
Zhang En mengerti bahwa Kakak Seniornya membujuknya untuk kebaikannya sendiri, namun, jika di Benua Mata Angin bisa menemukan Rumput Dewa Naga yang dia butuhkan, Zhang En bertekad untuk tetap melakukan perjalanan kesana.
Dia menatap Raja Hong Bei sambil berkata, "Rumput Dewa Naga sangat penting bagiku, oleh karena itu perjalanan ke Benua Mata Angin harus aku lakukan. Aku ingin terus meningkatkan kekuatanku secepat mungkin, dengan begitu aku akan bisa menghancurkan Sekte Gagak Hitam dan Sekte Dewa Bintang secepatnya."
Melihat keyakinan dalam suara Zhang En, Raja Hong Bei tidak mencoba membujuknya lebih jauh. Selanjutnya, dia menceritakan pengalamannya ketika dia berkelana ke Lembah Naga Beracun sehingga Zhang En memiliki pemahaman tentang tempat itu.
Setelah tinggal selama dua hari lagi di Istana Kerajaan Bintang Selatan, Zhang En akhirnya berangkat ke Benua Mata Angin.
Ketika dia pergi, Putri Hong Xiao mengantarnya sampai sepuluh ribu mil melewati perbatasan Kota Kerajaan Bintang Selatan.
Saat dia berbalik untuk pergi, Putri Hong Xiao tiba-tiba memeluknya, bersumpah, "Kakak Zhang, aku berjanji akan berlatih keras!" Lalu dia berbalik dan pergi.
Sekilas Zhang En melihat keengganan dan kesedihan di matanya.
Beberapa waktu kemudian Zhang En berbalik dan terbang ke udara, meninggalkan perbatasan wilayah Kota Kerajaan Bintang Selatan.
Seperti biasa, Zhang En melakukan perjalanan saat siang hari dan berkultivasi pada malam hari sambil beristirahat.
***
Satu bulan kemudian, Zhang En akhirnya sampai di Benua Mata Angin.
Benua Awan Bintang memiliki daratan yang sangat luas dibandingkan dengan Benua Angin Salju, tetapi Benua Mata Angin jauh lebih besar daripada Benua Awan Bintang.
Benua Angin Salju dan Benua Awan Bintang sebagian besar ditempati oleh manusia, sedangkan di Benua Mata Angin di tempati oleh Ras Hewan atau Ras Binatang yaitu binatang Iblis dan binatang buas.
Selain binatang iblis dan binatang buas, ada Ras Kurcaci, Ras Peri, suku pohon, suku laut, dan lebih ratusan ras lainnya. Meskipun ada juga Ras Manusia yang tinggal di Benua Mata Aangin, jumlah mereka sangat sedikit.
__ADS_1
"Di depan seharusnya Hutan Peri, wilayah hunian Ras Peri." Zhang En bergumam sambil melihat peta dan hutan hijau yang tampaknya tak berujung di depannya.
Menurut peta, Lembah Naga Beracun berada di bawah wilayah hunian Ras Beastmen.
Zhang En pernah menemukan Tongkat Dewa Binatang saat berada di Lembah Harimau dan dalam perjalanan kali ini, dia bermaksud untuk mendatangi Kuil Dewa Binatang. Lembah Naga Beracun yang berada di lingkungan pengaruh para beastmen membuat segalanya lebih nyaman baginya.
Namun, sebelum itu, untuk mencapai wilayah beastmen, Zhang En harus melewati Hutan wilayah tempat tinggal peri berada, Gunung yang di tinggali Ras Kurcaci, barulah Jurang Guntur Bintang tempat tinggal Ras Beastmen.
Dalam sekejap, Zhang En lalu memasuki Hutan Peri.
Dengan sangat cepat, Zhang En melewati bagian luar Hutan Peri. Dia melalui hutan itu dengan hati-hati meskipun memiliki kepercayaan pada kekuatannya, tapi dia harus waspada karena ras peri sangat memusuhi manusia dan Ras Beastmen. Ada rumor yang mengatakan bahwa setiap Ras manusia yang masuk ke Hutan Peri akan dikepung oleh para pasukan peri.
Hutan lebat menutupi Hutan, akar setebal paha manusia melingkar dan berkelok-kelok terhubung ke batang pohon yang bahkan lebih tebal. Namun, pohon-pohon di sini tidak tinggi, rata-rata tingginya hanya mencapai sepuluh meter.
Cahaya matahari yang tipis menyelinap masuk melalui celah di antara pohon yang lebat, meninggalkan pola cahaya berbintik-bintik mengenai tanah.
Dua jam terus berada di dalam Hutan Peri, matahari yang sangat terik sudah terlihat tinggi di atas langit, tetapi suhu di dalam hutan peri masih tetap sejuk.
Zhang En lalu memilih pohon acak dan mendarat di salah satu cabang pohon paling tinggi dengan wajah cemberut. Sejak dia memasuki Hutan Peri sampai sekarang, hutan itu terlalu sepi dan sangat sunyi. Sepanjang perjalanan, Zhang En bahkan tidak bertemu satu peri pun.
Tiba-tiba, suara angin menderu datang dari segala arah. Mata Zhang En memindai sekelilingnya dan mendeteksi bayangan berbentuk manusia yang berkedip-kedip, membentuk lingkaran di sekitar pohon besar tempat dia berdiri.
Orang-orang ini memiliki kemiripan dengan manusia, namun ada perbedaan yang jelas, telinga mereka runcing panjang dan memiliki sayap yang ada di punggung mereka.
'Orang-orang ini mungkin ras peri yang tinggal di dalam Hutan ini.' Pikir Zhang En.
Seperti biasanya, ras peri lahir dengan tubuh dan fisik yang berbeda dengan manusia dan memiliki ciri-ciri yang terlihat cantik. Kaum pria ras peri sangat tampan, sedangkan kaum wanita terlihat sangat cantik dan mempesona, memancarkan daya pikat setiap manusia yang melihat mereka.
__ADS_1
Apa yang membuat Zhang En hampir mimisan adalah ketika dia melihat pakaian ras peri wanita yang agak terlalu terbuka.
Masing-masing peri berjenis kelamin perempuan yang ada di depannya mengenakan lapisan bahan tipis yang mirip dengan sayap, hanya menutupi bagian-bagian penting dan membiarkan kaki panjang dan pinggul yang indah terbuka. Bahkan bagian yang tersembunyi secara samar-samar terlihat melalui bahan tipis yang seperti terbuat dari sayap mereka.
Menghadapi situasi ini, imajinasi siapa pun pasti akan menjadi liar.
“Raja Manusia Petir benar-benar tak pernah tahu malu, lihat, dia mengirim lebih banyak orang ke sini!” Salah satu peri wanita cantik keluar dari antara mereka, menatap dingin ke arah Zhang En.
''Raja Manusia Petir ?''
Sebuah tanda kecil berkerut di dahi Zhang En, sepertinya pihak mereka entah bagaimana mengira dia sebagai antek dari Raja Manusia Petir yang mereka maksud.
“Tangkap pemuda ini dan bawa dia ke Tanah Kehidupan. Biarkan para Tetua yang memutuskan hukumannya!" Peri wanita berparas cantik itu lalu memerintahkan peri di sekitarnya.
“Baik, Nona Lin!” Dua orang peri berjenis kelamin laki-laki terbang menuju Zhang En. Senjata di tangan mereka bersiap untuk menyerang.
Tak satu pun dari kedua pria itu yang memiliki kekuatan yang terlihat lemah sama sekali, mereka sebanding dengan kultivator manusia ranah Pendekar Dewa Bintang empat tahap awal.
Zhang En tidak bergerak dari posisinya saat cahaya biru bersinar di matanya. Area yang ada di depannya dipenuhi dengan banyak tetesan air berwarna biru dan tiba-tiba berubah membentuk dua ekor naga air. Dalam sepersekian detik, kedua naga air itu menghantam kedua pria peri itu, membuat mereka terhuyung mundur ke belakang.
Siluet Naga air tidak menghilang setelah menyerang mereka dan melayang di belakang Zhang En saat mata mereka seakan melihat para ras peri itu.
Setelah dia memasuki alam Dewa Surgawi tahap awal tingkat dasar, Zhang En sudah dapat memanipulasi elemen air di ruang sekitarnya dan mengumpulkan elemen air ke dalam bentuk apapun yang dia inginkan untuk menyerang musuh.
Satu gerakan dari Zhang En telah menghalangi dua orang dari kelompok peri ini.
Para peri lainnya tercengang melihat dua naga air di punggung Zhang En, termasuk peri wanita cantik yang berbicara sebelumnya.
__ADS_1
"K-kau seorang penyihir?" Peri wanita yang di panggil Nona Lin oleh kedua peri pria tadi bertanya setelah mengatasi keterkejutannya.