Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 252. Paviliun Bunga Anggrek (3)


__ADS_3

Wei Jing melihat kedua pil bulat kecil itu, memeriksanya dengan serius. Semakin dia melihat, semakin dia terkejut, karena khasiat obat dari Pil Naga Emas di tangannya sangat terawat dengan baik. Semua pengawetan pil roh dewa kelas atas yang dia periksa di masa lalu sangat kurang jika dia bandingkan.


Chu Yi dan semua orang-orang yang ada di sekitar ruangan menahan napas saat memusatkan perhatian mereka melihat reaksi Wei Jing. 


Mendeteksi adanya perubahan ekspresi wajah Wei Jing, rasa penasaran di hati orang-orang ini semakin muncul. Apakah ini berarti itu benar-benar pelet roh dewa kelas atas ?!


Kemudian, cahaya berkilauan keluar dari telapak tangan Wei Jing, Qi nya mengalir memasuki pil itu. Tidak lama kemudian, beberapa jejak cahaya berwarna hijau gelap bersinar keluar dari inti pil, mengeluarkan suara samar seperti raungan naga.


Melihat ini, Chu Yi dan semua orang yang hadir terkejut.


Beberapa saat kemudian, Wei Jing menarim Qi nya, cahaya berwarna hijau gelap menghilang bersamaan dengan raungan naga yang terdengar samar.


"Pil ini memang Pil Naga Emas asli." Wei Jing mengumumkan hasil pemeriksaannya.


Semua orang yang berada di dalam aula, mata mereka membulat sebesar kepalan tangan, memusatkan mata mereka melihat Pil Naga Emas.


Wei Jing mengembalikan pil itu kembali keatas meja di depan Zhang En.


“Bolehkah aku bertanya, apakah pelanggan ini berencana menjual Pil Naga Emas ini kepada kami?” Wei Jing bertanya dan nadanya melunak.


“Apakah Anda Ketua Paviliun Bunga Anggrek?” Zhang En bertanya sebagai balasan.


Wei Jing bingung mendengar balasan Zhang En dan ekspresinya berubah tak sedap dipandang. Arti kata-kata Zhang En sangat jelas, dia hanya akan berbicara dengan Ketua Kamar Paviliun Bunga Anggrek.


"Meskipun Pil Naga Emas adalah pil roh legendaris Klan Naga, Aku sebagai pengawas di dalam aula Pavilium Bunga Anggrek ini masih lebih dari cukup untuk menangani nilai transaksi ini." Wei Jing berkata, nadanya sedikit tinggi.


Arti dari perkataan Wei Jing juga sangat jelas, Pil Naga Emas ini memang berharga, tetapi masih tidak cukup untuk mengharuskan Ketua Assosiasi Paviliun Bunga Anggrek mereka langsung turun tangan. Menurutnya, Zhang En ini masih jauh memenuhi syarat untuk bisa bertemu secara langsung menemui Ketua assosiasi mereka hanya karena satu Pil saja.


Chu Yi yang awalnya merasa sombong dan meremehkan pil milik Zhang En sebelumnya yang berada di samping melihat kronologis hasil pemeriksaan Wei Jing menjadi suram.

__ADS_1


Zhang En tidak melewatkan makna di balik kata-kata Wei Jing.


Di depan mata semua orang, cahaya menyilaukan bersinar dari tangan Zhang En dan semburan aroma pil lain memenuhi udara.


Semua orang di aula itu termasuk Chu Yi terkejut ketika melihat butiran pil lain di tangan Zhang En.


"Ini adalah Pil Naga Air, pil roh kelas atas." Suara Zhang En terdengar jelas.


Kemudian, pil roh lain kembali muncul di tangan Zhang En,


"Ini adalah Pil Naga Dewa, pelet roh kelas atas."


"Ini adalah Pil Naga Ilahi, pelet roh kelas atas."


Di depan Chu Yi yang tercengang dan semua orang, Zhang En secara berturut-turut mengeluarkan sembilan pil roh. Semuanya adalah pilroh dewa kelas atas dan telah berbaris di atas meja.


Bahkan sebagai Tetua Paviliun Bunga Anggrek, Wei Jing tidak bisa menahan nafas.


Wei Jing mengulurkan tangannya dan mulai memeriksa pil roh diatas meja satu per satu, dan pada akhirnya, tangannya tampak gemetar.


Meskipun Wei Jing tidak mengumumkan hasil pemeriksaannya seperti pertama kali, jelas terlihat bagi semua orang dari ekspresinya saja bahwa sembilan pil roh itu tidak diragukan lagi, pil roh kelas atas.


"Bagaimana...? Bisakah aku bertemu dengan Ketua Assosiasi Kalian sekarang? ” Zhang En bertanya.


Suara Zhang En membuat semua orang kembali sadar dari keterkejutan, sedangkan cara Wei Jing memandang Zhang En benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat kuadrat.


"Aku harus merepotkan Tuan Muda untuk menunggu di sini sebentar, aku akan segera menemui dan memberi tahu hal ini kepada Ketua kami!" Wei Jing berkata, sikapnya menjadi lebih sopan dan terlihat hormat.


Zhang En mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


Wei Jing lalu berbalik dan pergi memasuki aula dalam.


Setelah Wei Jing pergi, cara orang lain memandang Zhang En sangat berbeda seperti sebelumnya, serta semua orang ini menebak identitas kelompok Zhang En. Bahkan keluarga besar di Kota Moli tidak bisa dengan begitu mudahnya mengeluarkan banyak pil roh kelas atas dalam satu tarikan napas.


Salah satu contohnya adalah Klan Chu.


Chu Yi dengan hati-hati bersembunyi di antara orang-orang banyak, jejak ketakutan melintas di matanya saat dia dengan hati-hati melirik ke arah Zhang En dari kejauhan.


Beberapa saat kemudian Wei Jing muncul dari aula dalam, dengan hormat memberi tahu Zhang En, "Tuan Muda, Ketua Paviliun Bunga Anggrek kami mengundangmu masuk ke ruangannya untuk menemuinya."


Zhang En sekali lagi mengangguk, lalu mengambil semua butiran pil di atas meja dan mengikuti Wei Jing dari belakang bersama dengan Hong Xiao dan kedua pelayannya masuk ke dalam aula.


Menyaksikan kelompok Zhang En menghilang dari pandangan mata mereka, orang-orang di sekitar aula itu dipenuhi keributan.


“Aku ingin tahu siapa pemuda itu, dia begitu saja mengeluarkan sepuluh pil roh kelas atas!”


“Mungkin dia adalah bagian dari keluarga tersembunyi yang belum pernah muncul selama seribu tahun, bahkan mungkin seorang Tuan Muda dari Klan terkenal.”


Kelompok Zhang En terus mengikuti Wei Jing, mengabaikan keributan dan suara keras yang ada di luar, melewati beberapa koridor serta ruangan yang berjejer di dalam dan sampai di sebuah halaman yang memiliki ruangan yang terlihat sangat megah dan elegan.


Tepat ketika kelompok Zhang En memasuki halaman yang memiliki ruangan yang terlihat sangat elegan, mereka mendengar suara tawa terdengar dari dalam aula. Zhang En sedikit terkejut, dilihat dari suara tawa mereka, ada dua orang di aula.


Salah satunya mungkin adalah Ketua Assosiasi Paviliun Bunga Anggrek. Apakah itu berarti Ketua mereka sedang menemui tamu lain saat ini? Tetap saja, seseorang yang dapat bertemu secara pribadi dengan Ketua Paviliun Bunga anggrek, adalah orang yang pasti berstatus tinggi.


Dipimpin oleh Wei Jing, mereka berempat lalu memasuki ruangan didepan mereka.


Saat memasuki ruangan itu, perhatian Zhang En segera terfokus kepada dua pria paruh baya yang sedang duduk disana, salah satu pria itu mengenakan jubah brokat putih, pria paruh baya berjubah putih ini kemungkinan besar adalah Ketua Assosiasi Paviliun Bunga Anggrek, Tang Li.


Sedangkan pria satunya mengenakan jubah brokat berwarna Biru.

__ADS_1


__ADS_2