Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 175. Munculnya Dua Harta Karun Surgawi


__ADS_3

Melihat ekspresi acuh tak acuh Zhang En yang tidak menempatkannya di matanya, kemarahan bangkit dari hatinya, "Zhang En, Aku menolak untuk percaya bahwa Pendekar Dewa kecil sepertimu adalah lawanku, ahli ranah Pertapa Dewa!"


Meskipun Zhang En telah membunuh Guo Fei di depan mereka, dia tidak menampilkan kekuatan Pertapa Dewa di depan umum, oleh karena itu mereka berlima dan kerumunan masih berasumsi bahwa Zhang En hanyalah seorang Pendekar Dewa Bintang empat puncak. 


Terlepas dari itu, tidak ada yang akan percaya bahwa Zhang En sudah menerobos ke Ranah Pertapa Dewa.


"Benarkah?" Zhang En mengangkat bahunya.


“Mati!” Dia berteriak sambil mengarahkan pukulan pembunuh ke arah Zhang En. Dia menutup jarak di antara mereka dalam sekejap.


Pada saat yang tepat, Zhang En melakukan tindakan, tetapi dia tidak menghindar. Momentum aura yang dia keluarkan pecah seperti kuda liar, menyapu ke segala penjuru arah mata angin. Pecahnya momentum menakutkan yang tiba-tiba menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar, Bahkan para Tetua Gagak Hitam tampak terkejut.


“Pertapa, Pertapa Dewa!” Dia melongo melihat ke arah Zhang En, bibirnya terbuka dan tertutup tetapi tidak ada lagi kata-kata yang keluar.


"Pertapa Dewa!" Para ahli di sekitarnya berseru seolah petir jatuh di tengah-tengah mereka. Shok, ketidakpercayaan, dan keterkejutan menguasai semua kerumunan itu.


Kaisar Zhu, yang sedang melawan Guo Shan, juga melihat ke atas, keterkejutan di wajahnya sama seperti yang lainnya. 


"Zhang En benar-benar masuk ke jajaran pendekar Pertapa Dewa!"


Dia bersama Zhang Rn sepanjang perjalanan dari Kota Kekaisaran Ming , tetapi dia tidak mengetahui kekuatan Zhang En saat itu.


Pengungkapan ini jelas mengejutkan Leluhur Keluarga Guo, Guo Shan. "Ini ... apakah dia masih manusia ?!"


Bahkan Li Molin tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di matanya, tapi dia pulih dengan cepat, memperkuat tekadnya untuk memusnahkan Zhang En saat ini juga.


Di depan mata semua orang yang menatapnya dengan keterkejutan, dan ketidakpercayaan, Zhang En mulai melakukan serangan. Tinjunya terbang ke arah lawannya Tersentak oleh rasa bahaya yang tiba-tiba, sang Tetua secara refleks, mengangkat lengannya untuk memblokir.


Bang! 


Tabrakan tinju Zhang En dengan Tetua Sekte Gagak Hitam yang menjadi lawannya merasakan lengannya terasa nyeri selama sepersekian detik dan dia dipaksa mundur beberapa langkah kebelakang. Ketika dia berhasil menenangkan dirinya, terlihat ekspresi jelek di wajahnya.


"Kau!" Saat dia ingin berbicara, sosok di depannya bergerak. Zhang En diikuti kembali mengeksekusi serangan lain, bayangan kepalan telapak tangan berwarna kuning emas mekar di udara, tidak berwujud tetapi sangat kuat, energinya mendalam dan terasa misterius.


“Ini adalah… Teknik Tinju Ilahi ?!” Meskipun terkejut, Tetua itu membalas dengan menggunakan tinjunya juga.

__ADS_1


“Tinju Ilahi adalah Tinju dari Dunia alam Dewa? Zhang En benar-benar memiliki keterampilan pertempuran ini!"


Keributan lain melanda kerumunan. Dengan berita kehancuran Klan Naga Kuno di Hutan Asal, para ahli dari berbagai bagian dari tiga benua telah bergegas datang ke Hutan Asal, termasuk beberapa ahli ranah Pertapa Dewa ada di antara mereka, jadi tidak aneh bagi beberapa orang dari mereka setelah mendengar tentang Teknik Tinju Ilahi milik Zhang En.


Setelah mengeluarkan Tinju Ilahi, tinju Zhang En terulur meluncurkan serangan lain. Jejak telapak tangan bersiul melalui ruang dan cincin emas terbentang berlapis-lapis, memancarkan kekuatan misterius. Para ahli yang menonton dari kejauhan merasakan perubahan di udara, seolah-olah ruang di sekitarnya menjadi beku.


“Teknik apa ini ?!” Seorang ahli Pertapa Dewa dari Benua Mata Angin berseru.


“Ini… terlihat seperti Tapak Buddha Pengikat Dewa ?” Orang lain berbicara namun tidak berani memastikan.


“Tapak Buddha Pengikat Dewa?” Beberapa dari mereka merasa bingung, jelas banyak yang belum pernah mendengar tentang Tapak Pengikat Dewa ini.


“Tapak Buddha Pengikat Dewa adalah keterampilan warisan dari Cincin Pengikat Dewa, salah satu dari Harta Karun Surgawi!” Orang sebelumnya menjelaskan. Saat menyebutkan Tapak Buddha Pengikat Dewa dia tidak bisa menahan deru kegembiraan dalam suaranya.


“Cincin Pengikat Dewa? Cincin Pengikat Dewa yang ada di Daftar Harta Karun Surgawi, peringkat keenam ?!” Seseorang tiba-tiba berseru.


“Itu benar, itu adalah Harta Karun Surgawi peringkat enam, Cincin Pengikat Dewa!” Suara itu terdengar jelas.


Setiap Harta Karun Surgawi memiliki kekuatan luar biasa, terutama sepuluh Harta Karun Surgawi teratas yang berisi kekuatan misterius yang bisa menghancurkan bumi. 


Dari ekspresi Li Molin, terlihat jelas bahwa dia juga tercengang.


Pada saat ini, Zhang En menunjuk jarinya dan kabut abu-abu muncul entah dari manandi atas udara, jeritan melengking dari makhluk tak dikenal terdengar saat jejak jari menerobos ruang angkasa.


“Jari Jiwa Mutlak !!” Orang lain berseru ketakutan.


“Jari Jiwa Mutlak? Peringkat keempat di Daftar Harta Karun Surgawi, keterampilan warisan Mutiara Jiwa Mutlak ?!”


“Bemar, Mutiara Jiwa Mutlak!”


Kejutan besar lainnya muncul di antara kerumunan. Kebanyakan orang menatap Zhang En dengan kaget, Harta Karun Surgawi yang legendaris benar-benar muncul kembali. Harta Karun Surgawi berada di peringkat sepuluh besar, dan bukan hanya satu, tetapi dua. Apalagi keduanya muncul di tubuh Zhang En


Tetua Sekte Gagak hitam dikejutkan oleh Jari Jiwa Mutlak Zhang En, memiliki lubang di dadanya. Dikatakan bahwa Jari Jiwa Mutlak bahkan bisa menembus neraka itu sendiri.


Mendengarkan seruan yang dilebih-lebihkan di sekitarnya, Tetua yang menjadi lawan Zhang En bingung, untuk sementara waktu dia melupakan rasa sakit yang dalam di dadanya.

__ADS_1


Hantu raksasa Feng Yang mengambil kesempatan untuk mendekati Tetua itu. Aura hantu pecah bergemuruh dari tubuhnya dan tombak darah bercabang tiga tiba-tiba muncul, bersinar merah di tangannya, terbang ke arah tetua Sekte Gagak Hitam yang menjadi lawannya dengan kecepatan angin yang dapay menghancurkan. Menangkap suara angin yang pecah bersiul di sekitarnya, Tetua Sekte Gagak Hitam terbangun dari keterkejutannya.


"Mundur!" Suara Li Molin terdengar tinggi. Pada saat yang sama, sinar hijau yang tak terhitung jumlahnya terlihat mengarah kepada Zhang En. Kaisar Zhu, dan yang lainnya, memaksa diri mereka untuk menghindar.


Siluet Li Molin menghilang dalam sekejap mata, diikuti oleh Guo Shan dan ketiga Tetua Sekte Gagak Hitam yang tersisa.


Zhang En tidak menyangka Li Molin dan kelompok Tetua Gagak Hitam berhasil melarikan diri.


"Tidak perlu dikejar Ketua Sekte!" Ketika Ketua Xin Long ingin mengejar mereka, Zhang En menghentikannya. Melihat sekeliling kerumunan orang yang membuat dirinya terganggu, dia berkata, "Mari kita tinggalkan tempat ini dulu."


Ketua Xin Long dan yang lainnya mengangguk.


Tanpa megatakan sepatah kata pun, kelompok Zhang En terbang, menghilang dari pandangan kerumunan dalam waktu kurang dari satu detik. Tentu saja, Zhang En tidak lupa mengambil cincin spasial Guo Fei sebelum pergi.


Penguasa Kota, Wang Cong, Setengah nyawanya terbang keluar dari tubuhnya saat melihat Li Molin dan Tetua Sekte Gagak Hitam melarikan diri. Jika mereka pergi, bagaimana dengan dia. Bahkan Guo Fei bukan lawan Zhang En. Jika Zhang En ingin membunuhnya, menghembuskan nafas saja sudah cukup untuk merasakan ketakutan.


Untungnya, sepertinya Zhang En telah melupakannya dan pergi.


Wang Cong menghela nafas lega menyaksikan kelompok Zhang En terbang dan menghilang meninggalkan tempat itu, lututnya tertekuk seolah dia seperti orang yang terus menerus berlari seratus ribu kilo, dan merasa terengah-engah. Baru pada saat inilah dia menyadari bahwa bagian belakang jubahnya basah oleh keringat dingin, sedangkan untuk bercak basah di bagaian bawah celannya, sumbernya masih belum bisa ditentukan. Apakah itu kencing atau keringat basahnya yang mengucur.


Kerumunan di sekitarnya menyaksikan kelompok Zhang En telah pergi, Mereka semua merasa tercengang dan juga takjub.


Setiap Pendekar Ranah Pendekar Dewa Puncak pada umumnya perlu mengumpulkan lebih dari seratus tahu tahun kultivasi, bahkan lebih dari seratus tahun untuk maju ke ranah Pertapa Dewa. Sedangkan Zhang En tidak membutuhkan waktu seratus tahun berkultivasi.


Sepuluh Harta Karun Surgawi yang legendaris muncul kembali — Cincin Pengikat Dewa dan Mutiara Jiwa Mutlak! Poin utamanya adalah Zhang En memiliki kedua Harta Karun Surgawi.


Kekaguman, keheranan, dan kegembiraan berlangsung lama mereka rasakan dihati masing-masing. Sebelum matahari terbenam, berita itu menyebar ke setiap sudut Kota Matahari Terbit dan menyebar keluar tembok kota dengan kecepatan yang sulit di artikan. Hanya dalam waktu beberapa hari, setiap orang di Kekaisaran Matahari tahu bahwa Zhang En telah masuk ke ranah Pertapa Dewa, serta fakta bahwa ia memiliki dua Harta Karun Surgawi, Cincin Pengikat Dewa dan Mutiara Jiwa Mutlak.


Zhang Eb adalah topik diskusi terpanas bagi para pejuang dan rakyat jelata. Hampir tidak ada kata yang bisa mereka katakan tanpa dua kata tentang pemuda berambut hitam— Zhang En.


Nama Zhang En terdengar lebih hebat di telinga setiap orang daripada nama Kaisar mana pun di Benua Angin Salju.


-


-

__ADS_1


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2