Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 55. Jurus Auman Dewa Naga


__ADS_3

Saat dia merasakan tekanan yang mengelilingi seluruh arena dengan array tanpa bentuk, Zhang En tidak bergerak sedikit pun, bahkan tidak terpengaruh oleh tekanan dari Ketua Sekte Pilar Suci. Baginya, tekanan seperti itu mirip seperti kentutnya. Bahkan tidak memberikan sedikit pun ancaman baginya.


“Bagaimana ini bisa terjadi? Bocah ini benar-benar bisa menahan tekanan hampir seluruh 90% dari kekuatan aura yang ku keluarkan?" Melihat Zhang En tak berkutik sedikitpun dari posisinya, Kepala Sekte Pilar Suci tanpa sadar mengerutkan alisnya dan selanjutnya menebak pemuda itu bukanlah orang yang sederhana. Dia tidak berani ceroboh, Sebuah cahaya terlihat di telapak tangannya, lalu sebuah pedang tingkat tinggi muncul di genggaman pria tua itu.


Swoshhh-!


Dengan mengeluarkan pedangnya, dia tampak seolah-olah percaya diri. Saat dia mengayunkan pedang nya untuk menyerang Zhang En, tiba-tiba sebuah bilah cahaya setengah bulan yang menyilaukan muncul dari atas.


"Jurus Pedang Bulan Suci"


Bilah cahaya yang di hasilkan pedangnya tampak seolah-olah bisa membelah apapun. Bahkan celah hitam pekat pun terbuka di udara bahkan langit dan bumi menjadi redup. Pada saat itu, yang menerangi bumi itu bukan lagi matahari, tapi bilah cahaya setengah bulan dari Persenjataan tingkat tingginya mengelilingi seluruh bagian atas panggung


Saat bilah cahaya pedang itu turun mengarah Zhang En, Pemuda itu meraung keras sehingga array penghalang Ketua Sekte Pilar Suci retak dan hancur. 


"Jurus Auman Dewa Naga"


"Roaarrrrr-!" 


Gemuruh dahsyat serta raungan bak suara naga yang terdengar sangat mengerikan itu membuat pendengaran semua orang merasa kesakitan sehingga menutup telinga mereka masing-masing.


Bukan hanya itu saja, jurus Auman Naga Dewa benar-benar menghancurkan bilah cahaya menjadi beberapa bagian dan hancur menjadi butiran-butiran cahaya kecil dan menghilang.


Masih belum selesai di situ saja, Zhang En melihat pedang ketua Sekte Pilar Suci dengan cepat menebas ke aranya, Zhang En masih tidak mau menghindar. 


Ketika ujung pedang itu hampir menyentuh kulitnya, tiba-tiba Zhang En mengulurkan tangannya untuk menangkap ujung pedang itu.


"Apa? K-kau..." Saat itu juga, Ketua Sekte Pilar Suci terkejut. Wajah tuanya menjadi pucat. Dia melihat ujung pedangnya telah di jepit diantara kedua jari tangan Zhang En. Bukan hanya itu saja, bahkan tidak dapat melukai tangan pemuda itu.


Dengan senyuman terlihat di sudut mulutnya, Zhang En lalu mengalirkan Qinya ke jari tangannya. Hanya dengan menggerakan sedkit jarinya, Pedang itu hancur berkeping-keping.


"Bagaimana ini bisa terjadi?!" Ketua Sekte Pilar Suci akhirnya merasakan aura Zhang En. Dia merasakan bahwa Zhang En memiliki kultivasi di atasnya.


Ledakan-!

__ADS_1


Saat dia masih belum pulih dari keterkejutan sendiri, dia tiba-tiba merasakan sakit di bagian dadanya. Setelah itu, ia memuntahkan darah mengalir keluar dari mulutnya lalu melihat kebawah, ternyata Zhang En telah menusuk dadanya.


Di bawah tatapan orang banyak, setelah Zhang En menusuk dada Ketua Sekte Pilar Suci, dia lalu mengubah pria tua itu menjadi kabut darah dengan satu pukulan di ikuti suara ledakan.


BOOMMM-!


Setelah membunuh Ketua Sekte Pilar Suci, Zhang En kemudian mengarahkan pandangannya yang tajam ke arah tempat berkumpulnya orang dari Sekte Pilar Suci.


Zhang En telah menunjukkan kekuatannya setelah membunuh Ketua Sekte Pilar Suci di depan mata mereka semua sehingga membuat mereka semua merasa ketakutan.


"Aku hanya akan menghitung sampai hitungan ketiga. Setelah hitungan ketiga, kalian yang masih berada dalam pandanganku akan mati! Tidak ada pengecualian!"


Selah Zhang En menyelesaikan kalimatnya, mereka langsung membubarkan diri meninggalkan tempat itu karena sudah benar-benar merasa ketakutan. Bahkan Ketua Sekte mereka terbunuh, bagaimana bisa mereka yang hanya murid membuat perlawanan?


Mau tidak mau pada saat itu juga, murid dari Sekte Pilar Suci sama sekali tidak punya alasan untuk tinggal? Dengan sekuat tenaga, mereka berusaha secepatnya melarikan diri tanpa melihat ke arah Zhang En sedikitpun.


Di tempat lain, bahkan orang-orang yang hanya sekedar menonton pada saat itu langsung meninggalkan tempat itu. Mereka sangat takut akan dibunuh oleh Zhang En, jadi mereka juga meninggalkan wilayah keluarga Klan Qin tanpa disuruh. Seketika, lapangan yang sebelumnya ramai di lapangan luas Klan Qin langsung sepi, hanya orang-orang dari keluarga Qin dan Zhang En yang tinggal disana.


Beberapa saat kemudian, Kepala keluarga Qin beserta yang lainnya dari keluarga Qin buru-buru menghampiri Zhang En yang berada di panggung pertempuran dan mengucapkan terima kasih.


Tetapi Zhang En bahkan tidak mengatakan apa-apa ketika Kepala keluarga dan semua orang setelah naik ke atas panggung. Dia menghampiri Qin Yun yang juga berterima kasih kepadanya. Zhang En lalu menopan wanita itu sambil tersenyum, "Nona, mari saya bantu untuk berdiri."


"Tuan muda. Terimakasih sudah menolongku" Qin Yun berkata setelah diangkat oleh Zhang En dan menatapnya dengan hati-hati.


"Aku hanya melaksanakan tugasku saja, Maaf aku datang terlambat"


"Maksudnya?"


"Aku datang untuk menyelesaikan misi ku. Bukankah kalian sudah memberikan surat dan meminta untuk membantu permasalahan kalian?"


Ketua Klan Qin akhirnya baru tersadar dan baru mengingat hal itu. jauh hari sebelumnya dia sudah mengirim permintaan bantuan ke Sekte besar yang ada di kekaisaran untuk membantu mereka.


"Jadi Kau adalah murid Sekte Naga Merah? Tuan Muda Zhang En pemenang kompetisi turnament kekaisaran." ucapnya gugup.

__ADS_1


Qin Yun terkejut sekali lagi karena setelah melihat sendiri pria muda itu masih sangat muda sepantaran dengan umurnya dan kekuatan yang ditunjukkan Zhang En saat ini dengan jelas memberi tahu mereka satu hal. Zhang En ini adalah seorang pendekar jenius generasi muda kekaisaran Ming.


Sejak Zhang En menjadi pemenang Turnament kekaisaran, Namanya sudah di kenal luas hampir di seluruh pelosok kekaisaran saat ini. saat ini Orang seperti Zhang En ini memiliki kekuatan dan latar belakang yang sangat luar biasa. Apa lagi dia datang sebagai utusan Sekte besar dan terkuat yang sangat terkenal.


Saat itu, Kepala keluarga Qin merasakan palu seberat lima ribu kilogram dengan ganas menghantam kepalanya. Desakan angin dingin bertiup melewati tulang punggungnya, dan kakinya gemetar tak terkendali.


Kepala kelurga Qin lalu di ikuti lainnya langsung berlutut memberi hormat.


"Maaf tidak mengenali Tuan muda Zhang En."


Dia memikirkan identitas Zhang En yang tidak diragukan lagi. belum lagi kekuatan besar di belakang Zhang En, dimata mereka semua, eksistensi yang di miliki Zhang En ini jauh lebih tinggi dari mereka yang memiliki pengaruh serta kekuatan yang ada di kota Tianjin.


Zhang En hanya menggelengkan kepalanya dengan senyuman dan berkata, "Aku tidak seperti yang kalian pikirkan" ucap Zhang En dan menyuruh mereka semua untuk berdiri.


"Terimakasih Tuan Muda telah membantu keluarga Qin kami. Jika bukan karena bantuan Tuan muda Zhang, aku khawatir keluarga Qin bahkan tidak akan bisa bertahan dan tidak ada lagi saat ini. keluarga Qin kami berutang nyawa pada Tuan muda."


Pria tua itu kemudian menyuruh salah satu tetua untuk mengambilkan hadiah untuk di berikan kepada Zhang En. Tidak lama setelah tetua itu kembali membawa satu kantong koin emas, Kepala Keluarga Qin lalu memberikannya kepada Zhang En.


"Tuan muda, terimalah ini sebagai tanda terimakasih kami semua!"


"Paman, Ini terlalu banyak, aku tidak bisa menerimanya"


"Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nyawa kami. Aku mohon, Tuan muda Zhang menerimanya." Pria tua itu dengan paksa meletakkan kantong berisi koin emas ke tangan Zhang En.


"Baiklah. Aku akan menerimanya,"


Zhang En kemudian bertanya, "Kalau boleh tau,di mana arah menuju Sekte Tapak Kilat?"


"Sekte Tapak Kilat tidak terlalu jauh dari sini. Sekte Tapak Kilat terletak di sebelah Hutan bagian timur kota Tianjin " jawab Qin Yun.


Tetapi kemudian, dia dengan cepat bereaksi terhadap apa yang dia katakan, dan dengan cepat meneruskan perkataannya, "Tuan Muda Zhang, Patriak Cheng Dao dari apa yang kudengar dia adalah orang yang sangat kejam, seram, dan licik! Tolong, jangan pergi ke sana!"


Zhang En hanya tersenyum atas nasihat Qin Yun dan berkata, “Jangan khawatir. Tidak peduli apakah itu Sekte Pilar Suci atau Sekte Tapak Kilat, aku ingin mereka tidak akan datang mencari masalah lagi. Aku akan menyelesaikan masalah ini sampai ke akar-akarnya!"

__ADS_1


Swoshhh-!


Setelah berbicara dan pamit kepada mereka semua, Zhang En lalu melompat dan terbang menuju arah Sekte Tapak Kilat. Ketika Qin Yun dan yang lainnya melihat kepergian pemuda itu, mereka semua hanya diam dan baru tersadar setelah Zhang En tidak terlihat lagi.


__ADS_2