Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 684 - Jika Kau Mampu


__ADS_3

"Menurut pesan yang disampaikan oleh murid sekteku melalui jimat komunikasi, tidak jauh di depan adalah Istana Dewa Iblis Kuno." Yang Xue berkata pada dirinya sendiri saat dia menghilang dan terbang dalam sekejap, ke arah puncak istana dimana Zhang En membantai murid Klan Yu dan Tang.


Gadis cantik ini tidak lain adalah murid yang berasal dari Sekte Angin yang peringkatnya di geser oleh Zhang En.


Kecepatannya sangat cepat. Melihatnya dari kejauhan, sosoknya tampak seperti pusaran angin badai.


Sementara Yang Xue menuju ke Istana Dewa Iblis, peserta lain juga menerima pesan serupa melalui jimat komunikasi dari murid sekte mereka dan bergegas kesana tanpa penunda'an.


Di arah yang berbeda, ada bola api raksasa, terbang melintasi langit dengan kecepatan mengerikan menuju Istana Dewa Iblis. Bola api raksasa ini adalah transformasi dari seorang pemuda kekar, di dahinya ada tanda nyala api yang menyerupai karakter api kuno. Saat pemuda ini terbang, tanda api ini berkilauan seperti bara api.


Pemuda ini awalnya berada di peringkat 10. Akan tetapi karena Zhang En, memaksanya keluar peringkat 10 besar dan sekarang menjadi peringkat 11. Dia adalah Wei Song dari Sekte Dewa Api kuno. Inilah alasan dia memiliki kebenciannya terhadap Zhang En.


“Hmph, Zhang En, kan? Aku benar-benar ingin melihat seberapa kuat dirimu! Mudah-mudahan, saat kita bertemu, kau bisa bertarung denganku." Wei Song mencibir.


Saat ini, di salah satu bangunan Istana Dewa Iblis, seorang pemuda yang mengenakan jubah putih memancarkan aura murni, melihat nama Zhang En yang muncul di peringkat, niat membunuh yang kuat berkedip di matanya, lalu bayangannya menghilang ntah kemana.


Zhang En tidak menyadari bahwa dia telah menjadi target para peserta yang sebelumnya menduduki peringkat sepuluh besar. Setelah dia memasuki halaman istana, dia menemukan bahwa di tempat itu, inderanya sedang ditekan.


Temuan ini mengakibatkan kerutan di antara alis Zhang En, ada puluhan bangunan istana kecil berjejer di Istana itu, dan jika dia harus mencari inti formasi di semua bangunan itu satu per satu hingga kompetisi berakhir, dia tetap tidak dapat menemukannya.


Tapi, karena tidak punya rencana yang lebih baik, dia hanya bisa menggeledah bangunan istana satu per satu.


Beberapa waktu berlalu, Zhang En muncul di depan sebuah bangunan istana yang tidak mencolok. Meskipun bangunan istana ini tidak terlihat mencolok dan orang lain mungkin dengan mudah mengabaikannya, dia mendeteksi perbedaan antara istna ini dengan istana lainnya.

__ADS_1


Zhang En lalu memasuki istana itu, tiba di aula istana utama, lalu melihat pilar yang didirikan di tengah. Pilar ini dihiasi dengan ukiran naga petir.


Tiba-tiba, aula itu berubah mengeluarkan cahaya untuk menerangi aula. Zhang En lalu melihat ke atas dan melihat banyak potongan-potongan kerangka yang menyerupai batu kristal bening melayang di atas aula.


"Ini adalah, tulang naga ?!" Sebuah suara terdengar dari jauh, diikuti oleh suara angin yang bertiup kencang, kemudian sesosok muncul tepat di luar bangunan istana.


Sosok ini adalah pemuda bertubuh kurus tonjang, memancarkan aura yang luar biasa di ranah Dewa Emas Bintang 4.


Ketika pemuda itu tiba di pintu masuk istana, dia menatap dengan tatapan panas pada pecahan tulang naga yang melayang tinggi di aula, berkata dengan bahgia, “Woaahh, tulang ini pasti berasal dari Naga Kuno! Harta yang sangat bagus. Setelah memurnikan tulang naga ini, aku akan bisa mengolah kekuatan kegelapanku ke tahap sempurna!"


Dia tertawa sangat keras, seolah-olah tulang naga itu sudah menjadi miliknya.


Zhang En yang dari tadi berdiri, tampak tidak peduli dengan kahadiran pemuda itu.


Mendengar pemuda kurus itu menyuruhnya pergi, Zhang En tersenyum tipis ketika dia menjawab, "Jika kau mampu membuatku pergi darj istana ini, aku tidak keberatan, tapi sepertinya kau tidak memiliki kemampuan."


Pemuda kurus itu tertegun sejenak, lalu dia tertawa terbahak-bahak seolah baru saja mendengar perkataan paling lucu dalam hidupnya.


Pemuda itu berhenti tertawa dan memandang Zhang En dari atas ke bawah, "Apakah kau tahu siapa aku?"


Zhang En mengangguk, “Aku tahu dari informasi yang telah kubeli di selebaran sebelum kompetisi. Kau bernama Xian Wu, dari Sekte Iblis.”


Senyum di wajah menghilang, matanya memancarkan cahaya merah yang redup, dia jelas tidak menyangka Zhang En mengenalinya, bahkan mengetahui identitasnya.

__ADS_1


“Bocah, aku tidak peduli siapa kau. Tulang naga itu, harus menjadi miliku.” Tatapan Xian Wu sangat dingin, niat membunuh yang kental membekukan ruang di sekitarnya.


Swoossshh!!


Bayangan Xian Wu menghilang, berubah menjadi cahaya hitam, membuat keberadaanya sulit dideteksi. Tepat saat cahaya hitam itu hendak menyerangnya, Zhang En meletakkan tangannya di antara lehernya, menyebabkan keberadaan Xian Wu terlihat.


Di udara, Xian Wu mencengkeram pedang panjang sementara ujungnya diblokir oleh tangan Zhang En. Terkejut, dia berteriak, "Kau bisa melihatku?!"


Rumblee!!


Boomm!!!!


Energi ganas yang mengalir di tangan Zhang En mengaliri pedang Xian Wu dan membuatnya terlempar ke belakang dan pedang panjangnya terbelah menjadi dua, jatuh ke lantai.


Xian Wu akhirnya berhasil mendapatkan kembali keseimbangannya saat terlempar ke udara, matanya mengungkapkan lebih dari sekadar keterkejutan.


Zhang En menatap Xian Wu dengan mata menyipit, "Jika kau mampu membuatku pergi dari hadapanmu, aku tidak keberatan melakukannya, tetapi kau ternyata tidak memiliki kemampuan itu!"


Wajah Xian Wu menjadi gelap, "Siapa kau sebenarnya?"


"Kau akan segera tahu." Zhang En menjawab dengan tenang, “Semua tulang naga itu menjadi milikku. Juga, serahkan harta benda milikmu dan aku membiarkan kau hidup!"


Xian Wu tertawa dalam kemarahan karena perkataan Zhang En, “Bocah, kau tidak lebih kuat dari Chu Bai! Bahkan dia tidak berani bertindak begitu arogan di hadapanku!”

__ADS_1


__ADS_2