Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 534 - Kabut Beracun


__ADS_3

"Kekuatan binatang itu pada tahap tertinggi dari Alam Dewa Surgawi tahap akhir." Suara Long Xioba terdengar muram, "Sangat dekat dengan membobol keluatan Dewa Tertinggi, Alam Dewa Emas."


"Aku akan kesulitan membunuhnya, terutama karena pengekangan kristal Naga ini yang masih mengikat dan membatasi tubuh dan gerakanku. Kau tau sendiri kalau aku tidak dapat pergi jauh darimu lebih dari satu kilo meter.!" Ucap Long Xioba dengan masam.


Mereka berdua lalu menghilang saat melesat terbang di atas pedang di langit.


Akan tetapi, Beruang Naga Hitam itu adalah eksistensi yang hampir sebanding selangkah lagindengan seorang ahli Alam Dewa Emas, ingin melarikan diri lebih cepat darinya tidak semudah kelihatannya.


Mengejar dari belakang, Beruang Naga itu mempersempit jarak mereka. Asap hitam yang dihembuskannya dari mulutnya hanya berjarak seratus meter dari punggung Zhang En.


Melihat kebelakang dan bayangan yang semakin besar, Zhang En berkata dalam hati, 'Sepertinya aku tidak punya pilihan selain menggunakan kekuatan api baruku.' 


Dengan menggunakan pikirannya, dua pedang panjang putih yang terbakar dengan api es merah keemasan muncul dari tubuh Zhang En, menyerang binatang raksasa di belakang yang mengejar mereka.


Wilayah udara di antara mereka membeku saat dua pedang panjang terbang melewatinya, meluas ke bebatuan dan batu-batu besar di dekatnya.


Seolah tahu serangan dari dua pedang panjang yang terbentuk dari api itu, tubuhnya yang besar membelok, mengguncang ruang di sekitarnya, dan menghindari serangan Zhang En.


Hal ini membuat Zhang En mengerutkan keningnya.


Zhang En terus terbang dengan kecepatan penuh dengan pedangnya bersama dengan Lie Hue.


Setelah itu, dia tidak lagi menggunakan pedang yang terbentuk dari Ancient God Flame untuk menyerang, tetapi untuk menghalangi, memperlambat kecepatan binatang itu. Tidak peduli bagaimana dia mengejar, binatang itu tidak bisa menangkap mereka berdua.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian, wajah Zhang En menjadi gelap. Binatang ini tampaknya telah menetapkan mereka berdua sebagai targetnya, mengejar mereka tanpa henti.


Mungkin karena tekanan luar biasa dari binatang itu, sepanjang jalan, mereka tidak melihat pembudidaya lain di area yang mereka lalui.


Satu jam berlalu, dua jam berlalu, hingga setengah hari kemudian, bianatang itu masih mengejar Zhang En seolah-olah ada kebencian yang mendalam di antara mereka.


Zhang En dan Lie Hue telah mencoba untuk mengirim pesan jarak jauh menggunakan slip pengirim pesan kepada Master Kun dan Wanita Iblis Yi tetapi tidak berhasil. Tak satu pun dari kedua Guru mereka menjawab menanggapi pesan mereka.


Gunung Harimau ini sangat luas, dan slip itu hanya bisa berfungsi dalam jarak tertentu. Saat ini, Zhang En hanya bisa menghela nafas sedikit di dalam hatinya.


Semakin lama, Zhang En kehilangan kesabarannya saat kemarahannya mulai tumbuh. Setelah dikejar begitu lama oleh binatang itu, dia akan meminta Long Xioba untuk keluar dan membunuh binatang yang mengganggu itu.


Akan tetapi binatang itu tiba-tiba berhenti. Hanya mengeluarkan raungan marah ke arah Zhang En saat melayang di udara, tetapi tidak berani mengejar Zhang En lagi dan tidak berani mendekat dan diam di tempat.


"Apakah ada sesuatu di depan yang ditakuti oleh binatang ini?" Ucap Zhang En buru-buru saat mengamati daerah itu menggunakan akal sehatnya, meskipun dia tidak dapat menemukan sesuatu yang luar biasa.


Zhang En melihat ke belakang lagi dan binatang beruang naga hitam itu masih melayang di tempat yang sama. Zhang En lalu memutuskan untuk terus terbang ke depan serta meminta pendapat Lie Hue, dan tentu saja, Lie Hue memilih untuk mengikuti keputusannya.


Tidak lagi merasa ragu-ragu, Zhang En melanjutkan penerbangan mereka di atas pedang saat terus melesat ke depan. Zhang En juga menyebarkan inderanya, dengan waspada memeriksa sekelilingnya saat mereka terbang, meskipun dia tidak tahu apa yang ditakuti oleh binatang sialan itu.


Di sekeliling area itu, terlihat sangat sunyi sekali. Selain rerumputan di sana-sini, yang bisa dilihat hanyalah pohon-pohon gundul. Batang dan dahan pohon-pohon gundul ini meliuk-liuk dan melengkung aneh, mereka tidak memiliki daun maupun buah.


Setelah terbang agak jauh, Zhang En memperhatikan bahwa pemandangan di depannya mulai berubah, tanah di bawahnya dipenuhi dengan tulang binatang iblis dengan berbagai bentuk dan ukuran, tanpa akhir yang terlihat.

__ADS_1


"Ini adalah tulang Harimau Bersayap!"


"Yang ini adalah Serigala Hantu!"


"Yang itu adalah tilang Ular Beracun!"


Dengan pengetahuan dan penglihatan Long Xioba, dia bisa melihat sekilas seperti apa tulang binatang iblis ini, terlebih lagi, dari kondisi tulang mereka dia menyimpulkan bahwa binatang iblis ini semuanya adalah Alam Dewa tingkat tinggi.


Zhang En dan Lie Hue melihat tumpukan tulang yang sangat banyak. Pada saat yang sama, keraguan muncul di benak Zhang En apakah mereka harus terus terbang lebih jauh atau tidak.


Lie Hue dapat melihat keraguan dan kekhawatiran Zhang En dan dengan lembut menghibur, "Terus maju kedepan, aku baik-baik saja, aku akan menjaga diriku sendiri."


Zhang En akhirnya mengangguk, mengingatkan Lie Hie untuk tetap berada di dekatnya apapun yang terjadi. Dalam pikirannya, dia meminta Long Xioba untuk melindungi Lie Hue jika ada bahaya.


Lalu, mereka berdua terus terbang ke depan. Untuk berjaga-jaga jika terjadi insiden tak terduga, dia mempertahankan ketinggian seratus meter dari tanah.


“Meskipun tulang binatang iblis tingkat tinggi ini tidak dapat dibandingkan dengan mayat mereka yang lengkap, mereka lebih berharga daripada mayat seorang pembudidaya binatang iblis lainnya. Tulang ini dapat digunakan untuk pengorbanan darah dunia, untuk meningkatkan energi spiritualnya.” Long Xioba berkata.


Zhang En lalu terkejut sejenak, tetapi dengan cepat, disaat merek terus terbang ke depan, tulang binatang iblis dibawah terbang dan masuk kedalam cincin ruangnya.


Satu jam kemudian, Zhang En terus mengumpulkan tulang dimana tempat yang dia lewati. Lalu tiba-tiba, dari arah di depan, sembilan kabut berwarna menggulung di udara, memancarkan aura kematian.


“Ini adalah Racun Mayat Sembilan Warna! Ini sangat beracun, hati-hati!” Melihat kabut sembilan warna di depan, Long Xioba meneriakkan peringatan pada Zhang En.

__ADS_1


Zhang En lalu memanggil Ancient God Flame dari dalam tubuunya dan memanipulasi apinya menjadi dua pedang panjang dan terbang di sekitar mereka. Sehingga, Racun Mayat Sembilan Warna itu sama sekali tidak bisa mendekati Zhang En dan Lie Hue yang sedang terbang dengan di lindungi oleh kekuatan api yang berbentuk pedang di sekitar mereka.


__ADS_2