Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 190. Pertempuran di Istana Kota Xinyu II


__ADS_3

Dia tidak dapat mengumpulkan Qi pertempurannya dan juga seluruh tubuhnya mati rasa, tidak bisa bergerak.


Matanya membelalak kaget. Dalam sekejap mata, satu demi satu Kumbang Mayat Beracun mendarat di tubuhnya. Lengan, paha, pinggang, dada, kepala, bahkan mengebor ke telinga dan lubang hidungnya.


“Selamatkan aku, cepat, selamatkan aku!” Dia berteriak ngeri ke arah Gě Gé dan Guo Shan saat keputusasaan merayap di matanya.


Guo Shan, Gě Gé, dan Tetua yang lainnya sangat terkejut saat mereka menyaksikan kumbang hitam sudah menyerbu teman mereka sepenuhnya, memakan dagingnya dengan kecepatan yang mengerikan.


“Selamatkan aku kalian semua !!” Tetua itu berteriak lagi, suaranya melengking karena ketakutan. Dia berjuang ingin lari dan mencari bantuan, tetapi semuanya sia-sia.


Tidak lebih dari beberapa nafas kemudian, Kumbang Mayat Beracun sudah melakukan pekerjaan mereka memakan habis tubuh Tetua itu, hanya tinggal meninggalkan tulang putih dari kerangkanya. Melihat hal ini, Guo Shan dan yang lainnya menarik napas dingin, rambut di leher mereka berdiri tegak.


"Kumbang hitam itu sangat mengerikan !" ucap salah satu Tetua Sekte Gagak Hitam.


Akan tetapi, mimpi buruk itu belum berakhir. Ketika semua dagingnya telah habis, mereka melihat kumbang hitam itu membuka mulut kecil mereka untuk mengisap. Bahkan jiwa Tetua itu gagal untuk bertahan hidup, tercabik-cabik menjadi ratusan keping ke dalam mulut kumbang hitam itu.


Guo Shan dan semua Tetua Sekte Gagak Hitam tidak bisa lagi menyembunyikan teror di mata mereka.


“Ini… adalah Kumbang Mayat Beracun kuno !!” Tiba-tiba, Jiang Shi, yang menyerang Zhao Shu, berkata dengan suara keras.


"Kumbang Mayat Beracun!" Suara Penatua Sekte Gagak Hitam Gě Gé bergetar.


Wajah mereka semua langsung pucat.


“Sebenarnya itu makhluk yang mematukan!” Kaki Tetua lainnya gemetar, “Bagaimana Kumbang Mayat Beracun ini masih ada di dunia ini? Bukankah mereka sudah punah ratusan ribu tahun yang lalu ?!”


Mereka telah mendengar tentang serangga mengerikan yang terkenal itu, Kumbang Mayat Beracun Kuno.


Masih dalam rasa keterkejutan dengan munculnya Kumbang Hitam itu, Tetua lain sudah digigit dan menemui ajalnya, sama dengan Tetua yang menjadi korban pertama.


Serangkaian jeritan tragis terdengar di udara.


Dampaknya terlalu besar untuk diterima oleh Guo Shao dan Tetua yang tersisa, mereka hampir kencing di celana. Sekarang, di mata mereka, makhluk hitam kecil itu hanyalah dewa kematian yang siap menuai kehidupan mereka.


"Serang kepala mereka, selama kepalanya dipenggal, Kumbang Mayat Beracun ini akan mati!" Jiang Shi berteriak dengan cemas.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Jiang Shi, semua Tetua Sekte Gagak Hitam buru-buru mengeluarkan senjata mereka, tetapi mereka menemukan bahwa pertahanan Kumbang Hitam ini jauh melebihi imajinasi mereka. Senjata tingkat tinggi milik mereka bahkan tidak bisa meninggalkan bekas goresan pada tubuh serangga itu.


Mereka membatu di tempat posisi mereka masing-masing. Kematian dan keputusasaan menyebar di seluruh tempat itu.


Dalam kurun waktu singkat, tiga orang Tetua Sekte Gagak Hitam telah meninggal dimakan habis oleh Kumbang Mayat Beracun, bahkan jiwa mereka juga menjadi makanan di perut kumbang itu.


Segalanya berjalan serba salah, jauh melampaui harapan Gě Gé, Jiang Shi, Guo Shan, dan setiap Tetua Sekte Gagak Hitam.


Jangankan menngatakan membunuh Zhang En, pada saat ini, Guo Shan dan Tetua Sekte Gagak Hitam bahkan tidak bisa menyentuh rambutnya. Saat ini mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyerang Zhang En sama sekali.


Awalnya, ada lima Tetua Sekte Gagak Hitam yang mengelilingi Zhang En, tetapi sekarang tiga orang telah tewas, hanya Guo Shan dan Tetua lainnya yang tersisa. Kumbang Mayat Beracun semakin banyak dan mengalihkan pandangan mereka ke arah keduanya.


Guo Shan terpaksa mengelak kiri dan kanan, dia merasa sangat sengsara. Yang membuat Guo Shan bertambah marah adalah Zhang En, yang berdiri di sekitarnya dengan Pedang di tangannya yang sesekali mengirimkan satu atau dua serangan ke arahnya.


Seni Naga Pedang - Badai Neraka!


Seni Naga Pedang - Air Mata Naga!


Tebasan Kemarahan Raja Dewa Naga Iblis !


Zhang En menyerang lagi dan lagi, memperluas wawasannya tentang Keterampilan Seni Naga Pedang. Sejak dia melangkah ke ranah Pertapa Dewa, Zhang En menghabiskan lebih sedikit waktu untuk melatih keterampilan pedangnya, menampilkan gerakan ini lagi membuat Zhang En menyadari bahwa kekuatan Keterampilan Pedang Seni Naga miliknya ebih kuat dari yang dia bayangkan.


Dikombinasikan dengan pemahaman hukum ruang, setiap serangan pedang yang dia lancarkan mengandung Qi Naga yang tidak dapat diatasi, langit menjadi gelap seolah-olah neraka mengambil alih semuanya. Badai neraka yang dingin, air mata dari tangisan Naga, kemarahan Raja Dewa Naga iblis dan ratapan roh jahat yang tak terhitung jumlahnya seolah datang dari neraka.


Beberapa detik berlalu, Zhang En memasuki kondisi pencerahan tanpa pamrih.


Rasanya seolah-olah dia menyatu dengan langit dan bumi, dan dia sendiri adalah perwujudan dari neraka. Dari kejauhan, orang lain hanya bisa melihat Zhang En diselimuti oleh Qi Naga berwarna hitam.


Guo Shan menghindari Kumbang Mayat Beracun dan melihat ke langit. Pada saat ini, Zhang En adalah perwujudan dari seekor Naga di mata Guo Shan. Ketakutan yang tak terbayangkan menyelinap ke dalam hatinya, jika dia tahu bahwa Zhang En memiliki pasukan Kumbang Mayat Beracun di bawah kendalinya, bahkan jika seseorang memukulinya sampai mati, dia tidak akan meminta untuk datang ke Kota Xinyu ini.


“Elder Gě Gé, kita harus mundur!” Menghindari Kumbang Hitam, Guo Shan berteriak, nadanya membawa sedikit rengekan keputusasaan "Aku, sudah benar-benar tidak bisa bertahan lebih lama lagi!"


Hidup Guo Shan benar-benar digantung pada seutas benang, beberapa kali dia hampir digigit oleh Kumbang Mayat Beracun.


Saat suara Guo Shan berakhir, Tetua Sekte Gagak Hitam lainnya mengeluarkan teriakan yang menyedihkan. Guo Shan berbalik untuk melihat Tetua Sektenya tenggelam di bawah kerumunan Kumbang Mayat Beracun yang tak terhitung jumlahnya, hanya dengan melihat pemandangan itu, membuat lututnya terasa lemas, hampir tersandung ke tanah.

__ADS_1


"Mundur!" Pada saat ini, Penatua Agung Sekte Gagak Hitam Gě Gé terdengar.


Suara Gě Gé terdengar seperti lagu pengantar tidur di telinga Guo Shan. Tanpa ragu-ragu, dia melompat ke udara, ingin melarikan diri dari mimpi buruk itu. Hal yang sama berlaku untuk Jiang Shi dan yang Tetua lainnya juga.


Namun, saat Guo Shan melompat, langit cerah berubah menjadi gelap total, mereka hampir tidak dapat melihat kelima jari mereka sendiri saat energi hantu yang mengerikan pecah seperti gelombang raksasa.


Guo Shan kaget, lalu dia melihat roh jahat menerkamnya.


"Ini, apa yang terjadi ?!” Guo Shan ketakutan dan marah pada saat bersamaan, dengan lambaian telapak tangannya dia menghancurkan roh-roh jahat yang menghalangi jalannya.


Melihat serangannya efektif, Guo Shan menarik napas lega, untungnya roh-roh jahat itu tidak seseram Kumbang Mayat Beracun.


“Ini mungkin semacam barisan para roh jahat dan hantu, semua segera kabur dan pergi dari sini!” Suara Gě Gé terdengar.


Namun, seperti yang diingatkan oleh Gě Gé kepada mereka, rasa sakit yang mematikan terasa dari salah satu lengan Guo Shan, kemudian tubuhnya mulai terasa mati rasa dan berat.


"Ini adalah ?!" Guo Shan dilanda teror saat sudut matanya melihat segerombolan Kumbang Mayat Beracun mengerumuninya.


“Selamatkan aku, Penatua Gě Gé, kalian semua, selamatkan aku !!” Guo Shan berteriak putus asa, tapi yang menjawabnya adalah jeritan roh jahat yang tak terhitung jumlahnya.


Melihat tidak ada yang datang membantunya, Guo Shan marah, "Gě Gé, Jiang Shi, kalian bajingan, kalian semua akan mati dengan menyedihkan!" Guo Shan mulai mengutuk saat dia merasa akan mati, dia tidak memiliki keraguan untuk mengungkapkan pikirannya.


Gě Gé, Jiang Shi, dan Tetua Sekte Gagak Hitam lainnya marah mendengar Guo Shan mengutuk mereka, tetapi saat ini mereka tidak punya waktu untuk mendengar perkataannya.


Serangan roh-roh jahat dan hantu ini adalah Array hantu, salah satu array yang disusun Zhang En menggunakan Bendera Hantu.


-


-


-


Maaf untuk malam ini. Author hanya bisa sanggup up tiga chapter! Semoga kalian memakluminya.


Jangan lupa untuk menekan tombol Like & memberikan Vote nya pada periode awal minggu ini! 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2