Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 595 - Frustasi


__ADS_3

"Siapa yang menyuruh kalian meruntuhkan Istana Puncak Dewaku?"


Setelah turun, tatapan dingin Zhang En tertuju pada dua Tetua itu.


Kedua Tetua itu sangat marah karena Zhang En berani berbicara dengan nada mengancam ketika berbicara kepada mereka, wajah mereka menunjukkan penghinaan dan niat buruk.


"Zhang En, kau hanyalah seorang tetua biasa, beraninya kau menggunakan nada seperti itu ketika berbicara kepada kami?" Tetua betnama Zhi Wu berteriak.


Tetua satunya lagi bernama, Zhi Fei, memberikan cibiran dingin yang jelas, “Istana Dewamu? Zhang En, kau telah menjadi tetua untuk waktu yang lama. Jangan bilang kau tidak tahu bahwa setelah kau jadi tetua, kau tidak bisa lagi memiliki tempat tinggal di area Pegunungan Berkabut ini. Tetua Nio sudah memberi perintah untuk mengambil alih Puncak Dewamu ini, untuk digunakan oleh murid elit lainnya. Kami tidak dapat mengizinkanmu untuk memiliki Puncak ini lagi hanya karena kau adalah murid Master Sekte, Tetua Lin Ming. ”


Tatapan mata Zhang En berubah dingin, “Jadi, ini perintah dari wanita tua itu. Apakah Guruku tahu tentang ini?”


Zhi Wu terkekeh kecil dengan nada yang mengancam, "Omong kosong apa yang kau tanyakan, kau adalah murid Master Lin Ming dan kau telah terlalu lama menduduki Puncak Dewa ini, Wakil Master Wang Nio tidak perlu melapor ke Master Sekte lagi."


Zhi Fei membentak, “Wakil Master Wang Nio sudah memerintahkan agar puncak ini diambil alih. Tidak menghukummu sudah menjadi hal baik, jadi kenapa kau tidak pergi dari sini sekarang ?!”


Zhang En lalu mencibir, "Menurut apa yang kalian katakan barusan, aku seharusnya berterima kasih kepada wanita tua itu karena tidak menghukumku?."


Dan sekarang, wanita tua Wang Nio menggunakan ini sebagai alasan untuk merobohkan kediaman istana milik Zhang En, jelas bahwa dengan sengaja mempersulit Zhang En.


"Zhang En, Tetua biasa sepertimu masih berani tidak menghormati Wakil Master sekte?!" Zhi Wu menegur,, "Aku akan menahanmu sekarang dan membiarkan Aula Penegak Hukuman memutuskan kejahatanmu!" 


Tangan Zhi Wu lalu membentuk cakar, menyerang Zhang En


"Hmmphhh!" Zhang En mendengus melihat ini, dia hanya mengangkat jari untuk melawan serangan cakar itu


Menonton ini, Zhi Wu sama sekali tidak keberatan dengan tindakan Zhang En. Matanya dipenuhi dengan ejekan.


Tapi, pada saat berikutnya, wajah Zhi Wu menegang.


Pada saat ini, kekuatan dari jari Zhang En telah menembus telapak tangan Zhi Wu, lalu menuju ke dadanya.


"ARGGHHH!!" Zhi Wu menjerit menyedihkan saat dia dikirim terbang ke udara.

__ADS_1


Zhi Fei dan para murid elit di belakang terkejut melihat ini.


SWOOSSHHH!!!


Siluet Zhang En berkedip di udara, tiba di depan Zhi Fei. 


Srangan telapak tangan Zhang En lalu mendarat di dadanya. 


DUARRR!!!


Dadanya remuk dan dia terlempar ke belakang, jatuh tepat di atas Zhi Wu.


Murid-murid elit di sekitarnya tampaknya telah kehilangan akal sehat mereka.


"Z-Zhang En, kau!" Zhi Fei berguling dari atad tubuh Zhi Wu dengan darah menyembur keluar dari mulutnya, menatap Zhang En dengan ketakutan.


"Jika kalian berdua tidak ingin berakhir mati, enyahlah dari hadapanku sekarang juga!" Suara Zhang En terdengar sedingin es.


Zhi Wu dan Zhi Fei berjuang bangkit dari tanah, terhuyung-huynung ketakutan mendengar kata-kata Zhang En. Keduanya berbalik dan melarikan diri tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun.


Tubuh Zhi Wu dan Zhi Fei menggigil sebelum melarikan diri.


Sekelompok murid elit itu juga gemetar ketakutan, tetapi tanpa izin Zhang En, tidak ada yang punya nyali untuk pergi dan melarikan diri


"T-Tetua Zhang, kami hanya mengikuti perintah, kami tidak berani sekarang, tolong, tolong lepaskan kami." Salah satu murid elit itu tergagap saat dia memohon, "Tolong, lepaskan kami!"


Zhang En tetap diam. Dia lakub menjulurkan telapak tangannya. 


WUUSSSHHH!!


Kekuatan dari telapak tangannya lalu menempar semua murid elit itu ke udara, lalu berguling ke bawah gunung puncak miliknya..


Puncak itu akhirnya menjadi sunyi kembali.

__ADS_1


Zhang En melihat sekelilingnya, dia melihat ke pohon dan tanaman tumbang yang tersebar di sekitarnya, suasana hatinya saat ini menjadi sangat buruk. Meskipun pohon dan tumbuhan spiritual ini tidak begitu penting baginya, Puncak Dewa adalah tempat yang dia habiskan selama bertahun-tahun dan dia bangun dengan usaha keras.


Melihat bangunan istana yang hancur, sebuah cahaya berkilauan di matanya. Secara alami, masalah ini tidak akan berakhir di sini.


Zhang En llau merenungkan masalah ini, memutuskan untuk mencari kesempatan dan berdiskusi dengan Lin Ming tentang Tuan Agung yang misterius itu.


Kemudian, dengan lambaian tangannya, api dewa sejatinya membakar reruntuhan istana yang hancur hingga ke tanah. Tidak ada yang tersisa.


Karena sudah dihancurkan, maka dia akan membangun istana baru yang lebih besar dari sebelumnya.


Zhang En mulai mengeluarkan besi dan bijih bumi untuk membangun istananya yang baru.


Tetapi, formasi pelindung Puncak Dewanya adalah versi yang ditingkatkan yang ditempatkan di atas Formasi Istana Dewa miliknya, dengan bantuan Master Kun pada waktu itu.


Kedua tetua itu seharusnya tidak mampu menghancurkan formasi pelindung puncak dewanya.


Instingnya memberitahunya bahwa ini entah bagaimana berhubungan dengan Tuan Agubg yang misterius itu lagi.


Sementara Zhang En sibuk mencairkan besi dan membentuk batu untuk membangun kembali istananya, Zhi Wu dan Zhi Fei telah melarikan diri kembali ke Puncak Whuan, tempat kediaman Wang Nio, melaporkan apa yang terjadi..


Mendengar laporan mereka, dalam hati Wang Nio merasa frustasi. Ini karena kekuatan Zhang En telah tumbuh sejauh ini! Dengan mudah mengalahkan kultivator Dewa Surgawi tahap awal seperti Zhi Wu dan Zhi Fei!.


Ini membuat wajah cemberut Wang Nio semakin muram.


"Menurut penilaian kalian, apa tingkat kekuatan Zhang En sekarang?" Wang Nio bertanya dengan suara muram.


Zhi Wu dan Zhi Fei saling bertukar pandang. 


Kemudian Zhi Wu ragu-ragu sebelum berbicara, "Aku pikir, kekuatannya setara dengan Dong Fang."


"Apa yang kalian berdua katakan adalah, bahwa kekuatan nyata Zhang En sudah sebanding dengan Dewa Surgawi tahap puncak akhir?" Wang Nio bertanya lagi secara detail setelah mendengar jawaban Zhi Wu, tidak bisa menerimanya.


Zhi Wu dan Zhi Fei merasa sedih. Bahkan, mereka berdua juga merasa sulit untuk percaya bahwa mereka dikalahkan oleh Zhang En. Tetapi, apa yang terjadi sebelumnya bukanlah ilusi, luka dan rasa sakit mereka adalah bukti nyata.

__ADS_1


Mereka tersenyum kecut sambil menganggukkan kepala mereka kepada Wang Nio setelah bertanya dengan pertanyaan keduanya.


Wang Nio menghirup udara dingin. Dia tidak berbicara lebih jauh, ekspresinya sangat cemberut dan bergumam, "Kekuatan Zhang En ini benar-benar telah tumbuh sejauh ini!


__ADS_2