Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 557 - Sindiran Liu Fang


__ADS_3

Melihat ekspresi acuh tak acuh Zhang En,Yi Long sekali lagi menundukkan kepalanya dengan sedih. Tahun-tahun ini, dia menjadi kurang bisa memahami Xen Hu yang telah berubah banyak dalam berbagai hal.


Yi Long merasa Xen Hu yang dia kenal telah menjadi lebih arogan dari sebelumnya, sampai pada titik di mana dia bahkan tidak menempatkan Raja Bumi yang telah menyuruh para bawahannya memburunya dan tidak menempatkannya di matanya.


"Bahkan, Kakak Xen sekarang mengabaikan kecantikan seperti Shinshin itu.!" Ucap Yi Long dalam hati


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Suara Zhang En menyadarkan Yi Long, "Mari kita masuk."


Yi Long tersadar dari lamunannya. Bersama dengan Zhang En dan rekan-rekan murid lainnya, mereka berjalan ke arah halaman depan aula istana.


Halaman istana sekte cukup besar untuk menampung hampir puluhan ribu orang. Sedangkan alam aula utama sebagian besar di tempati oleh Leluhur, Patriak, Tetua, dan murid inti dari klan besar lainnya.


Karena telah menjadi tetua sekte, Xen Hu alias Zhang En memenuhi syarat untuk masuk di dalam aula utama. Sedangkan Yi Long dan yang lainnya, bagaimanapun, hanya bisa tinggal di luar di halaman istana karena mereka masih murid elit.


Memasuki aula utama, kekuatan api yang sangat kuat menyelimuti Zhang En.


Zhang En lalu melihat sekelilingnya. Di atas aula utama, banyak batu kristal berwarna merah cerah menyerupai berlian digantung di sana, dan kekuatan api yang kuat itu berasal dari kristal merah yang menggantung disana.


Zhang En tidak membayangkan Sekte Phoenix ini akan begitu murah hati, mengeluarkan begitu banyak batu krisal ini untuk memelihara qi para ahli yang hadir di aula utama.


Indera dewa Zhang En menyapu kristal api itu dan menghitung ada hampir sepuluh ribu banyaknya.

__ADS_1


"Adik Xen, ternyata kau ada di sini!" 


Sementara Zhang En mengamati aula utama itu secara detail, suara ceria terdengar dari dekat.


Zhang En menoleh dan melihat Jin Wu berjalan ke arahnya.


Jin Wu tampak sangat senang melihat Zhang En, tertawa sambil berkata, "Ayo, aku akan mengantarmu ke tempat Guru."


Jin Wu memimpin Zhang En ke sudut aula tempat Guru Lu berada. Tidak hanya Tetua Lu yang ada di sana, Hong Fen juga ada di sana.


Meskipun Tetua Lu telah menjadi tetua sekte sejak lama, di depan para Leluhur dan Patriark dari klan dan sekte besar yang hadir di aula utama, tempat duduknya hanya bisa ditempatkan di sudut aula utama.


Zhang En mengangguk dan menurut.


Sikap Hong Fen tetap cuek dan acuh tak acuh terhadap Zhang En, tetapi Zhang En tidak keberatan akan sikapnya dan duduk di sebelah Jin Wu seperti yang diperintahkan Tetua Lu.


Saat ini, Jin Wu sedang bersemangat, menunjukkan tokoh-tokoh legendaris yang hadir di aula kepada Zhang En tanpa henti.


Zhang En mendengarkan dengan penuh perhatian untuk saat ini, melihat ke mana Jin Wu setiap kali menunjuk karena tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini.


Beberapa saat kemudian, aula yang bising tadi tiba-tiba menjadi sunyi ketika sekelompok orang berjalan ke aula melalui pintu masuk utama.

__ADS_1


Di depan kelompok itu adalah Master Sekte Phoenix, Guo Fei. Di belakang mster sekte Guo adalah Liu Fang , serta dua Wakil Tetua Agung sekte. Dibarisan lainnya adalah murid-murid Master Gao yang tersisa dan dua murid Tetua Agung lainnya.


Ketika Guo Fei tiba, semua orang di aula berdiri menyambut kedatangan kelompok mereka.


Guo Fei dan Liu Fang mengangguk ke beberapa Leluhur dan Patriark yang telah hadir, bertukar salam dan tertawa saat mereka menyapa satu sama lain.


Ketika mereka sampai di tengah aula, Guo Fei, Liu Fang, dan anggota kelompok lainnya duduk, begitu pula yang lainnya.


Beberapa saat kemudian, Guo Fei berdiri, diikuti oleh Liu Fang, dan masing-masing dari mereka membuat pidato singkat.


Setelah itu, anggur dan makanan disajikan, sementara Guo Fei dan Liu Fang berkeliling aula dengan membawa cangkir anggur mereka, bersulang dengan banyak Leluhur, Patriark, dan Master Sekte dari sekte lainnya.


Di tengah perjamuan, seorang lelaki tua berdiri, tersenyum pada Liu Fang, “Sekarang Tetua Liu telah menerobos ke Alam Emas, di Turnamen Pertempuran Surgawi yang segera diadakan lima puluh tahun lagi, posisi pertama pasti akan menjadi milik Tetua Liu Fang! Pada saat itu ketika Tetua Liu Fang juara pertama di turnamen itu, semua kekuatan yang ada di Galaksi Phoenix kita juga akan merasa bahagia.!”


Liu Fang lalu tertawa terbahak-bahak menjawab, “Kalau begitu aku akan meminjam kata-kata keberuntungan Patriark Rui. Saat aku memenangkan juara pertama di Turnamen Pertempuran Surgawi, akan ada perjamuan lagi disini!”


Para leluhur dan patriark dari klan lain juga berdiri dengan wajah tersenyum, “Meskipun Ming Zhi dari Sekte Naga Langit telah memperoleh Api Naga, selama dia belum menembus ke ranah Alam Dewa Emas, dia tidak akan menjadi lawan Tetua Liu pada saat pertempuran itu!”


“Oh iya. Aku juga mendengar bahwa Zhang En dari Sekte Roh Api juga akan berpartisipasi dalam Turnamen Pertempuran Surgawi yang akan datang.” Salah satu patriark yang hadir tiba-tiba menyebut tentang Zhang En.


Mendengar hal ini, Liu Fang tersenyum menyindir, seakan tidak peduli menjawab, “Jika dalam hal bakat, memang, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan Zhang En. Tetapi, dalam turnament saat pertempuran berlangsung, itu tergantung pada kekuatan seseorang dan bukan karena bakat. Kultivasi Zhang En itu bahkan tidak berada di Alam Dewa Surgawi, jika dia benar-benar berpartisipasi saat itu, aku takut untuk mengatakan bahwa dia bahkan tidak akan berhasil masuk ke dalam daftar ranking seratus besar. Zhang En itu bahkan tidak layak menjadi lawanku kecuali dia berkultivasi selama beberapa ribu tahun lagi.”

__ADS_1


__ADS_2