Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 269. Rencana Besar Zhang En


__ADS_3

Para penjaga kota harimau itu seperti lumpuh dan merasa ketakutan, mereka terpaku di tempat mereka masing-masing saat mereka menatap Zhang En dengan mata ketakutan.


Semua orang, termasuk Huo Wing juga merasa ketakutan. dalam benaknya, dia bertanya "Apakah ini benar-benar pemuda sopan yang sama yang duduk di sampingnya di dekat api unggun tadi malam?"


Melihat Ping An telah pingsan, Zhang En mengangkat kakinya dan menendang tubuh Ping An. Tubuh Ping An membuat lengkungan di udara dan jatuh tepat di samping tubuh Ping Bo ayahnya. Dengan tendangan sederhana itu, Zhang En telah menghancurkan semua organ dalam Ping An serta Dantian, meridian, vitalitas daya tahan tubuhnya dan mati.


Ping Bo merasa berduka melihat mayat anaknya, ada rasa amarah, tapi juga ketakutan menyelimuti hatinya. Ketika Zhang En mendekat, Ping Bo tanpa sadar mundur ke belakang untuk menjauh.


“Kau, apa yang kau inginkan ?!” Ucapnya tergagap.


"Beri tahu Goodman untuk datang menemuiku." Wajah Zhang En terlihat muram.


Goodman adalah Pemimpin Kota Seratus Harimau.


"Pergi sekarang untuk menjumpainya." Selesai mengatakan ini, Zhang En berbalik dan pergi.


Siluet Zhang En hampir menghilang sebelum Huo Wing tersadar kembali, dia meraih tangan tunangannya Shi Mei dan bergegas mengejar Zhang En meninggalkan tempat itu seolah-olah hidup mereka bergantung padanya.


Satu jam kemudian.


Di dalam Istana Kota Seratus Harimau, wajah Goodman tampak muram melihat lengan Ping Bo yang lumpuh dan mayat Ping An yang terbaring di lantai.


Niat dan amarah membunuh yang mengerikan muncul di dalam dirinya semakin intens, auranya menenggelamkan seluruh istana.itu dalam suasana yang mencekik.


Seorang manusia yang angkuh datang di Kota Seratus Harimau nya, lalu melukai kapten pasukan pengawal utamanya! Dan di atas itu semua, membunuh keturunan murni dari Suku Harimau-nya.


"Dia bilang aku harus pergi menemuinya?" 


"Benar, Tuan Goodman," jawab Ping Bo dengan hormat.


"Bagaimana menurutmu?" Goodman bertanya.


Ping An menjawab, “Manusia itu adalah ahli Ranah Alam Surgawi. Namun, aku mengenali semua ahli ras manusia di Benua ini, menurutku, dia pasti manusia yang datang dari Benua Angin Salju atau Benua Awan Bintang, bahkan mungkin berasal dari Domain Kematian!"


"Sepertinya Suku Harimau kita sudah terlalu lama berdiam diri, ras manusia manapun yang datang dari Benua Angin Salju atau Benua Awan Bintang, sangat berani dan begitu sombong di depan Suku Harimau kita! Baiklah, hari-hariku kosong akhir-akhir ini, aku akan menggunakan darah manusia ini sebagai persembahan untuk pisauku !" 

__ADS_1


Pemimpin Kota Goodman sudah menghilang dari dalam aula istana dalam sekejap saat kalimat terakhirnya terdengar.


Sesaat kemudian, Goodman telah keluar dari Kota Seratus Harimau, terbang lurus menuju bukit yang tidak jauh dari kota.


Pada saat ini, di puncak bukit seratus Harimau yang ada di luar Kota Seratus Harimau, Zhang En sedang berdiri dengan punggung tegak di atas bukit. Dia telah melepaskan auranya dari tadi dan percaya bahwa Pempimpin Kota Harimau Goodman akan mendeteksi keberadaannya dan mampu menemukannya.


Seperti yang dia harapkan, suara angin yang deras dengan kecepatan kilat terdengar ke telinganya.


Orang itu menuju arah Zhang En, sebuah energi yang sangat kuat di arahkan ke punggungnya.


Tinju Dewa Harimau ~!


Bayangan besar kepala harimau datang dan meraung saat energi kuat yang merobek ruang area bukit itu diarahkan pada Zhang En.


Zhang En bahkan tidak repot-repot untuk melihat, dia lalu berbalik dan tinjunya melawan penyerang yang baru saja datang itu secara langsung.


BOOOMMMM!!!


Sebuah ledakan yang bergema membuat suhu udara menjadi naik.


Zhang En terhuyung-huyung mundur beberapa langkah, dengan cepat dia menenangkan diri, sedangkan penyerang dipukul mundur, mendarat lebih dari selusin meter jauhnya.


Wajah Goodman terlihat syok saat dia menatap Zhang En. Tadi, manusia muda ini benar-benar menerima pukulan dan kekuatan penuhnya dan mereka seimbang.


Goodman menjadi serius setelah mengatasi keterkejutannya.


"Kekuatanmu tidak buruk, tidak heran kau berani merajalela di wilayah Suku Harimau dan membunuh keturunan murni Suku Harimau!" Goodman menatap Zhang En dengan dingin, "Aku tidak peduli siapa dirimu, berani membunuh keturunan Suku Harimauku, harus mati...!" Goodman mengangkat kepalanya dan mengeluarkan suara gemuruh saat lingkaran api merah keemasan menyelimuti tubuhnya.


Pada saat yang sama, tubuh Goodman mulai bertransformasi, dagingnya berdesir dan otot-otot di tubuhnya tumbuh membesar. Satu per satu, kulit harimau muncul di kulitnya, termasuk wajahnya, cakar harimau tumbuh di bagian tangan dan kakinya. Ekor harimau yang panjang tumbuh dari tulang ekornya.


Meskipun beastmen tidak bisa memanggil semangat bela diri dan mengubah jiwa seperti kultivator manusia dari Benua Angin Salju dan Benua Awan Bintang, mereka yang memiliki garis keturunan beast yang kuat dan murni, dapat kembali ke bentuk asli binatang mereka.


Setelah kembali ke bentuk binatang, kekuatan mereka berlipat ganda, menyaingi transformasi jiwa ahli kultivator manusia.


Setelah transformasi binatang, aura harimau Goodman menjadi lebih menonjol dan mendominasi saat dia mempersempit jarak antara dirinya dan Zhang En.

__ADS_1


Pada saat terakhir, sebelum dia hendak menerkam manusia muda itu, sebuah tongkat muncul di tangan Zhang En. Bagian atas tongkat memiliki ukiran kepala hewan mitos, matanya lebih merah dari darah, memancarkan kehadiran lama yang tak terbantahkan. 


Di depan tongkat yang memiliki lambang hewan mitos kuno ini, Goodman merasakan penindasan mengerikan yang datang dari bagian terdalam jiwanya.


Wajah Goodman berkerut ketakutan dan tidak percaya, matanya tertuju pada tongkat di tangan Zhang En, tubuhnya gemetar dari kepala hingga ujung kaki, "Ini, ini adalah Tongkat Dewa Binatang!"


“Benar, ini Tongkat Dewa Binatang!” Zhang En mengakuinya.


Wajah Goodman memerah karena kegembiraan saat dia bersujud berkata, "Goodman dari Suku Harimau menyapa Yang Mulia Raja Dewa Binatang!"


Zhang En bingung mendengar Goodman menyebutnya sebagai 'Yang Mulia Raja Dewa Bintang', tetapi sesaat kemudian dia teringat legenda yang mengatakan bahwa siapa pun yang memiliki Tongkat Dewa Binatang adalah penerus yang terpilih, dan menjadi Raja Dewa Binatang berikutnya.


Bagi Zhang En, sepertinya dia telah meremehkan status terhormat yang dimiliki oleh Dewa Binatang sebelumnya dalam pikiran beastmen. Baru saja, Goodman yang berusaha sekuat tenaga untuk membunuhnya, malah bersujud di hadapannya dalam sekejap mata setelah melihat Tongkat Dewa Binatang.


Faktanya, apa yang tidak diketahui Zhang En selama ini adalah bahwa Tongkat Dewa Binatang telah di isi oleh aura Dewa Binatang. Sebenarnya, ketika Dewa Binatang menempa Tongkat Dewa Binatang, dia memasukkan banyak garis keturunan binatang buas di dalamnya.


Sifat menindas yang dimiliki jiwa para beastmen begitu besar sehingga tidak ada beastman yang bisa mengerahkan keinginan untuk melawan di depan tongkatnya.


Inilah alasan utama mengapa sikap Goodman begitu hormat dan bersujud di hadapan Zhang En.


"Berdirilah." Sesaat kemudian Zhang En menyuruhnya untuk berdiri.


"Baik Yang Mulia" 


Saat itulah Goodman baru bangkit, tapi dia tetap menundukkan kepalanya dalam ketakutan karena tadi dia benar-benar punya nyali untuk menyerang Zhang En.


Menurut hukum seluruh ras Beastmen, dia bisa dihukum mati karena menyerang sang penerus Dewa Binatang.


Zhang En tahu apa yang dikhawatirkan Goodman.


"Kau tidak bersalah karena kau tidak tahu siapa aku." Zhang En berkata, “Aku hanya ingin melewati Kota Seratus Harimau. Besok, kau akan ikut pergi ke Kota Harimau Suci bersamaku. "


Kota Harimau Suci adalah kota suci Suku Harimau, Pusat dan tempat tinggal para Suku Harimau berada


Dalam perjalanan kali ini, tujuan Zhang En adalah untuk bertemu dengan Patriark Suku Harimau. Dia memutuskan untuk pertama-tama menaklukkan Suku Harimau dan kemudian suku beastmen lainnya.

__ADS_1


Dari segi kekuatan, hanya dengan memgandalkan Suku Harimau, itu masih jauh dari harapannya. Namun, menambahkan Suku Singa, Suku Serigala, dan kekuatan beastmen lainnya, itu adalah kekuatan yang lebih tangguh daripada Sekte Dewa Bintang dan Sekte Gagak Hitam.


__ADS_2