
Sambil fokus menatap titik yang ada di antara alis Zhang En.
Dalam informasi yang telah di kumpulkan oleh pihak Sekte Gagak Hitam tentang Zhang En, tidak ada yang menyebutkan simbol yang ada di dahinya.
Wanita bercadar ini ingat saat gurunya mengatakan bahwa Hidup dan Mati Pedang kembar Yin Yang dapat membunuh ahli mana pun di bawah yang tingkat kultivasinya berada di ranah Alam Dewa Surgawi! Tapi sekarang serangan pedang kembar miliknya benar-benar di hadang oleh simbol kecil yang muncul di dahi Zhang En.
Tatapannya beralih ke bawah dada Zhang En di mana pedang hitam dan putihnya ditusuk sebelumnya, hanya untuk menemukan bahwa darah telah berhenti mengalir.
Nyatanya, luka Zhang En sudah sembuh, dan kembali seperti semuala! Ketidakpastian melintas di matanya.
Setelah terluka oleh Qi pedang Yin Yang miliknya, tidak ada kultivator yang bisa menyembuhakan dirinya selain Kultivator ranah God Emperor Dewa. Tapi Zhang En sekali lagi menghancurkan kepercayaan dirinya.
“Sepertinya kau tidak akan tunduk kepada Sekte Gagak Hitam!” Wanita bercadar perlahan berjalan menuju ke arah Zhang En, setiap langkahnya terlihat anggun.
Berbeda dengan suara dinginnya saat dia berkata, "Karena memang seperti itu, aku akan membunuhmu untuk membalaskan dendam Tetua Sekte kami yang telah kau bunuh...!"
Pedang kembar hitam dan putih miliknya kembali melesat lagi, terbang langsung menuju ke arah mata Zhang En.
Sosoknya lenyap dari tempat itu, membiarkan pedang itu menembus bayangan. Ketika Zhang En muncul lagi, dia berada di belakang wanita bercadar dengan Pedang Naga di tangannya yang terayun ke bawah.
"Mata Neraka!"
Bola mata merah raksasa yang bersinar terbentuk, memuntahkan cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya yang diarahkan ke punggung wanita bercadar.
Tetapi dalam satu radius 100 meter di sekitar tubuh wanita itu, dua jenis energi mengalir keluar dari tubuhnya, satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna putih, bergetar dengan frekuensi tinggi untuk mengusir cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya dari Mata Neraka milik Zhang En.
Zhang En tidak membuang waktu, dengan cepat melompat menjauh, Sayap Naga Iblis menyebar dari punggungnya.
Pada saat yang sama, Zhang En memanggil dua Roh Naga kembar miliknya. Dia lalu mengirim Roh Naga kembar itu ke tengah-tengah para ahli Sekte Gagak Hitam dengan lambaian tangannya.
Kedua Naga kembar itu membentuk tubuh mereka menabrak sekelompok ahli, menghancurkan lebih dari puluhan orang menjadi kabut darah.
"Semua Tetua ahli Sekte Gagak Hitam, Sekte Dewa Bintang, dan ahli lainnya, mari kita menyerang bersama, bunuh Zhang En!"
Wanita bercadar itu membentak saat memberikan perintah, menambahkan, “Dan juga, Suku Laut, Suku Iblis Hijau, dan yang lainnya, habisi Klan beastmen dan Klan Bintang iblis! Semua orang lain yang menolak untuk menyerah, bunuh mereka semua!"
Ketika para patriark dan ahli lainnya mendengar ini, wajah mereka menjadi lebih putih daripada kertas.
Siapapun yang tidak mau tunduk, akan dibunuh semua!
__ADS_1
Mayoritas ahli Benua Mata Angin berkumpul di sini. Jika membunuh mereka semua hanya akan menyisakan beberapa ahli Dewa Surgawi. Itu akan mengakibatkan Benua Mata Angin akan hancur, itu akan telihat sangat kejam!
"Baik...." Kaisar Laut Yong Van menurutinya dengan seringai lebar di wajahnya saat dia mengambil langkah besar menuju ke arah Shen Kun, Lion Mu, Hu Fan dan yang lainnya.
Zhang En mungkin telah menghilangkan Racun Kematian di tubuhnya, tetapi Shen Kun dan yang lainnya masih seperti hewan yang menunggu untuk disembelih, tanpa kekuatan untuk melawan sama sekali.
Kaisar Laut Yong Van dan sekelompok ahli berhenti di depan para beastmen dan ahli klan binatang iblis dengan seringai dingin di wajah mereka saat mereka mengeluarkan senjata.
"Mati!!"
Kaisar Laut Yong Van menjilat bibirnya untuk mengejek, tidak menahan saat dia mengirim pukulan kekuatan penuhnya ke arah Shen Kun.
Suku Laut dan ahli Suku Iblis Hijau juga mulai menyerang, tetapi tindakan mereka terganggu oleh raungan Naga yang terdengar keras secara tiba-tiba.
Beberapa Naga dewa primordial muncul entah dari mana, menyelam ke tengah-tengah Suku Laut dan Suku Setan Hijau, membuat mereka panik.
Lima Belas Gerakan Dewa Naga!
Gerakan Pertama, Serigala Naga Berenang di Laut!
Langkah Kedua, Dewa Naga Membalik Laut!
Zhang En berdiri tinggi di udara, menyerang para ahli dari Sekte Gagak Hitam, Suku Laut dan semua ahli dari pihak lawan.
Satu gerakan dan satu gerakan dari Lima Belas Gerakan Dewa Naga dieksekusi.
Langit dipenuhi bayang-bayang naga dewa primordial.
Aura Naga yang menindas telah mengunci seluruh alun-alun.
Pada saat yang sama, Zhang En mengambil celah kecil untuk melemparkan Shen Kun, Lion Mu, Hu Fan dan semua ahli binatang dan klan iblis ke dalam Gunung Dewa Emas dengan melambaikan tangannya untuk menyelamatkan mereka semua.
Di bawah gelombang serangan dari Lima Belas Gerakan Dewa Naga Zhang En, para ahli dari pihak musuh terpaksa mundur karena takut.
Mereka yang sedikit lebih lemah meledak menjadi kabut darah hanya dengan satu pukulan dari serangan Zhang En.
Sebuah siluet melompat dari tanah, itu adalah wanita bercadar!
Matanya bersinar dengan niat membunuh yang mengerikan. Pertumbuhan Zhang En telah jauh melebihi asumsinya, belum lagi fakta bahwa setiap gerakannya sangat brutal.
__ADS_1
Tebasan Pedang Yin Yang!
Pedang hitam dan putih meluncur di udara, memisahkan dirinya menjad ribuan energi pedang yang membentuk lingkaran pedang dalam bentuk roda hitam dan putih, berputar ke arah Zhang En.
Segala sesuatu yang dilewatinya hancur, termasuk ruang di sekitarnya.
Zhang En menyaksikan serangan wanita itu dengan mata dingin, dengan cepat, dia mengayunkan Pedang Naga di tangannya.
Cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya terbentuk menjadi dua pusaran angin, bertabrakan dengan pedang hitam dan putih di udara.
DUARRRRRR!!!!
Bahkan Bumi dan langit bergetar karena tabrakan serangan pedang mereka, pedang nyasar dan cahaya pedang terbang ke segala arah.
Suku laut dan ahli Suku Iblis Hijau di bawah yang tidak berhasil mengelak tepat waktu terpecah dan ditembus oleh serangan dari mereka berdua , memercikkan area besar berwarna merah cerah di alun-alun.
Zhang En mendengus ketika melihat hasil serangannya.
Tiba-tiba seribu lengan menyebar dari punggungnya, melancarkan pukulan udara.
Seribu bayangan Tinju Tapak Buddha bersiul melewati angin.
Ekspresi wajah wanita bercadar berubah saat melihat tingkat kerusakan di tanah.
Dia memanggil pedang kembarnya untuk kembali padanya, saat melayang di depannya dalam bentuk salib. Dengan sedikit dorongan ke depan, pedang yang bersilangan itu meledak dalam cahaya menyilaukan yang lebih terang dari matahari.
Duaaarrrrrr!!!!
Gelombang kejut meledak saat pedang bersilang itu bergetar hebat.
Setiap pukulan yang mendarat memaksa pedang kembar yang sudah bersilang di depannya membuatnya mundur beberapa meter ke belakang, namun terlepas dari serangannya, pedang itu tidak hancur, dengan keras mempertahankan pola silangnya.
Beberapa saat kemudian, wanita bercadar dipaksa kembali jatuh ke tanah saat terlihat beberapa bayangan lebih putih muncul di sekitar tubuhnya.
Meskipun dapat menahan satu serangan dari Tapak Buddha Zhang En, Hidup dan Mati Yin Yang Qi miliknya dipaksa dalam jalur energi kekacauan di dalam tubunya.
Sebagian besar organ dalamnya terasa di aduk.
Melihat seribu lengan Tapak Buddha, wanita bercadar itu tidak mampu menyembunyikan kegelisahan di matanya.
__ADS_1