Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 82. Pertarungan Zhang En Melawan Ketua Sekte Penyihir Langit


__ADS_3

“Apa kau berencana membiarkan mereka menyerangku bersama, atau melawanku satu per satu?” Menekan perasaan yang sudah putus asa melihat Murid dan juga Tetua Sektenya, Chen Xiaotian bertanya pada Zhang En dengan suara kaku dan dingin.


Zhang En kemudian menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Chen Xiaotian, ia lalu melambaikan tangannya pada Geng Ken, Du Xin, Deng Guangliang, dan Tetua Sekte Penyihir Langit lainnya untuk segera mundur, “Kalian semua mundur. Tidak ada yang diizinkan bergerak tanpa perintah dariku."


Ketika kata-kata ini diucapkan, semua yang hadir tercengang oleh keputusan Zhang En.


"Tuan Muda, ini ...!" Geng Ken mengambil langkah maju, ingin menghalangi Zhang En.


Tidak ada orang di sini yang tahu kekuatan sejati Chen Xiaotian lebih baik darinya. Meskipun dia harus mengakui bahwa Zhang En sangat kuat, Chen Xiaotian adalah Pendekar Dewa Bintang dua. Selain itu, jika perkiraannya benar, kekuatan sebenarnya Chen Xiaotian lebih tinggi dari itu.


"Menghalangiku!" Zhang En membentaknya.


Geng Ken gemetar ketakutan melihat reaksi Zhang En, dengan cepat memberi hormat dan mundur kebelakang tempat Du Xin, Deng Guangliang, dan yang lainnya berdiri.


Zhang En kemudian memandang Chen Xiaotian, "Jika kau bisa mengalahkanku, kau bisa pergi."


Chen Xiaotian melirik barisan Tetua Sekte Penyihir Langit di belakang dan kemudian kembali melihat Zhang En, "Sungguh?" Dia merasa senang dengan kesombongan Zhang En yang percaya diri melawannya satu lawan satu. Dia tidak yakin dengan kekuatan Zhang En yang bisa mengalahkanny, tetapi menilai dari aura Zhang En, Chen Xiaotian yakin Zhang En bukan lawannya yang terlihat berada pada tahap Pendekar Suci Awal.


"Benar." Zhang En menegaskan kalimatnya dengan dingin, menangkap sekilas kegembiraan di mata Chen Xiaotian. 


"Tampaknya Chen Xiaotian ini berpikir dia akan menang melawanku?"


Jawaban singkat Zhang En membuat Chen Xiaotian merasa di atas angin. satu energi bercahaya biru dan satu energi bercahaya merah keluar dari tubuh Chen Xiaotian bergabung menjadi satu berbentuk pohon terlihat di atas kepalanya.


Sebatang pohon raksasa muncul diselimuti angin kencang berwarna biru langit dan api merah tua. ternyata Chen Xiaotian langsung memanggil Roh Beladirinya.


Kekuatan elemen angin dan api langsung memenuhi aula besar Sekte.


Setelah mengeluarkan Roh Beladiri miliknya, kedua lengan Chen Xiaotian berderak dan diselimuti dengan api merah gelap. Pada saat yang sama, angin berwarna biru langit bertiup ke atas dan ke bawah mengelilingi tubuhnya.

__ADS_1


Chen Xiaotian mengambil inisiatif untuk duluan melancarkan serangan kepada Zhang En. Dia berlari ke depan dengan badan yang tertutupi oleh cahaya biru dengan garis-garis merah tua, dengan kecepatan kilat seolah-olah dia adalah perwujudan tiupan angin yang tidak terlihat dan hanya bisa dirasakan . Tidak hanya Du Xin dan Deng Guangliang yang tidak dapat melihat gerakan Chen Xiaotian, bahkan yang terkuat di antara mereka, Geng Ken, hanya bisa melihat bayangan yang samar-samar. Ini membuat semua orang ketakutan.


"Tuan Muda! Hati-hati" Geng Ken dan yang lainnya tidak bisa menahan untuk tidak berseru dengan keras mengingatkan Zhang En.


Zhang En telah mencap tanda jiwa di setiap jiwa mereka, jika Zhang En meninggal, mereka juga akan meninggal karna tanda jiwa mereka menghadapi kehancuran apabila Zhang En mati dalam pertarungan melawan Chen Xiaotian.


Melihat gerakan Chen Xiaotian sudah mendekatinya, Zhang En melepaskan Fisik Naga Dewa Iblis-nya, dibelakang punggungnya keluar sayap berwarna hitam gelap, sosok Zhang En menghilang dari tempatnya dan hanya menyisakan bayangan samar di udara.


Tinju Chen Xiaotian menghantam lantai dan hanya menembus bayangan yang tertinggal di tempat Zhang En, terlihat bayangan samar mengembang seperti gumpalan asap.


Serangannya mengenai udara kosong, Chen Xiaotian berbalik dengan ekspresi marah melihat Zhang En. Pemuda berambut hitam ini benar-benar menghindari serangannya! Kekuatan sebenarnya bukanlah apa yang diketahui oleh semua orang, dia telah lama menerobos ke tahap Pendekar Dewa Bintang Tiga , dan dengan kekuatan elemen angin didalam tubuhnya setelah transformasi jiwanya, kecepatannya sangat melampaui Pendekar yang setingkat dengannya. Terlepas dari semua itu, Zhang En berhasil menghindari serangannya.


Setelah menghindari serangan Chen Xiaotian, Zhang En lalu mengeluarkan Pedang miliknya yang diselimuti Energi berwarna Merah yang ada tangannya, lalu berbalik menebas Chen Xiaotian dari udara.


Gerakan ke lima, Teknik Pedang Seni Naga Halilintar!


Badai petir turun menyelimuti seluruh aula, Naga berbentuk petir yang tak terhitung jumlahnya terbentuk saat mereka menyentuh lantai, mengaum ke arah Chen Xiaotian. Dalam sekejap mata, Chen Xiaotian dikelilingi oleh Naga berbentuk petir yang menyambar ke arahnya.


Pertahanan Elemen Api dan Air!


Disertai teriakan, Chen Xiaotian memutar tubuhnya seperti awan yang menyala-nyala dan melayang ke udara, nyaris tidak lolos dari serangan beberapa Naga Petir yang melewati tubuhnya. Tapi dia tidak menyangka petir berbentuk naga itu bisa berubah menjadi angin kencang yang berputar mengikuti setiap langkahnya.


Selama berlatih di dalam Kuil Gunung Dewa, Zhang En telah menyempurnakan kombinasi tujuh gerakan Seni Pedang Dewa Naga pemberian Ketua Xin Long. Saat dia menggunakan teknik ith, sambaran petir yang tidak dapat diprediksi berubah menjadi badai petir dahsyat menghasilkan gerakan jurus pedang yang sangat menakutkan.


Chen Xiaotian terbang dari satu sisi ke sisi lain, tanpa henti berusaha menghindar dari atas udara, menghindari setiap Naga Petir yang terus mengejarnya.


Tidak lama setelah itu,


DUAARRRR!

__ADS_1


Serangan Naga Petir Zhang En menyambar dan mengenai tubuh Chen Xiaotian. Sebagian jubahnya hangus memjadi compang-camping dengan lubang hitam yang terbakar disetiap bagian jubahnya.


Elemen Angin, Jurus Api Sengsara!


Ketika serangan Zhang En berhasil memgenainya, Chen Xiaotian melampiaskan amarahnya dengan mengkombinasikan di jurus sekaligus. Chen Xiaotian menyerang dengan tangan kirinya dan badai angin terbentuk di depannya, sedangkan tangan kanannya membentuk telapak tangan yang menyelimuti tubuhnya berbentuk api merah gelap.


Sebuah pukulan dan telapak tangan menyatu menjadi satu serangan mempengaruhi aliran udara aula besar, sehingga Geng Ken dan kelompok Tetua yang berdiri ditepi aula merasa seperti badan mereka sedang dilelehkan dalam sebuah tungku yang sedang dipanaskan


Bahkan Zhang En merasa terkejut karena ini pertama kalinya dia melihat jurus seperti itu.


Setelah beberapa saat pulih dari keterkejutannya, mata Zhang En berubah menjadi tatapan yang terlihat tajam seperti Elanng lalu dia mengayunkan pedang yang ada di genggaman tangannya. Cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya berputar membentuk lingkaran aneh, saat bola mata merah tua muncul entah dari mana, itu juga berputar ke arah yang sama. Cahaya pedang Zhang En menabrak tinju angin dan telapak tangan Api Chen Xiaotian.


BOOMMM! BOOMMM! BOOOMMMMM!


Jauh di atas langit-langit ruang aula, serangkaian ledakan terdengar memekikan telinga. Lantai serta dinding aula menjadi retak yang diakbitkan guncangan kuat seperti gempa dan angin dan api menggulung saat sisa-sisa cahaya pedang memantul ke segala arah, meninggalkan bekas retakan besar yang mengerikan di dinding aula besar.


Ketika bola mata bwrwarna merah tua muncul di hadapannya, Chen Xiaotian merasa pusing karena terkejut melihat pemandangan di depannya, Dia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, tubuhnya goyah saat dia memandang Zhang En dengan perasaan terkejut.


Sekarang, Terlihat jelas dari kekuatan Zhang En, Kekuatan pemuda itu setara dengannya, tetapi teknik kultivasi yang dia latih tidak diragukan lebih tinggi darinya. Oleh karena itu, tingkat Qi pertempuran Zhang En melebihi dirinya lebih dari satu atau dua tingkat. Selain itu, teknik bertarung Zhang En juga jauh lebih kuat, bahkan mungkin itu Teknik tingkat Surga yang legendaris.


Melihat Mata Langit miliknya gagal untuk membunuh Chen Xiaotian, Zhang En menyadari akan sulit untuk mengalahkan lawan jika dia tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Akhirnya Zhang En mencoba untuk memanggil Roh Beladirinya.


Chen Xiaotian, Geng Ken, dan yang lainnya hanya melihat Zhang En dari kejauhan saat cahaya yang berkorelasi meledak dari tubuh Zhang En disertai raungan Naga mengguncang langit saat naga kembar muncul di udara, Naga hitam dan Naga biru.


Naga hitam dan biru melilit Zhang En mirip seperti dengan reinkarnasi Dewa Naga.


"Roh bela diri Naga Kembar, Spirit Naga Ilahi!"


Tubuh Geng Ken, Du Xin, dan Deng Guangliang gemetar, menatap Zhang dengan perasaan yang bercampur aduk.

__ADS_1


Jangan lupa Like & Vote. See you next chapter!


__ADS_2