Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 673 - Segera Bertemu


__ADS_3

Sementara kelompok Sekte Naga Langit membahas Zhang En, di tempat kelompok Klan Yu, ketua Klan Yu sedang memperhatikan daftar peringkat.


Mata Yu Wei sedang terpaku pada nama Yu Feng di peringkat dua puluh.


"Ayah, Kakak pasti akan masuk sepuluh besar!" Yu Tian berkata di samping.


Yu Wei mengangguk.


Tiba-tiba, ekspresi salah satu Tetua Klan Yu berubah muram, menunjuk daftar peringkat, berteriak, "Patriark, lihat cepat di peringkat itu..!"


Yu Wei dan anggota Klan Yu merasa bahwa Tetua itu bertingkah aneh. Ketika mereka melihat ke arah yang dintunjuk,, nama murid mereka yang bersinar tiba-tiba meredup dan meledak, menghilang dari daftar peringkat.


Mereka tidak asing dengan adegan ini. Jika nama murid yang berpartisipasi meledak seperti itu, itu berarti murid itu telah mati di Alam Rahasia.


Keheningan yang menakutkan menyelimuti seluruh Klan Yu di tempat itu.


"Jika murid itu dibunuh oleh binatang iblis di dalam sana, maka kita hanya bisa menyalahkan nasib buruknya." Yu Wei berkata dengan enggan.


Tepat ketika tatapan mereka jatuh pada nama murid mereka yang lain, nama itu juga meredup dan meledak, terhapus dari daftar peringkat.


Yu Wei mengepalkan tinjunya begitu niat membunuhnya melonjak.


Setelah dua murid mereka mati secara berurutan,, nama-nama murid Klan Yu di peringkat juga meledak satu persatu.


Setiap kali nama murid Klan Yu meledak, niat membunuh yang dipancarkan oleh kelompok Klan Yu semakin tebal. Masing-masing dari mereka tampak seperti serigala kelaparan yang hampir membunuh seseorang.


Melihat ini, kultivator dari Klan, Sekte yang berbeda-beda yang ada di sekitar menjauh dan tidak ingin memprovokasi kelompok Klan Yu.


Sedangkan pada saat ini, Zhang En telah berada di peringkat 1000.


...


Pada saat yang sama, di Villa milik Zhang En, tempat Lin Ming berada saat ini.


Dong Fang bertanya kepada Lin Ming, "Guru, aakah apakah kita akan pergi untuk memeriksa daftar peringkat kompetisi?"


Lin Ming menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, "Kita harus menunggu beberapa hari lagi sebelum kita melihatnya."


Ini karena setiap mereka kesana, mereka tidak pernah menemukan nama Zhang En muncul di tugu peringkat.

__ADS_1


...


Di dalam Alam Rahasia.


Zhang En saat saat ini telah mengambil semua harta benda milik murid Klan Yu yang dia bunuh.


Melihat ada dua puluh mayat berserakan di tanah, Zhang En menjentikkan jarinya, lalu seberkas energi api membakar semuanya menjadi abu. 


Kemudian dia memeriksa token gioknya dan melihat peringkatnya saat ini.


Nama : Zhang En.


Peringkat : 1000.


Sesaat kemudian, Zhang En menghilang dari tempatnya memasuki bagian dalam istana itu.


Di taman istana, Zhang En menemukan pohon spiritual. Dia melihat ada beberapa buah mengkilap, diselimuti petir berwarna hitam. Aroma menggoda yang dia cium sebelumnya berasal dari buah ini.


Tidak membuang waktu lama, Zhang En mencabut pohon buah itu dan memasukkanya di artefak Gunung Dewa miliknya. Dia kemudian pergi untuk memeriksa tempat-tempat lain di istana sebelum pergi, lalu melanjutkan menjelajahi semua isi kota.


...


Tidak terasa. Sudah sebulan lagi berlalu.


Meskipun begitu, peringkat Zhang En naik ke peringkat 899.


Di tempat yang tidak terlalu jauh, dua sosok bayangan sedang terbang menuju arah lain dan berhenti.


"Oh iya, aku mendengar kalau seorang murid Sekte Naga Langit menemukan ramuan langka di sebuah lembah!" Entah dari mana asalnya, sebuah suara mencapai telinga Zhang En.


“Ramuan langka?! Tunggu apa lagi, ayo cepat ke sana!”


Mendengar ini, Zhang En merasa terkejut mendengar percakapan itu dari jauh.


Ketika kedua murid itu hendak pergi dengan tergesa-gesa, Zhang En tiba-tiba muncul, menghalangi jalan mereka.


"Hmm. Dari pembicaraan kalian barusan, aku ingin mendengar murid Sekte Naga Langit mana yang kalian bicarakan." Tanya Zhang En langsung ke inti pembahasan.


Kultivasi kedua murid ini berada di ranah Dewa Emas Bintang 1. Karena kedatangan tiba-tiba Zhang En dan memblokir jalan mereka, mereka melihat kultivasi Zhang En yang masih di ranah Dewa Surgawi Bintang 10 tahap akhir. Ini menyebabkan mereka sangat kesal membuat kemarahan mereka meledak.

__ADS_1


"Nak, bahkan jika kami tahu siapa murid Sekte Naga Langit itu, mengapa kami harus memberitahumu?" Salah satu dari keduanya tertawa dengan niat buruk.


“Apakah kau tahu betapa berharganya waktu kami?” Murid lainnya mencibir, "Bagaimana kau ingin mati sekarang?" Auranya menabrak Zhang En seperti gelombang raksasa dan berkata "Mati kau!"


Zhang En malah melambaikan tangannya tanpa sepatah kata pun, dan menampar kedua cecunguk ini hingga jatuh.


Namun, pada saat berikutnya ingin membalas serangan Zhang En, keduanya telah ketakutan saat merasakan tubuh mereka tidak dapat bergerak, seolah-olah ruang di sekitarnya membeku, mengunci mereka.


Saat rasa takut merayapi mata kedua murid itu, tangan Zhang En telah memegangi leher mereka.


"Kasihani kami, S-Senior!" Kedua murid itu berjuang untuk berbicara, memohon belas kasihan.


Mengabaikan tangisan belas kasihan mereka, cahaya dari kedua bola mata Zhang En memasuki dahi kedua murid itu, langsung mencari ingatan mereka dan berakhir tidak lama kemudian.


Dalam ingatan kedua murid ini, dia akhirnya menemukan informasi yang dia inginkan. Dari pengetahuan mereka tentang wajah murid Sekte Naga Langit yang mereka bicarakan tadi, itu kemungkinan adalah Long Zhi.


Sebuah cahaya sengit berkilauan di mata Zhang En, 'saat dia berkata, "Hehehe. Kita akan segera bertemu!"


Dia kemudian membiarkan tubuh kedua murid itu dan meninggalkan mereka begitu saja. Kemudian melesat ke udara dengan kecepatan penuh ke arah lokasi yang akan dia tuju berdasarkan lokasi yang dia dapat dari ingatan kedua murid itu sambil membunuh setiap binatang iblis yang ada di jalurnya.


Beberapa saat kemudian, Zhang En keluar dari Kota Kuno dan sampai pada tujuannya.


....


Di dunia luar. Villa milik Zhang En.


Lin Ming memanggil ketiga muridnya dan mereka segera pergi ke pusat kota di dekat villa mereka.


Meskipun takut akan kekecewaan, Lin Ming masih membawa seutas harapan, berharap untuk melihat nama muridnya Zhang En di daftar peringkat. Tidak masalah bahkan jika itu berada di peringkat paling bawah yang hanya di muat di Tugu, peringkat tiga ribu atau peringkat terakhir.


Yang penting muridnya bisa selamat hingga kompetisi berakhir.


Ketika mereka berempat tiba di alun pusat kota, Lin Ming segera menyadari ada sesuatu yang berbeda dari kelompok Sekte Naga Langit, tempat dimana Long Qin berada, yang membuatnya bingung karena tidak mengejeknya.


Dong Fang dan dua lainnya juga bingung dengan perubahan itu, tetapi mereka tidak terlalu memikirkannya dan melihat ke daftar peringkat.


Setiap kali mereka datang ke sini, mereka akan mulai mencari dari bawah daftar peringkat, melihat daftar nama dari bawah sampai ke atas.


Mata mereka melihat peringat terbawah sampai peringkat 1.500 dan masih belum ada tanda-tanda nama Zhang En.

__ADS_1


Kekecewaan di wajah Lin Ming semakin jelas. Mayoritas peringkat dari 1.500 ke atas di isi oleh murid-murid ranah Dewa Emas Biantang 2. Dari peringkat 1.500 - 1.000 dan semakin ke peringkat ratusan, itu akan di dominasi oleh para murid elit yang ranahnya semakin tinggi.


Menurut pendapatnya, tidak mungkin bagi Zhang En untuk berada di peringkat 1.500 - 500. Lin Ming hanya bisa menghela nafas berat, tapi dia terus membaca setiap nama peringkat menuju urutan selanjutnya.


__ADS_2