
Mendengar keributan di luar aula Kuil Buddha, Wang Dong tidak bisa menahan diri untuk tidak terpengaruh oleh kegembiraan, lehernya menjulur seperti jerapah mencoba melihat situasi di luar.
Melihat reaksinya, Zhang En tidak bisa berkata-kata yang berdiri di sampingnya.
"Dia di sini, dia di sini!" Tiba-tiba, suara tajam Wang Dong terdengar.
Zhang En melihat ke atas, melihat arah mata yang dikunci oleh lautan pria yang terlihat sangat energik dan bersemangat. Tidak lama setelah itu, seorang wanita muda berbaju putih sedang berjalan mendekat.
Matanya menyerupai air jernih yang sangat berkilau, kulitnya putih bening seperti susu, rambut dipilin dan di simpul sederhana yang diikat dengan jepit rambut jasper sederhana dari naga dan phoenix, gaun putih yang dia pakai menyempit di pinggang, memamerkan sosok tubuh langsingnya. Kecantikan yang samgat enak dipandang dan tidak tersentuh oleh dunia orang biasa, wanita ini mirip dengan bidadari yang keluar dari lukisan.
Dia adalah Hong Xiaofei! Kecantikan nomor satu Kerajaan Bintang Selatan, juga seorang wanita cantik terhebat di Benua Angin Salju.
Zhang En tertegun sejenak melihatnya, karena fitur badan Hong Xiaofei memiliki kemiripan dengan Lie Hue.
Hong Xiaofei berjalan melintasi alun-alun menuju Aula Buddha dengan enam pelayan yang juga tidak kalah cantik berada di belakangnya.
Alun-alun Aula Buddha yang bising dan hiruk pikuk tiba-tiba menjadi tenang.
Dari jauh, Hong Xiaofei memiliki kecantikan yang sempurna, seperti dewi dalam lukisan, setelah diamati lebih dekat, kecantikannya bahkan lebih menakjubkan, cukup untuk mencuri jiwa seseorang, dan merasa malu dengan ketidaksempurnaan mereka sendiri.
Semua wanita yang melihatnya merasa kehilangan kecantikan mereka di hadapannya.
Semua orang begitu larut dalam diam sehingga Zhang En mendengar suara para murid keluarga kerajaan berlomba dengan keras menyebut namanya, bahkan Zhang En tidak bisa membayangkan bahwa seorang wanita bisa secantik ini.
Mungkin karena boneka raksasa Zhang En yang terlihat tinggi di atas orang lain, jauh lebih tinggi daripada siapa pun yang hadir dan sangat mencolok di antara lautan manusia, mereka pasti menarik mata Hong Xiaofei.
Cahaya samar terpantul di bola matanya yang jernih saat melihat apa yang dilihatnya.
Sedangkan di sisi lain, seolah-olah Wang Dong disambar petir, matanya lesu dan tidak fokus, bergumam pada dirinya sendiri, "Menakjubkan, terlalu cantik!" Dia benar-benar ngiler melihat Hong Xiaofei.
Karena lingkungan tempat mereka berdiri yang sudah tenang dan hening, suara Wang Dong terdengar keras secara tak terduga, langsung menarik perhatian semua orang padanya.
Zhang En tersenyum pahit, memperlihatkan senyum tak berdaya. Meskipun dia telah mengalami banyak hal, dia bukan seseorang yang tidak tahu malu.
Melihat air liur menetes dari mulut Wang Dong dan pandangan mesum yang tidak bisa disamarkan lagi, sedikit rasa jijik berkedip di mata Hong Xiaofei saat melihat ke arah Wang Dong. Dia telah melihat terlalu banyak murid keluarga semacam itu, dan itu juga jenis yang paling dia benci, ketidaksukaannya juga tertuju kepada Zhang En yang berdiri di samping Wang Dong.
Meskipun penjaga boneka raksasa di belakang Zhang En sangat menarik perhatian, terlihat keren, serta perkasa, dan Zhang En sendiri adalah seorang pemuda yang sangat tampan, sayangnya, mereka hanya tampak mengesankan tetapi tidak memiliki substansi di mata Hong Xiaofei.
Dia menganggap orang seperti Zhang En adalah kearakter yang paling banyak dipertanyakan dengan keterampilan yang hanya di atas rata-rata, jenis murid yang menimbulkan masalah di mana-mana adalah jenis yang paling diremehkan oleh Hong Xiaofei.
Dalam hitungan detik saat itu juga, Hong Xiaofei membuat kesannya terhadap Wang Dong dan Zhang En.
__ADS_1
Kilatan rasa jijik di mata Hong Xiaofei menghilang dengan cepat tetapi Zhang En masih menangkapnya, dia menggelengkan kepalanya, sepertinya kali ini dia di kelompokkan seperti Wang Dong karena dia juga sedang bersama dengan Wang Dong serta kehilangan nilai di buku Hong Xiaofei.
Namun, tidak masalah bagi Zhang En apakah dia meninggalkan kesan yang baik pada Hong Xiaofei atau tidak, dia tidak memiliki rencana untuk membangun hubungan dengannya sejak awal.
Tepat ketika Hong Xiaofei hendak membuka pintu Aula Buddha untuk memulai berdoa, keributan keras terdengar dari luar. Suara-suara orang yang berteriak, jeritan dan tangisan, semuanya bergema sekaligus.
"Apa yang terjadi?" Hong Xiaofei berbalik, kerutan kecil terbentuk di alis halusnya.
"Seseorang sepertinya berani menimbulkan masalah di sini, di Kuil Buddha ini?" Tenggorokan para murid keluarga yang ada di sekitarnya terasa gatal melihat ekspresi Hong Xiaofei.
Bahkan kerutan kecil di wajahnya sudah cukup untuk memikat dan menggerakkan hati orang-orang yang melihatnya.
“Ayo keluar dan lihat apa yang terjadi.” Hong Xiaofei berkata kepada pelayannya dan menjauh dari alun-alun Aula Buddha.
Melihat kepergian Hong Xiaofei, semua murid keluarga dengan cepat mengikutinya.
Zhang En melihat bahwa tatapan Wang Dong dari tadi tertuju pada punggung Hong Xiaofei, target utama matanya sepertinya adalah pantat Shi Xiaofei.
Zhang En tidak bisa memutuskan apakah dia merasa harus marah atau menertawakan Wang Dong. Memberi satu pukulan kecil di kepala Wang Dong, dia berkata, "Masih ingin melihatnya terus? Ayo ikut aku."
Baru kemudian Wang Dong bangun dari dunia fantasi liarnya.
“Baik, Yang Mulia!”
Penjaga istana berpisah, masing-masing bergerak untuk memblokir semua pintu keluar.
Luo Chen menatap ke pintu masuk Kuil Buddha, lalu menoleh ke arah Tetua Keluarga Luo nya, "Apakah kau yakin, bahwa mereka ada di dalam Kuil Buddha ini sekarang?"
Kuil Buddha dibangun untuk menghormati Biksu Tien Du, tanpa memastikan bahwa orang-orang itu ada di dalam, akan ada akibat jika dia terburu-buru mencari dan menyerang dengan sembrono.
Tetua Keluarga Luo itu mengangguk, "Membalas Patriark, mereka ada di dalam Aula Buddha!"
Pada saat ini, Hong Xiaofei muncul di pintu masuk menuju Aula Buddha, dengan sekelompok besar murid keluarga mengikuti di belakangnya.
Melihat Hong Xiaofei, Pangeran Tai Gan melangkah maju dengan menyapa, "Tuan Putri."
Luo Chen mengikuti tepat setelah Pangeran Tai Gan, menyapa Putri dengan hormat. Luo Chen adalah ahli ranah Pertapa Dewa menengah sekaligus Patriark Keluarga Luo pada saat yang sama, yang membebaskannya dari keharusan untuk berlutut memberi hormat.
"Paman Kerajaan, apa yang terjadi?" Melihat kuil yang dikelilingi oleh penjaga istana, Hong Xiaofei tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
Hong Tai Gan menjelaskan, "Sebelumnya, Tuan Muda Tertua Keluarga Luo dibunuh di restoran House Buddha, kami menemukan bahwa pembunuhnya ada di sini, di dalamKuil Buddha ini."
__ADS_1
"Tuan Muda Tertua Keluarga Luo dibunuh!" Mata Hong Xiaofei membelalak karena terkejut. Anggota keluarga kerajaan lainnya juga terkejut mendengar berita itu.
"Tuan Muda Tertua Keluarga Luo dibunuh !?" Ini pasti berita yang akan menyebabkan gelombang besar di Kerajaan Bintang Selatan...!"
Tepat pada saat itu, Wang Dong dan Zhang En melewati pintu Aula Kuil Buddha.
Tiba-tiba, seseorang berteriak, "Itu dia, dialah yang membunuh Tuan Muda Tertua Luo Gung!" Orang itu menunjuk dengan jarinya.
Hong Xiaofei dan tatapan semua orang mengikuti arah jari itu.
Ketika Hong Xiaofei melihat Zhang En, kejutan melintas di matanya, "Dia ?!" Kemudian dia menggelengkan kepalanya diam-diam, benar saja, didalam benaknya Zhang En ini hanya terlihat mengesankan tetapi tidak memiliki substansi atau kekuatan.
"Seseorang yang tidak menyadari betapa parahnya konsekuensi akibat membunuh Tuan Muda Tertua Keluarga Luo, bukankah dia tahu bahwa itu akan membawa konsekuensi bencana bagi keluarganya? Dari keluarga mana orang ini berasal…!" Ucap Hong Xiaofei dalam hati dan sebuah pemikirannya.
Kilatan tajam muncul di mata Luo Chen, bertanya kepada orang yang berbicara sebelumnya, "Berandal itu?" Niat membunuh di hatinya meletus. Orang ini tidak lain adalah pelayan restoran House Buddha, yang dibawa oleh Luo Chen.
Pelayan restoran House Buddha itu mengangguk dengan yakin, "Tidak salah, itu dia dan kedua pengawalnya, aku tidak mungkin salah!" Terlalu mudah untuk mengenali dua penjaga raksasa di belakang Zhang En, itulah mengapa pelayan itu bisa merasa yakin saat melihat Zhang En dan sangat percaya diri.
Wang Dong mendapat pukulan keras dari sisa-sisa kebingungannya, menatap Zhang En lidahnya berputar menjadi kelu "Sa - Saudara Zhang, kamu, kau membunuh Tuan Muda Tertua Keluarga Luo ?!"
Zhang En tertawa, "Bagaimana menurutmu?"
Kaki Wang Dong menjadi gemetar dan lemas, dia hampir pingsan di tempat mendengar jawaban Zhang En. Pada saat yang sama, semua murid dari keluarga yang ada di dekat mereka pindah dengan tergesa-gesa karena takut di hukum karena di kira memiliki hubungan dengan Zhang En.
Sementara semua orang melarikan diri dari dekat Zhang En, Luo Chen tiba-tiba berteriak, telapak tangannya melesat menyerang Zhang En.
Tapak Lautan Tak Terbatas!
Kekuatan telapak tangan yang tak terbatas menghancurkan ruang di sekitar, menimbulkan gelombang besar yang tidak dapat diatasi, menghantam Zhang En.
Wang Dong yang berada tepat di samping Zhang En, dan juga tepat berada di jalur serangan, ketika Wang Dong melihat energi gelombang pasang yang menutupi langit, wajahnya memucat dan kakinya gemetar tak terkendali.
Jurus Tapak Laut Tak Terbatas Luo Chen adalah keterampilan pertempuran peringkat Surga tingkat tinggi, itu berisi kekuatan yang cukup untuk menghancurkan satu gunung. Ini adalah hal yang sudah di ketahui secara umum oleh setiap orang yang ada di Kerajaan Bintang Selatan. Dan Patriark Luo Chen juga telah menerobos ranah Pertapa Dewa lebih dari seratus tahun yang lalu, dia adalah ahli alam Ranah Pertapa Dewa menengah.
-
-
-
Jangan lupa Like & Vote!
__ADS_1