Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 562 - Kematian Ji Fei


__ADS_3

Sosok Lang Song lalu terbang keluar dengan canggung dari kehampaan, berbicara. "Kau benar-benar dapat mendeteksi di mana aku bersembunyi ?!" Dengan nada terkejut.


“Di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin.” Jawab Zhang En.


Mengabaikan keterkejutan di wajah Lang Song, Zhang En menghilang seperti yang dilakukan Lang Song sebelumnya. Ketika dia muncul, dia sudah berada di depan Lang Song.


Tinju Zhang En telah meninju tepat ke arah dada Lang Song.


Wajah Lang Song menjadi pucat, berteriak panik, "Penghalang Hitam!"  Niat membunuh berputar di matanya, dan tinjunya meninju untuk melawan tinju Zhang En. 


SWOSHHHHH!!! Energi hitam meledak dari tangan kanannya, sedangkan di tangan kirinya ada bola cahaya terang.


Dua kekuatan yang berlawanan bergabung bersama saat mereka menyerang Zhang En, membesar dalam ukuran dan membentuk cahaya di sekitar Zhang En, menyegelnya di dalam.


Tinju Zhang En lalu menghantam dinding pertahanan energi hitam itu.


BOOOMMM!!!


Lang Song yang menyaksikan dengan bingung saat pertahanannya yang paling kuat yang bisa menjebak Ahli Alam Emas untuk sementara waktu, dibakar di bawah tinju Zhang En.


Tinju Zhang En lalu melolong dan terus maju, terbang menuju arah Lang Song.


"Armor Hitam!" 


Karena tidak dapat menghindar tepat waktu, Lang Song memanggil armor miliknya. Energi hitam melilit tubuhnya, melindunginya sepenuhnya.


Di bagian depan armor Lang Song adalah lambang hantu yang tampak hidup, memamerkan taringnya. Tinju Zhang En mendarat tepat di taring yang memamerkan lambang hantu itu.


DUARRRR!!!


Lang Song merasakan tubuhnya bergetar hebat dan terlempar ke belakang.


Pohon-pohon besar yang tak terhitung jumlahnya terlempar ke udara dan jatuh di wilayah luar hutan saat keempat rekan Lang Song menyaksikan dengan wajah ngeri.


Beberapa saat kemudian, Lang Song berjuang keras untuk berdiri dari tanah dengan lambat.

__ADS_1


"Kakak Senior Lang!" Empat rekan Lang Song lalu bergegas ke tempat Lang Song berada..


Lang Song sedikit melambaikan tangannya pada mereka, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Tiba-tiba, dia batuk seteguk darah.


"Ughhh!!!"


Dia sedikit bingung saat dia menatap darah di tanah.


Sudah lebih seratus tahun telah berlalu sejak dia menerobos Alam Dewa Surgawi, dan sejak saat itu, tidak ada yang berhasil melukainya. Bahkan dia bisa selamat tanpa luka dengan aman meski menghadapi ahli Alam Dewa Emas yang ingin membunuhnya. Tapi sekarang, dia benar-benar terluka parah sampai muntah darah.


"Siapa kau sebenarnya?" Suara Lang Song serak, matanya tertuju pada Zhang En bertanya. 


Dia benar-benar ingin tahu siapa Zhang En, kultivator yang bisa melukainya. Dia dapat melihat kultivasi Zhang En masih di ranah Alam Dewa Surgawi tahap menengah.


“Kalian semua akan tahu siapa aku di masa depan.” Zhang En menjawab saat dia mendekati mereka berlima, "Lagi pula, kalian mungkin akan tetap seperti orang bodoh selama hidup kalian," Imbuh Zhang En.


Niat membunuh yang luar biasa menyelimuti kelima orang itu, memaksa mereka untuk mundur selangkah.


"Apakah kau ngin membunuh kami?" Salah satu dari mereka pucat pasi saat dia menatap mata Zhang En.


Mereka yang arogan pada awalnya karena kepercayaan pada kekuatan mereka sendiri, tetapi sekarang semua kesombongan mereka tidak ada artinya di hadapan Zhang En.


Hati Lang Song menegang, tatapannya pada Zhang En menjadi lebih waspada. Setiap orang yang menghadapi kematian pasti merasa takut, termasuk dirinya.


"Aku akan memberi kalian semua pilihan," Ucap Zhang En, "Tapi, jika kalian tunduk padaku, aku bisa membiarkan kalian hidup."


“Tunduk padamu ?!”


Zhang En melanjutkan tanpa mengubah ekspresinya, "Benar, kalian hanya memiliki satu kesempatan, aku akan memberi kalian waktu 20 helaan nafas untuk memikirkannya."


Ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan kekuatannya sendiri, oleh karena itu, Zhang En memutuskan untuk tidak membunuh kelima orang ini.


Mereka mungkin adalah murid inti dari klan besar dan telah menjadi tetua di sekte mereka masing-masing. Jadi, keluatan mereka berguna bagi Zhang En di masa depan.


Mendengar kondisi bagi mereka untuk mempertahankan hidup mereka, mata Lang Song berkedip. Tidak ada di antara mereka yang berbicara sepatah kata pun.

__ADS_1


Zhang En tidak terburu-buru untuk mendengar jawaban mereka, dia percaya kelima orang ini tahu apa pilihan terbaik mereka.


Pasir waktu mengalir, aura kematian di sekitarnya menebal. Napas kelima orang itu menjadi berat, menjadi kacau.


“Setelah kami tunduk kepadamu, apa yang kau ingin kami lakukan?” Mendekati batas waktu, Lang Song bertanya dengan suara kecil.


"Kalian semua tidak perlu tahu." Zhang En melanjutkan, “Ketika aku membutuhkan kalian untuk melakukan sesuatu, amu akan memberi tahunya ketika saatnya tiba. Dan satu hal lagi, aku tidak akan mengganggu kehidupan sehari-hari kalian dan bebas melakukan apapun. ”


Mendengar Zhang En mengatakan hal ini, Lang Song dan empat lainnya merasa lega. Yang paling mereka takuti adalah, setelah tunduk pada Zhang En, mereka akan diperlakukan seperti budak. Kehidupan seperti itu lebih buruk daripada kematian bagi mereka.


"Tentu saja, aku akan menandai jiwa kalian jika kalian tunduk padaku." Zhang En kemudian menambahkan. Hanya metode ini yang memungkinkannya mempercayai kelompok Lang Song inim


"Apa?! Menandai jiwa kami ?!” 


Mereka berseru secara bersamaan


"Tidak!" Salah satu dari mereka bereaksi lagi, menggelengkan kepalanya tanpa henti sambil berteriak, “Kami tidak akan membiarkanmu menandai jiwa kami.!”


Zhang En melirik orang yang berbicara ini dari sudut matanya, lalu mengangkat tangannya dan dengan ringan menunjuk pria itu.


SWOSHHH!!


Kekuatan dari jari Zhang En menembus kepala pria itu melalui bagian tengah alisnya.


Lang Song dan tiga orang lainnya melompat mundur karena terkejut, menyaksikan tubuh rekan mereka bernama Ji Fei jatuh lemas ke tanah. 


Ji Fei adalah putra Patriark Klan Ji, seorang pembudidaya ranah Alam Dewa Surgawi.


Di antara kelimanya, kekuatan Ji Fei hanya berada di urutan kedua setelah Lang Song. Bahkan jika Lan Song sendiri ingin membunuh Ji Fei, itu akan menjadi usaha yang berat. Namun mereka baru saja melihat Ji Fei mati dalam sekejap.


Zhang En lalu berkata lagi dengan wajah biasa saja, "Aku sudah mengatakan bahwa kalian hanya memiliki satu kesempatan."


Empat orang yang tersisa merasa tenggorokan mereka kering, tidak ada suara yang keluar. Pada akhirnya, keempatnya tunduk pada Zhang En.


Zhang En lalu menandai jiwa mereka dengan tekniknya, lalu mengeluarkan pil untuk Lang Song dan satu lagi untuk orang pertama yang menyerangnya, seorang Tetua dari Sekte Panah Surgawi, Zi Han.

__ADS_1


Tikdak lama setelah menyerap khasiat pil itu, luka Lang Song dan Zi Han pulih sepenuhnya.


Karena keempat orang ini sudah tunduk padanya, Zhang En tidak lagi menyembunyikan identitasnya. Ketika Lang Song dan yang lainnya mengetahui bahwa pemuda di depan mereka adalah murid Master Sekte Roh Api dari Galaksi Bintang, Lin Ming dan dan murid Master Kun yang legendaris, mereka terkejut-kejut setengah sadar.


__ADS_2