Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 236. Amarah Zhang En (2)


__ADS_3

Qing Wu menatap bingung melihat pasukannya. Sebuah firasat akan kematian mengambil alih hatinya saat dia merasakan tatapan Zhang En tertuju pada dirinya, dia merasakan niat membunuh di mata Zhang En.


“Aku adalah Pemimpin Pasukan Penegakan Hukum Dari Sekte Gerbang Naga” Qing Wu terhuyung mundur kebelakang bahkan saat dia meneriakkan identitasnya, "Kota ini adalah wilayah kekuasaan Sekte Gerbang Naga, kau berani sekali menyerang dan melukai murid-murid dari Sekteku"


Zhang En mengulurkan tangannya dengan gerakan menggenggam diudara kosong, Qing Wu merasakan ruang di sekitarnya berkontraksi dan pada setelah itu, badannya tertarik terbang menuju Zhang En. 


Tangan Zhang En mencekik tenggorokan Qing Wu degan tatapan seperti seekor Naga yang haus akan darah, “Apakah kau sadar kesalahan apa yang telah kau perbuat ?!”


Wajah Qing Wu menjadi pucat dengan mulutnya yang seperti akan terbuka dan tertutup seperti kehabisan nafas, namun tidak bisa mengeluarkan sepatah kalimat pun dari mulutnya. Ketakutan memenuhi matanya dan menggerogoti kedalam hatinya.


“Sebagai seorang Pemimpin Pasukan Aula Penegak Hukum Sekte Gerbang Naga, bukan hanya kau tidak mau membantu saudara sektemu sendiri, kau malah mendengarkan perintah dari murid Sekte Lain? Bajingan kau !” Suara Zhang En menusuk sampai ke dalam jiwa Qing Wu. 


Zhang En menekan jari-jarinya dan langsung menghancurkan tenggorokan Qing Wu. Pada akhirnya Qing Wu mati ditangan Zhang En tanpa perlawan.


Zhang En kemudian melepaskan cengkeraman tangannya ditubuh tak bernyawa Qing Wu dan jatuh lemas ke lantai.


Semua orang yang hadir didalam restorant memandang Zhang En dengan rasa tidak percaya di sertai ketakutan.


Murid Deng Cong menatap Zhang En dengan perasaan bingung, rasa ragu dan kebingungan terlihat jelas di wajahnya.


Kemudian, Zhang En melihat ke arah Hu Guang.


Semua sikap arogan dan wajah kesombongan Hu Guang yang sebelumnya dia pamerkan, lenyap seketika, rasa takut mulai muncul didalam hatinya saat dia merasakan dia tercekik akan kematian.


“Tuan Muda Hu, jangan ketakutan seperti itu, aku tidak akan memberikannkematian yang cepat kepadamu.” Ucap Zhang En tertawa sinis.


Jantung Tuan Muda Hu ini bedetak semakin kencang dan menegang.


Zhang En mengangkat salah satu tangannya seperti pedang. Seketika itu, sebuah gelombang jeritan melengking suara roh iblis kematian datang menerjanga Hu Guang, kedua tangannya telah dipotong oleh Zhang En dan dia langsung pingsan ditempat.


“Apa kau murid dari Sekte Gerbang Naga, siapa namamu?” Tanya Zhang En memecah aula yang sudah sunyi senyap itu.


Deng Cong dengan cepat menjawab, " Benar!."


Zhang En menganggukkan kepalanya dan berkata dengan suara datar, "Aku akan mengingatnya." 


Zhang En langsung meninggalkan pemuda yang terlihat bingung itu, dengan cepat menghilang dari reatorant dan terbang menuju arah Istana Pemimpin Kota Naga.


Beberapa saat setelah Zhang En menghilang dari pandangan semua orang, mereka semua meletus dalam kegembiraan dan bersorak karena pada akhirnya, Murid Sekte Dewa Bintang yang selama ini sangat arogan dan sering menindas rakyat jelata dihajar habis-habisan oleh pemuda yang tidak dikenal.


•••

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Zhang En tiba-tiba muncul di depan aula utama Pemimpin Kota Naga, Senyum dingin muncul di sudut mulut Zhang En ketika melihat dua patung Naga yang sangat besar terbuat dari batu kristal yang sangat mengesankan berada di depan pintu masuk Aula.


Tiba-tiba saja,


"Hei.. Kau siapa dan buat apa masuk ke dalam Istana Pemimpin Kota tanpa melapor? Apakah kau tidak takut akan dihukum ?” 


Tepat ketika Zhang En hendak masuk ke halaman Aula Utama Istana Pemimpin Kota, dua murid Sekte Gerbang Naga yang sedang berjaga di pintu masuk memblokir jalannya.


"Tidak!." 


Kesabaran Zhang En mulai habis. Sebelum melihat lebih banyak murid yang berjaga mendekatinya, Tekanan aura yang sangat luar biasa menekan tubuh mereka dan kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.


Zhang En lalu masuk melewati pintu masuk istana pemimpin Kota.


"Bajingan! Kau dengan beraninya menerobos masuk ke dalam Istana Pemimpin Kota !” Sudah banyak penjaga dari dalam istana melihat kedatangan Zhang En.


Para penjaga istana kota itu melompat dan masing-masing mengarahkan serangan kepada Zhang En.


Zhang En mengangkat tangannya dan mengerahkan sedikit kekuatannya. Hampir seketika, semua penjaga istana itu dikirim terbang tanpa sedikit pun bisa melakukan perlawanan.


Sedangakan didalam Istana, Penjaga Kota Naga, Die Buji, yang juga merupakan salah satu Pemimpin Domain Sekte Gerbang Naga yang sedang duduk di aula utama, memikirkan beberapa masalah yang dia tangani selama ini dan sedang memikirkan kemajuan kultivasinya. 


Die wuji ini merasa kultivasinya telah macet selama beberapa tahun dan tidak ada kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan dia menjadi pusing dan merasa cemas.


“Pemimpin Kota, ini gawat!” Seoraang pelayannya berlari ke arahnya dengan wajah ketakutan.


“Gawat apanya? Katakan dengan jelas?!” Emosi Die Buji langsung naik.


Pelayan itu terkejut melihat wajah kemarahan Die Buji, dan dengan cepat berkata, "Pemimpin Kota yang terhormat, seorang pemuda menerobos masuk ke dalam istana dan dia telah melukai lebih dari seratus lima puluh penjaga istana!"


Die Buji semakin memuncak mendengar ini, “Benar-benar mencari mati! Berani sekali dia membuat keributan dinistanaku." 


Die Buji kemudian berdiri dari kursinya, akan tetapi ketika dia akan melangkah untuk pergi melihat siapa orang yang berani menerobos kediamannya, kakinya tiba-tiba berhenti saat matanya melihat pintu masuk aula utama yang saat ini dia berada.


Seorang Pemuda sudah terlihat berdiri di depan pintu aula itu.


Pelayan istana Die Buji menoleh ke arahnya dan menunjuk ke pintu, "Pemimpin Kota, itu dia bajingan nakal yang masuk tanpa izin ke dalam istana Pemimpin, dia juga melumpuhkan dan melukai lebih dari seratus lima puluh penjaga kita!" 


Pelayan itu menunjuk Zhang En dengan percaya diri ketika melihat sosok yang berdiri di depan pintu Aula utama istana Pemimpin Kota.


Ketika Pelayan itu baru saja menyelesaikan perkataannya, kaki Die Buji tiba-tiba menjadi lemas. 

__ADS_1


Dia dengan cepat turun ke bawah kursinya dan berlutut memberi hormat, "Murid Sekte Gerbang Naga Die Buji memberi hormat kepada Pemimpin Sekte Zhang En!" Wang Dingzhi tidak bisa menahan getaran ketakutan dalam suaranya.


Kalimat itu terdengar seperti guntur mengenai pikiran pelayan itu, dia bahkan sampai lupa membedakan di mana arah selatan dan utara seperti orang bodoh.


Bajingan kecil yang dia maksud tadi tidak lain adalah Zhang En.


Melihat Die Buji yaang telah berulutut, api kemarahan dimata Zhang En dapat dilihat olehnya dengan jelas.


Zhang En melangkahkan kakinya memasuki aula itu dan bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dia berjalan melewati Die Buji serta pelayan yang sedang berdiri kaku menuju ke kursi utama Pemimpin Kota dan duduk disana.


Tidak lama setelah Zhang En duduk di kursi Utama Pimimpin Kota, suara langkah kaki yang terdengar dari luar istana pemimpin kota dari berbagai arah mendekati aula utama. Tidak diragukan lagi, itu adalah para penjaga istana yang telah siap untuk menangkap Zhang En.


Dalam waktu singkat, sekelompok penjaga istana telah menerobos pintu dan masuk ke dalam aula.


Para penjaga istana yang masuk ke aula barusan itu tekejut saat melihat Pemimpin Kota Istana mereka sedang berlutut di lantai.


“Pemimpin, apakah kau baik-baik saja? Apa yang terjadi” Salah satu penjaga istana itu dengan cepat menghampiri Die Buji dan bertanya.


Dalam pandangan mereka semua, mereka mengira bahwa Pemimpin Kota mereka telah ditundukkan oleh Zhang En dan dipaksa untuk berlutut.


Para penjaga yang ada disekitar Die Buji, berteriak keras dan merasa marah saat mereka secara bersamaan menggabungkan kekuatan untuk menyerang Zhang En


Melihat situasi yang terjadi di depan matanya, Die Buji tidak bisa menahan diri dan berteriak, “Hentikan...!!!Murid-murid kurang ajar!!! Kalian semua segera pergi tinggalkan tempat ini." 


Dengan perasaan yang telah dihantui ketakutan tingkat dewa, Die Buji melepaskan aura Qi yang sangat kuat. Semua murid penjaga istana itu dipaksa mundur.


Murid-murid penjaga istana yang terkena Aura Die Buji terus berjuang untuk bisa bangun dari lantai. Perasaan kebingungan dan ketakutan tampak terlihat jelas di wajah mereka, mereka tidak tahu apa kesalahan mereka.


Setelah itu, mereka menyaksikan Die Buji dengan cepat berlutut lagi di depan Zhang En, berkata dengan suara rendah, "Mereka tidak mengetahui Kalau anda adalah Pemimpin Seluruh Sekte Gerbang Naga dan secara tidak sengaja menyerang Pemimpin Sekte, mohon ampunilah nyawa mereka!"


Semua Murid Penjaga Istana Pemimpin Kota dilanda keterkejutan yang sangat luar biasa, mereka langsung menoleh ke arah pemuda tampan yang sedang duduk di kursi utama Pemimpin Kota.


☆☆☆


Buat para pembaca semua, mungkin selama ini banyak diantara kalian yang bertanya-tanya kapan Zhang En akan balas dendam? Maka saya beritahukan, tidak lama lagi misi balas dendam Zhang En akan terlaksana dan akan ada pertempuran-pertempuran nantinya. Karena regulasi pendapatan Author yang masih sedikit dan hanya penulis yang masih belum bisa apa-apa. Mungkin akhir bulan ini, Novel PPP akan tamat.


Maaf Author ga bisa Crazzy Up dan hanya bisa up sebanyak dua chapter perhari.


Karena Author terinspirasi sekali ketika membaca Komik Forged Success, yang didalam ceritanya memuat istilah Dewa Naga, Warisan Dewa Naga Primodial, Kristal Naga, Pagoda Harta Karun Surgawi, Domain Kematian dan lain sebagainya. Maka dari itu, Author sarankan bagi yang belum pernah membaca Komik Forged Success, kalian harus membaca komiknya di Mangatoon.


Dan juga, Author terinspirasi sekali dan sangat menyukai Novel Penguasa Benua Teratai Biru karya Kak Yudhistira.

__ADS_1


🙏🙏🙏


Terimakasih buat kalian semua yang sudah selalu memberikan Like & Votenya!


__ADS_2