
Kemudian serangan gerombolan iblis gelombang keempat muncul hingga serangan gerombolan iblis yang kesepuluh yang jumlah mereka sampai seratus, yang menjadi serangan gerombolan terakhir di lantai pertama.
Dengan kata lain, ini adalah gerombolan iblis terakhir yang harus Zhang En bunuh sebelum naik ke lantai dua.
Zhang En lalu mengalahkan mereka dan langsung melahap semua iblis itu.
Perlu di ketahui, setelah memasuki menara, setiap orang yang memasukinya seperti memasuki dunia kecil yang sangat luas. Sehingga para peserta yang masuk ke lantai pertama dan ke atasnya akan memasuki wilayah yang berbeda-beda dalam dunia kecil itu.
Juga, apa yang terjadi di dalam menara tidak di ketahui oleh orang yang menonton dan berada di luar menara, setiap ada orang yang berhasil menyelesaikan tantangan di setiap lantai menara, cahaya diluar akan menyala memberi tanda, tetapi mereka tidak dapat mengetahui siapa yang lolos dan naik ke lantai selanjutnya, hanya bisa menebak.
Ketika semua iblis itu dilahap oleh Zhang En, langit di atas area itu tidak lagi memancarkan cahaya iblis apa pun, tetapi energi spiritual dalam jumlah yang mengejutkan mengalir keluar seperti sungai dari ruang hampa di atas, hampir menenggelamkan Zhang En.
Ini adalah hadiah karena telah menyelesaikan lantai pertama.
Enerhi spiritual ini sangat kaya dan murni, lalu mengalir memasuki tubuh Zhang En.
SWOOSSSSHHHH!!!
Zhang En tidak membuang waktu untuk mempercepat kekuatan pelahapnya sampai batas maksimum, melahap semua energi ini dengan kecepatan penuh hingga selesai.
Zhang En tidak terburu-buru naik ke lantai dua.
Sebaliknya, dia bermeditasi sebentar sebelum berjalan menuju ujung lorong area yang sangat luas, memasuki lorong yang terhubung di lantai dua menara.
Saat dia melangkah ke lantai dua, simbol iblis kuno di dinding luar lantai dua berkilauan terang.
Menyaksikan ini, semua kerumunan penonton di luar menara menjadi gempar.
Setelah naik ke lantai dua, Zhang En sekarang dipindahkan di depan hutan yang dipenuhi banyak pohon dan tumbuhan.
Lantai dua dalam menara adalah area hutan, dipenuhi dengan pohon-pohon tinggi dan di selimuti energi merah dan mengeluarkan api.
Zhang En lalu bejalan memasuki hutan itu.
__ADS_1
SWOOSSHHHH!!!
Saat dia memasuki hutan, cahaya pedang yang tajam menebas udara, tiba di belakangnya dalam sekejap mata.
Ketika pedang ini tampak seperti hendak membelah Zhang En menjadi dua bagian, cahaya terang menyelimuti tubuh Zhang En, benar-benar menghalangi serangan itu.
Selanjutnya, Zhang En melihat iblis di atas pohon, lalu mengangkat telapak tangannya, menciptakan kekuatan isap yang kuat yang menarik iblis itu.
SWOOOSSSHHHH!!!
Serangan pedang lain terbang ke arahnya, mengarah ke punggungnya.
SWOOSSSSHHHHH!!
Dalam sepersekian detik, serangan pedang ketiga muncul dan memotong udara, menargetkan untuk membutakan mata Zhang En.
Tidak hanya itu saja, serangan pedang lainnya kembali datang dan keluar dari berbagai lokasi di hutan itu, menyerangnya sekaligus.
HONGGGG!!!
Zhang En berdiri di tempatnya, mengedarkan energi Qinya untuk membentuk penghalang di sekelilingnya.
Serangan pedang yang datang dari berbagai arah berbenturan dengan penghalang yang di buat Zhang En dan memantul, diikuti oleh puluhan sosok iblis yang jatuh dari pepohonan di sekitarnya.
Ini sama seperti serangan gerombolan yang dia hadapi di lantai pertama, yang telah bersembunyi di setiap pohon.
Selain itu, pohon-pohon ini semua juga mengandung kekuatan elemen gelap alami. Dengan para iblis yang bersembunyi di antara pepohonan, orang hampir tidak bisa membedakan perbedaan fluktuasi energi antara keduanya. Oleh karena itu, tingkat kesulitan di lantai dua sepuluh kali lebih tinggi dari lantai pertama. Begitu juga dengan lantai seterusnya.
Namun, bagi Zhang En, tidak ada perbedaan antara lantai satu dan lantai dua atau lantai selanjutnya.
Dia mengumpulkan semua iblis di depannya, melahap energi mereka, lalu terus bergerak memasuki hutan.
Dalam waktu singkat, Zhang En telah memusnahkan banyak iblis di dalam hutan.
__ADS_1
Begitu dia telah membantai semua iblis di lantai dua, pohon di hutan itu bergetar, memancarkan cahaya hitam di selimuti api.
Setiap buah di pohon juga bersinar, memancarkan aroma menyegarkan. Hanya dengan menarik nafas saja saat mencium aroma buah ituu, Zhang En merasa segar, bahkan kekuatan jiwanya sedikit meningkat.
Mata Zhang En menjadi cerah saat dia dengan cepat terbang ke udara di atas hutan.
Dengan lambaian tangannya, banyak buah yang ada di setiap pohon terbang ke udara dan berkumpul ke arahnya.
HOONGGGGG!!!
Kekuatan pelahap Zhang En melahap energi yang terkandung di dalam setiap buah itu.
Setelah setengah jam kemudian, dia akhirnya benar-benar selesai menyerap semua buah dalam jumlah besar.
Zhang En lalu merasakan bahwa sedikit lagi dia akan naik ke ranah Dewa Emas Bintang 5.
Sesaat kemudian, Zhang En melakukan hal yang sama dia lakukan di lantai pertama, dia bermeditasi sejenak untuk menstabilkan semua energi yang dia lahap.
Sekarang, Zhang En telah menyelesaikan rintangan ke dua yang ada di lantai kedua dari Menara Iblis.
Tidak lama setelah itu, Zhang En terbang melewati hutan itu, mencapai lorong pintu masuk menuju lantai tiga. Dalam sekejap, dia akhirnya tiba di lantai tiga.
Saat dia muncul di lantai tiga, dinding luar menara bersinar terang.
Kerumunan penonton melihat ini dan tersentak kaget.
“Wah, Mu Hawk sepertinya sekarang melewati lantai dua dalam waktu sesingkat itu, memasuki lantai tiga?!” Seorang pembudidaya ras manusia berseru dengan tak percaya.
Para murid dan tetua klan iblis di sekeliling menarantersenyum cerah. Tetua itu tertawa ketika dia berkata, "Mu Hawk benar-benar memberi Klan Iblis kita kejutan kali ini!"
Tetua klan iblis lainnya mengangguk setuju.
Kerumunan di luar membicarakan hal itu dengan penuh semangat.
__ADS_1
Semua orang menerima begitu saja bahwa orang yang memasuki lantai tiga adalah Mu Hawk, tetapi yang tidak diketahui orang-orang ini adalah bahwa Mu Hawk saat ini masih terjebak di lantai dua, tepatnya di area hutan lain di dalam dunia kecil yang ada di dalam lantai dua.
Meskipun dia memasuki lantai dua lebih awal dari Zhang En, saat ini dia baru saja selesai membunuh semua iblis untuk tantangan terakhir di lantai dua dan sedang menyerap buah yang sama, yang juga di lahap Zhang En.