
Mengangkat cangkir teh di depannya, Tang Li dengan santai menyesap sedikit teh dan menutup matanya untuk menikmati aroma teh dan tenggelam dalam rasanya.
Tehnya diseduh dari daun teh spesial yang berumur lebih dari seribu tahun, tidak hanya dapat meningkatkan menjernihkan jiwa, tetapi meminumnya secara teratur bahkan dapat memperkuat organ dalamnya.
Wei Jing yang masih berdiri tidak jauh dari kursinya, merasakan kecemasan.
Tang Li kemudian melirik ke arahnya, berkata, "Jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja."
Wei Jing terlihat ragu-ragu sebelum berbicara, “Ketua, sudah cukup lama sejak Tetua Agung She Dong pergi, mungkinkah sesuatu atau kecelakaan telah terjadi padanya? Haruskah kita pergi mengikutinya ?”
Tang Li tertawa mendengar kata-kata Wei Jing, “Aku sangat mengetahui jelas kekuatan She Dong, untuk menghadapi pemuda itu hanya perlu menggerakkan satu jari nya saja, apa yang bisa terjadi kepadanya? Aku sangat menyukai teh, sedangkan dia menyukai wanita. Menurutku dia mungkin sedang bermain-main dengan tiga wanita muda itu sekarang di atas ranjang!"
Wei Jing hanya bisa menghela nafas, menjawab "Bawahan ini mungkin yang terlalu banyak berpikir, tapi terus terang saja, Tetua Agung She benar-benar beruntung hari ini, ah, satu lawan tiga pada saat yang bersamaan."
Tang Li terkekeh sambil meyesap tehnya, "Itu tergantung pada kualitas barangnya, tidak banyak hal yang bisa masuk ke daftar She Dong."
"Apakah benar seperti itu...!?"
Tepat ketika mereka tertawa, terdengar suara yang menghentikan tawa mereka. Suara itu muncul terlalu tiba-tiba, mengejutkan kedua pria itu.
"Siapa..?!"
Di bawah pengawasan mata Tang Li dan Wei Jing, empat siluet secara bertahap muncul di depan mereka, empat siluet itu adalah Zhang En, Hong Xiaofei dan kedua pelayan Hong Xiao , Rou dan Yue.
"Kau..!"
Tang Li menatap Zhang En, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, "Kau belum mati ?!"
Dalam benaknya, di berpikir apakah She Dong berubah pikiran dan tidak membunuh bocah ini. Tang Li merasa bingung dan bertanya-tanya di dalam benaknya.
“Sepertinya Ketua Tang sangat terkejut bahwa aku masih hidup?” Zhang En mencibir.
__ADS_1
Tang Li meletakkan cangkir tehnya di atas meja sambil memandang Zhang En, "Aku tidak menduga kaalau She Dong akan mengampuni hidupmu dan tidal membunuhmu."
Selain alasan ini, Tang Li tidak bisa memikirkan alasan lain.
“Di mana She Dong?” Tang Li bertanya.
“She Dong mengampuni aku?” Mendengar dugaan Tang Li membuat Zhang En membeku sesaat, lalu dia menggelengkan kepalanya, tersenyum dingin pada Tang Li, “Kau ingin tahu dimana She Dong? Kau akan tahu sebentar lagi.”
Ada jejak keraguan di mata Tang Li, dia gagal memahami makna di balik kata-kata Zhang En.
Tiba-tiba sebuah cahaya berkedip dan Tombak Emas muncul di tangan Zhang En. Dia lalu melemparkan Tombak panjang itu merobek udara dan telah menembus kepala Wei Jing. Tombak itu berputar dan mengebor kepala Wei Jing hingga menembus tengkoraknya hingga keluar dari belakang kepalanya.
Darah muncrat membasahi lantai saat Zhang En menarik tombak itu.
Mata Wei Jing terbelalak tidak percaya, menatap Zhang En saat-saat terakhir ketika dia jatuh ke lantai dan pandangan matanya menjadi gelap dan tewas. Bagi Zhang En, Wei Jing ini hanyalah lawan yang seperti semut di depan matanya.
Melihat bawahannya jatuh tak bernyawa ke lantai, Tang Li akhirnya bereaksi. Dia tidak berharap Zhang En ini menyerang begitu tiba-tiba, belum lagi membunuh bawahannya tepat di depannya. Bahkan di tidak bisa membayangkan Wei Jing terbunuh dalam waktu yang sangat singkat tanpa berdaya.
Zhu Wuji berekasi dengan rasa amarah dan berusaha tertawa, “Bagus, bagus! Aku tidak peduli siapa kau, aku juga tidak ingin tahu mengapa She Dong membiarkan kau hidup, hari ini kau harus mati! ”
Tang Li lalu mengarahkan pukulan mematikan ke arah Zhang En.
Tinju Emas Tanpa Batas!
Cahaya keemasan meledak di dalam ruangan itu, bayangan kepalan tangan berputar dengan perubahan tak terbatas.
Tapi, sebelum tinjunya mendarat mengenai Zhang En, segerombolan aura hantu melonjak seperti datang dari langit, menyelimuti seluruh ruangan itu. Roh jahat bergemuruh seperti tsunami, menghalangi pukulan Tang Li. Dalam hitungan detik, Zhang En menghilang dari pandangan matanya.
Seperti yang terjadi pada She Dong sebelumnya, Tang Li juga terkejut dan sekaligus terpana, "Formasi array!"
Selanjutnya, penglihatannya dipenuhi dengan serangga hitam kecil yang terbang ke arahnya. Seperti She Dong, Tang Li tidak merasa takut pada serangga hitam kecil ini. Pukulan dan telapak tangannya terus memukul serangan-serangga itu, tetapi setelah beberapa saat kemudian, wajah Tang Li akhirnya berubah menjadi gelap.
__ADS_1
“Mungkinkah ini… ?!”
“Kau, kau adalah Zhang En ?!” Tang Li berseru.
Zhang En mendengus sebagai jawaban, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya
Rasa takut mulai menyelimuti hati Tang Li.
Pada saat ini, Kumbang Mayat Beracun membuat gelombang serangan lain. Melihat gelombang serangga kecil itu, Tang Li merasakan hawa dingin menyebar ke seluruh tubuhnya, dengan cepat menghantam tinjunya untuk mengusir makhluk hitam itu.
Seolah-olah seramgannya menngenai sebuah besi. Sekarang, bagaimana mungkin dia tidak tahu bahwa serangga hitam kecil ini adalah Kumbang Hitam Kuno yang palinh menakutkan!
"Kalau begitu, She Dong!"
“Kau membunuh She Dong!” Tang Li tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakannya.
"Bukankah aku tadi mengatakannya, kau akan tahu sebentar lagi." Suara dingin Zhang En terdengar.
Tang Li sudah kehilangan semua warna dari wajahnya dan mulai gemetar.
Setengah jam kemudian.
Kumbang Mayat Beracun menyerbu seluruh tubuh Tang Li, melucuti setiap potongan daging dan jiwanya dan pada akhirnya, jiwanya ditelan oleh Formasi Bendera Hantu milik Zhang En dan di ubah menjadi roh jahat.
Pada akhir sebelum kematiannya, Tang Li memohon kepada Zhang En, selama pemuda ini membebaskannya, dia akan tunduk di bawah perintahnya. Sayangnya, Zhang En tidak mau dan hanya bisa memberi tubuhnya sebagai makananan Kumbang Mayat Beracun untuk meningkatkan Evolusi serangga itu dan meningkatkan kekuatan mereka secepat mungkin tanpa batas.
Setelah membunuh Tang Li dan Wei Jing serta membersihkan jejak kematian mereka, Zhang En dan ketiga wanita yang bersamanya menghilang dari tempat kejadian.
Karena tindakan pencegahan Zhang En sebelum mereka muncul, dia telah menggunakan Formasi Array untuk mengunci ruang di sekitar ruangan itu dan tidak di ketahui oleh siapapun, apa yang sedang terjadi tidak menyadarkan siapa pun dari orang-orang yang ada di luar ruangan Paviliun Bunga Anggrek. Semuanya berjalan dan tetap terlihat seperti biasa.
Zhang En dan ketiga wanita yang bersamanya meninggalkan Kota Moli, kali ini mereka akan pergi ke Sekte Gerbang Naga.
__ADS_1
Rencana Zhang En untuk saat ini adalah kembali ke Sektenya terlebih dahulu untuk memurnikan satu ekor naga dewa primordial dan meningkatkan kekuatannya, dan setelah itu, dia akan mengantar Hong Xiao dan para pelayannya kembali ke Kerajaan Bintang Selatan.