
"Pak tua, apakah kau sampai menjadi begitu dramatis sekali saat baru bertemu kembali?"
Menyaksikan reaksi berlebihan Master Kun, Zhang En tidak bisa menahan tawanya.
Wusshhhh!!!!
Master Kun melesat dengan cepat dan mencapai sisi Zhang En, matanya tampak bersinar memindai dia dari atas ke bawah. Dia memasang tatapan yang mengerikan yang membuat Zhang En merasa seperti ada jarum kecil yang menusuk seluruh tubuhnya.
Kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Master Kun adalah, "Bocah, bisakah kita bertukar gerakan?"
Mendengar ini, Zhang En bingung, lalu tersenyum, "Aku pikir, sebaiknya kita tidak melakukannya."
Zhang En sekarang dapat melihat bahwa kultivasi Master Kun berada di tahap puncak Dewa Emas Bintang 4.
Master Kun juga Gurunya, tidak baik jika dia secara tidak sengaja menyakiti pria tua nakal ini sekarang. Zhang En hanya bisa menolak.
Mendengar penolakan Zhang En, Master Kun mengiraZhang En takut padanya. Wajah tuanya berseri-seri ketika dia berusaha tampil ramah dan baik hati, “Apa yang kau takutkan? Jangan khawatir, aku tidak akan menyakitimu. Begini saja, bagaimana jika aku hanya akan menggunakan sepuluh persen dari kekuatanku, bagaimana menurutmu?"
Ekspresi Zhang En berubah sedikit aneh melihat tingkah pria tua kurus di sampingnya, saat dia menahan tawa, "Pak tua, apakah kau yakin?"
Master Kun membusungkan dadanya dengan keyakinan penuh, “Menurutmu siapa Gurumu ini? Aku adalah Master Kun yang tampan! Dengan reputasiku, menurutmu apakah aku akan menipu muridku?”
Kemudian, wajah tuanya dipenuhi kegembiraan, “Sudah lama sekali aku mengendurkan otot kurus dan kekarku ini, aku akan mati lemas jika tidak menggerakkannya begitu lama. Kali ini, aku akan menikmati diriku sendiri. Bocah, jangan menahan diri, kau harus menggunakan kekuatan penuhmu! Jika tidak, aku akan memukulmu dengan keras dan meminta ampun.!”
Mendengar Master Kun berkata dirinya yang tampan dan juga untuk menggunakan kekuatan penuh, Zhang En hampir tidak bisa menghentikan mulutnya bergetar karena hampir tertawa.
Lalu menjawab, "Pak tua, apakah kau benar-benar ingin aku menggunakan kekuatan penuhku?"
Master Kun yang sudah tidak sabar membentak, “Sialan! Banyak sekali bicaramu! Jika aku tidak menikmati pertarunganku dengan mengalahkanmu, aku akan datang mencarimu sekali sehari untuk terus bertarung!"
Karena tidak bisa menolak, Zhang En akhirnya setuju dengan enggan, "Baiklah kalau begitu."
"Ikuti aku." Ucap Master Kun sambil menuju halaman depan tempat tunggal Zhang En.
Dia lalu dengan cepat mengatur penghalang pembatas di sekitar untuk memastikan bahwa fluktuasi energi dari pertarungan mereka tidak akan menyebar.
Ketika semua selesai, Master Kun berdiri di sana dengan tangan di belakang, berkata kepada Zhang En, "Bocah, kau serang duluan."
Melihat Master Kun di depannya lagi dan lagi membusungkan dadanya, kening Zhang En berkerut dan dengan terpaksa menyerang duluan.
Zhang En mengangkat tinjunya, pukulannya terarah dimana Master Kun berdiri.
__ADS_1
Pukulannya seakan tidak bertenaga, tidak berangin, dan telihat tenang.
Meskipun Master Kun menuntut dia menggunakan kekuatan penuhnya, Zhang En tidak menggunakan energi apapun. Oleh karena itu, pukulan ini murni kekuatan fisiknya. Namun, ketika tinjunya hendak mendarat di tubuh Master Kun, Zhang En mengurangi setengah dari kekuatan fisiknya.
Melihat serangan Zhang En yang kurang bersemangat, Master Kun berteriak membentak marah, "Bocah sialan, apakah itu pukulan?!"
Dia baru saja berbicara, dan pada detik berikutnya, dia terlempar ke udara oleh hantaman pukulan Zhang En.
DUAAARRRR!!!
Tubuh Master Kun terbanting menghantam penghalang energi.
BZZZZ!!!!!
Energi tak terlihat berdesir di udara.
Master Kun berbaring di sana sebentar, tidak menggerakkan satu jari pun.
Zhang En memperhatikan Master Kun yang hanya berbaring di sana, tidak bergerak sama sekali. Dia berbicara lebih dulu, “Pak tua, apakah kau sudah mati? Jika tidak, mari kita lanjutkan.”
Jari kelingking Master Kun bergerak, lalu di susul oleh tubuhnya, dan terakhir bagian kakinya. Dan butuh beberapa waktu untuk berdiri.
Melihat Zhang En kali ini, tidak ada lagi cahaya yang bersemangat di matanya, tidak ada lagi tatapan yang menyerupai predator yang menemukan mangsanya. Sebaliknya, Master Kun tampak seperti sedang menatap monster yang paling menakutkan di bawah langit, matanya membelalak tidak percaya.
Master Kun dengan tegas menggelengkan kepalanya.
"Aku akan membatasi kekuatanku menjadi 10 persen. Bagaimana??" Zhang En berkata lagi.
Master Kun ragu-ragu sejenak, lalu menjawab, "Benarkah?"
"Benar. Kau bisa mempercayai ucapanku!" Zhang En dengan sungguh-sungguh mengangguk.
SWOOSSSHHH!!!
Tanpa peringatan, aura yang kuat keluar dari tubuh Master Kun. Serangan telapak tangan yang cepat meraung ke arah Zhang En: “Bocah sialan! Apa menurutmu 10 persen dari kekuatanmu bisa menang melawanku? Hadapi serangan telapak tanganku.!”
Jejak telapak tangan raksasa menembus ruang sekitarnya. Pada saat yang sama, semburan cahaya perak keluar dari tubuh lelaki tua itu, berkumpul, mengembang, dan akhirnya membentuk telapak tangan raksasa yang nyata di belakangnya.
HOONNGGG!!!
kekuatan telapak tangan Master Kun tiba-tiba meningkat lagi.
__ADS_1
Tidak tinggal diam, Zhang En jug mengangkat telapak tangan kanannya dan menyerang ke depan, menyebabkan kedua telapak tangan mereka bertabrakan di udara.
BOOOMMM!!!
Serangan telapak tangan Master Kun hancur seperti debu, dan terlempar keras ke penghalang yang dibuatnya sendiri. Tubuh kurunha lalu meluncur turun ke tanah, mengangkat tirai debu karena terbanting.
Tidak lama kemudian, Master Kun berhasil bangkit kembali.
"Pak tua, ayo kita lanjutkan sesi selanjutnya." Ucap Zhang En tersenyum sambil menambahkan, "Kali ini, aku tidak akan bergerak."
Tapi Master Kun tiba-tiba menghilangkan penghalang yang dia buat dan menghilang dengan cepat. Kali ini, tidak peduli apa yang dikatakan Zhang En, dia tidak akan melanjutkan lagi.
Lue Hue baru saja berjalan masuk ke halaman itu untuk memanggil Zhang En ketika dia melihat Master Kun berlari keluar dari dalam dengan tergesa-gesa.
Karena merasa bingung, dia bertanya kepada Zhang En, "Kakak Zhang, apa yang terjadi dengan Master Kun?"
"Tidak ada apa-apa. Hehehee! " Zhang En menggelengkan kepalanya, meraih tangan Lue Hue saat keduanya duduk untuk berbincang-bincang.
...
Tiga hari berlalu.
Sekarang, berita tentang Zhang En yang juara pada kompetisi Pertempuran Dewa tersebar.
Mendengar ini, semua wajah anggota Klan Zhang yang sedang sibuk, tiba-tiba berhenti. Lalu sorakan bahagia terdengar di seluruh Istana Klan Zhang.
Sebagian dari mereka ada yang percaya dan masih setengah percaya.
Pada hari ini, Zhang En juga keluar dari pengasingannya.
Saat berjalan melewati koridor kediaman Klan Zhang miliknya, dia bisa melihat dinding dan halaman yang dihias berwarna merah cerah dan meriah.
Zhang En terus berjalan dan melewati tempat tinggal Master Kun dan tanpa sengaja melihat pria tua kurus itu juga berjalan keluar.
Melihat Zhang En, Master Kun benar-benar melompat ketakutan.
Zhang En lalu tersenyum, berkata mengundang, "Hehee. Pak tua, kita belum bertukar gerakan dalam tiga hari ini, bagaimana kalau kita melanjutkannya hari ini?"
“Bocah sialan, kau masih punya nyali untuk membicarakan itu. Malam itu, kau hampir membongkar semua tulang di tubuh orang tua ini.” Master Kun melebarkan matanya dengan tatapan sengit dan menatap tajam ke arah Zhang En, "Jika aku tahu kau adalah monster aneh yang pernah aku temui, apakah aku akan pergi untuk meminta bertukar gerakan denganmu malam itu? Dasar sialan...!"
"Oh iya, aku juga baru mendengar berita kalau kau juara dalam peringkat Pertempuran Dewa." Ucap Master Kun En sambil memperhatikan Zhang En dengan ekspresi aneh, namun puas, "Ini baru namanya Muridku, Murid Master Kun yang tampan."
__ADS_1
Zhang En memasang wajah kesal dengan jelas.
Master Kun tiba-tiba mengubah topik pembicaraan, "Bocah.. Aku telah mengatakan di masa lalu bahwa aku akan memberi tahumu rahasia Sekte Butian kita setelah kultivasimu mencapai Ranah Dewa Emas, dan sekarang waktunya telah tiba." Ucap Master Kun dengan wajah serius.