
"Baik Yang Mulia!"
Mendengar perkataan Zhang En yang tidak menyalahkannya, Goodman mulai merasa gembira dan dia buru-buru berdiri mengikuti perintah Zhang En.
“Mari kita tinggalkan tempat ini.” Zhang En berbicara.
Setelah itu, Zhang En dan Goodman kembali ke Kota Seratus Harimau, menuju istana kediaman Goodman.
Saat ini, tepat di dalam aula istana, Ping Bo yang sedang menunggu kepulangan Goodman. Namun sejak tadi dia terus menunggu, tetapi dia masih belum melihat Goodman muncul di pintu, kegelisahan yang menyelimuti hatinya sejak dari tadi mulai muncul.
Pengawal istana memperhatikan raut wajah kecemasan Ping Bo saat dia mondar-mandir dan berkata, “Kapten Ping, dengan kekuatan Tuan Goodman, bahkan jika lawannya adalah Raja Manusia Petir atau Raja Manusia Es, mereka tetap bukan lawannya. Oleh karena itu, tak usah khawatir, mungkin Tuan Goodman telah membunuh manusia itu dan sedang dalam perjalanan kembali ...!"
Ping Bo mengangguk dan hanya diam dan tidak lama setelah itu, mereka berdua menuju pintu karena merasakan aura Goodman dari kejauhan dan pergi untuk menyambutnya.
Ping Bo maupun penjaga istana yang hendak menyambut Goodman, tetapi pada saat itu, mereka melihat Goodman mereka berbalik dan membungkuk hormat memberi isyarat dengan sopan, "Penguasa, Silahkan masuk..!"
Kedua pria itu langsung tercengang mendengar perkataan Pemimpin mereka.
Kemudian, seorang pemuda tampan terlihat berjalan masuk melewati pintu.
Karena Zhang En ingin merahasiakan masalah tentang dia memiliki Tongkat Dewa Binatang untuk sementara waktu, dia hanya mengizinkan Goodman untuk menyebutnya sebagai Penguasa di depan orang lain.
“Itu, ternyata itu kau!”
Melihat Zhang En , Ping Bo berseru, terlihat ada nada kemarahan bercampur ketakutan dalam suaranya.
"Kurang ajar!"
Punggung tangan Goodman melayang ke pipi Ping Bo membuatnya terlempar ke sudut aula. Saat dia jatuh ke lantai, tidak ada nafas tersisa dalam dirinya, dengan tubuh sekarat dan mata terbuka lebar seolah-olah dia tidak menyangka Goodman tiba-tiba menyerangnya.
Pergantian peristiwa yang tiba-tiba berada di luar imajinasi penjaga istana yang masih berdiri di tempat, tidak pernah dia membayangkan bahwa Pemimpin mereka yang selama ini baik suatu hari akan membunuh kapten kepala penjaga kotanya sendiri.
Bukan hanya karena posiai Ping Bo sebagai kapten utama, dia adalah murid Tetua Besar Suku Harimau. Tetua Besar Suku Harimau memiliki pengaruh besar di dalam Suku Harimau.
__ADS_1
Melirik mayat Ping Bo dari sudut matanya, Zhang En berjalan ke aula utama dan duduk di kursi utama tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sedangkan Goodman tidak berani duduk, dia berdiri tegak di sebelah kiri Zhang En.
Pemandangan ini menimbulkan pertanyaan besar di hati penjaga istana.
'Seorang manusia mendapatkan rasa hormat sejauh ini dari Pemimpin Istana ?! Siapa sebenarnya manusia ini?' Tanyanya dalam hati.
"Pergi dan tinggalkan kami berdua di tempat ini." Ucap Zhang En sambil melirik pelayan istana.
Suara Zhang En menyadarkan penjaga itu, tetapi dia tidak langsung mengikuti perintah Zhang En. Sebaliknya, dia berbalik menghadap Goodman.
Sayangnya, sikapnya itu membuat Goodman marah padanya, “Apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan Penguasa ..?! Dia menyuruhmu keluar, keluar sekarang juga! Ingat, perintah Penguasa adalah perintahku!"
Pelayan itu belum pernah melihat Pemimpin mereka melampiaskan amarah seberat ini. Karena merasa takut, penjaga itu dengan cepat keluar dari aula.
Setelah penjaga itu pergi, Zhang En bertanya tentang situasi dan latar belakang Suku Harimau kepada Goodman.
Goodman, sebagai salah satu dari sepuluh ahli peringkat Suku Harimau dan Pemimpin Kota Seratus Harimau, hal-hal yang dia ketahui berada pada level yang berbeda dengan kapten berpangkat rendah dari suku cabang yang sangat kecil seperti Huo Wing.
Di seluruh Suku Harimau, termasuk Hu Fan, ada total dua puluh enam orang ahli dari ranah Pertapa Dewa dan Alam Dewa Surgawi.
Tempat ahli nomor satu di seluruh suku beastmen juga di duduki oleh Patriark Suku Singa, Lion Zi , dan Suku Singa saat ini memiliki total dua puluh sembilan ahli alam Pertapa Dewa dan Alam Dewa Surgawi. Kekuatan keseluruhan mereka sedikit lebih kuat dari Suku Harimau.
Di sisi lain, kekuatan keseluruhan Suku Serigala, Ular, Rubah, dan yang lainnya lebih rendah daripada Suku Harimau, masing-masing memiliki sekitar dua puluh tiga hingga dua puluh empat ahli.
Adapun suku yang tersisa, yang rata-rata memiliki setidaknya memiliki empat ahli sementara suku yang lebih lemah memiliki dua ahli secara umum.
***
Saat malam hari.
Di sebuah halaman tempat tinggal yang diatur oleh Goodman, Zhang En meluangkan waktu untuk berlatih Jurus Pedang Naga.
__ADS_1
Jurus Pedang Naga ada delapan belas gerakan pedang, dan Zhang En hanya berlatih sampai langkah kedelapan. Meskipun begitu, dia tidak terburu-buru untuk mempraktikkan sepuluh gerakan yang tersisa, tetapi dia berulang kali mengulang dan mempelajari delapan gerakan pertama sampai ke delapan untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman baru.
Setelah dia selesai berlatih jurua Pedang Naga, Zhang En beralih untul mempelajari Jurus Tapak Dewa Kebenaran lalu Tiga Belas Gerakan Dewa Naga. Sekarang, Zhang En tidak lagi perlu mengamati postur naga dewa yang dia dapatkan dari reruntuhan Klan Naga Kuno untuk mempraktikkan Tiga Belas Gerakan Dewa Naga. Oleh karena itu, dia bisa memurnikan sepuluh naga dewa primordial yang tersisa dan itu tidak akan menghalangi kemajuannya sama sekali.
Keesokan harinya,
Zhang En keluar dari kediamannya di pagi hari dan melihat bahwa Goodman sudah menunggu dengan hormat di luar.
"Penguasa!"
Goodman memberi hormat ketika melihat Zhang En.
Zhang En mengangguk, berkata, "Mari kita berangkat."
Keduanya lalu terbang ke langit, meninggalkan Kota Seratus Harimau dengan kecepatan kilat, menuju Kota Harimau Suci.
Selama perjalanan, mereka tidak beristirahat atau berhenti di temgah jalan untuk mempercepat perjalanan. Tiga hari kemudian, Zhang En dan Goodman tiba di Kota Harimau Suci.
Zhang En masih terlihat baik-baik saja, tetapi Goodman hampir kelelahan mengikuti kecepatan Zhang En dan tidak ada istirahat sedikitpun selama perjalanan.
Ketika mereka tiba di Kota Harimau Suci, Goodman merasa sangat lelah, dia bahkan hampir pingsan.tepat ketika mereka sudah di depan gerbang Kota Harimau Suci.
Goodman mengikuti di belakang Zhang En selama tiga hari perjalanan. Tiga hari ternbang dengan kecepatan penuh, namun Zhang En tetap terlihat segar bugar, Goodman bahkan curiga bahwa Zhang En tidak menghabiskan banyak Qi, tetapi bahkan mungkin Qi pemuda itu benar-benar memiliki Qi yang tidak terbatas.
Setelah mereka memasuki kota, Zhang En menyuruh Goodman untuk menuntunnya langsung menuju Istana Kota Harimau Suci.
Satu jam kemudian, mereka berdua berdiri di depan pintu masuk Istana Kota yang sangat megah.
“Ah, ternyata Tuan Goodman!” Beberapa penjaga Suku Harimau yang melihat Goodman di pintu masuk, dengan sikap menjilat, masing-masing dari mereka mempercepat langkah mereka untuk menyambut Goodman.
Goodman mengangguk memjawab, "Kalian kembali melaksanakan tugas kalian, aku datang.di sini untuk bertemu Patriark."
Setelah mengatakan itu, dia lalu bergegas masuk, memimpin Zhang En.
__ADS_1
Namun, salah satu ahli itu mengangkat lengannya menghalangi jalan Zhang En sementara yang lain menatap Goodman dengan ekspresi yang sulit, dengan hati-hati berkata, "Tuan Goodman, ini... tidak pantas!"
Dia berkata sambil menunjuk kearah Zhang En, dia melanjutkan, "Kau tahu, manusia tidak memenuhi syarat untuk memasuki Istana Kota Harimau Suci kami."