
Kamar pribadi Restoran Naga di lantai dua disediakan untuk tamu penting. Apalagi, tidak sembarang orang bisa naik. Syarat dasarnya adalah seseorang harus memiliki kartu yang khusus dikeluarkan oleh restoran. Hanya poin ini saja yang membuktikan bahwa identitas kedua pemuda itu tidak sederhana.
“Jadi bagaimana jika tidak sederhana?” Dong Qian menyela dengan seringai dingin, “Apakah kita akan takut padanya? Hanya seekor domba kecil yang memiliki sedikit hubungan dengan Ratu Peri. Apa yang bisa dilakukan Ratu Peri setelah kita membunuhnya?”
Tapi Raja Manusia Petir memerintahkan dengan suara serius, "Selidiki ahli binatang iblis di sampingnya." Seorang ahli binatang iblis ranah Dewa Surgawi Awal yang mengikuti di samping seorang manusia muda memang terasa aneh di matanya.
"Baik, Tuan." Bawahan yang sama di samping Raja Manusia Petir menjawab.
“Tapi Ayah, jika bajingan itu benar-benar berencana untuk tinggal di Kota Sembilan Naga selama dua bulan, itu akan menjadi masalah kecil.”
Tidak nyaman bagi mereka untuk berurusan dengan Zhang En di dalam kota.
Raja Manusia Petir meyakinkan putranya, "Jangan khawatir, aku akrab dengan salah satu kapten penjaga kecil Kota Sembilan Naga, kita bisa membiarkan kapten penjaga kecil itu membingkai beberapa kejahatan pada pemuda itu dan mengusirnya keluar kota."
“Ayah memang sangat bijak!” Dong Qian menyeringai, "Pemuda sombong seperti bajingan itu, aku yakin dia tidak berani menyinggung Kuil Sembilan Naga."
Pada saat ini, di salah satu kamar pribadi di lantai dua, Zhang En memesan meja yang penuh dengan piring, dan gelas anggur berdenting tanpa henti.
Zhang En mengangkat gelasnya berkata, “ Ayo, bersulang!”
Dua cangkir anggur berdenting.
Tiga jam kemudian mereka berdua keluar dari kamar pribadi di lantai dua untuk meninggalkan restoran. Pada saat itu, kelompok Raja Manusia Petir dan Ratu Peri telah pergi, sesuatu yang sedikit disyukuri oleh Zhang En, terutama atas kepergian Ratu Peri. Bagaimana dia tidak bisa melihat bahwa Ratu Qiao memendam perasaan padanya, hanya saja Zhang En tidak ingin memiliki keterikatan emosional pada saat ini kepada wanita.
Meninggalkan restoran, kedua bersaudara itu tidak segera kembali ke Kuil Sembilan Naga tetapi berjalan-jalan di sekitar Kota Sembilan Naga sampai siang hari digantikan oleh langit malam sebelum mereka kembali.
Berpisah di salah satu koridor, Zhang En kembali ke halaman tempat dia tinggal yang di sediakan untuknya.
Cahaya bulan tumpah di halaman seperti salju yang melayang.
__ADS_1
Malam berlalu dengan damai, memberi jalan pada terbitnya matahari saat fajar menyingsing.
Kota Sembilan Naga mulai bergemerisik di langit pagi yang suram sebelum matahari menembus cakrawala.
Ahli yang tak terhitung jumlahnya dari Benua Mata Angin berbondong-bondong datang ke alun-alun Kuil Naga tepat di depan Kuil Sembilan Naga. Upacara penggabungan suku beastmen dan klan binatang iblis diadakan di sana.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Alun-alun Kota Sembilan Naga telah di perluas lima hingga enam kali ukuran aslinya, mampu menampung lebih dari seratus ribu orang. Semua bangunan yang sebelumnya membatasi perimeter alun-alun dihancurkan.
“Suku Iblis Hijau telah tiba!”
"Klan Laut telah tiba!"
"Ras Perk telah tiba!
"Raja Manusia Petir telah tiba!"
Perimeter alun-alun itu dipagari oleh para ahli dari Kuil Sembilan Naga, Kuil Singa Emas, Kuil Dewa Kera, Suku Harimau, Suku Singa, Suku Ular, Suku Rubah, Suku Serigala, dan ahli suku lainnya juga.
Jumlah ahli Pertapa Dewa Surgawi yang melebihi seribu, belum lagi kombinasi dari ahli setengah Pertapa Dewa menengah dan tingkat tinggi berjejer kedua sisi.
Momentumnya dan tekanan aura yang mereka keluarkan sangat mendominasi.
Semua tamu undangan yang datang merasa gentar dengan jumlah suku beastmen dan ahli tingkat tinghi dari klan binatang iblis. Ketakutan muncul di hati mereka dan tekanan berlipat ganda.
Para ahli itu tidak berani bergerak atau berkeliaran setelah digiring ke tempat masing-masing di alun-alun.
Dong Qian berdiri di samping ayahnya, Raja Manusia Petir, menikmati pemandangan sekitarnya. Tenggorokannya menjadi kering hanya dengan melihat jumlah ahli dari ras lain. Hanya pada saat inilah dia menyadari betapa lemah dan tidak pentingnya ras manusia mereka.
Sebelum suku beastmen dan klan binatang iblis bergabung, celah keberadaan mereka mirip dengan semut di kaki gajah.
__ADS_1
Dong Qian merasa seperti itu dan Raja Manusia Petir dan ahli ras manusia lainnya merasakannya juga.
Selanjutnya, Raja Manusia Petir memperhatikan para beastmen dan ahli Klan Bintang blis ini adalah mereka yang berada di bawah ranah Dewa Surgawi Awal dan menengah tingakat dasar. Ahli mereka dari ranah Dewa Surgawi Menengah ke atas dan di atasnya masih belum muncul.
Nafasnya serasa tertahan di dadanya.
Para Peri diatur di tempat yang tidak jauh dari manusia. Tetua Agung Yensi yang berdiri di belakang Ratu Qiao, berbisik, "Yang Mulia, para beastmen dan ahli klan binatang iblis benar-benar telah mencapai jumlah yang menakutkan!" Dia melakukan yang terbaik untuk mengurangi volume suaranya menjadi sekecil mungkin dan bahkan ada sedikit getaran di nadanya.
Ratu Peri Qiao mengamati para ahli yang termasuk dalam upacara penggabungan dan mengangguk dengan gerakan sangat kecil untuk menyetujui apa yang dikatakan Yensi.
Dia juga memasang ekspresi tenang di wajahnya. Sebelum hari ini, sudah menjadi pengetahuan umum di Benua Mata Angin bahwa suku beastmen dan klan binatang iblis adalah memiliki kekuatan yang paling kuat, tapi seberapa kuatnya, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti.
Apalagi, di masa lalu, kedua ras ini merupakan entitas yang terpisah. Sekarang mereka bergabung menjadi satu kekuatan, kekuatan mereka yang mengerikan bisa dilihat dari pertemuan hari ini!
Penggabungan kedua belah pihak ini jelas merupakan kekuatan yang bisa meratakan seluruh Benua Mata Angin.
Dia selalu berasumsi kalau Peri itu lemah, tapi sekarang…! Pandangan Ratu Qiao tertuju pada beberapa Tetua di belakangnya, diam-diam menggelengkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, semakin banyak tamu undangan datang ke alun-alun, sekitar lima puluh hingga enam puluh suku hadir. Kerumunan bertambah besar, tetapi anehnya alun-alun itu masih sepi meskipun banyaknya orang di alun-alun, tidak sedikit pun ada di antara krlompok mereka yang membuat kegaduhan.
Semua percakapan dan diskusi dilakukan dengan bisikan pelan, tidak ada satu pihak pun yang berani bertindak.
Sedikit lebih dari satu jam kemudian, semua pihak yang menerima undangan telah tiba.
•••
Pada saat ini, di dalam aula besar Kuil Sembilan Naga duduk Shen Kun, Shen Long, Lion Mu, Hu Fan, She Dan dan kepala aula dan kepala suku lainnya.
Sesaat kemudian, Tetua Sembilan Naga yang bertanggung jawab untuk menyapa para tamu di luar memasuki aula, dia lalu berhenti dengan membuat jarak di depan sambil memberikan hormat untuk Shen Kun saat dia melapor, "Master Kuil, semua tamu telah tiba dan menunggu di luar."
__ADS_1