
Di dalam istana tertentu,, Tubuh Wang Biao berkedip-kedip di udara dan tidak bisa dilihat dengan jelas, menyerupai burung yang terbang dengan lincah di udara.
Beberapa saat kemudian, Wang Biao mendarat tanpa suara di tanah.
“Selamat kepada Tuan Muda karena telah berhasil menguasai teknik tingkat tinggi Klan kita.” Ucap seorang murid luar yang berasal dari Keluarga Wang melangkah maju dengan senyum menyanjung, "Dalam turnament murid luar besok, tempat pertama pasti akan menjadi milik Tuan Muda!"
Wang Biao mengangguk puas, kepercayaan diri melonjak dari tubuhnya. Kedua tinjunya mengepal erat saat kilatan tajam berkedip di matanya, “Zhang En, tunggu saja! Penghinaan waktu tiga tahun lalu, aku akan membayarnya kembali seratus kali lipat. Besok, di arena pertarungan, aku ingin kau berlutut di depanku dan di depan semua orang.....!”
Merasakan aura mengerikan yang datang dari tubuh Wang Biao, murid itu merasa ketakutan, mundur selangkah kebelakang tanpa sadar.
"Bagaimana dengan tugas yang aku perintahkan untuk kau cari tahu?" Tanya Wang Biao sambil menarik kembali aura yang keluar dari tubuhnya, menanyai murid itu.
Murid itu mendekat dengan hormat dan melaporkan, “Dalam tiga tahun ini, Zhang En telah berlatih dalam latihan tertutup di dalam istana kediaman Master Sekte, sampai sekarang, dia belum keluar satu langkah pun dari tempat dia tingal. Oleh karena itu, bawahan ini tidak dapat mengetahui sejauh mana kekuatannya, namun, menurut penilaian bawahan ini, terlepas dari bagaimana semua orang memuji bakatnya yang menantang surga dan betapa kerasnya dia berkultivasi, tingkat kultivasinya pasti masih di ranah Semi Kaisar Dewa Tahap Puncak.”
Mendengar jawaban dan laporan murid dari klannya, Wang Biao mengangguk setuju.
“Menurut pendapat bawahan ini, Tuan Muda yang akan melawan dan mengalahkan Zhang En besok benar-benar akan menjadi lawan yang mudah. Kali ini, lawan sebenarnya Tuan Muda adalah Du Leng. Dari apa yang dicari tau bawahan ini, bahwa Du Leng telah menerobos ke ranah Kaisar Dewa Bintang Dua, terlebih lagi, Teknik pembatas Dewanya sudah mecapai tahap penguasaan, jelas dia merupakan musuh yang tangguh dalam kompetisi kali ini. ” Murid itu menambahkan.
Wang Biao lalu berkata, "Du Leng itu benar-benar berhasil menguasai teknik itu pada tahap penguasaan, jadi kenapa,? aku memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkannya."
Pada saat ini, murid luar lainnya juga sibuk mengasah dan melatih kemampuan mereka untuk bersaing memperebutkan peringkat sepuluh besar, tiga besar, atau bahkan tempat pertama.
Banyak murid luar yang telah berkultivasi lebih dari seratus tahun yang ikut berpartisipasi dalam penilaian turnament sebelumnya, berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipromosikan menjadi murid dalam, dan kekuatan mereka ini bahkan menyaingi beberapa murid jenius murid dalam.
...
Keesokan harinya.
__ADS_1
Meskipun hari ini adalah turnament yang hanya dinikuti oleh semua murid luar sekte, karena status Zhang En, serta Du Leng, Wang Biao, dan murid top lainnya, kompetisi dalam turnament antar murid luar kali ini menarik perhatian banyak murid dalam dan elit. Bahkan para Tetua dan Penatua Agung Sekte Roh Api juga tidak mau ketinggalan menonton turnament antar murid luar yang diadakan hari ini.
Di dalam kamarnya, Zhang En, yang sedang bermeditasi, membuka matanya. Melihat sinar matahari yang masuk melalui jendela, dia lalu berdiri dan berjalan keluar dari tempat tinggalnya.
Saat Zhang En melewati aula utama, dia melihat Gurunya Lin Ming sedang duduk di aula utama.
Zhang En meras terkejut. Menebak bahwa Gurunya pasti sedang menunggunya, dia lalu mendekat dengan memberi hormat, "Guru..!"
Lin Ming mengangguk ringan dengan senyum di wajahnya, saat dia melihat Zhang En, “Aku telah mendengar tentang situasi peningkatan kekuatan Du Leng dan Wang Biao, jika kau bertemu dua orang ini di pertarungan antar murid luar hari ini, kau tidak perlu memaksakan diri melawan mereka, cukup bagus jika kau bisa masuk peringkat ketiga. ”
Zhang En tersenyum kecut di dalam hatinya. Dia tidak menyangka Gurunya menunggunya di sini hanya untuk mengatakan ini. Sepertinya, bahkan Gurunya sendiri tidak begitu yakin dengan kekuatannya.
Apakah ini harapan tertinggi yang dimiliki Gurunya untuknya dalam turnament pertarungan antar murid luar pada hari ini?
"Baik Guru." Zhang En menjawab.
Zhang En menjawab dengan tegas lagi, memberi hormat, dan meninggalkan istana kediaman Gurunya, menuju lokasi turnament.
Pertarungan antar murid luar tidak dilakukan di Aula Seni Beladiri tetapi di sebuah area yang di sebut Arena Naga Pertempuran. Arena Naga Pertempuran tidak terlalu jauh dari Aula Seni Beladiri, Arena itu dibangun di atas puncak gunung beberapa ratus meter dari Aula Seni Beladiri.
Tidak butuh banyak waktu bagi Zhang En untuk mencapai puncak di mana Arena Naga Pertempuran berada.
Puncak gunung diratakan oleh para pekerja dan ahli bangunan dari sekte dan Arena Naga Pertempuran dibangun di atas permukaan gunung yang sudah permukaan puncaknya sudah di datarkan.
Panggung arena yang besar dibuat dari inti batu yang sangat keras, ditinggikan setengah meter dari tanah, dan diluar arena, dapat menampung beberapa puluh ribu orang hingga beberapa ratus ribu orang.
"Lihat... Itu murid Master Sekte, Zhang En..!"
__ADS_1
Kedatangan Zhang En langsung membuat heboh para penonton yang sudah ada sejak dari tadi untuk mengambil tempat. Para murid luar yang telah tiba lebih awal semuanya menoleh untuk melihat Zhang En.
Mengabaikan tatapan orang-orang ini, Zhang En turun di samping Arena Naga Pertempuran.
"Aku ingin tahu seberapa kuat kekuatan Zhang En setelah tiga tahun."
“Aku berani bertaruh kekuatannya berada di puncak Semi Kaisar Dewa paling tinggu. Tidak mungkin dia bisa menerobos ke ranah Kaisar Dewa hanya dalam beberapa tahun yang singkat.”
"Kalau begitu, aku khawatir dia hanya bisa masuk peringkat tiga."
“Peringkat tiga? Itu sudah dianggap tidak buruk jika dia bisa masuk peringkat kelima. ”
Suara mengejek serupa memenuhi arena.
Kerutan kecil berkerut di alis Zhang En saat kata-kata mereka menjadi kasar dan semakin kurang ajar, tetapi dengan cepat dia menjadi tenang dan mengabaikan mereka semua.
"Sekarang, Wang Biao akhirnya datang...!"
Kemudian, teriakan nyaring datang dari lautan kerumunan para murid.
“Rumor mengatakan bahwa Wang Biao telah menerobos ranah Kaisar Dewa Bintang Dua tahap menengah...!”
Di bawah tatapan banyak orang, beberapa sosok terbang menuju arena dengan kecepatan tinggi. Di depan kelompok itu tidak lain adalah Wang Biao. Dibandingkan dengan tiga tahun lalu, aura dominan dari tubuh Wang Biao telah meningkat, dan pedang kuno yang sama tergantung di pinggangnya.
Wang Biao turun dengan lembut ke bawah permukaan tanah, matanya mengamati kerumunan dan dengan sangat cepat menemukan Zhang En yang berdiri di samping panggung arena. Tatapan matanya turun saat dia mendekati Zhang En.
"Zhang En, di panggung Arena Naga Pertempuran, aku tidak akan menunjukkan belas kasihan kepadamu!" Berhenti tepat di depan Zhang En, Wang Biao menyatakan sesuatu dengan suara ganas. “Tiga tahun lalu, apa yang kau lakukan padaku karena mempermalukanku, aku akan mengembalikannya seratus kali lipat padamu hari ini! Aku akan menginjak-injakmu dibawah kakiku..!”
__ADS_1
Ekspresi Zhang En acuh tak acuh mendengar perkataannya dan menjawab, “Ohhh, benarkah? Aku akan menantikannya...!”