Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 38. Memperkenalkan Diri


__ADS_3

Sesampainya Di gerbang pintu masuk Sekte, Ketua Xin Long dan Zhang En di sambut oleh Tetua Agung serta beberapa Tetua. Mereka semua langsung memberi hormat kepada Ketua Xin Long.


"Maaf karena sudah membuat kalian menunggu" ucap Ketua Xin Long.


"Tidak Ketua, Seharusnya kami yang minta maaf karena tidak bisa datang membantumu di saat diperlukan" ucap salah satu Tetua.


"Sudahlah, itu sudah di selesaikan. Sekarang biarkan aku masuk untuk bersama muridku"


Tetua yang mendengar ucapan ketua sekte mereka tidak menanyakan hal itu karena sebelumnya mereka telah di beritahukan langsung mengenai pemuda yang telah dipilih sendiri oleh Ketua Xin Long sebagai penerusnya.


Ketua Xin Long lalu mengajak Zhang En masuk kedalam sektenya menuju tempat ke diamannya. Banyak murid yang terlihat di sana dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sekte Naga Merah sangat luas, banyak bangunan megah berjejer terlihat disana. Di sana juga terlihat ratusan murid terlihat mondar mandir melakukan akrifitas masing-masing.


Saat mereka melihat Zhang En. Sebagian besar dari mereka bertanya-tanya dan sangat penasaran dengan pemuda yang sedang bersama Ketua Sekte, apa lagi wanita remaja yang menatap Zhang En dari kejauhan merasa ada ketertarikan terlihat dari mata mereka.


Saat mereka berpas-pasan melewati murid yang ada di sana, para murid itu berhenti sejenak dari aktifitas mereka lalu menyapa serta memberi hormat kepada Ketua Xin Long. Mereka juga melirik ke arah Zhang En yang membawa pedang panjang di punggungnya serta rambut panjang menutupi bahunya terikat ke belakang. 


Wajah tampan pemuda itu membuat murid wanita merasakan getaran-getaran cinta di hati mwreka masing-masing. Saat Zhang En melihat ke arah mereka, murid wanita itu lalu berusaha menampilkan senyum semanis mungkin untuk menarik perhatian pemuda yang sedang berjalan melewati mereka semua.


Zhang En terus berjalan melewati halaman sekte dan terus mengikuti Ketua Xin Long dari belakang. Zhang En terkagum-kagum melihat bangunan megah serta banyaknya murid di dalam sekte.


Setiap jalan yang mereka lewati di penuhi banyak rumput kecil tersebar di sudut-sudut halaman sekte, dan tanah di samping jalan setapak ditanami berbagai bunga.


Beda halnya dengan murid pria yang melihat kedatangan Zhang En, mereka merasakan memancarkan permusuhan saat melihat murid wanita di sekte mereka sangat tertarik dengan pemuda itu dan ketidak sukaan muncul di hati mereka masing-masing melihat penampilan Zhang En yang terlihat gagah dan tampan menyaingi ekspektasi mereka.


Sesampainya di kediaman Ketua Xin Long, Zhang En telah merasakan atmosfer lingkungan disekitarnya sangat asri dan nyaman. Bahkan kediaman Ketua Xin long ini memiliki lingkungan yang nyaman di mana orang tidak perlu khawatir tentang dunia luar dan dapat berkultivasi dengan damai.


Ketua Xin Long lalu membawa Zhang En di sebuah rumah kecil tepat di sebelah tempat tinggalnya.


"Kau akan tinggal dan berlatih di sini. Mulai hari ini kau adalah murid ku, kalau ada hal yang kau butuhkan kau bisa menemui aku" ucap ketua Xin Long sambil menunjuk rumah yang sesikit besar di sebelahnya.


"Sementara itu, aku akan pergi sebentar menemui para tetua sekte untuk menangani beberapa hal. Besok, aku akan datang menemuimu lagi."


"Terimakasih Guru" balas Zhang En sambil berlutut di hadapan Ketua Xin Long.


Setelah Ketua Xin Long pergi dari situ, Zhang En kemudian masuk kedalam menuju kamar yang ada di rumah kecil itu.

__ADS_1


Setelah membuka pintu kamar dan melihat isinya, Kamar itu sedikit berdebu. Zhang En melihat tempat tidur yang diukir dari kayu mahoni serta 1 meja dan kursi yang ada disebelah ranjang serta diatas meja ada 1 buah lampion terletak di atasnya.


Zhang En lalu membersihkan seluruh ruangan serta merapikan beberapa perabotan yang bisa di pakai untuk sehari-hari.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Zhang En kemudian membersihkan diri dan juga mengganti pakai yang ia gunakan. Setelah itu ia pun akhirnya beristrahat membaringkan badan untuk menghilangkan rasa capeknya.


•••


Keeseokan harinya, Zhang En merasakan badanya sudah pulih kembali lalu memulai berkultivasi di dalam kamar. Ini adalah hari pertama nya tinggal dan menjadi murid Sekte besar kekaisaran.


Setelah satu jam berkultivasi, Zhang En keluar menuju depan halaman tempat tinggalnya dan mengeluarkan pedangnya untuk melatih jurus pedang miliknya.


Zhang En melakukan latihan dan ia juga tidak lupa mengulangi serta mempraktekan jurus pedang miliknya. Zhang En bergerak kesana kemari menggerakan pedang yang ada di tangannya, badannya mengeluarkan sedikit keringat membasahi sekujur badannya dan Zhang En merasa jurus pedangnya saat ini ada sedikit kemajuan.


Ketua Xin Long yang sedari tadi sudah bangun dan sedang berada di sebelah tempat tinggal pemuda itu hanya memperhatikan Zhang En dari balik jendela ruangannya sambil tersenyum melihat pemuda itu.


Dia juga merasa kagum kepada Zhang En karena melihat tekadnya yang penuh ambisi serta semangat untuk berlatih sendiri.


Tidak lama setelah itu, Zhang En masuk ke dalam rumah kecil tempat tinggalnya untuk membersihkan diri lalu bersiap-siap untuk keluar dari kediaman Ketua Sekte mencari udara pagi.


Ketika Zhang En keluar dari dalam, ia melihat Ketua Xin Long sudah berada di depan halaman sedang menunggu kedatangannya.


"Selamat pagi juga muridku" balas Ketua sekte sambil tersenyum.


"Guru. Apa yang membuat guru pagi-pagi begini datang menemuiku?"


"Hahaha. Aku hanya ingin mengajakmu untuk segera menemui tetua sekte".


Zhang En mengangguk mengerti kedatangan gurunya. Kemudian merekapun langsung meninggalkan tempat itu menuju Aula pertemuan Sekte.


Sesampainya disana, ada sekitar 30 Tetua Sekte dan ratusan murid sekte yang sudah hadir di tempat itu lalu serempak memberikan hormat kepada Ketua Sekte.


"Hormat kepada Ketua Sekte" ucap mereka bersamaan.


Setelah itu, mereka duduk dikursi mereka masing-masing dan Tetua Xin Long duduk di kursi paling depan menghadap mereka semua.

__ADS_1


"Terimakasih kepada kalian semua karena sudah hadir di sini. Saat ini aku akan langsung memperkenalkan seseorang kepada kalian semua" ucap Ketua Xin Long dengan nada yang berwibawa di aliri tenaga dalam supaya bisa di dengar oleh semua murid yang ada di dalam ruangan itu.


Sontak semua murid di dalam ruangan itu menjadi hening seketika mendengar suara Ketua Sekte.


Ketua Xin Long lalu menyuruh Zhang En untuk maju kedepan dan memperkenalkan dirinya.


Zhang En lalu berjalan melewati kerumunan murid yang sedang menatap nya kemudian ia memperkenalkan diri kepada mereka semua.


"Perkenalkan, Namaku adalah Zhang Xian En. kalian bisa memanggilku Zhang En".


Seluruh ruangan itu menjadi riuh setelah mengetahui pemuda yang mereka lihat bersama Ketua Sekte adalah seorang juara pada turnament Kekaisaran. Setelah ia berhasil memenangkan turnament itu, nama Zhang En sudah di kenal luas dan menjadi bahan cerita semua orang di seluruh kota Kekaisaran dan juga murid dari Sang Legenda Pendekar Pedang Kilat Pencabut Nyawa.


"Harap kepada kalian semua untuk tenang" ucap Tetua Agung memulihkan suasana yang yang mulai ribut dengan berbagai suara yang keluar dari setiap murid sekte.


"Dia adalah pemenang turnament kekaisaran tahun ini dan mengangkatnya murid pribadiku. Dan satu hal lagi, dia sudah aku pilih menjadi penerusku"


Sontak semua murid yang mendengar perkataan di akhir kalimat Ketua Sekte kaget dan tidak menyangka hal itu. Sebagian besar merasa iri karena merasa Zhang En itu mendapatkan keberuntungan menjadi penerus langsung Ketua Sekte dan otomatis menjadi Tuan Muda Sekte mereka.


Para Tetua yang sebelumnya sudah mengetahui hal itu tidak terkejut lagi dan ada juga beberapa di antara mereka merasa tidak suka kepada Zhang En.


"Mulai hari ini, Zhang En aku umumkan sebagai penerusku. Apa ada yang keberatan? ucap Ketua Xin Long menatap ke arah mereka semua.


Semua orang yang hadir di ruangan itu tidak ada satupun yang berani membantah perkataan Ketua Sekte. Mereka semua hanya diam dan setuju saja dengan keputusan Ketua Sekte.


"Kalau begitu pertemuan hari ini selesai"


Semua murid sekte dan juga Tetua Sekte lalu meninggalkan tempat itu untuk melakukan aktifitas mereka masing-masing.


"Guru, kenapa harus aku yang menjadi penerusmu? bukannya masih banyak murid yang lebih pantas dari aku?" tanya Zhang En sedikit tidak menginginkan hal itu.


"Hahaa. Kau jangan khawatir, teruslah berlatih dan buktikan bahawa kau pantas" balas Ketua Xin Long.


Zhang En hanya menarik nafas panjang,ia tau bahwa setelah ini pasti banyak sebagianmurid yang tidak akan senang dengan hal itu dan akan mencari masalah dengannya.


"Yasudahlah. Terserah saja.. Kalau mereka mencari masalah dan bertarung denganku, aku akan bertarung melawan mereka. Yang penting saat ini aku harus bisa menaikan tingkat kultivasi dan berlatih untuk membalas dendam keluargaku" ucap Zhang En dalam hati.

__ADS_1


◇◇◇**Jangan lupa like dan juga vote kalau berkenan. Bagi yang sudah memberikan like dan juga votenya, Author sangat berterima kasih karena dengan begitu kalian sudah memberikan support kepada saya◇◇◇


Terimakasih**.


__ADS_2