Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 698 - Menuju Aula Utama


__ADS_3

Sebelum kelompok Zhang En menginjakkan kaki di dalam Kota Roh, Tetua Wang telah menerima laporan dari seorang murid tentang kedatangan mereka. 


Bersama dengan sekelompok Tetua Sekte, Tetua Wang saat ini sedang menunggu di aula utama kedatangan Patriark Klan Du, He dan beberapa Klan lainnnya untuk membahas aliansi.


"Apa kau bilang?? Lin Ming telah kembali?" Mendengarkan laporan itu, Tetua Wang sedikit terkejut, dia tidak menyangka Lin Ming akan kembali secepat ini.


Tetua Wang bertanya lagi!, "Selain Lin Ming, siapa lagi yang kembali bersamanya?"


“Selain Lin Ming, ada Zhang En, Dong Fang, Hua Rong dan Yun Fei.” Murid itu dengan hormat menjawab.


Tidak lebih dari seminggu yang lalu, Tetua Wang telah mengadakan upacara pelantikannya sebagai Ketua Sekte Roh Api, secara resmi mengambil alih posisi tersebut. Sedangkan Lin Ming, menurut aturan, setelah melepaskan posisinya sebagai Ketua Sekte, dia dianggap sebagai Tetua Agung Terkemuka dari Sekte Roh Api sekarang.


"Apa? Zhang En?!” Tetua Wang menjawab terkejut.


Tetua yang bernama Le Wu juga berseru kaget, “Apakah Zhang En telah lolos dan melarikan diri dari Tuan Misterius? Mungkinkah itu sebabnya dia tidak dibunuh?”


“Pasti Zhang En itu telah melarikan diri dari Tuan.” Tetua Wang mencibir, “Zhang En ini benar-benar seperti belut, dia masih bisa bertahan hidup dan lolos hingga saat ini dari Tuan Misterius.”


Tetua Wang menginstruksikan murid yang melapor, "Sampaikan pesanku, beri tahu Lin Ming untuk datang menemuiku dan juga harus membawa Token Ketua Sekte yang masih dibawa olehnya."


Sejak Lin Ming kembali, sudah waktunya Tetua Wang menerima token Ketua Sekte.


Murid itu dengan cepat menurut dan pergi meninggalkan tempat itu.


...


Saat ini, Lin Ming dan keempat muridnya baru saja melewati Kota Roh ketika mereka melihat sekelompok murid terbang ke arah mereka.


Sekelompok murid ini menyambut Lin Ming dengan salam 'Tetua Agung.'

__ADS_1


“Kalian baru saja memanggilku apa? Tetua Agung ?!” Lin Ming bingung, termasuk Zhang En dan tiga lainnya yang juga bingung mendengar murid-murid ini menyapa Lin Ming seperti itu.


“Benar, Ketua Sekte Wang telah melakukan upacara pelantikannya lebih dari seminggu yang lalu, sekarang dia adalah Ketua Sekte Roh Api saat ini.” Salah satu murid menjelaskan.


Kemarahan di wajah Lin Ming terlihat jelas mendengar semua itu, suaranya yang dalam bergemuruh, "Tetua Wang, berani melakukan semuanya tanpa izinku, siapa yang memberinya hak ?!"


Murid itu tergagap ketakutan, akhirnya mengeluarkan beberapa kata, “Ketua Wang tahu bahwa Tetua Agung Lin Ming baru saja kembali, oleh karena itu dia telah meminta kehadiran Tetua Agung Lin di aula utama sekte. Dia juga mengatakan bahwa Tetua Agung Lin segera menyerahkan token Ketua Sekte. Kami hanya mengikuti perintah, tolong jangan mempersulit kami.”


“Guru, karena wanita tua Wang itu sangat ingin bertemu, kita harus pergi menemuinya, sudah lama sejak terakhir kali aku bertemu dengannya. Kebetulan, sekarang aku juga sangat ingin bertemu dengannya.” Zhang En berkata kepada Lin Ming.


"Kurang ajar! Zhang En, kau hanya seorang Tetua Muda, beraninya kau tidak menghormati Ketua Sekte kita! Seorang murid yang memiliki Tetua Senior sebagai Gurunya tidak dapat menahan diri untuk tidak berteriak kepada Zhang En, mencoba untuk menonjol dari antara murid lainnya.


BOOOMMMMM!!!!


Zhang En melirik murid itu melalui sudut matanya, lalu dengusan dingin terdengar darinya dan murid itu meledak di tempat. Darah berceceran pada murid-murid lain di dekatnya dan berhamburan di atas tanah.


Semua murid yang tersisa melompat mundur dan ketakutan saat mereka melihat ke arah Zhang En.


"Baik." Lin Ming mengangguk setuju.


Swoosshhh!!


Mereka berlima lalu terbang menuju menuju Aula Utama Sekte Roh Api.


Begitu mereka masuk ke aula utama, Zhang En langsung melihat Wang Nio yang sedang duduk di kursi utama, yang hanya disediakan untuk Ketua Sekte. 


Pada saat ini, Tetua Wang sedang duduk di sana mengenakan Armor Dewa Api yang biasa di pakai oleh Ketua Sekte, wajahnya berseri-seri dan bersemangat.


Pada saat yang sama Lin Ming dan Zhang En melangkah memasuki aula, Tetua Wang dan semua Tetua Sekte yang hadir menatap mereka.

__ADS_1


"LIn Ming, aku yakin kau tahu sekarang bahwa aku adalah Pemimpin Sekte Roh Api saat ini." Tetua Wang melanjutkan, hampir tidak bisa menyembunyikan tawa di wajahnya, "Menurut aturan Sekte, kau sekarang adalah Tetua Agung Tertinggi dan harus memberi hormat kepadaku." 


Kemudian tatapannya menyapu Zhang En, Dong Fang, dan dua lainnya, menambahkan, “


Untuk keempat muridmu ini, mereka harus berlutut ketika melihatku sebagai Pemimpin Sekte.”


Lin Ming mencibir terlepas dari amarahnya yang mendidih, “Wanita ******, aku tidak ingat telah menyetujuimu untuk menduduki posisiku sebagai Ketua Sekte. Berdasarkan hal ini saja, aku dapat menghukummu atas kejahatan pemberontakan."


Tetua Wang terkikik nakal mendengar tuduhan Lin Ming, membalas, “Lin Ming, jika aku ingat dengan benar, dalam aturan sekte, jika Pemimpin Sekte tersebut tidak hadir, upacara pengangkatan dapat dilanjutkan selama semua Tetua setuju. Sedangkan kau, karena muridmu itu, secara sewenang-wenang meninggalkan Sekte begitu saja. Apakah kau tahu kejahatanmu sekarang?!"


Wajah Lin Ming berubah muram.


Tiba-tiba, beberapa aura kuat menyelimuti aula itu, yang dimiliki oleh beberapa Tetua tingkat tinggi yang juga hadir.


"Lin Ming, Tetua Wang sekarang adalah Pemimpin Sekte dan sudah resmi saat ini, serahkan tokennya." Salah satu Tetua berbicara, "Jika tidak, kami tidak akan dapat memohon kepada Ketua Wang untuk memaafkan kejahatanmu karena meninggalkan Sekte secara sewenang-wenang."


Zhang En melangkah, berjalan jauh ke tengah aula sambil menggelengkan kepalanya karena kesal.


"Tetua Wang, sebenarnyabaku ingin membiarkanmu hidup beberapa hari lagi, tapi sekarang, hatiku tidak nyaman jika aku tidak membunuhmu hari ini." Zhang En berkata kepada Wang Nio, menatap langsung ke arahnya.


“Sungguh kurang ajar! Beraninya kau tidak menghormati Pemimpin Sekte?!" Seorang Tetua menunjuk jari ke wajah Zhang En, membentak dengan kasar.


RUMBLEEEE!!!


Seberkas cahaya guntur keluar dari kehampaan dan Tetua itu berubah menjadi mayat yang terbakar, berdiri di sana kaku dengan pita kecil petir berderak di sekujur tubuhnya.


Tetua lainnya yang melihat ini merasakan hati mereka hampir melompat keluar dari dada mereka, mundur ke belakang dengan panik.


Bahkan, Tetua Wang juga terkejut, tetapi bahkan lebih bingung, "Zhang En, kau benar-benar berani membunuh seorang Tetua di depan semua orang?? Kau, kau, kau...!" Dia menoleh ke arah beberapa Tetua, "Kalian ambil tindakan dan tangkap pengkhianat ini untuk diadili..!"

__ADS_1


Wusshh!!!


Salah satu Tetua dengan cepat menarik dan menghunus pedang panjangnya, ujung pedang itu menunjuk ke arah Zhang En, “Zhang En, kau berani membunuh seorang Tetua tepat di depan kami! Bahkan jika Gurumu berlutut dan memohon belas kasihan sekarang, kau tidak akan bisa lolos dari kematian hari ini....!”


__ADS_2