
Zhang En ingin membuka mulutnya tetapi tidak bisa berbicara. "Sejak kapan aku mengatakan persetujuan menjadi murid orng tua aneh ini?' Gumam Zhang En karena tidak ada yang meminta pendapatnya.
Setelah itu, semua orang termasuk Wang Nio meninggalkan tempat itu. Master Kun juga tidak lagi mengejar masalah dengan Wang Nio dan membiarkannya pergi tanpa membuat segalanya menjadi sulit.
Tapi, Zhang En sampai sekarang masih sangat meragukan kalimat Master Kun dan bertanya-tanya pakah ada wanita yang akan merayu orang tua ini.
Ketika semua orang telah pergi, Zhang En mengundang Master Kun Dan Lin Ming ke aula istannya.
Saat serangan awal Wang Nio di Puncak Dewanya, Long Xioba telah menggunakan qi naga sejatinya untuk mengurangi dampak serangan Wang Nio, oleh karena itu anggota Klan Zhang En di dalam Istana hanya pingsan, tanpa menderita luka apa pun.
Sebaliknya, kumpulan binatang iblis yang dia bawa dari Dunia Hitam berada dalam kondisi kritis, tetapi setelah beberapa perawatan cepat, kebanyakan dari mereka telah sembuh..
Di aula utama, Master Kun Dan Lin Ming mendiskusikan rencana dan detail mengenai acara pengangkatan Zhang En sebagai murid resmi Master Kun. Menurut Master Kun, acaranya tidak perlu megah dan cukup sederhana saja. Untuk lokasi acara, mereka telah memilih Puncak Dewa ini.
Lin Ming lalu mengeluarkan perintah kepada semua Tetua Sekte Roh Api untuk hadir di Puncak Dewa pada hari berikutnya sebagai saksi dan Lin Ming masih tinggal.
Karena serangan Wang Nio pada di Puncak Dewa, Master Kun Dan Lin Ming bekerja sama, menyusun kembali formasi pertahanan baru pada Puncak Dewa. Dengan hasil kerja sama keduanya, formasi pertahanan di Puncak Dewa memiliki kekuatan lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.
Mengamati hasil dari pekerjaan kedua orang itu, bahkan Long Xioba tidak bisa menahan diri untuk mengucapkan beberapa kata pujian di benak Zhang En.
Sementara Master Kun Dan Lin Ming sibuk dengan meletakkan formasi pertahanan baru, berita bahwa Wang Nio menyerang Puncak Dewa dengan tujuan untuk membunuh Zhang En tetapi dihalangi oleh seorang pria tua misterius yang menanggalkan pakaiannya. menyebar lebih cepat di seluruh Sekte Roh Api.
__ADS_1
Segera, berita itu juga mencapai para Tetua tingkat tinggi dari semua Klan besar di seluruh Galaksi Bintang. Masing-masing dari mereka bereaksi berbeda terhadap berita tersebut. Tak perlu dikatakan lagi, kebanyakan dari mereka menikmati kesengsaraan orang lain, untuk kemarahan, mungkin hanya ada Patriark Fu yang marah ketika mendengar berita itu. Pada malam dia mendengar berita itu, Patriark Fu membantai semua pelayan dan budak di kediamannya dengan marah. Meskipun demikian, Keluarga Fu mengambil sikap diam tentang masalah ini.
Di sisi lain, Klan besar dan Klan Bangsawan lainnya ang mendengar berita itu dengan cepat menyelidiki latar belakang Master Kun, seseorang yang berani menelanjangi Wang Nio di depan umum. Belum lagi sikap hormat yang ditunjukkan oleh Master Sekte Roh Api, sampai-sampai menempatkan dirinya di posisi junior.
Akhirnya, ketika setiap Patriak klan yang mencari tahu latar belakang dan tentang Master Kun dan mengetahui dari Leluhur mereka masing-masing bahwa Master Kun ini sebenarnya adalah orang nomor satu di Daftar Pertempuran Surgawi enam puluh ribu tahun yang lalu dan ini membuat mereka semua menghirup udara dingin ketika mereka bertanya-tanya "Setelah enam puluh ribu tahun kemudian, kekuatan apa yang telah dicapai orang tua itu.?!
Setelah mengetahui tentang identitas Master Kun, ada berita lain dan hal ini adalah Master Kun ingin mengambil Zhang En sebagai muridnya. Ketika berita ini memyebar juga, mereka yang telah merencanakan ingin merebut Peti Harta Dunia Es Zhang En segera menghentikan pemikiran ini.
Mereka berani mengambil risiko kemarahan Master Sekte Roh Apu, tetapi mereka tidak bisa menjamin bahwa mereka bisa selamat dari kemarahan Master Kun.
....
Pada malam hari.
Tetapi beda halnya dengan Wang Nio, dia pasti tidak akan berhenti begitu saja sampai sini. pa yang terjadi hari ini hanya memperdalam kebencian dan niat membunuhnya pada Zhang En.
Beberapa saat kemudian, Zhang En melangkah keluar dari halaman istananya, menuju tempat tinggal yang diatur untuk Master Kun. Tujuan Zhang En menemui Master Kun tidak lain adalah untuk meminta Pil Cahaya. Ketika Zhang En masuk di dalam ruangan, Master Kun langsung menyatakan tujuannya.
Master Kun menunjuk jari ke arah Zhang En dengan senyum lebar di wajahnya, "Nak, aku sudah menduga kau tidak datang ke sini untuk berterima kasih kepada orang tua ini."
Dia dan Lin Ming sibuk sepanjang hari, menyusun formasi pertahanan baru di sekitar Puncak Dewa membuat tulang-tulang lamanya hampir runtuh karena kelelahan.
__ADS_1
Zhang En mengungkapkan senyum canggung mengetahui apa yang dibicarakan Master Kun, “Terima kasih. Aku datang kesini untuk mengambil Pil Cahaya. Orang tua, jangan bilang kau enggan berpisah dengan hanya sebotol pil saja?”
Mendengar Zhang En memanggilnya orang tua, Master Kun menjadi marah, wajahnya menjadi merah dan matanya melotot, “Nak, apa yang kau katakan barusan? Kau harus memanggil Aku Guru Besarmu, apakah kau mengerti? Tahukah kau apa itu menghormati yang lebih tua dan mencintai yang muda? Apakah kau bahkan tahu etika sopan santun menjadi murid seseorang? ” Master Kun melanjutkan dengan lebih puluhan pertanyaan.
Zhang En hanya bisa terdiam saja dan berpikir sendiri dalam benaknya,"Guru Besar apanya? Menurut aturan di dunia ini, Guru Lin Ming harus menjadi Guru Besarku saat aku diangkat muridnya, sedangkan kau ini hanya bisa dianggap Guru Kedua. Orang tua ini memang benar-benar tidak tahu malu!' Memikirkan hal ini membuat sudut mulut Zhang En melengkung menjadi senyum tipis
Melihat Zhang En tersenyum dan tidak menundukkan kepalanya dan mengakui kesalahannya, Master Kun malah bertambah gusar dan melempar ribuan kata-kata dan cacian serta ludah baunya yang muncrat ke segala arah. Beruntungnya, Zhang En tidak berada di dekat Master Kun dan terhindar dari hujan ludah Master Kun.
Beberapa jam kemudian, karena merasa capek banyak bicara pada Zhang En, Master Kun lalu tertawa, lalu memberi Zhang En sebotol Pil Cahaya karena dia memang hanya punya satu botol. Master Kun sangat menyukai Zhang En ini dan menganggap murid satu-satunya. Walaupun dia marah-marah, tapi dia tidak menendang atau memukul murid satu-satunya.
Setelah itu, Zhang En pergi dari tempat tinggal Master Kun dan pergi membagikan pil di dalam botol kepada anggota klannya dan setelah kembali ke istana tempat tinggalnya.
Setelah meminum pil itu, apa yang benar-benar mengejutkan Zhang En adalah efek pil cahaya ini benar-benar dapat digambarkan sebagai pil kelas dewa.
...
Keesokan harinya. Seluruh Puncak Dewa menjadi sarang aktivitas. Meskipun Master Kun mengatakan dia ingin mengadakan acara pengangkatan muridnya diadakan secara sederhana, anggota Klan Zhang tidak berani bersantai dan tidak melakukan apa-apa. Seluruh Istana Dewa dihias dengan banyak ornamen hiasan warna-warni, dengan penuh dengan kegembiraan.
Lebih dari dua ratus penjaga Klan Zhang yang di pekerjakan Zhang En dari Alam Dunia Bawah, saling bekerja bersama, mulai dari menyiapkan daging hingga memetik buah spiritual yang tumbuh di kebun Puncak Dewa dan menyajikan anggur di atas meja.
Tidak banyak tamu yang diundang, hanya para Tetua Sekte dan tidak lebih dari tujuh puluh orang. Juga, Ketiga kakak senior Zhang En juga hadir. Tapi Zhang En tidak menyangka kalau Wang Nio juga datang ke Puncak Dewanya
__ADS_1
Zhang En awalnya ingin mengusir Wang Nio, tetapi Master Lin Ming dan Master Kun menyetujui kehadirannya. Jadi Zhang En hanya bisa mengikuti keputusan kedua Gurunya..
Saat Zhang En memasuki aula besar, sebagian besar Tetua Sekte memancarkan senyum berseri-seri padamya, dengan antusias mengucapkan selamat.