
Dua jam akhirnya berlalu dengan cepat.
Setelah menelan ramuan Bunga Lotus Putih, kabut berwarna abu-abu melayang keluar dari tubuh ketiga wanita yang sedangnmrmulihkan diri itu.
Zhang En yang beberapa jam ini mengawasi kondisi ketiga orang itu, akhirnya merasa senang saat melihat pemandangan ini. Dia tahu bahwa kabut berwarna abu-abu itu adalah racun yang dikeluarkan dari tubuh mereka.
Sebelumnya, dia sedikit khawatir pada awalnya bahwa Bunga Lotus Putih tidak akan bisa mengobati racun di tubuh ketiga wanita itu. Jika itu yang terjadi, Zhang En harus melakukan perjalanan lagi mengunjungi Sekte Dewa Bintang untuk mengambil obat penawar racun untuk.mereka bertiga.
Beberapa saat kemudian, tidak ada lagi kabut keabu-abuan yang keluar dari tubuh ketiga wanita itu. Ketika ketiganya berdiri, wajah mereka kembali segar bugar, tidak hanya semua racunnya telah dikeluarkan, tetapi bahkan kultivasi mereka sedikit meningkat.
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Zhang En berjalan sambil bertanya kepada Putri Hong.
Putri Hong Xiao tersenyum bahagia, menganggukkan kepalanya, "Semua racun di dalam tubuhku telah dikeluarkan."
Zhang En mengangguk puas, "Mari kita tinggalkan tempat ini terlebih dahulu."
Zhang En menebak bahwa, setelah dia membuat kekacauan di Kota Dewa Bintang, semua Domain di bawah pemerintahan Sekte Dewa Bintang akan melakukan penjagaan ketat dan gawat darurat kepada semua pasukan mereka di setiap wilayah masing-masing, itulah sebabnya dia harus membawa ketiga wanita itu keluar dari lingkup pengaruh Domain kekuasaan Sekte Dewa Bintang sesegera mungkin.
Ketiga wanita itu mengangguk mendengar kata-kata Zhang En.
Dalam cepat, keempat orang itu menghilang dari lokasi perbukitan tempat mereka berada.
Dalam waktu kurang dari sehari, berita tentang pertempuran Zhang En di Kota Dewa Bintang menyebar ke seluruh Benua Awan Bintang, mengguncang seluruh benua itu.
"Pada hari pernikahan Tuan Muda Sekte Dewa Bintang, Zhang En seorang diri masuk ke Kota Dewa Bintang dan membantai lebih dari lima belas ribu murid Sekte Dewa Bintang!"
“Zhang En benar-benar memiliki keberanian dan kemuatan yang sangat hebat !"
"Beberapa Tetua Sekte Dewa Bintang juga mati di tangannya !"
Semua orang yang membicarakan dan mendengar beritu itu merasa takjub, terkejut, dan ketakutan. Bukan hanya Benua Awan Bintang, tapi seluruh Benua yang ada di dataran itu sedang gempar.
•••
Satu bulan kemudian, beberapa ratus kilometer di luar Kota Dewa Bintang, kelompok Zhang En muncul tidak jauh dari sebuah Kota terlihat dari tempat mereka saat ini.
Kota itu adalah Kota Moli.
__ADS_1
Kota Moli adalah tempat dimana salah satu dari empat assosiasi terbesar di Benua Awan Bintang, assosiasi besar yang ada di Kota ini adalah Paviliun Bunga Anggrek.
Satu-satunya tujuan Zhang En saat ini adalah untuk mendapatkan empat batang Rumput Dewa Naga.
Saat pertempurannya di Kota Dewa Bintang, Zhang En menyadari bahwa kekuatannya saat ini masih kurang, dengan mendapatkan empat batang rumput Dewa Naga, maka dia akan bisa memurnikan Patung Kristal Naga yang ada didalam Kuil Gunung Dewa Emas dan dapat meningkatkan kekuatannya.
Selain itu, Teknik Tapak Buddha serta Teknik Pedang Naga miliknya, menghabiskan terlalu banyak Qi nya. Dia tidak bisa mengunakan kedua teknik itu lebih lama karena dapat menguras Qi miliknya dengan sangat banyak.
Zhang En berpikir sejenak sebelum dia melangkah memasuki Kota Moli. Hong Xiao dan kedua pelayannya juga mengikuti dari belakang.
Meskipun ketiga wanita itu penasaran mengapa Zhang En ingin ke Kota Moli, Hong Xiao tidak merasa keberatan. Dia merasa bahagia selama dia bisa tetap bersama Zhang En dan tidak disuruh untuk kembali ke Kerajaan Bintang Selatan.
Setelah memasuki Kota Moli...
Zhang En menanyakan Paviliun Bunga Anggrek kepada orang yang dia temui, dan setelah itu, dia langsung menuju ke sana tanpa membuang-buang waktu.
"Kakak Zhang, apakah ada sesuatu yang ingin kau beli sehingga kita pergi mengunjungi Paviliun Bunga Anggrek?" Dalam perjalanan, Hong Xiao bertanya.
Zhang En mengangguk, "Benar, aku ingin membeli beberapa batang Rumput Dewa Naga, saat aku bertemu dengan Patriak Klan Ling, dia mengatakan bahwa Paviliun Bunga Anggrek memiliki beberapa dari rumput itu."
“Kau ingin membeli Rumput Dewa Naga ?!” Mata Hong Xiao membelalak karena kaget.
Reaksi berlebihan yang di tunjukkan Hong Xiao membangkitkan rasa ingin tahu Zhang En.
“Mmm... Kalau tidak salah, ramuan yang ingin kakak dapatkan itu ada beberapa di dalam ruang harta Kerajaan Bintang Selatan kami!” Hong Xiao menjawab.
Langkah Zhang En tiba-tiba terhenti, kegembiraan terlihat dimatanya saat dia bertanya dengan rasa yang masih tidak percaya, "Apakah kau tidak asal bicara?!"
Hong Xiao mengangguk seolah dia menekankan kebenaran bahwa dia tidak berbohong, “Benar,,, ah. Tapi aku tidak yakin ada berapa banyak, tapi aku pastikan tidak kurang dari sepuluh batang!"
"Sepuluh!" Nafas Zhang En sedikit tertahan.
Zhang En tidak menyangka kalau Rumput Dewa Naga yang dia cari ada di dalam ruang harta Kerajaan Bintang Selatan.
“Kakak Zhang, apakah Rumput Dewa Naga itu sangat penting bagimu?” Melihat kegembiraan di wajah Zhang En, Hong Xiao juga merasa senang.
Zhang En lalu menenangkan dirinya, mengangguk dengan serius, "Iyaa, sangat penting."
__ADS_1
Zhang En saat ini dalam suasana hati yang sangat baik setelah mengetahui ada sepuluh batang Rumput Dewa Naga di ruang harta Kerjaan Bintang Selatan.
Pada saat yang sama, dia juga sedikit merada kesal pada dirinya sendiri. Jika dia tahu sebelumnya, dia akan mencoba menanyakan beberapa informasi dari Kakak Seniornya Raja Hong Bei ketika dia singgah di Kerajaan Bintang Selatan waktu itu.
Beberapa saat kemudian, Zhang En, Hong Xiao dan Kedua Pelayannya telah sampai di depan gedung Paviliun Bunga Anggrek.
Paviliun Bunga Anggrek adalah salah satu dari empat assosiasi dagang terbesar di Benua Awan Bintang, yang memiliki cabang di setiap Doamain seluruh benua Awan Bintang.
Pusat Assosiasi Paviliun Bunga Anggrek ada di Kota Moli ini. Gedung Assosiasi Palviliun Bunga Anggrek ini sangat besar sekali dan orang-orang yang keluar masuk sangat ramai sekali.
Ketika kelompok Zhang En masuk, banyak orang melihat ke arah mereka tiba-tiba dan itu menimbulkan keributan.
Reaksi orang-orang banyak itu membuat Zhang En hanya bisa tersenyum pahit tak berdaya. Tentu saja, dia menyadari keributan ini disebabkan oleh Hong Xiao. Dengan kecantikannya yang sangat memikat, kemanapun dia pergi, dia akan tetap menjadi pusat perhatian.
Dengan cepat, seorang karyawan berjenis kelamin pria bergegas menemui kelompok Zhang En. Mungkin itu karena kehadiran wanita cantik seperti Hong Xiao, tetapi karyawan itu bersikap sangat sopan.
“Kalau boleh bertanya, barang apa yang ingin dibeli atau mungkin dijual oleh beberapa wanita cantik ini?” Karyawan itu memberikan senyum terbaiknya kepada Hong Xiao, matanya bahkan tidak pernah berkedip dan terus memandang Hong Xiao.
Adapun Zhang En, dia benar-benar diabaikan dan dikesampingkan oleh karyawan itu.
Hong Xiao sedikit kesal dengan cara karyawan itu menatapnya, namun, di depan Zhang En dia terlalu malu untuk marah, oleh karena itu, dia menatap Zhang En dalam diam.
"Aku ingin bertemu dengan Ketua Assosiasi kalian.." Ucap Zhang En.
Karyawan itu tercengang, dia baru memperhatikan kehadiran Zhang saat ini.
"Ingin bertemu dengan Ketua Assosiasi?!" Ucapnya sambil mengamati Zhang En dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Ketua Assosiasi kami sedang tidak berada ditempat saat ini, bolehkah aku tahu apa yang kau miliki sehingga kau ingin bertemu langsung dengan Ketua kami?” Karyawan itu bertanya kepada Zhang En dan tidak menyembunyikan penghinaan yang terlihat jelas di matanya saat dia menatap Zhang En.
-
-
-
Jangan lupa like & vote!
__ADS_1
🙏🙏🙏