Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 264. Fenomena Di Wilayah Ngarai Petir


__ADS_3

Zhang En sangat senang saat menyadari manfaatnya, dia tidak berharap ada manfaat seperti itu pada Mutiara Naga yang telah menyatu di tubuhnya selama ini.


Meskipun dia telah memurnikan Mutiara Naga dan itu menyatu dengan tubuhnya, selama ini, Zhang En tidak merasa dia benar-benar menyatu dengan Mutiara Naga.


Jumlah sambaran petir di sekitarnya semakin meningkat, juga menjadi lebih tebal. Mutiara Naga terus menyerap semua sambaran petir itu dan energi petir yang mengalir ke tubuh Zhang En menjadi lebih kuat. Merasakan perubahan ini, Zhang En dengan cepat duduk dalam pose meditasi, menyempurnakan energi yang masuk ke dalam Dantian nya.


Zhang En melakukan proses itu dan berada di bawah Ngarai selama setengah bulan lamanya.


Dari luar, tampak seolah-olah tubuh Zhang En diselimuti oleh kepompong petir yang bersinar terang. Pada saat yang sama, tubuhnya memancarkan Qi Naga berwarna merah putih menyatu dengan petir yang mirip dengan badai petir.


Langit di atas wilayah ngarai petir menjadi lebih bergolak, ukuran petir yang muncul kian lebih besar, garis zig-zag di antara awan petir yang lebat sekarang telah memanjang menjadi sepuluh meter di luar area ngarai. Banyak ahli yang menyimpang dari wilayah Ngarai Petir menyaksikan fenomena aneh itu dari jauh dengan ketakutan.


Awan petir itu sudah berlangsung selama setengah bulan.


Sejak wilayah Ngarai Petir sudah ada, fenomena aneh seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.


Secara umum, awan petir di atas Ngarai Petir akan menyebar setelah satu jam dan tidak akan muncul lagi selama sepuluh jam. Kali ini, bagaimanapun, awan petir berlangsung selama dua minggu penuh tanpa berhenti.


Fenomena aneh itu mengingatkan Patriak dan Tetua Ras Kurcaci.


Bagaimanapun, wilayah para kurcaci berada tepat di samping wilayah Ngarai Petir. Jika awan petir dari ngarai itu terus menyebar, cepat atau lambat awan itu akan mencapai Pegunungan tempat Kota Dwarven berdiri . Untuk ras kurcaci, ini adalah bencana tingkat tinggi yang dapat memusnahkan ras mereka


"Apa itu? Seolah-olah ada sesuatu yang memicu awan petir!" Setelah melakukan penyeledikan selama berhari-hari, ras kurcaci, Patriark Byan membuat kesimpulan. Tapi itu membuat kerutan di alisnya semakin dalam.


Para tetua kurcaci terkejut mendengar kesimpulan Patriark mereka


"Patriark, ini, itu tidak mungkin, kan?" Seorang Tetua berseru dengan heran.


Patriak Byan tidak menjawab, dia mengarahkan pandangannya pada awan petir yang melayang di atas wilayah Ngarai Petir.

__ADS_1


Situasi tetap tidak berubah selama tiga hari berikutnya.


Kemudian, tiba-tiba pada hari keempat, awan petir yang tampak berada di atas wilayah Ngarai Petir dengan cepat menyebar dan menghilang tanpa tanda atau suara apa pun. Langit di sekitarnya kembali cerah, dengan langit biru dan matahari bersinar kembali seperti biasanya.


"Hilang!" Para ahli yang telah berkumpul di sekitar wilayah Ngarai menjadi bingung. Bahkan saat hilangnya awan petir, tidak satupun dari mereka yang berani mendekati ngarai.


Beberapa jam kemudian, Zhang En yang telah bermeditasi di bawah ngarai berhenti menjalankan kultivasi Teknik Naga dan berdiri. Dalam setengah bulan berlatih dengan singkat, kultivasi serta Qi nya telah meningkatkan.


Yang membingungkan Zhang En saat ini adalah fakta bahwa Mutiara Naga di antara alisnya kembali tenang seperti sebelumnya. Dia mencoba membuat Mutiaranitu bergerak, tetapi tidak ada reaksi yang datang dari Mutiara Naga.


Pada saat ini, Zhang En memperhatikan bahwa bayangan naga yang samar yang dia lihat di dalam Mutiara Naga tampak lebih jelas.


Melihat bahwa Mutiara Naga tidak memberikan reaksi apa pun lagi, Zhang En hanya bisa menyerah. Dia lalu terbang ke udara meninggalkan pusat wilayah ngarai.


Satu jam kemudian, Zhang En mencapai tepi hutan wilayah Ngarai Petir


Dia lalu berburu binatang yang bisa dimakan dan memanggag daging itu dengan riang. Sambil duduk di dekat api, dia mengeluarkan peta Benua Mata Angin sambil menunggu daging yang sedang dia panggang.


Di peta menunjukkan hutan tempat dia berada saat ini disebut Hutan Jiwa.


Setelah menyeberangi Hutan Jiwa ini, dia akan tiba di salah satu kota dan terkenal di wilayah beastmen, Kota Harimau.


Segera, aroma daging panggang tercium di udara dan Zhang En menyimpan kembali petanya. Ketika dia hendak menggigit dagin itu, suara yang mengejutkan terdengar tidak jauh darinya, “Wah, baunya enak sekali! Daging apa itu! "


Kemudian, serangkaian langkah kaki bergemuruh melalui semak-semak saat beberapa ratusan orang suku atau ras beastmen bergegas menuju ke arahnya.


Kawanan besar beastmen ini adalah kelompok yang sama yang menyaksikan siluet Zhang En melawan petir di Wilayah Ngarai Petir dari jauh tetapi pada saat itu mereka merasa itu kejadian yang mustahil bagi siapa pun.


Meskipun Zhang En menghabiskan hampir setengah bulan berada di bawah ngarai, mereka bertemu karena kelompok beastmen mengambil rute memutar yang membuat perjalanan mereka agak lama.

__ADS_1


Dalam hitungan detik, ratusan beastmen muncul di depan Zhang En.


Ketika para beastmen melihat dengan baik wajah Zhang En, mereka semua sedikit terkejut melihat bahwa sosok di hadapan mereka sebenarnya adalah manusia.


Jarang sekali mereka menemukan manusia di wilayah beastmen. Meskipun beastmen tidak membenci manusia seperti yang dilakukan para ras peri, di mata mereka 'manusia' sama sangat lemah dan pengecut. Itulah mengapa ras beastmen pada umumnya selalu memandang rendah manusia.


"Hehe, aku tidak menyangka akan bertemu dengan manusia yang lemah di sini!" Beastman bernama Tong Li terkekeh geli.


Beastmen di sekitarnya juga ikut tertawa.


Tong Li lalu mendekati Zhang En sambil berkata, “Manusia, daging yang kamu panggang tampaknya cukup enak, untungnya saat ini kami juga merasa sangat lapar. Daging yang kau panggang ini tidak cukup, persiapkan daging setiap untuk setiap masing-masing dari kami!”


Jumlah mereka ada sekitar tiga ratus lima puluh beastmen, yang berarti Zhang En di harapkan untuk memanggang lebih dari tiga ratus lima puluh daging panggang.


Zhang En memandang Tong Li dengan penuh minat, "Dan jika aku tidak mau?"


Tong Li malah tertawa, berkata, “Cobalah jika menurutmu kepalamu lebih keras dari pohon ini!” Lengan Tong Li terayun meninju pohon yang paling dekat dengan mereka yang batangnya lebih tebal dari besar paha orang dewasa.


Dalam sekejap, batang pohon itu meledak dan pecah di tengah saat serpihan kayu beterbangan ke mana-mana.


Tong Li menarik lengannya ke belakang dengan sikap yang sangat arogan, "Bagaimana dengan itu, apakah kepalamu lebih keras dari pohon ini?" Sambil tertawa terbahak-bahak.


Tong Li lalu berhenti tertawa, matanya melotot mengancam ke arah Zhang En, "Manusia lemah, jika kau tidak melakukan.nya,hehe, tinjuku sebentar lagi akan menyambut tengkorakmu yang lemah itu, lalu menghancurkannya menjadi berkeping-keping!"


Zhang En tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Bahkan petir menakutkan di wilayah Ngarai terasa seperti pijatan santai di tubuhnya, tetapi beastman ini ingin menghancurkan tengkoraknya hingga berkeping-keping.


Tong Li menyaksikan Zhang En terus duduk di sana tanpa niat bangun, apalagi menggelengkan kepalanya dengan senyum mengejek. Kemarahan dengan cepat meningkat di dalam hatinya, di merasa manusia ini benar-benar berani mengabaikannya.

__ADS_1


__ADS_2