Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 395 - Kota Wudang


__ADS_3

Ketika mereka sudah selesai berciuman, Zhang En menarik Lie Hue untuk duduk di sampingnya, saling menceritakan peristiwa yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.


Ketika Mie Hue mendengar bahwa Zhang En memenangkan tempat pertama dalam penilaian pemilihan murid baru Sekte Roh Api, kemudian diangkat menjadi murid pribadi Master Sekte, dia sangat senang untuk Zhang En.


Selama beberapa tahun ini, selain waktu yang dihabiskan untuk berkultivasi, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di sini di Kediaman Zhang bersama menjadi anggota Klan Zhang.


Dibandingkan dengan Zhang En, kehidupan Lie Hue jauh lebih sederhana.


Ketika mereka berdua kembali ke kediaman klan, mereka bertemu Dong Fang dan Huang Rong.


"Adik, kalian berdua tidak kembali sepanjang malam... ah?" Ucap Dong Fang menggoda, dengan sengaja memberi sindiran.


Membuat Lie Hue memikiki rona merah cerah langsung di wajahnya.


Zhang En berdeham dengan canggung saat dia berkata, "Uhukk. Uhukk.. Kami baru saja pulang dan berbicara banyak di gunung belakang sepanjang malam."


"Kalian berbicara sepanjang malam?" Dong Fang tertawa, "Baiklah, aku mengerti."


Wajah Lie Hue menjadi lebih merah padam.


“Sudah, cukup, Kakak pertama, kau sudah tua tapi masih bersikap kekanak-kanakkan. Adik kecil kita tidak berpikiran kotor sepertimu.” Ucap Huang Rong memelototi Dong Fang sebelum berbalik melihat Zhang En, "Adik, apakah kau ingin kami melakukan perjalanan ke Dunia Gagak Hitam sekarang dan memusnahkan Klan Mo?"


Meskipun Klan Mo tidak kecil, dengan mereka berdua, memusnahkan satu Klan Mo tidak akan sulit.

__ADS_1


Zhang En menggelengkan kepalanya mendengar ini, “Terima kasih kakak, itu tidak perlu untuk saat ini. Ketika saatnya tiba, aku sendiri yang akan memusnahkan Klan Mo. ”


Melihat bahwa Zhang En telah memutuskan, Huang Rong hanya mengangguk dan tidak bersikeras dengan pemikirannya.


Kemudian pada hari itu juga, Zhang En memerintahkan semua kultivator dalam aliansinya di seluruh benua untuk berkumpul dikediamannya. Dengan perpindahan ke Ke planet Awan Laut, dia tidak yakin berapa tahun kemudian dia akan kembali sekali lagi ke Dunia ini, oleh karena itu Zhang En memutuskan untuk membawa mereka dalam skala besar.


Sejak awal, Zhang En tidak bermaksud memaksa siapa pun untuk ikut dengannya, dia hanya membawa mereka yang bersedia mengikutinya ke Dunia Atas. Adapun mereka yang lebih memilih untuk tetap tinggal, dia tidak akan memaksa mereka.


Namun, kedatangan semua orang akan memakan waktu untuk berkumpul di di kediamannya. Wilayah yang terjauh akan membutuhkan tidak kurang dari satu bulan, yang berarti bahwa Zhang En harus tinggal di Dunia ini setidaknya selama itu untuk menyelesaikan berbagai hal dan persiapan.


Mengikuti rencana Zhang En, kedua kakak seperguruannya juga tetap tinggal, berencana untuk kembali bersama Zhang En sebulan kemudian. Lagi pula, mereka telah melewatkan lelang tahunan Kota Roh tahun ini, jadi mereka harus menunggu lelang berikutnya untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan.


Dalam waktu satu bulan ini, Zhang En menghabiskan hari bersama orang-orangnya yang sudah menjadi anggota klan Zhang, mengobrol atau membimbing kultivasi mereka, sedangkan, pada malam hari, dia akan pergi ke Alam Iblis dan berkultivasi.


...


Satu kemudian. Zhang En, akhirnya menerobos ke ranah Kaisar Dewa bintang dua tahap menengah. Pada saat ini, semua anggota aliansinya telah berkumpul setelah menerima panggilan Zhang En.


Zhang En kemudian memberi tahu semua orang tentang membawa mereka ke Dunia Awan Laut.


Pada akhirnya, sekitar 300 orang bersedia mengikuti Zhang En. Adapun yang lainnya, Zhang En tidak memaksa mereka, memungkinkan mereka untuk tetap tinggal di Dunia Alam Bawah ini.


Ketika persiapan mereka sudah selesai, Zhang En lalu membawa mereka semua berangkat ke Dunia Awan Laut.

__ADS_1


Ketika dia sekali lagi berdiri di luar angkasa, Zhang En berbalik untuk melihat Dunia dibawahnya sebelum terbang ke Dunia Batu tempat gerbang teleportasi terakhir yang mereka lewati dan membawa semua orang yang bersamanya menuju kesana. 


Meskipun hanya kiltivator Kaisar Dewa ke atas yang mampu melakukan perjalanan dengan terbang melewati galaksi yang sangat luas, masalah ini dengan mudah diselesaikan dengan adanya artefak dewanya, Pagioda Dewa Emas.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka semua untuk mencapai Dunia Batu. Menghabiskan malam untuk beristirahat di Dunia Batu, mereka lalu segera berangkat melewati Gerbang Teleportasi keesokan paginya, dan kembali ke Dunia Awan Laut.


Ketika anggota Klan Zhang melangkah keluar dari barisan portal, ekspresi mereka sama seperti saat Zhang En saat pertama kali tiba di dunia ini dan benar-benar terpana ketika melihat susunan bangunan dan bentangan kota-kota raksasa yang tak berujung di Benua Awan Laut ini.


Bahkan Lie Hue tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya agar tidak terlihat di wajahnya, tapi meski begitu, ekspresi terkejutnya masih terlihat..


Raja Bintang Selatan, Kaisar Zhu dan yang lainnya menyaksikan ketika banyak kultivator Alam Semi Kaisar Dewa yang tak terhitung jumlahnya terbang melewati mereka dan perasaan rendah diri meningkat di hati mereka.


Di Dunia mereka sebelumnya, mereka adalah salah satu dari sedikit keberadaan yang ada dipuncak dunianitu, tapi di sini, mereka sama seperti orang kampung yang datang ke kota besar. Menyadari tatapan menghina dan mengejek yang diarahkan ke arah mereka, Raja Bintang Selatan, Kaisar Zhu, dan yang lainnya tidak berani mengangkat kepala.


Ini tidak luput dari perhatian Zhang En, namun, dia tidak mengatakan apa-apa. Ini adalah reaksi normal, tiba di tempat asing yang baru. Setelah semua orang terbiasa dengan lingkungan, semuanya akan berangsur-angsur membaik.


Selain itu, Zhang En yakin bahwa dengan bantuannya, setiap orang akan memiliki terobosan berturut-turut. Meskipun dia tidak berani menjamin bahwa setiap orang akan melangkah ke Alam Kaisar Dewa, mencapai puncak Semi Kaisar Dewa dalam kurun waktu ratusan tahun bukanlah masalah bagi mereka semua.


Setibanya di Dunia Awan Laut, Zhang En memimpin rombongannya menuju Kota Wudang. Sekarang, hal pertama yang perlu dia lakukan adalah membeli tempat tinggal mereka agar bisa tenang.


Dia telah mempertimbangkan bahwa Kota Wudang paling dekat dengan Kota Roh Api, sehingga membuatnya nyaman untuk bisa mengunjungi mereka kapan saja. Dia telah memutuskan sejak awal untuk membeli tempat tinggal di Kota Wudang..


Ketika mereka tiba di Benua Awan Laut, Dong Fang dan Huang Rong masih memiliki hal-hal yang harus dilakukan, jadi keduanya mengucapkan selamat tinggal pada Zhang En dan menuju ke Kota Roh Api, berpisah dari kelompok Zhang En.

__ADS_1


Setelah kembali mengunjungi cabang Paviliun Naga Awan, Zhang En memilih halaman tempat tinggal yang sangat besar untuk klannya. Area ini disebut Perumahan Surgawi. Tempat ini terletak di pusat Kota Wudang dan besarnya lebih dari tiga ribu meter persegi.


__ADS_2