Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 142. Pertemuan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Istana Raja Hantu sangat luas, mencari sendiri sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sekarang dia tahu di mana Sutra Raja Hantu dan Peninggalan Raja Hantu berada.


“Bimbing aku ke tempat itu sekarang!” Kata Zhang En. Dia akan memikirkan cara untuk masuk diaana saat ada kesempatanm


" Baik Tuan!" Hantu raksasa menjawab.


Namun, sebelum pergi meninggalkan tempat itu, Zhang En melepas bendera array dan meletakkannya di dalam cincin spasial.


Awalnya Zhang En tidak tahu metode pasti untuk menonaktifkan array, jadi dia berencana untuk menggunakan kekuatan internalnya, tetapi dengan adanya hantu raksasa di sana, dia berhasil keluar dari array dalam waktu singkat dengan rampasan bendera hantu untuk ditambahkan ke koleksinya.


Menurut hantu raksasa, formasi susunan hantu disebut Lautan Iblis dan Array Hantu. Di masa depan, setelah Zhang En memperbaiki Bendera Iblis dan Hantu, dia bisa mengendalikan dan meletakkan Lautan Iblis dan Array Hantu melawan musuh-musuhnya.


Meninggalkan aula yang luas, hantu raksasa itu membawa Zhang En langsung menuju ke gua budidaya Raja Hantu yang disebutkan di atas. Dalam perjalanan, Zhang En mengetahui kalau hantu raksasa itu memiliki sebuah nama panggilan, Feng Yang.


Hantu raksasa Feng Yang, memimpin Zhang En melalui koridor labirin Istana Raja Hantu. Karena keakrabannya dengan semua jalan yang mereka lalui di koridor, mengetahui di mana dan bagaimana menghindari jebakan dan larangan, tak satu pun dari mereka berdua tersandung ke dalam jebakan di sepanjang perjalanan.


Meskipun begitu, saat mereka semakin dekat ke gua, larangan dan jebakan yang sudah kian ditempatkan menjadi lebih kuat, cukup untuk menjebak mereka bahkan ahli yang lebih tinggi dalam waktu yang lama. Karenanya, semakin dekat mereka, semakin lambat kecepatan mereka.


Tiga hari kemudian.


“Tuan, tidak jauh di depan adalah gua budidaya Raja Hantu yang aku sebutkan.” Hantu raksasa Feng Yang menunjuk.


Zhang En mengangguk dan menghela napas dalam-dalam. Mereka akhirnya sampai di sana.


Meskipun mereka tidak memicu jebakan di jalan, mereka bertemu dengan banyak roh jahat dan iblis. Beberapa dari roh-roh jahat dan iblis yang sangat kuat.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu , Zhang En melihat gunung di depan. Sebuah gunung besar yang tergantung di langit, panjangnya sekitar beberapa puluh mil dan tingginya beberapa ratus meter. Awan hantu yang mengalir menyelimuti gunung dan aura hantu di sana lebih padat.


"Itu adalah Gunung Raja Hantu!" ucap Feng Yang.


Zhang En menatap kagum melihat gunung besar yang melayang di udara, bertanya pada Feng Yang. "Struktur bawah tanah Istana Raja Hantu sebenarnya memiliki gunung yang sangat besar yang mengambang di udara, pemandangannya sangat menakjubkan."


“Itu benar, Tuan. Ini adalah Gunung Raja Hantu, gua budidaya Raja Hantu terletak di puncak gunung." Hantu raksasa Feng Yang menjelaskan dengan hormat.


Zhang En mengangguk, "Ayo kesana!" Kakinya mengetuk lantai, dia terbang menuju Gunung Raja Hantu dengan Feng Yang mengikuti dari belakang.


Tetapi sebelum Zhang En mencapai Gunung Raja Hantu, dari jauh, dia mendeteksi sekelompok orang berkumpul di alun-alun. Sekilas menghitung setidaknya lima puluh sampai enam puluh orang.


Hati Zhang En deg-degan, dia tidak menyangka akan ada begitu banyak orang yang datang lebih awal darinya. Tiba-tiba, cahaya dingin bersinar di mata Zhang En, "Zhao Chen!"


Di antara kelompok yang terdiri dari lima puluh hingga enam puluh orang, Zhao Chen ada di antara mereka. Dia mungkin memunggungi Zhang En, tetapi Zhang En mengenali siluetnya dengan sekilas. Orang yang ada di samping Zhao Chen tidak lain adalah pria tua berambut perak, Pelayan Feng, dan tujuh ahli Kota Matahari lainnya.


Zhao Chen menoleh, melihat Zhang En yang terbang di atas saat tatapan mereka bertabrakan. Zhao Chen merasa tertegun pada awalnya, tetapi kegembiraan mengambil alih perasaanya dengan sangat cepat. Niat membunuh melintas di matanya saat melihat kemunculan Zhang En. Dalam pertemuan terakhir mereka di Kota Suku Dewa, Zhang En berhasil melarikan diri, ini adalah penghinaan terbesar sepanjang hidupnya.


Selama ini, dia telah mengawasi Zhang En, namun keberadaan Zhang En seolah-olah menghilang ditelan bumi, karena tidak ada petunjuk sama sekali ke mana dan dimana dia berada. Dia tidak menyangka bahwa Zhang En muncul ke Kota Hantu, dia bahkan tidak menyangka Zhang En dapat memasuki Istana Raja Hantu dan mencapai titik ini.


Mendeteksi niat membunuh di mata Zhao Chen, Zhang En mencibir dengan sinis. Di bawah banyak pasang mata yang sedang mewaspadai keberadaannya, Zhang En dan hantu raksasa Feng Yang mendarat di alun-alun.


Karena Feng Yang ditutupi dari kepala sampai ujung kaki memakai jubah brokat berwarna hitam, menyembunyikan tubuh fisiknya dan hanya menyisakan mata dan mulutnya, serta menyatukan semua aura hantunya sesuai instruksi Zhang En, tidak ada yang mencurigainya dan menganggapnya manusia.


Mendarat di alun-alun Istana Raja Hantu, Zhang En melihat sekilas kearah semua orang yang hadir ditempat itu. Selain pasukan Kota Suku Dewa, ada Kota Naga Salju, Kota Matahari, dan murid Kota Iblis Hijau.

__ADS_1


Namun, para murid dari Kota Millennium tidak terlihat. Beberapa hari sebelumnya, setelah Zhang En diserang oleh roh-roh iblis dan hantu, dia dipisahkan dari Peng Feng dan Sun Haoran, setelah tidak melihat mereka di sini, Zhang En bertanya-tanya apakah mereka masih hidup atau sudah mati.


Pandangan mata Zhang En sekilas di sekelilingnya memberinya gambaran tentang kekuatan pasukan yang berkumpul di sana.


Ranah Pendekar Pertapa Dewa Bintang satu tingkat awal, total ada empat. Kebanyakan dari mereka seperti Zhao Chen, ranah Pendekar dewa bintang satu tingkat pertama. Melihat kekuatan mereka, membuat Zhang En merasa sedikit nyaman.


"Hehe, Zhang En, kau tidak menyangka akan bertemu denganku di sini, kan?" Zhao Chen mencibir sinis, memimpin Pelayan Feng dan bawahannya ke arah Zhang En


Dalam sekejap mata, Pelayan Feng dan pengawal Zhao Chen lainnya mengelilingi Zhang En dan hantu raksasa Feng Yang dan mengepung mereka berdua di tengah, menutup semua kemungkinan rute pelarian mereka berdua.


Orang lain yang ada di sana memperhatikan bahwa Zhang En dan Zhao Chen saling mengenal, dan terlebih lagi, mereka seperti memiliki dendam pribadi. Semua orang berdiri di samping, menunggu untuk menonton pertunjukan selanjutnya.


"Zhang En? Dari sekte mana orang bodoh ini berasal? Dia sangat bodoh untuk menyinggung Zhao Chen." Kata Li Qiuping dari Kota Salju Dingin dengan perasaan tidak sopan.


Li Qiuping adalah Kakak Kedua dari Li Li dan Du Huagang yang dibunuh Zhang En sebelumnya di Kuil Raja Hantu. Saat ini, Li Qiuping masih mengetahui hal itu.


"Aku ingin tahu bagaimana Zhao Chen akan mengakhiri anak ini nanti." Seorang pria paruh baya dengan mata besar dan alis tebal dari Kota Iblis Hijau terkekeh. Pria ini adalah Penguasa Kota Iblis Hijau, murid tertua Wang Kun Beruang Iblis, Guo Dehui.


"Aku katakan, Zhao Chen tidak akan membiarkan anak ini mati begitu cepat, dia mungkin akan bermain sebentar, dan ketika dia sudah bosan, anak itu pasti akan mati." Seorang wanita muda yang cukup cantik berdiri di samping Li Qiuping dan berbicara kali ini.


Wanita muda ini adalah Kakak seperguruan ketiga Li Qiuping, Wang Lin, Kakak Ketiga dari Li Li dan Du Huagang.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2