
Lin Ming beserta ketiga kakak senior Zhang En dipaksa menjauh dari tempat Zhang En dan Xu Kong berada, wajah mereka saat ini berubah menjadi pucat pasi. Sedangkan sosok Xu Kong terhuyung-huyung beberapa meter ke belakang.
Ketika Xu Kong memantapkan tubuhnya kembali, keterkejutan dan ketidakpercayaan terlihat di seluruh wajahnya saat dia menatap Zhang En, "I-Ini, bagaimana ini bisa terjadi?!"
Kultivasi Xu Kong berada di ranah Dewa Emas Bintang 6, sedangan Zhang En masih berada di ranah Dewa Emas Bintang 3.
Sudut bibir Zhang En melengkung menjadi seringai dingin, “Apakah ada yang ingin kau katakan? Jika tidak, kau bisa ku kirim ke neraka jika masih banyak bicara....!"
Wajah Xu Kong menjadi merah padam, lalu menjadi ungu seperti kulit terong. Matanya melotot karena amarah yang tak terkatakan yang telah mencapai titik puncaknya. Tangannya mengepal saat niat membunuh yang menyesakkan memenuhi ruangan itu.
Zhang En hanya mengawasinya dengan tatapan ketidakpedulian.
Swoosshhhh!!
Tiba-tiba, aura pembunuh Xu Kong menghilang, menyatu secara internal saat dia berbicara, “Zhang En, kau telah membunuh Adikku. Awalnya, menurut keputusan Tetua Agung Sekte Menara Langit kami, hukumanmu adalah semua tulangmu harus di patahkan dan dikuliti hidup-hidup sebelum memurnikan jiwamu dan menggunakan kepalamu sebagai persembahan kepada adikku. Namun, selama kau menyerahkan semua hadiah yang kau terima kepada Sekte dan patuh untuk di beri tanda jiwa untuk melayani Sekte Menara Langit seumur hidupmu. Dengan begitu, Sekte kami dapat membiarkan kau hidup sebagaiman mestinya?"
"Apa?!” Lin Ming berseru dengan marah mendengarnya.
Zhang En menyeringai kecil, menjawab, "Dan jika aku menolak?"
Xu Kong tertawa sinis pada Zhang En, “Menolak? Kau sebaiknya memikirkannya dengan baik sebelum menjawab. Jika kau tidak setuju, tidak hanya kau sendiri yang akan menghilang dari dunia ini, segala sesuatu dan semua orang yang berhubungan denganmu juga akan mati.”
"Tidak ada yang perlu aku pikirkan tentang itu! Jawabanku tetap sama."
Mata Xu Kong menyipit, menutupi rasa dingin di matanya, "Karena seperti itu, aku harap kau tidak akan menyesalinya ketika saatnya tiba."
Saat mengatakan kalimat ini, dia berbalik untuk pergi.
__ADS_1
Tujuan sebenarnya Sekte Menara Langit mengirim Xu Kong adalah untuk menangkap Zhang En dan membawanya ke Sekte mereka seandainya Zhang En menolak persyaratan mereka. Namun, kekuatan Zhang En di luar dugaan Xu Kong.
Dia tidak percaya diri untuk dapat menangkap Zhang En, maka dia memutuskan untuk pergi lebih dulu dan melaporkan masalah ini.
"Tidak perlu pergi begitu cepat setelah datang menemuiku."
Xu Kong nyaris belum berbalik ketika suara Zhang En terdengar di telinganya.
"Apakah aku telah mengizinkan kau pergi dari sini?"
Tubuh Xu Kong berhenti, lalu tertawa terbahak-bahak, “Hahaha! Zhang En, aku akui kau memang kuat, tapi apakah menurutmu bisa membunuhku? Aku bisa datang dan pergi sesukaku!”
Wussshhh!!!
Tepat pada saat ini, tubuh Zhang En berubah menjadi naga raksasa menghancurkan bangunan langit villa, memancarkan kekuatan naga agung yang mengunci targetnya. Pada saat yang sama, cakar naga menghantam ke bawah.
Xu Kong menjadi pucat pasi, hatinya langsung jatuh dalam keputusasaan.
"TIDAK-!"
Dia berteriak ketakutan, setiap helai qi terakhir di dalam tubuhnya bergolak saat telapak tangannya menghantam cakar naga yang datang dengan berantakan.
Namun, cakar naga Zhang En dengan mudah membubarkan semua serangan itu, yang bahkan tidak memperlambat kecepatannya.
Rumblee!
Villa itu bergetar hebat sebagai protes.
__ADS_1
Lantai di bawah kaki Xu Kong retak, tubuhnya terkubur ke tanah, dengan dagingnya pecah dan darah menyembur keluar. Nafasnya tersengal-sengal keluar masuk.
Lin Ming dan ketiga kakak senior Zhang En di tempat itu, terpana melihat sosok naga yang luar biasa di udara, ekspresi mereka tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
Wuussshh!!
Dalam sekejap, sosok Zhang En kembali normal, berdiri tepat di atas Xu Kong di udara. Kekuatan isap datang dari tangan Zhang En, menarik Xu Kong keluar dari tanah. Pada saat yang sama, kekuatan iblis yang dapat melahap apapun menjadi bersemangat.
Hoonggggg!!!
Semua energi kehidupan dan kekuatan Xu Kong mengalir membanjiri tubuh Zhang En, menyebabkan tubuh Xu Kong yang tadinya kekar, sekarang menyusut dengan cepat saat berubah menjadi mayat kering.
Dalam waktu tidak lebih dari beberapa helaan nafas, Zhang En menyelasaikan prosesnya, membiarkan mayat kering itu jatuh saat dia menembakkan sepotong energi elemen api ke atasnya, membakarnya menjadi abu.
"Guru, mari kita pergi." Zhang En berkata kepada Lin Ming yang masih tertegun seperti patung.
Baru saat itulah Lin Ming dan juga ketiga kakak seperguruan Zhang En sadar, bergegas mengejar Zhang En dan masih merasa seperti berada dalam mimpi.
Beberapa saat kemudian, mereka berlima telah keluar dari Kota Ashura, dan terus terbang menembus langit.
…
Satu bulan kemudian.
Kelompok Zhang En telah tiba ke Dunia Roh tanpa hambatan. Bahkan saat dalam perjalanan kembali, Zhang En tidak bersantai sedikitpun.
Semua pil hadiah yang dia terima dia konsumsi, memanfaatkan setiap detik yang dia bisa untuk berkultivasi. Hingga akhirnya, kultivasinya maju ke ranah Dewa Emas Bintang 3 tahap menengah.
__ADS_1
Mereka lalu memasuki portal dunia roh api dan langsung menuju Sekte Roh Api.