
Dalam amarah yang sudah melonjak, Tong Li lalu mengangkat tangan, ingin menghancurkan kepala manusia di depannya, tetapi sebelum dia bisa melakukannya, dia melihat manusia itu mengangkat satu jari dan dengan lembut menepuk tangan di udara.
Bentangan pohon-pohon besar yang berjejer di depan mereka tumbang satu demi satu seolah tak ada habisnya, semakin jauh dari yang bisa dilihat mata mereka.
Mulut Tong Li melotot dan mulutnya ternganga, tinjunya membeku di udara sementara seluruh tubuhnya menegang di tempat, menatap dengan bodoh barisan pohon besar yang sudah tumbang tak berujung.
Tawa mengejek dari ratusan rekannya tiba-tiba terhenti dan tersangkut di tenggorokan mereka masing-masing. Satu-satunya suara di sekitar tempat itu yang terdengar berasal dari kresek dan desis api saat minyak menetes dari daging panggang yang sedang di bakar Zhang En.
Zhang En membuka mulutnya, lalu menggigit daging itu bergumam, "Uhhhh... Rasanya enak."
Suaranya seperti menarik perhatian semua beastmen yang sedang berdiri mematung dan membuat mereka tersadar kembali. Sambil melongo ke arah Zhang En, mata mereka sekarang terlihat gentar, hormat, dan sedikit menyembah.
Dibandingkan dengan ras lain, beastmen sangat menghormati kekuatan dan menyembah sosok yang kuat.
Zhang En lalu kembali menggigit daging panggang di tangannya, dia tidak tau mengapa, setelah selesai latihan di Ngarai Petir membuatnya mendambakan daging panggang seolah-olah dia belum memakannya selama bertahun-tahun.
“Apakah kepalamu lebih keras dari pohon-pohon itu?” Zhang En tiba-tiba bertanya dan bersuara.
Wajah Tong Li berubah pucat, dia lalu berlutut tanpa pikir panjang, dahinya mencium tanah sambil bersujud berulang kali di depan Zhang En, “Tuan Muda, Tong Li sudah kasar dan baru saja menyinggungmu, kasihanilah Tong Li yang tidak punya mata dan tidak melihat kehebatan Tuan Muda."
Rekan Tong Li juga ikut berlutut, menunjukkan rasa hormat yang pantas kepada Zhang En.
Zhang En melirik beastmen di sekitarnya, berkata "Kalian sekarang lebih baik berdiri."
Jika dia benar-benar marah sebelumnya, tidak satupun dari beastmen ini akan memiliki kesempatan untuk berdiri lagi.
Wajah Tong Li langsung berseri-seri dengan gembira, dengan hormat mematuhi kata-kata Zhang En, para beastmen lainnya juga ikut berdiri. Tong Li lalu berdiri di samping Zhang En.
"Siapa pemimpin kelompok kalian?" Zhang En bertanya.
Mendengar pertanyaan Zhang En, beastmen yang bernama Huo Wing keluar dari barisan dan berhenti tidak jauh dari Zhang En dan memperkenalkan dirinya, "Tuan, namaku Huo Wing, pemimpin sebagian kecil suku beastmen."
"Baikpah.. Kau duduk di situ." Zhang En menunjuk ke tempat yang dia maksud.
__ADS_1
Huo Wing sedikit kewalahan melihat perhatian Zhang En. Dengan bingung, dia melambai dan menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak, tidak, Tuan Muda, aku berdiri saja tidak apa-apa."
"Jika alu mengatakan duduk, duduk lah." Zhang En menyatakan niatnya.
Melihat sikap Zhang En, Huo Wing mengucapkan terima kasih dan duduk seolah-olah ada jarum yang menusuk pantatnya.
“Tidak perlu terlalu gugup, aku hanya punya beberapa pertanyaan untuk aku tanyakan kepadamu.” Kata Zhang En.
"Baik Tuan Muda!" Meski begitu, Huo Wing tidak bisa menghentikan rasa gemetar di tubuhnya.
Ras Beastmen lahir dengan fisik yang kuat serta badan kekar, di antara ras mereka yang memiliki tubuh pendek masih melebihi sekitar dua meter, sedangkan yang lebih tinggi mencapai dua setengah meter atau tiga meter.
Hanya berdasarkan keunggulan fisik mereka saja, manusia memang terlihat lemah jika dibandingkan dengan ras mereka. Selain itu, kekuatan ras manusia secara keseluruhan yang ada di Benua Mata Angin ini dapat dikatakan sangat lemah dan diabaikan, sehingga tidak bisa menyalahkan ras beastmen karena meremehkan ras manusia.
Namun, Zhang En tahu, kawanan beastmen ini termasuk anak tangga paling bawah dalam hierarki beastmen.
Ras Beastmen terdiri dari banyak suku, bahkan ratusan, dan yang lebih kuat di antara mereka adalah Suku Singa, Suku Harimau, Suku Serigala, Suku Ular, Suku Rubah dan ada lima suku lainnya, jadi total ada sepuluh suku terkuat Ras Binatang atau Ras Beastmen ini.
"Kota Harimau apakah masih jauh dari sini?" Zhang En berbicara.
“Benar Tuan Muda, kalau tidak salah jauhnya tidak kurang dari seratus mil setelah melintasi Hutan Jiwa adalah Kota Harimau.” Amier dengan hormat menjawab.
Zhang En menanyakan pertanyaan berikutnya, "Apakah Kota Seratus Harimau adalah milik Suku Harimau?"
Huo Wing menjawab, "Benar Tuan Muda..!Kota Seratus Harimau adalahmilik Suku Harimau. Suku Harimau memiliki dua puluh lima kota di bawah kendali mereka dan Kota Seratus Harimau ini hanyalah salah satunya. Namun, Kota Seratus Harimau adalah kota yang sangat penting dan strategis.
Zhang En mengangguk mengerti.
Suku Harimau termasuk di antara sepuluh suku beastmen terkuat, pasukan mereka tidak dapat diremehkan, hal ini jelas terlihat dari dua puluh lima kota di bawah kendali mereka.
Kemudian, Zhang En bertanya tentang Pemimpin Kota Seratus Harimau dan pertanyaan mengenai tentang Suku Harimau. Pada akhirnya, Zhang En mengetahui kalau Huo Wing hanyalah seorang kapten berpangkat rendah di salah satu suku kecil beastmen, hal-hal yang dia tahu masih sangat terbatas.
Berbicara tentang Kota Seratus Harimau, wajah Huo Wing bersinar seperti memuja, "Pemimpin Kota Seratus Harimau adalah Tuan Goodman, salah satu dari sepuluh ahli Suku Harimau! Aku mendengar dari Kepala Keluarga kita bahwa Tuan Goodman dapat meratakan gunung dengan satu pukulan!” Imbuhnya.
__ADS_1
Zhang En tertawa diam-diam, siapa pun ahli dapat melakukan ini dengan mudah begitu mereka melangkah ke ranah Pertapa Dewa. Selain itu, ras beastmen dikenal karena kekuatannya yang luar biasa, jadi kekuatan seperti itu tidak aneh sama sekali baginya.
Setelah menanyakan semua yang ingin dia ketahui, Zhang En jatuh memikirkan banyak hal.
Dari jawaban Huo Wing, meskipun suku beastmen kuat di Benua Mata Angin, ada banyak pergulatan internal yang terjadi di antara ras mereka. Misalnya Suku Singa dan Suku Harimau yang selalu berperang.
Dari informasi yang di katakan Huo Wing, dia sekali lagi menegaskan bahwa mereka sangat menghormati Dewa Binatang dan itu adalah keyakinan dan kepercayaan suci dari semua suku beastmen. Dalam ras beastmen, siapa pun yang berani menodai Dewa Beast, tidak menghormati Dewa Beast, akan diperlakukan sebagai pendosa dan penjahat seluruh ras beastmen.
Tongkat Dewa Binatang yang legendaris mewakili Dewa Binatang.
Selama sepuluh ribu tahun terakhir, suku beastmen percaya bahwa siapa pun yang mendapatkan Tongkat Dewa Binatang akan menjadi reinkarnasi Dewa Binatang, orang itu akan sekali lagi memimpin para beastmen untuk menaklukkan Benua Mata Angin dan membangkitkan kejayaan ras mereka di masa lalu.
Karena Tongkat Dewa Binatang dikatakan memiliki Kekuasaan seperti itu, melewati Kota Seratus Harimau, dia ingin melihat apakah dia yang memegang Tongkat Dewa Binatang benar-benar dihormati oleh para ras beastmen seperti yang mereka katakan.
“Tuan Muda,” Melihat Zhang En terdiam, Huo Wing memanggilnya dengan hati-hati, “Apakah Tuan Muda akan pergi ke Kota Seratus Harimau? Secara kebetulan, kami semua di sini berasal dari Kota Seratus Harimau, bisakah kami ikut bersama dengan Tuan?”
Di dalam Hutan Jiwa, ada sejenis makhluk jiwa yang aneh yang memiliki kecenderungan untuk melahap darah dan daging mangsanya saat masih hidup. Jika mereka dapat melakukan perjalanan bersama dengan seorang ahli seperti Zhang En, peluang mereka untuk keluar dari Hutan Jiwa akan bisa di pastikan.
Sekilas Zhang En tahu apa yang dipikirkan Huo Wing, tetapi dia mengangguk setuju.
Melihat Zhang En setuju untuk bepergian bersama mereka hampir membuatnya melompat kegirangan. Dia, Tong Li dan yang lainnya dengan cepat memberi hormat.
Malam berlalu dengan damai. Keesokan Paginya, sinar matahari yang muncul mulai menerangi Benua Mata Angin.
Namun, Hutan Jiwa tetap terasa dingin dan gelap.
Sinar matahari tidak bisa menembus tanah yang suram dan gelap ini.
Zhang En lalu berdiri, berkata, "Ayo kita bergerak sekarang...!"
"Baik...!" Jawab mereka serentak.
Zhang En berjalan dan memimpin didepan saat mereka masuk lebih dalam memasuki Hutan Jiwa. Sebenarnya, hutan itu tidak besar, paling lama setengah hari sudah cukup bagi kelompok itu untuk lewat dan keluar dari sana8.
__ADS_1