Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 159. Membuka Segel Larangan


__ADS_3

"Ayo kita masuk ke aula." Ketua Xin Long berkata kepada mereka yang ada di sekitarnya.


Ketua Xin Long dan Tetua Chao, serta yang lainnya, berjalan menuju aula sekte sedangkan Feng Yang mengikuti dari belakang di dekat Zhang En.


Hanya pada saat inilah Ketua Xin Long, Tetua Chao, Tetua Agung dan para Tetua Sekte lainnya menyadari kehadiran Feng Yang di antara mereka.


Ketika semua orang duduk di aula besar, Tetua Su Yan yang pertama bertanya, "Siapa orang yang ikut bersamamu ini?" melihat manusia raksasa yang berdiri di belakang Zhang En.


Perawakan Feng Yang setinggi empat meter membangkitkan rasa ingin tahu mereka.


Zhang En tersenyum pada mereka, menjelaskan dengan sederhana "Dia adalah hantu yang aku temui dan ikut bersamaku dari Domain Kematian."


"Hantu!" Semua orang terkejut mendengarnya.


Zhang En mengangguk, menekankan "Hantu ranah Pertapa dewa awal."


“Hantu ranah pertapa dewa !!” Gelombang kejutan lainnya terlihat dari wajah semua Tetua yang hadir di aula.


Zhang En bertemu dengan hantu raksasa cukup mengejutkan bagi mereka, tidak akan pernah terlintas dalam pikiran mereka bahwa hantu ini bisa menjadi pembudidaya ranah pertapa dewa.


Apa yang diwakili oleh ahli Pemdekar Pertapa Dewa, semua orang yang hadir sangat sadar. Di Kekaisaran Ming saat ini, berapa banyak ahli diranah pertapa dewa yang ada di sana, mereka dapat dihitung dengan satu jari, salah satunya Tetua Chao Pao yang sudah berada di ranah pendekar pertapa dewa puncak dan juga Ketua Xin Long yang sudah menerobos setelah kepergian Zhang En tiga tahun lalu ke ranah pertapa dewa awal.


Zhang En melanjutkan dengan menambahkan kata-katanya "Dia dipanggil Feng Yang." Kemudian dia menoleh ke Feng Yang, "Feng Yang, sapa kedua Guruku." Memperkenalkan Ketua Xin Long dan Tetua Chao padanya.


Sepenuh tubuhnya tertutup jubah hitam besar, Feng Yang mengangguk mengerti, lalu dia melangkah maju untuk memberi hormat yang pantas kepada kedua Guru Zhang En. Tidak tahu harus berbuat apa, Ketua Xin Long dan Tetua Chao segera menyuruhnya untuk berdiri.

__ADS_1


Feng Yang berdiri dan langsung kembali di tempat yang sama di belakang Zhang En dengan sikap hormat. Semua orang kagum menyaksikan ini, mereka bertanya-tanya bagaimana Zhang En berhasil mengambil hantu ranah pertapa dewa sebagai bawahannya.


“Apakah kau baik-baik saja selama Tiga tahun mengembara di Domain Kematian?” Beberapa saat kemudian, Tetua Chao bertanya.


Zhang En tidak menyembunyikan kejadian di Tanah Kematian, secara kasar menggambarkan situasi tiga tahun yang dia habiskan di sana. Mendengar bagaimana Zhang En berpetualangan, hati semua orang yang mendengar menegang, terkejut dan takjub pada saat yang bersamaan.


Setelah menceritakan pengalamannya, Zhang En bertanya kepada mereka tentang situasi Kekaisaran saat ini. Zhang En menarik napas lega mengetahui bahwa tidak banyak yang terjadi di Kota Kekaisaran selama tiga tahun terakhir.


Segera, setelah semua orang bubar dari aula besar, Zhang En langsung memberitahukan niat kepulangannya meminta kepada kedua gurunya untuk membantunya membuka segel larangan cincin Raja Hantu.


Karena dari awal Zhang En sudah menceritakan semua apa yang dia temukan selama di Domain Kematian, Ke dua gurunya tidak bertanya lagi. Ketua Xin Long mengajak Mereka berdua ke kediamannya.


Di kediaman Ketua Xin Long, mereka membantu Zhang En menyempurnakan Cincin Raja Hantu. Ketika mereka sampai di kediaman Ketua Xin Long, Zhang En langsung membawa kedua gurunya masuk ke Gunung Dewa Emas. Di dalam ruangan Kuil Gunung Dewa, Zhang En lalu mengeluarkan Cincin Raja Hantu.


Melihat cincin Raja Hantu yang tembus cahaya yang memancarkan cahaya keunguan, Ketua Xin Long dan Tetua Chao memiliki ekspresi berubah di wajah mereka. Dengan kekuatan ranah pertapa dewa, keduanya bisa tahu dengan sekilas bahwa segel larangan Cincin Raja Hantu ini tidak sederhana.


Melihat Zhang En, Ketua Xin Long dan Tetua Chao keduanya menyalurkan Qi mereka dengan segala upaya, masing-masing meletakkan telapak tangan di punggung Zhang En, mentransfer qi pertempuran dari tubuh mereka ke tubuh Zhang En. Seketika itu, jubah Zhang En berkibar saat dia dengan gila mengalirkan qi dan api esensi sejati ke dalam Cincin Raja Hantu.


Cincin Raja Hantu bergetar dan berkas cahaya ungu melesat ke langit, pada saat yang sama, tangisan dan lolongan ribuan roh jahat terdengar di telinga ketiganya, bergema di seluruh aula kuil.


Jika mereka tidak berada di dalam Kuil Gunung Dewa saat ini, mungkin mereka akan mengkhawatirkan semua ahli kultivator di sekitar Kota Kekaisaran Ming mendatangi Sekte Naga Merah.


Menyusul teriakan ribuan roh jahat yang memekakkan telinga, energi kuat yang melonjak sepertinya keluar dari dalam Cincin Raja Hantu. Merasakan ini, ekspresi Ketua Xin Long dan Tetua Chao menjadi berat, sepenuhnya fokus mentransfer Qi pertempuran ke tubuh Zhang En, mereka tidak berani mengambil risiko dan lalai sedikit pun.


Zhang En juga memasang wajah gelap, terus meminjam dan mempertaankan Qi pertempuran Ketua Xin Long dan Tetua Chao untuk menekan kekuatan yang tidak diketahui agar tidak pecah.

__ADS_1


Namun, seiring berjalannya waktu, energi kuat yang menakutkan ini menjadi lebih kuat dan lebih keras, menunjukkan tanda-tanda mengalahkan kekuatan gabungan dari mereka bertiga sedemikian rupa, sehingga Zhang En terpaksa memanggil roh bela diri naga kembar dan bertransformasi jiwa.


Di belakangnya Ketua Xin Long dan Tetua Chao mengikuti, keduanya juga memanggil roh bela diri dan melakukan seperti yang dilakukan oleh Zhang En menyatukan jiwa dengan roh beladiri mereka masing-masing.


Qi pertempuran mereka meningkat setelah transformasi jiwa, berhasil menahan potensi wabah tekanan roh jahat. Beberapa detik kemudian, suara senandung roh jahat terdengar dari Cincin Raja Hantu.


Zhang En sangat senang mendengarnya, itu berarti segel larangan pertama yang ditempatkan di atas cincin itu telah berhasil di atasi. Ketua Xin Long dan Tetua Chao juga memiliki ekspresi riang di wajah mereka.


Mendapat kesuksesan pertama, mereka bertiga kemudian melanjutkan untuk mengatasi segel larangan kedua, ketiga, dan keempat. Tapi, semakin jauh mereka berusaha, semakin sulit untuk melanggar segel larangan berikutnya. Pada saat mereka berhasil mengatasi segel larangan keenam, tiga jam telah berlalu. 


Zhang En memperhatikan bahwa dua naga jahat yang diukir di Cincin Raja Hantu telah berubah menjadi merah terang seolah-olah dicelupkan ke dalam darah. Tidak hanya itu, mata mereka bersinar merah, memberikan perasaan yang sangat menakutkan.


Sepuluh jam berlalu. Ketika mereka sampai pada larangan kesepuluh, dua naga jahat di Cincin Raja Hantu berubah menjadi entitas halus, terbang menjauh dari lingkaran cincin Raja Hantu. Sebelum Zhang En, Ketua Xin Long dan Tetua Chao mengerti apa yang terjadi, kedua naga jahat itu menghilang di antara alis Zhang En, memasuki tubuhnya.


Tiba-tiba tubuh Zhang En menegang, matanya berubah menjadi merah menyala seperti naga jahat dalam sekejap. Kekuatan luar biasa mengambil alih kesadaran Zhang En dalam sekejap mata sambil menghancurkan setiap bagian meridiannya.


"Sakit, sangat menyakitkan!"


Zhang En tidak tahan lagi, kepalanya menderu karena merasa kesakitan.


Ketua Xin Long dan Tetua Chao terkejut dengan pergantian peristiwa yang tiba-tiba. Tepat ketika mereka mendekati Zhang En, energi menakutkan yang merasuki tubuh Zhang En melepaskan serangan energi, mengirim mereka terbang, membuat mereka menyemburkan darah dari mulut mereka.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2