Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 737 - Penyergapan


__ADS_3

Zhang En lalu memdatangi restoran yang pernah dia datangi sebelumnya dan mencari meja di dekat jendela di lantai dua.


Kedatangannya kali ini tentu saja disambut dengan antusias oleh pelayan yang sama yang melayaninya pada saat itu.


Zhang En lalu memesan makanan dan anggur, lalumemberi pelayan itu satu batu roh kelas dewa.


Pelayan itu sangat senang dan berterima kasih kepada Zhang En setelah mengantar hidangan serta anggurnya.


Setelah pelayan itu pergi, Zhang En meminum anggurnya sambil mendengarkan percakapan di sekitarnya, tetapi kebanyakan dari mereka membahas tentangnya lagi.


Mendengarkan cerita berlebihan tentangnya dari orang-orang di sekitar, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Apakah kalian telah mendengar, kemarin, enam kultivator dari Sekte Mata Angin telah dibunuh!"


“Bukan hanya itu, beberapa kultivator dari Klan Shi dan Klan Tian juga telah terbunuh. Dari apa yang aku dengar, ada juga Tetua dari Klan Chu yang terbunuh secara tragis. Mereka yang terbunuh itu semuanya rata-rata adalah kultivator alam Dewa Emas. Bahkan, setelah kematian mereka, kepala mereka dipenggal, hanya menyisakan tubuh yang tidak utuh!”


Pada saat ini, pendengaran Zhang En menangkap percakapan beberapa pembudidaya yang berkerumun di meja di sudut lantai dua.


Zhang En terkejut dengan berita ini.


"Di tubuh para korban, ada bekas luka dan tanda hitam di tubuh mereka masing-masing! Ada yang mengatakan kalau bekas itu berasal dari Teknik Telapak Tangan Kematian!"


"Apa? Itu adalah Teknik kuno dari Sekte Dewa Kematian. Mungkinkah itu dilakukan oleh murid dari Alam Kematian yang keluar dari pintu gerbang neraka?!”


“Semoga saja bukan. Setiap kali salah satu murid Sekte Dewa Kematian muncul, jejak pembantaian dan bencana akan timbul dimana-mana. Dalam beberapa hari terakhir, ada lebih dari ratusan Dewa Emas telah terbunuh di luar sana. Pada saat ini, bukankah semua Dewa Emas yang saat ini berada di Dunia Ghuang ini akan dibantai sampai tidak ada yang tersisa?"


Mendengarkan percakapan para pembudidaya ini, Zhang En tertegun sejenak, bergumam, "Sekte Dewa Kematian dari pintu gerbang neraka?"


Beberapa jam kemudian, Zhang En membeli semua anggur, lalu meninggalkan restoran itu dan kembali ke Mansion miliknya.


Setelah sampai, dia tidak memasuki pengasingan seperti biasanya, tetapi duduk di depan halaman Mansion, memikirkan tentang apa yang dia dengar tentang Sekte Dewa Kematian.


Dia dulu pernah mendengar nama sekte ini dari Master Kun dan sekte ini adalah sekte terkuat di Alam Kematian menunuju Gerbang Kematian. Juga, keberadaan dan lokasi sekte mereka berada adalah sesuatu yang tidak diketahui orang luar dan misterius.

__ADS_1


Beberapa jam terus berlalu hingga tengah malam.


Zhang En, yang sedang minum sendirian di halaman itu, tiba-tiba melompat jauh dari tempatnya dia duduk. Hampir pada saat yang sama dia sepertinya menghindari sesuatu, seluruh area Mansion di lokasi itu mulai bergetar, terutama dimana Mansion miliknya berada saat ini.


GRRUUUMMMMMM!!!!


BOOOMMMMMMM!!!!


Halaman Mansion itu telah hancur menjadi puing-puing dan sebagian tanah di bawahnya tenggelam membentuk jejek telapak tangan.


Entah dari mana, cetakan tangan hitam besar muncul di tanah, serta energi kematian melonjak hebat dari bekasnya.


Melihat ini, mata Zhang En menyipit, perhatiannya tertuju pada seorang pemuda berjubah hitam yang sudah berdiri di hadapannya.


Tirai tipis qi iblis menyelubungi pemuda berjubah hitam ini, menutupi wajahnya. Satu-satunya bagian yang terlihat adalah mata hijaunya yang bersinar redup.


"Kau pasti murid dari Sekte Dewa Kematian yang di rumorkan baru-baru ini." Zhang En berbicara menebak, memecah kesunyian malam.


Pria muda itu terkekeh kegirangan, meski terdengar serak dan kasar, itu menyerupai seperti suara yang berasal dari Dewa Kematian saat memasuki telinga Zhang En. 


“Kalah tidak salah, Kau adalah murid peringkat pertama di Kompetisi Pertempuran Dewa, Zhang En. Aiyaa, sepertinya kau lebih kuat dari yang aku perkirakan, bahkan rata-rata Dewa Emas Bintang Sepuluh tahap awal tidak akan bisa menghindari penyergapanku.!" Kemudian pemuda berjubah hitam itu menambahkan, "Kekuatanmu lebih tinggi dari yang aku dengar baru-baru ini."


Zhang En mengerutkan kening saat mendengar yang dikatakan pemuda berjubah hitam ini.


“Tapi…” Saat pemuda itu kembali melanjutkan perkataannya, sedikit rasa akan haus darah memenuhi matanya, mendecakkan bibirnya, “Sekarang dengan membunuhmu akan menjadi lebih menarik. ”


Zhang En mencibir sebagai tanggapan, “Banyak orang yang mengatakan bahwa kalian semua yang bersal dari Sekte Dewa Kematian semuanya memiliki bakat diatas rata-rata, serta memiliki kekuatan yang tak terduga. Aku juga sangat tertarik dengan kekuatanmu!"


Pemuda itu lalu tertawa terbahak-bahak menjawab, "Kalau begitu, aku akan memuaskan rasa ingin tahumu." 


HOOOONNGGGGGG!!!!!


Telapak tangannya sudah menyerang Zhang En sebelum kata terakhirnya terdengar.

__ADS_1


'Sangat cepat!' Pikiran itu terlintas di benak Zhang En . 


Dengan kekuatannya saat ini, dia hanya menangkap bayangan yang buram.


Zhang En tidak lagi menahan kekuatannya dan bersikap serius, dan menghilang menyatu di ruang hampa yang sulit di lihat oleh mata.


Dia baru saja menyembunyikan dirinya ketika mata pemuda itu bersinar dengan cahaya hijau yang menyilaukan, memukul dengan serangan telapak tangannya ke arah ruang tersembunyi tempat Zhang En bersembunyi tanpa berhenti.


Melihat ini, Zhang En terkejut, kewaspadaannya memuncak. Kekuatan Buddhanya melantunkan nyanyian suci dari dalam jiwanya dan mendorong energi suci Buddha kuno ke tangan Zhang En saat menyerang.


BOOOOMMMMMM!!!


Dampak dari tabrakan serangan telapak tangan mereka berduanmerobek celah ruang besar dari ruang hampa, lantai Mansion dan tembok retak dan meledak menjadi reruntuhan.


Zhang En lalu muncul dari ruang hampa dan mendarat di atas tanah yang sudah hancur. Kemudian melihat tubuhnya ada sedikit goresan luka dan noda darah.


Dia tahu bahwa betapa keras dan kokohnya tubuhnya saat ini, tidak banyak artefak dewa dan serangan dari musuh yang dapat menembus pertahanan tubuhnya selama ini serta melukainya dengan mudah. 


Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia benar-benar akan mendapat goresan luka dari seorang kultivator dari Sekte Dewa Kematian yang baru dia temui dan hadapi.


Selain itu, dia bisa merasakan kekuatan penghancur dari energi aneh dan kuat di dalam tubuhnya, mencoba melahap esensi darahnya.


Meskipun Zhang En tidak dapat menentukan kultivasi yang tepat dari lawannya sekarang ini, dia masih memperkirakan kekuatan pemuda ini berada di sekitar ranah Dewa Emas Bintang Sepuluh tahap puncak.


"Wah, ternyata kau masih hidup ?!" Ucap pemuda itu terkejut. 


Dia dengan yakin setelah menyerang, Zhang En akan mati tanpa keraguan dari serangannya barusan. Akan tetapi, Zhang En hanya mendapat goresan luka.


Setelah beberapa saat terkejut, pemuda berjubah hitam itu mendapatkan kembali ketenangannya, mengeluarkan tawa kecil saat tubuhnya tiba-tiba membesar dua kali dari ukurannya saat ini, menyerang Zhang En sekali lagi.


HOONNGGGGG!!!!


Kekuatan telapak tangan pemuda itu merobek garis ruang hampa di sekitar tempat itu saat energi kematian melahap semua yang terlihat, seakan menelan seluruh dunia ke dalam jurang kematian terdalam.

__ADS_1


Serangan ini berkali-kali lipat lebih kuat dari serangan sebelumnya yang hanya menggores tubuh Zhang En.


__ADS_2