
Dua bulan kemudian, Zhang En dan Lie Hue akhirnya tiba di Dunia Awan Laut, lalu memasuki Kota Roh dan menggunakan gerbang teleportasi ke Dunia Harimau Suci dan kembali di Puncak Dewa.
Tidak lama setelah setelah mereka berdua kembali, kedua kakak senior Zhang En, Dong Fang dan Hua Rong datang ke Puncak Dewa untuk memberi selamat kepada Zhang En.
Berita kemenangan Zhang En sudah menyebar ke seluruh Galaksi Bintang. Dong Fang dan Hua Rong telah menunggu lama Zhang En kembali. Mereka berdua sangat senang untuk adik Junior mereka karena memenangkan gelar Raja Pil dalam Kompetisi Grandmaster Alkemis istilah..
Wajah Dong Fang berseri-seri saat dia berkata, “Ketika Wang Nio itu mengetahui bahwa kau mengalahkan Ming Zhi dan memenangkan tempat pertama dalam kompetisi alkimia lagi, dia menghancurkan cangkir ditangannya dan semua barang sekelilingnya. Kudengar dia marah sampai dia hampir muntah darah!”
Hua Rong juga tertawa, “Patriark Klan Fu itu bahkan menghancurkan kediamannya sendiri setelah mendengar berita itu. Lebih buruknya lagi, dia benar-benar membunuh beberapa penjaga klannya karena marah!”
Zhang En tertawa terbahak-bahak, "Lebih baik lagi jika pasangan selingkuh itu marah sampai mati sehingga kita tidak perlu merasa jijik melihat mereka lagi!"
"HAHAHAAA" Ketiganya tertawa terbahak-bahak.
“Sayang sekali Giru masih dalam pengasingan. Jika dia tahu bahwa kau memenangkan tempat pertama dalam Kompetisi Grandmaster Alkemis, dia akan sangat senang!”
Zhang En mengangguk setuju.
Selama pembicaraan mereka, Zhang En bertanya dari mengenai berita terbaru di sekte selama kepergiannya.
Dong Fang menggelengkan kepalanya, “Faksi Tetua Nio tidak melakukan gerakan yang mencurigakan. Namun, dia tampaknya berhubungan dekat dengan klan binatang iblis belakangan ini.”
"Klan binatang iblis!" Alis Zhang En naik mendengar ini.
"Ya, salah satu raja dari dari klan binatang iblis."
Mendengar ini, mata Zhang En menyipit.
Mengingat sesuatu hal, Zhang En segera menceritakan apa yang terjadi pada saat dia hampir ditemukan oleh pria berjubah emas pada waktu itu. Mendengar ini, keduanya tercengang.
__ADS_1
"Jika seperti ini, tampaknya Tetua Nio sedang merencanakan beberapa skema berbahaya dengan klan binatang iblis!" Sebuah sinar tajam berkedip di mata Dong Fang saat dia mengatakan ini. Jika ini benar, mereka harus lebih waspada terhadap gerakan Tetua Nio mulai sekarang.
Kedua kakak seperguan Zhang En pergi setelah menghabiskan beberapa waktu di Puncak Dewa. Sebelum mereka pergi, Zhang En memberi mereka masing-masing seratus pil dewa kelas suci.
Setelah itu, Zhang En memasuki Istana Dewa. Sebelum memasuki pengasingan, dia memberi pil untuk membantu kultivasi semua anggota klannya untuk meningkatkan kekuatan mereka juga.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Tanpa disadari, empat tahun telah berlalu.
Dalam empat tahun ini, Zhang En tetap berada di Puncak Dewa, dengan fokus menyerap Batu Dewa dan Kristal Buddha. Dengan dua item ini, kekuatan Zhang En meningkat pesat, merasakan perbedaan dari hari ke hari.
Energi Buddha yang tersisa di dalam Kristal Buddha telah sepenuhnya diserap oleh Zhang En dalam waktu empat tahun ini, mendorong kultivasinya ke puncak Alam Dewa Leluhur Bintang Satu tahap akhir.
Kecepatan kultivasinya bahkan membuat kedua kakak seniornya yang sesekali mampir mengunjungi Zhang En, mendesah karena iri.
Semua anggota penting klan Zhang termasuk Lie Hue juga meningkat secara drastis dalam waktu empat tahun ini. Mereka semua telah memasuki ranah Semi Alam Kaisar Dewa dan memasuki ranah Alam Dewa Kaisar Dewa Sejati. Sedangkan kemajuan Kultivasi Lie Hue adalah yang paling mengejutkan, dia telah menerobos ke ranah Alam Kaisar Dewa Bintang Tiga tahap menengah.
Setelah berusaha, Zhang En memang menemukan beberapa petunjuk tentang salah satu Api Ilahi - Ancient God Flame.
Ancient God Flame \= Api Dewa Kuno
Tetapi, petunjuk dimana api itu berada masih terlalu kabur dan cakupan areanya terlalu besar.
Namun, menentukan arah atau dunia mana Api Dewa Kuno ada hamya bisa lebih mudah diucapkan daripada dilakukan…
Dalam sekejap mata, sepuluh tahun lagi berlalu.
Setelah menghabiskan sepuluh tahun menyisir semua catatan lama yang bisa dia temukan, Zhang En akhirnya mempersempit kemungkinan lokasi Ancient God Flame di beberapa dunia yang berbeda yang berdekatan di Dunia Alam Bawah.
Selama sepuluh tahun ini, setelah Zhang En menyerap Batu Dewa dan Kristal Buddha dan terus meningkatkan kultivasinya. Juga semua anggota klannya, mengalami lompatan besar dalam kultivasi mereka.
__ADS_1
Untuk saat ini, Zhang Ej tidak terburu-buru untuk mencari Ancient God Flame.
Zhang En terus menghabiskan hari-harinya berkultivasi dengan temang di Puncak Dewa, dan sangat jarang keluar dan mencari tau apapun ya g terjadi di dunia luar.
Waktu terus berlalu.
Satu bulan, da bulan, setengah tahun, satu tahun, dua tahun dan akhirnya enam tahun lagi telah berlalu begitu saja..
Zhang En saat ini sedang duduk dalam posisi lotus di tengah Pagoda Dewa Emas saat energi Buddha melonjak keluar dari Formasi Buddha, menyelimutinya dalam kepompong cahaya yang bersinar terang.
Kekuatan dewa murni juga mengalir keluar dari Batu Dewa yang melayang di depan Zhang En.
Tiba-tiba, cahaya yang menyelimuti Zhang En dengan cepat meluas. Seolah-olah cincin emas yang tak terhitung jumlahnya meledak dari tubuhnya, satu demi satu, mirip dengan lingkaran cahaya Buddha. Namun, pada saat yang sama, tubuh Zhang En juga melepaskan aura Naga Dewa Iblis dari Alam Iblis.
Kekuatan Buddha dan Iblis ada dalam satu tubuh.
Bayangan Buddha emas dan Naga Iblis berkedip-kedip masuk dan keluar dari tubuhnya di sekitar Zhang En saat cincin bercahaya itu tumbuh semakin besar.
Dari jauh, lingkungan sekitar Zhang En telah berubah menjadi alam semesta kecil Buddha dan Iblis. Buddha yang baik hati di sebelah kiri, Naga Dewa Iblis yang murka di sebelah kanan; melahirkan keberadaan satu sama lain, hidup berdampingan secara harmonis.
Tiba-tiba, alam semesta kecil itu bergetar hebat. Tubuh Zhang En bergetar saat suara letusan berturut-turut bergema di alam semesta kecilnya. Tidak lama kemudian, letusan itu akhirnya berhenti.
Cincin emas perlahan menghilang, Buddha emas dan bayangan Naga Dewa Iblis meredup.
Kegembiraan luar biasa bersinar dari mata Zhang En ketika dia membukanya matanya, dia akhirnya menerobos ke Alam Dewa Leluhur Bintang Dua tahap awal.
Bagi pembudidaya normal, mereka baru bisa menerobos satu bintang paling cepat ratusan tahun dan bahkan ada yang terjebak seumuran hidup di ranah itu.
Zhang En sekarang akan merasa dia akan mampu meningkatkan kultivasinya sampai ranah Alam Dewa Surgawi. Selama ini, dia merasa bahwa hampir tidak mungkin baginya untuk mencapai Alam Dewa Surgawi sebelum dimulainya Turnamen Pertempuran Dewa dan sesuatu yang hampir tidak bisa digenggam di telapak tangannya. Tapi sekarang, dia bisa melihat keinginanya untuk ikut pertempuran dalam Turnamen Pertempuran Dewa selangkah lagi akan terwujud dimasa depan.
__ADS_1