
"Karena gunung ini sebenarnya adalah artefak ilahi, mengapa tidak ada yang mencoba mengambilnya selama bertahun-tahun tak terhitung lamanya?" Rasa ingin tahu muncul di benak Zhang En, mencari jawaban dari Long Xioba.
Long Xioba hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan ini, “Siapa bilang tidak ada yang mencoba mengambilnya? Terapi, tidak seorang pun di antara banyak penguasa ranah Alam Dewa dari seluruh galaksi ini yang pernah berhasil. Kemudian untuk mengambil gunung ini dan menjadi artefak ilahi seperti bemtuknya semula, harus menemukan formasi inti dari gunung ini dan mengendalikannya. Akan tetapi, tidak ada seorangpun yang berhasil menemukan formasi inti gunung ini sampai sekarant."
"Kenapa?" Tanya Zhang En.
“Karena formasi inti gunung ini berada di puncak tertinggi gunung ini dan pembatas di puncaknya sangat menakutkan.”
Tidak lama setelah itu, mereka berdua tiba di area salah satu tempat yang memiliki danau berwarna tinta hitam.
Mengamati danau hitam kecil yang aneh ini, Zhang En melambat dan berhenti si udara.
"Bocah, sepertinya kau benar-benar seseorang yang diberkati dengan kekayaan besar, ada harta di danau ini!" Seruan bersemangat Long Xioba terdengar dan membuat Zhang En terkejut.
Permukaan air danau itu tiba-tiba terbelah, memperlihatkan cahaya hitam yang kuat menembus langit, saat teratai hitam seukuran empat telapak tangan terbang keluar dari danau itu.
"Mungkinkah ini adalah Teratai Hitam ?!" Suara Zhang En terdengar keras.
“Benar, ini adalah Teratai Hitam, pasti Teratai Hitam! Lihat, dia memiliki sekitar dua puluh hingga tiga puluh kelopak. Teratai Hitam hanya menumbuhkan satu kelopak setiap seratus ribu tahun, Teratai Hitam ini setidaknya berumur dua juta tahun!" Sahut Long Xioba dengan suara kegembiraan.
"Benarkah??!" Mata Zhang En berkedip tidak percaya.
"Nak, kau menuai panen besar datang ke Galaksi ini kali ini!" Ucap Long Xioba lagi karena mengagumi keberuntungan Zhang En yang tiada habisnya.
"He he he..! Zhang En tersenyum lebar.
Lalu kekuatan lembut dari tangan Zhang En melilit Teratai Hitam yang terbang menjauh, menjepitnya ke udara.
Tapi dua suara angin yang menusuk bisa terdengar menuju ke arah Zhang En.
"Apa itu?!"
“Itu Teratai Hitam! Lebih dari dua puluh kelopak, Teratai Hitam berusia di atas dua juta tahun!!”
__ADS_1
"Kita benar-benar mendapat keberuntungan!"
Pertukaran antara dua suara terdengar, dan pada saat berikutnya, dua pria paruh baya muncul di depan Zhang En dan Lie Hue dengan ekspresi gembira di wajah mereka.
Ketika cahaya hitam dari danau yang disebabkan oleh kelahiran Teratai Hitam bersinar di langit, kedua pria ini berada di dekatnya dan tertarik olehnya. Keduanya bergegas setelah menyimpulkan bahwa itu mungkin tanda harta karun yang tak ternilai muncul ke permukaan. Tak satu pun dari mereka mengharapkan itu menjadi ramuan berumur dua juta tahun.
WUSHHH!!!
Saat kedua pria itu tiba, Teratai Hitam itu terbang menuju Zhang En, jatuh ke telapak tangannya.
“Haha, Kakak Senior Biun An, sepertinya keberuntungan kita tidak buruk. Kita tidak menemukan kolam emas, tetapi ketika kami berencana untuk pergi, sekarang kita malah benar-benar menemukan kelahiran Teratai Hitam berusia dua juta tahun! Pria bernama Ye Li tertawa. "Dengan Teratai Hitam ini, kita akan dapat menerobos ke Alam Dewa Tingkat Tinggi di masa depan tanpa khawatir!"
Di mata Ye Li, Teratai Hitam itu sudah menjadi milik mereka!
Kakak Senior yang di panggil Biun An oleh Ye Li, juga tertawa, "Kau benar, dengan Teratai Hitam ini, kita tidak perlu khawatir tidak bisa menerobos ke Alam Dewa Tingkat Tinggi dimasa depan!"
WUSHHH!!!
Duarr!!!
Tubuhnya lalu jatuh ke tanah, dia masih memasang ekspresi tidak percaya menatap Biun An.
“Itu bukan kita, tapi hanya aku seorang. Teratai Hitam itu milikku!” Selesai mengatakan klaimnya pada Teratai Hitam itu, Biun An mendekati Ye Li dengan niat membunuh yang kental di wajahnya.
Wajah Ye Li melotot marah saat dia berteriak, "Kakak Biun, kau ...!"
Biun An berhenti di depan Ye Li dan berkata lagi, “Kau telah menyelamatkan hidupku sebelumnya, dan untuk membalas kebaikanmu, aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit. Jangan khawatir, aku akan menguburmu, dan akan merawat istrimu dengan baik juga!”
Mata Ye Li berubah merah, "Kau dasar binatang!"
Pedang panjang di tangan Biun An lalu menebas, mengiris kepala Ye Li. Kemudian, dia mengeluarkan botol dan menuangkan setetes cairan hijau ke kepala Ye Li. Dalam sekejap mata, kepala Ye Li terkikis oleh cairan hijau itu menjadi genangan kecil air hijau keruh dan akhirnya mati di tempat.
Zhang En hanya menonton dengan ekspresi dingin, tidak ikut campur. Tapi dia sangat ingin tahu tentang cairan hijau itu.
__ADS_1
Setelah Biun An selesai berurusan dengan rekannya, dia menoleh ke arah Zhang En dengan wajah tenang, seolah-olah apa yang baru saja dia lakukan adalah hal biasa. Tatapannya jatuh pada Teratai Hitam di telapak tangan Zhang En, lalu ke arah Lie Hue.
Ketika dia melihat Lie Hue, mata Biun An berbinar mesum.
Mengendalikan dirinya sendiri, Biun An sekali lagi memandang Zhang En, mencibir, "Bajingan, aku tidak mau banyak omong kosong, serahkan Teratai Hitam itu."
Dia adalah pembudidaya Alam Dewa Surgawi tahap awal, itu diberikan bahwa dia tidak menempatkan Zhang En di matanya.
"Sampah sepertimu harus mati mengenaskan!" Lie Hue tiba-tiba menyela dengan nada dingin.
Jelas, perilaku Biun An ini, membunuh sesama rekannya demi sebuah harta, dan terlebih lagi adalah orang yang telah menyelamatkan hidupnya sebelumnya, membuat Lie Hue merasa jijik melihatnya.
Biun An malah tertawa bukannya marah, “Ha ha ha.. Aku sampah? Tetapi, sampah sepertiku masih hidup dan sehat, dan setelah mendapatkan Teratai Hitam itu, aku akan hidup lebih baik! hehe, dengan kalimatmu itu, aku akan membuatmu tetap hidup dan menjinakkanmu menjadi budak yang melayaniku, aku akan membiarkanmu menikmati kesenangan yang akan ku berikan padamu di atas ranjang!”
Tepat ketika kalimat Biun An berakhir, siluet Zhang En sudah berkedip. Saat dia ingin menghindar, sebuah tekanan menjepit tenggorokannya dan lehernya terangkat tinggi.
Biun An menatap Zhang En dengan tatapan tidak percaya.
Tatapan dingin Zhang En sangat menusuk saat menatapnya juga, "Memotongmu menjadi ribuan daging cincang sebenarnya terlalu ringan untuk kematianmu, aku akan membiarkanmu merasakan sakit seribu kali lebih buruk dari kematian sebelum kau mati."
Wajah Biun An berubah menjadi merah. Dia mencoba mengumpulkan kekuatan untuk menyerang tetapi gagal, karena leluatannya telah disegel oleh Zhang En.
WUSHHHH!!
Tiba-tiba, angin menderu terdengar di udara.
Melihat orang yang datang, mata Biun An menjadi cerah.
"G-Guru, selamatkan aku!" Dia berteriak sekeras yang dia bisa.
Zhang En dan Lie Hue terkejut, tidak menyangka pendatang adalah Guru Biun An sialan itu.
Seorang lelaki tua berambut putih memasuki pandangan Zhang En, mengenakan jubah yang sama dengan Biun An. Satu-satunya perbedaan adalah jubah pria tua ini memiliki lambang keemasan di dadanya.
__ADS_1
"Dia adalah Penguasa Alam Dewa Tingkat Tinggi!"Long Xioba memperingatkan Zhang En setelah mengukur kekuatan pria tua itu dengan nada muram.
Saat orang tua itu muncul, Lie Hue juga diam-diam menghancurkan jimat yang diberikan Gurunya padanya.