Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 276. Meninggalkan Kota Harimau Suci


__ADS_3

Wanita gendut jelek itu cukup beruntung bisa melarikan diri beberapa kali ketika terakhir kali bertemu dengan Zhang En, kali ini, Zhang En akan memastikan bahwa mereka semua tidak akan bisa melarikan diri darinya.


Kemudian, Zhang En mengajukan lebih banyak pertanyaan kepada Hu Fan terkait dengan pertemuan seluruh suku ras binatang.


Perkumpulan suku binatang tahunan diadakan di alun-alun di depan Kuil Dewa Binatang.


Selama perkumpulan itu, akan ada kompetisi latih tanding antar murid dari masing-masing suku. Dari dulu, posisi nomor satu selalu diambil oleh murid-murid dari Suku Singa, dengan Suku Harimau menempati urutan kedua setelah Suku Singa, Suku Serigala ketiga, Suku Ular di urutan keempat, dan di urutan kelima adalah Suku Rubah.


Setelah mendengar laporan Hu Fan, Zhang En lalu menyuruhnya pergi.


Masih ada waktu satu bulan sampai semua suku beastmen berkumpul, dan perjalanan dari Kota Harimau Suci ke Kuil Dewa Binatang akan memakan waktu sepuluh hari. Oleh karena itu Zhang En memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Lembah Naga Beracun untuk sementara waktu.


Namun, Zhang En memutuskan untuk pergi sendiri daripada membawa Hu Fan atau yang lainnya untuk menemaninya.


Keesokan paginya, Zhang En meninggalkan Kota Harimau Suci, terbang dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Lembah Naga Beracun.


Lembah Naga Beracun relatif dekat dengan Kota Harimau Suci, jadi setelah satu hari perjalanan, Zhang En mencapai tujuannya.


Seperti Hutan Binatang Iblis di Benua Angin Salju, Lembah Naga Beracun adalah wilayah yang telah ada sejak lama, tanah berbahaya bagi para beastmen, namun juga tempat beracun. Di sini, seseorang dapat menemukan hampir semua makhluk paling beracun di seluruh Benua.


Berdiri di depan jalan setapak menuju lembah, dia bisa melihat kabut hijau yang mengalir keluar.


Mengambil napas dalam-dalam, sosok Zhang En kabur dalam sekejap, memasuki Lembah Naga Beracun.


Saat Zhang En terbang ke dalam lembah, tubuhnya diselimuti oleh kabut hijau beracun, tetapi meskipun kabut hijau samar itu sangat beracun, itu tidak membahayakan para ahli alam Dewa Surgawi. 


Dia bahkan tidak repot-repot membuat penghalang Qi pertempuran untuk melindungi dirinya sendiri, Zhang En terua terbang lebih dalam memasuki lembah dengan kecepatan yang terus meningkat.


Tiga hari kemudian, Zhang En berhenti di kawasan hutan yang ada di wilayah Lembah Naga Beracun.


Kabut beracun di area ini berwarna merah, ungu, emas, hitam, kombinasi dari beberapa warna yang mirip seperti pelangi , bukan seperti kabut hijau biasa yang dia temui sebelumnya.

__ADS_1


Zhang En tahu bahwa semakin jelas dan berwarna kabut beracun itu, semakin tinggi tingkat kematiannya. Mengamati lautan kabut beracun berwarna-warni di depannya, dia benar-benar merasakan sedikit bahaya.


Kumpulan kabut racun ini bahkan bisa mempengaruhi ahli alam ranah Pertapa Dewa ke atas.


Meskipun dia telah memurnikan empat naga dewa primordial dan Fisik Naga Sejati-nya mencapai batas tingkat tinggi, dia masih berhati-hati dengan menelan ramuan Bunga Teratai dan menggunakan Qi Naga untuk menciptakan penghalang dari Qi Naga sebelum terbang ke area hutan itu.


Begitu dia memasuki lautan kabut racun yang berwarna-warni, dia merasakan kekuatan korosif yang mengerikan saat kabut itu menyelimuti dirinya. Itu benar-benar merusak permukaan penghalang Qi Naga nya.


Saat penghalang kekuatan Qi Naga di sekitar tubuhnya terus menipis, dia tidak punya pilihan lain selain mengalirkan dan menggunakan Qi nya untuk mempertahankan penghalang pelindung tubuhnya.


 Namun, satu jam kemudian, Zhang En memperhatikan bahwa Qi nya terkuras habis dengan cepat.


Dua jam kemudian, Zhang En perlu menggunakan Pemulihan Instan semangat bela dirinya untuk mengisi kembali Qi didalam Dantiannya.


Saat Zhang En hendak keluar dari lautan kabut racun yang berwarna-warni itu, sesuatu dengan aura niat jahat yang kuat menyerangnya entah dari mana. Telapak tangan Zhang En menyerang untuk mempertahankan diri. Meminjam kekuatan dari tabrakan serangan itu, dia melompat jauh ke samping.


Sosok makhluk besar dikirim terbang oleh telapak tangan Zhang En, merobohkan barisan pohon yang berjejer saat ia jatuh dengan keras ke tanah.


"Piton Mahkota Darah Beracun!" Sekilas, Zhang En mengenali binatang apa itu.


Di antara ular piton, hanya ada sedikit ular piton yang beracun, tetapi ular piton ini sangat beracun. Ada desas-desus bahwa seorang ahli tingkat tinggi telah digigit oleh ular raksasa ini dan seluruh lengannya terkorosi dalam sekejap mata.


Zhang En terbang ke bawah dan berjalan mendekati Ular Piton Mahkota Darah Beracun, serangan baliknya barusan benar-benar membunuhnya. 


Ular raksasa di depannya telah mencapai Ranah kultivatoe Pertapa Dewa, dan meskipun itu hanya ranah awal, inti binatang di dalam tubuhnya adalah barang bagus. Membawa inti binatang itu bersamanya akan mengusir banyak racun di sekitarnya.


Zhang En dengan mudah memotong kepala ular piton itu, lalu melepaskan inti binatangnya dan dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Seperti yang diharapkan, Zhang En memperhatikan bahwa setelah membawa inti binatang ular piton beracun, kabut beracun di sekitarnya menghindarinya, membentuk radius sepuluh meter di sekitar tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Zhang En keluar dari kawasan hutan beracun dan tiba di depan daerah pegunungan yang terlihat bergelombang.

__ADS_1


Gunung-gunung di depannya ini diwarnai dalam nuansa berwarna ungu tua, sebuah indikasi darj racun tingkat tinggi yang bahkan menyebabkan tanah berubah warna.


Zhang En terbang ke depan dengan hati-hati.


Dua hari kemudian, Zhang En tiba-tiba berhenti di puncak bukit kecil dan mendeteksi aroma yang sangat familiar di suatu tempat tidak jauh dari tempatnya. "Ini ... Seperti bau seekor Naga ?!"


Setelah memurnikan empat naga dewa primordial, dia sangat sensitif terhadap bau yang bahkan sedikit berhubungan dengan naga.


"Mungkinkah aroma ini berasal dari Rumput Dewa Naga...?!" Ucap Zhang En senang.


Dengan cepat, Zhang En melaju ke satu arah, menelusuri aroma naga yang dia rasakan. Beberapa saat kemudian, dia mencapai salah satu dasar tebing.


"Memang benar, disini ada Rumput Dewa Naga!" Mata Zhang En berbinar saat mengatakan itu.


Melihat ke atas di dinding tebing yang tingginya sekitar seratus meter, ada tiga tanaman kecil yang terlihat menonjol keluar, berbentuk seperti naga dewa primordial yang agung.


Zhang Ennlalu melompat, dia mengulurkan tangan untuk mengambil tiga batang Rumput Dewa Naga itu, tetapi tepat pada saat itu, sesosok tubuh bergegas ke arahnya dengan kecepatan sangat tinggi saat angin menderu di belakangnya. 


Sosok itu meninju Zhang En dengan niat membunuh yang tidak disamarkan.


Kekuatan tinju yang terarah ke arah Zhang En menghantam seperti gelombang tsunami, mengandung kekuatan untuk menghancurkan semua yang dilewatinya.


Khawatir dengan serangan yang datang tiba-tiba, Zhang En tidak punya waktu untuk mengumpulkan Rumput Dewa Naga untuk saat ini, tubuhnya dengan cepat berputar di udara dan membalas serangan dengan telapak tangannya.


DUUAAARRR!!!


Ledakan benturan serangan Zhang En membuat udara dan kerikil runtuh dari dinding tebing.


Zhang En lalu mendarat dengan lembut di atas tanah.


“Eh...!” Sosok yang baru saja menyerang Zhang En terkejut bahwa Zhang En dapat menerima pukulan darinya secara langsung, kemudian dua sosok lainnya terlihat melaju kencang ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2