Dengan bakat adik Zhang, jelas bukan masalah baginya untuk menerobos Alam Dewa Surgawi pada saat itu. Pada saat itu terjadi, masuk ke dalam peringkat seratus besar telah ada dalam genggaman tangannya!”


Zhang En menjadi bingung dan tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan mereka tentang tingkat kultivasinya dan memasang wajah masam dan tak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


“Bocah, ada apa? Mungkinkah, kau sudah menerobos ke Alam Dewa Surgawi Bintang Tiga? ” Melihat ekspresi aneh Zhang En, Lin Ming bertanya main-main.


Dong Fang dan Hua Rong juga menoleh untuk melihat Zhang En.


Zhang En lalu menguatkan dirinya dan berhenti menyembunyikan kultivasinya. Aura yang mengerikan melonjak keluar dari tubuhnya.


SWOOOSHHHH!!!


Tekanan aura Zhang En membuat Dong Fang dan Hua Rong mundur dengan panik.


Mereka bertiga lalu memandang Zhang En dengan kaget dan heran.


"R-ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir !!" Lin Ming berseru, tidak dapat mengendalikan keheranan, keterkejutan, dan kegembiraan yang dia rasakan, melompat berdiri dan menatap Zhang En dengan tatapan mata yang cerah.


Sedangkan Dong Fang dan Hua Rong menghirup udara dingin.


Zhang En jelas sudah mengharapkan reaksi ini dari ketiganya, tetapi dia masih merasa agak tidak nyaman melihat tatapan yang begitu intens dari ketiga orang ini.


Zhang En lalu mengangguk pada Lin Ming, berkata, "Murid ini hanya sangat beruntung, menemukan beberapa pertemuan kebetulan dalam pengembaraan dan secara tidak sengaja menerobos ke Alam Dewa Surgawi."


Mereka bertiga menatap Zhang En dengan keheranan yang berlebihan.


Tidak lama kemudian, mereka bertiga pulih dari keterkejutan mereka. 


Emosi dan wajah rumit mereka bertiga terlihat jelas di wajah mereka.


Melihat Zhang En lagi, Lin Ming tiba-tiba memiliki dorongan untuk tertawa keras dan menangis keras pada saat yang sama.


Dia tau bahwa dulu, dia membutuhkan waktu tepat lima ratus tahun untuk mencapai Alam Dewa Surgawi dari ranah Alam Dewa Kaisar Dewa. Ini membuat Lin Ming merasa sedih dan terkena mental


Sementara Lin Ming sedang merenung sedih, Dong Fan dan Hua Rong merasa putus asa.


Selanjutnya, dilihat dari aura yang Zhang En keluarkan, kekuatan nyata adik junior mereka ini melebihi milik mereka.

__ADS_1


Mereka berdua merasa sangat tertekan batin. Ini karena mereka berdua memulai jalur kultivasi selama lebih dari sepuluh ribu tahun. Jika dibandingkan dengan Zhang En, sudah berapa lama Zhang En berkultivasi?


Saat ini, tidak ada di antra mereka yang berbicara.


“Guru, kau menyuruhku untuk kembali, mengatakan ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku. Bolehkah aku tahu apa itu?” Pada akhirnya, Zhang En memecah kesunyian yang berat di aula itu.


Pada saat inilah Lin Ming mendapatkan kembali ketenangannya, senyum lalu muncul di wajahnya, “Oh iya, itu bukan masalah besar. Alasanku ingin kau kembali adalah agar kau bisa menemani aku untuk berpartisipasi dalam perayaan yang di adakan Dewi Hao Shie. Aku sedikit khawatir pada awalnya, tetapi karena kau telah telah menjadi Dewa Surgawi, sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi membawamu kesana.”


Melihat ekspresi Zhang En, Lin Ming menjelaskan, “Perjamuan kali ini hanyalah sebuah alasan di permukaan. Dari informasi yang aku terima, Dewi Hao Shie telah memutuskan untuk pergi ke Alam Surga, atau di Dunia Ilahi, dalam waktu dekat. Alam Surga juga adalah Alam Tertinggi dari Alam Dewa kita ini. Itu sebabnya sebelum dia pergi kesana, dia ingin memilih satu murid untuk mewarisi semua warisannya.!"


Lin Ming lalu melanjutkan, "Meskipun kita tidak tahu kriteria murid apa yang menjadi dasar Dewi Hao Shie untuk memilih pewarisnya, aku pikir akan ada semacam kompetisi atau penilaian bakat untuk menentukan orang yang akan dia pilih."


Lin Ming lalu membicarakan semua hal itu kepada Zhang En dan juga memberitahu semua informasi.


Di akhir pertemuan itu, Lin Ming berkata, "Tentu saja hanya mereka yang berada di bawah Alam Dewa Emas yang berpartisipasi. Jadi pewaris yang dipilih Dewi Hao Shie jelas harus berada di ranah Alam Surgawi. Kalian semua bersiap-siap, tiga hari kemudian kita akan berangkat ke Dunia Air.”


Zhang En dan Kedua kakak seniornya mengangguk.


Setelah keluar dari istana kediaman Lin Ming, Zhang En memutuskan untuk kembali ke Puncak Dewanya untuk sementara waktu.


"Sudah lama sekali aku tidak kembali ke Puncak Dewa milikku. Aku lebih baik tinggal disana untuk sekarang."


Tidak lama setelah itu, Zhang En tiba di Pegunungan wilayah Pegunungan Berkabut yang memiliki banyak puncak gunung yang berjejer di sana.


Tapi, ketika Zhang En mencapai Puncak Dewanya, ekspresinya menjadi lebih gelap saat melihat Istana Dewanya yang telah dirobohkan.


Juga, Formasi Pelindung Istana Dewa miliknya telah dihancurkan.


Di kejauhan, dua Tetua terlihat sedang menginstruksikan lebih dari puluhan murid elit untuk mencabut pohon spiritual dan tanaman obat yang ditanam di sekitarnya.


Melihat semua ini, dengusan dingin dsn tajam keluar dari mulut Zhang En, "Hummpphhh!" Saat dia terbang mendekat


Puluhan murid elit yang sedang sibuk mencabut dan menghancurkan pohon spiritual dan tumbuhan di sekitarnya berhenti sejenak ketika mereka melihat seseorang terbang ke arah mereka. 

__ADS_1


Tetapi ketika mereka melihat itu adalah Zhang En, mereka semua menghentikan apa pun yang mereka lakukan dan mundur ke belakang dua tetua itu dengan panik.


Meskipun Zhang En tidak berada di sekte selama lebih dari beberapa tahun, reputasinya yang ganas tetap hidup dan masih tertanam di benak mereka semua.


__ADS_2