Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 96. Ancaman


__ADS_3

Hu Han memiliki ekspresi jelek di wajahnya mendengar semua, dia tidak bisa menyembunyikan keheranan dari matanya.


"Setelah itu?" Hu Han bertanya dengan serius.


"Setelah membunuh empat Tetua, pemuda berambut hitam itu kemudian menyeret Tuan Muda pergi ke arah markas Sekte Penyihir Langit." Murid itu cepat-cepat menjawab.


"Markas Sekte Penyihir Langit?" Semua orang yang hadir di aula besar bingung.


"Mungkinkah pemuda itu seorang ahli yang disewa oleh Chen Xiaotian?"


"Terlepas dari apakah bukan atau tidak, pemuda berambut hitam ini pasti memiliki hubungan dengan Sekte Penyihir Langit." Para tetua Sembilan Iblis mulai menyatakan pendapat mereka satu demi satu sementara wajah Hu Han menjadi semakin suram.


Jelas dia sedang mencoba mencari tahu apa hubungan pemuda berambut hitam itu dengan Sekte Penyihir Langit. Jika pemuda itu adalah seseorang yang disewa oleh Chen Xiaotian, apa yang maksud mereka menangkap putranya? Apakah Sekte Penyihir Langit mengumumkan perang melawan Sekte Sembilan Iblis?


Su Meimei juga merenungkan masalah ini saat dia duduk dengan tenang di kursi dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.


"Patriak, apapunn identitas bocah itu, karena Tuan Muda ditahan di Sekte Penyihir Langit, maka kita harus mengepung Sekte Penyihir Langit sekarang juga dan menyelamatkan Tuan Muda!" saat ini, salah satu Tetua berdiri menyatakan perkataannya.


Mata Hu Han berkedip tergoda dengan perkataan Tetua Sektenya.


"Su Meimei bagaimana menurutmu?" Hu Han bertanya kepada wanita yang ada di sebelahnya orang kedua yang memiliki posisi Penatua Agung, Wakil pimpinan Sekte Sembilan Iblis, Su Meimei.


Su Meimei berkata dengan serius, "Patriak, pertama-tama kita mengirim utusan untuk panggilan ke Penguasa Sekte Penyihir Langit, Chen Xiaotian, minta dia menyerahkan Tuan Muda, sementara Anda mengirim orang keluar untuk menyelidiki identitas pemuda berambut hitam itu."


Hu Han mengangguk, pendapat Su Meimei sama dengannya. Menyerang Sekte Penyihir Langit secara langsung tanpa mengetahui latar belakang identitas pemuda berambut hitam itu bukanlah langkah yang bijak. Pertama, mereka harus terlebih dahulu memyelidiki latar belakang pemuda berambut hitam itu, kemudian baru melakukan tindakan.


Tidak membuang waktu lama, Hu Han menginstruksikan salah satu dari Tetua Sekte Sembilan Iblis untuk pergi ke Sekte Penyihir Langit dan memberi tahu Chen Xiaotian untuk menyerahkan putranya, Hu Sheng, sementara di sisi lain, dia mengirim beberapa orang untuk menyelidiki Zhang En.


Namun, setelah menunggu selama beberapa jam kemudian, Tetua yang dikirim Hu Han kembali, darah menodai jubahnya dan mendapat luka di dadanya. Apalagi dia kembali hanya sendirian. Melihat hasil ini, semua Tetua Sembilan Iblis mengepalkan tangan mereka dalam kemarahan. Wajah cemberut Hu Han semakin gelap.

__ADS_1


"Patriak, Chen Xiaotian berkata jika Anda ingin membawa Tuan Muda kembali, pergi ke Sekte Penyihir Langit sendiri untuk berlutut dan memohon di depannya." Saat Tetua itu kembali dan kata-kata mengalir keluar tanpa diminta.


"Apa?!" Semua Tetua Sekte Sembilan Iblis yang hadir dipenuhi dengan kemarahan.


"Chen Xiaotian ini terlalu lancang!"   


"Patriak, kami akan bergegas ke Sekte Penyihir Langit sekarang juga dan menyelamatkan Tuan Muda!"


“Itu benar, selamatkan Tuan Muda dan hancurkan Sekte Penyihir Langit. Tangkap Chen Xiaotian itu dan buat dia berlutut di depan Patriak."


“Dia pikir jika pemuda berambut hitam itu membantunya, Sekte Sembilan Iblis kita tidak melakukan apapun padanya!”


"Hancurkan Sekte Penyihir Langit !"


"Hancurkan Sekte Penyihir Langit!"


Semua Tetua Sekte Sembilan Iblis berteriak dengan lantang.


Sebagai Penguasa dari Sekte Sembilan Iblis, dan juga sebagai Penjaga Kota Kematian, dengan semua kekuatan yang dia miliki di Kota Kematian, dia tidak pernah merasakan kemarahan seperti saat ini. Di masa lalu, dia hanya perlu menginjak kakinya dan itu akan cukup untuk menakuti Chen Xiaotian sampai dia mengencingi celananya sendiri.


Sesaat berlalu saat Hu Han memaksa dirinya untuk menekan niat membunuh yang mendidih di dalam hatinya. Mengangkat kedua tangannya, dia meminta semua orang untuk tenang. Ketika aula besar menjadi sunyi, dia mengamati wajah di depannya, berkata dengan suara serius, "Sekte Penyihir Langit harus dimusnahkan, Chen Xiaotian dan pemuda itu harus mati. Tapi tidak sekarang!"


Semakin Chen Xiaotian bertindak seperti ini, Hu Han semakin berhati-hati dan waspada.


"Beri tahu semua orang untuk mempercepat penyelidikan mereka terhadap pemuda itu," Hu Han melihat ke arah Su Meimei, "Selain itu, selain pemuda berambut hitam itu, cari tahu apakah Sekte Penyihir Langit memiliki ahli lain, ahli yang mungkin ada di belakang mereka."


"Baik Patriak!" Su Meimei berdiri dan membungkuk dengan hormat.


Pada saat ini, Penatua yang pergi melakukan penyelidikan telah kembali berlumuran darah dan membuka mulutnya setelah sedikit ragu-ragu, “Patriak, Chen Xiaotian juga menyuruhku untuk menyampaikan pesan, katanya, besok dia akan memotong salah satu lengan Tuan Muda, lusa satu tangan dan satu kaki, dan pada hari ketiga, dia akan melumpuhkan sisa bagian tubuh lain Tuan Muda!"

__ADS_1


"Apa katamu?!" Kemarahan Hu Han meledak dan berusaha untuk menekan amarahnya yang akan meletus seperti gunung berapi. Keempat dinding aula besar, pilar, dan lantai ditutupi dengan lapisan es putih dingin. Di belakang Hu Han, seekor ular es berkedip-kedip samar. Tidak hanya Hu Han, semua Tetua Sekte Sembilan Iblis sangat marah.


"Patriak, Chen Xiaotian ini terlalu sombong! Tolong beri kami perintah, kami akan mengumpulkan dan menghancurkan Sekte Penyihir Langit sekarang juga!" Para Tetua Sekte Sembilan Iblis tidak bisa lagi menekan amarah dan melompat dari kursi mereka masing-masing, menyatakan sekali lagi keinginan mereka.


"Ya, Patriak beri kami perintah!" Tetua lainnya mengeluarkan suaranya.


Hu Han menarik napas dalam-dalam, cahaya gelap menakutkan melintas di matanya, "Sampaikan Perintahku, mulai sekarang dan seterusnya, bunuh setiap murid Sekte Penyihir Langit yang kalian jumpai!"


"Baik Patriak!" Semua Tetua Sembilan Iblis menjawab serempak.


•••


Pada saat yang sama, di aula besar Sekte Penyihir Langit.


Zhang En duduk di kursi kepemimpinan Sekte, sedangkan Chen Xiaotian, Geng Ken, Jiang Tianhua, serta kelompok ahli Sekte Penyihir Langit dan Sekte Penjilat Darah berdiri dengan hormat di aula besar. Juga, di dalam aula besar ada Hu Sheng yang tercengang menatap dengan mata terbelalak kepada para ahli Sekte Penyihir Langit dan Sekte Penjilat Darah yang berbaris berdampingan di kedua sisi aula.


Dia menatap Zhang En dengan ngeri. "Siapakah sebenarnya pemuda berambut hitam ini? Apa yang ingin dia lakukan?!" Hu Sheng larut dalam pikirannya dan berpikir lebih jauh.


Chen Xiaotian laku menghadap Zhang En dan melapor "Tuan Muda, barusan, Sekte Sembilan Iblis, Penguasa Hu Han mengeluarkan perintah, semua murid Sekte Penyihir Langit, saat mereka melihat orang-orang dari Sekte Penyihir Langit, mereka harus dibunuh di tempat!"


"Ohhh..." Reaksi Zhang En terlihat tenang saat matanya melirik ke arah Hu Sheng. Pandangan sederhana ini membuat Hu Sheng menggigil, wajahnya menjadi putih seperti seprai.


Chen Xiaotian mundur ke tempatnya setelah melaporkan masalah tersebut dan aula besar itu kembali hening. Mereka semua sedang menunggu perintah Zhang En.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote!


__ADS_2