Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 408 - Meninggalkan Dunia Es


__ADS_3

Di bagian dalam gunung, Zhang En berteriak saat ilusi naga terbang keluar dari tubuhnya, meningkatkan kekuatannya. 


Brankas besar seperti peti mati tempat harta karun itu tampaknya sedikit mengendur, tetapi masih menempel di permukaan dalam gunung.


"Lupakan saja, biarkan aku melakukannya." Long Xioba berkata, Kristal Naga ditengah kening Zhang En melepaskan cahaya cemerlang saat aliran kekuatan esensi naga melonjak keluar, mengalir di sepanjang lengan Zhang En.


Dengan bantuan Long Xioba, brankas harta karun itu akhirnya mulai bergerak ke atas membuat seluruh gunung bergetar seolah-olah ada binatang buas yang akan melarikan diri dari dalam gunung itu.


Bahkan dari jauh, kelompok Yu Cong dapat melihat gunung yang sedang diguncangkan oleh Zhang En, tampaknya tanpa ada alasan, sedikit membingungkan mereka. Gerakan mereka melambat karena merasa ragu-ragu.


Dalam keraguan itu, puncak gunung tiba-tiba meledak. Keenam orang itu melihat seorang pemuda berambut hitam membawa kotak harta karun persegi raksasa seukuran bukit kecil, keluar dari gunung yang runtuh.


Enam pasang mata membelalak kaget.


"Itu ... Adalah Harta Karun Dunia Es ?!"


Merasa senang, keenam orang itu menerjang ke arah Zhang En dalam sekejap, tetapi sebelum mereka bisa melakukan hal lain, Kristal Naga berkilauan dalam cahaya yang menyilaukan saat Zhang En meletakkan Harta Karun Dunia Es di ruang Kristal Naga.


Dalam sekejap, Zhang En dikelilingi oleh enam orang itu.


Sebelumnya, semua perhatian mereka tertuju pada Harta Karun Dunia Es, dan karena jarak yang tadinya jauh, tidak satupun dari mereka memperhatikan jubah murid dalam Sekte Roh Api di Zhang En. Sekarang setelah mereka lebih dekat, mereka semua terkejut sampai tingkat tertentu melihat jubah yang dikenakan Zhang En


Tetua Ni Yue segera pulih dari keterkejutannya. Mengamati Zhang En, dia membentak dengan kasar, “Bocah! Sebagai murid dalam Sekte Roh Api, mengapa kau tidak berlutut memberi hormat kepada kami bertiga...!"

__ADS_1


Menurut aturan Sekte Roh Api, setiap murid luar dan murid dalam diharuskan berlutut untuk memberi hormat saat bertemu dengan Tetua Sekte.


Zhang En hanya mencibir pada kata-katanya, “Tetua? Bekerja dan bersekongkol dengan orang-orang dari Sekte Naga Langit, menurut aturan Sekte Roh Apu, kalian bertiga tidak hanya akan kehilangan status kalian sebagai penatua, kalian juga akan dikenakan hukuman berat."


Meskipun Sekte Roh Api dan Sekte Naga Langit berada di cakrawala yang sama, kedua sekte itu selalu bertentangan satu sama lain, persaingan di antara mereka tidak pernah berhenti, begitu pula konflik antar sekte.


Ekspresi wajah Ni Yue dan dua tetua lainnya lainnya menegang, niat membunuh melintas pada sorotan tatapan mata mereka.


Salah satu tetua Roh Api, Zhao Fei menggelengkan kepalanya dengan pandangan menghina, “Bocah, kau pikir kau bisa pergi dari sini dalam keadaan tubuh yang utuh? Aku akan memberimu pilihan, dengan patuh menyerahkan Harta Karun Dunia Es itu dan kami akan memberimu kematian cepat tanpa rasa sakit. Tentu saja, jika kau berpikir dapat melarikan diri, kau dapat memilih untuk melarikan diri, namun, aku menyarankan padamu untuk tidak melakukannya, atau kau akan mati!


Suara dingin Yu Cong juga terdengar, "Tidak perlu berbicara banyak omong kosong, bunuh saja dia secara langsung."


Zhao Fei dan Tetua lainnya memandang Ni Yue dan mereka mengangguk.


Terlepas dari hal lain, mereka berpikir bahwa dalam sekte mereka ini tidak bisa pergi dari sini hidup-hidup. Bahkan jika Sekte Roh Api melakukan penyelidikan, itu tidak akan melibatkan mereka. Bahkan jika itu terjadi, mereka hanya bisa menggunakan alasan bahwa murid ini memberontak, jadi mereka menghukumnya. Dengan status tiga Tetua tingkat tinggi Sekte Roh Api, sekte secara alami tidak akan mengejar masalah ini terlalu dalam.


Melihat Ni Yue mengangguk, Zhao Fei mengalihkan perhatiannya kembali kepada Zhang En. Telapak tangannya menembus kehampaan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Gelombang angin naik dengan kekuatan telapak tangannya, disertai dengan suara ledakan udara yang teredam.


Tapi, tepat ketika serangan Zhao Fei hendak mengenai Zhang En, mereka berenam melihat dahinya bersinar terang, melepaskan kekuatan penghancur yang mengerikan.


Swosshh.....

__ADS_1


Zhang En menghilang dari tempatnya.


Ketika kelima orang itu mendengar Yu Cong berkata bahwa Zhang En tidak akan bisa pergi kecuali dia tahu metode rahasia untuk membuka batasan brankas, ketegangan di hati mereka sedikit mereda.


"Kita akan berpisah dan mencari keberadaanya, kita harus benar-benar menangkap bajingan sialan itu!" Ni Yue mendesis saat ekspresi muram terrlihat di wajahnya.


Zhao Feindan yang lainnya mengangguk setuju, terbang ke arah yang berbeda tanpa sepatah kata pun, sementara siluet Yu Cong muncul di atas gunung tempat Harta Karun Dunia Es sebelumnya dalam sekejap. Tatapan matanya sangat dingin. 


Di bertanya-tanya bagaimana murid dalam Sekte Roh Api itu menyembunyikan dirinya dari deteksi indera spiritual mereka dan memasuki ruang dimendi Dunia Ea ini? Yang paling penting, bagaimana dia menemukan Harta Karun Dunia Es dengan cepat..?


Yang lebih membuatnya bingung adalah bagaimana Zhang En memblokir serangan Zhao Fei. Meskipun menjadi yang terlemah di antara mereka berenam, Zhao Fei masih merupakan pembudidaya terkuat di levelnya.


Yu Cong dan yang lainnya berpisah untuk mencari Zhang En, bersikeras untuk menemukannya bahkan jika mereka harus menggali tanah. Sementara itu, di tempat lain di luar Dimensi, tepat di wilayah Hutan Es, cahaya lembut berkilauan keluar dari dalam lubang hitam, memperlihatkan siluet Zhang En.


Zhang En menghela nafas lega setelah melarikan diri dari ruang dimensi harta Dunia Es.


Keenam orang itu adalah pembudidaya Dewa Surgawi yang memiliki kekuatan yang hebat,meskipun Long Xioba adalah Dewa Emas tertinggi, terikat pada Kristal Naga, tidak ada jaminan dia bisa membunuh keenam orang itu dengan cepat. Oleh karena itu, Zhang En mengindahkan nasihat Long Xioba untuk perginm dari sana tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. 


Meninggalkan ruang Dimensi Dunia Es dan menemukan tempat yang aman untuk menghancurkan batasan pada brankas harta karun itu lebih penting sekarang.


"Keenam orang di dalam mungkin hampir mengamuk sekarang." Ucap Long Xioba sambil terkekeh, "Harta Karun Dunia Es berada tepat di depan mereka, tetapi pada akhirnya, itu diambil oleh seorang murid yang tidak dikenal."


Zhang En tersenyum malu-malu, dan menjawab, "Cepat. Mari kita tinggalkan Dunia Es ini terlebih dulu." 

__ADS_1


Zhang En lalu berjalan kembali gerbang teleportasi yang dia lewati sebelunya. Ketika dirinya dikirim pergi dari dunia es, kekhawatirannya akhirnya menghilang dari pikirannya.


Mengubah kembali fitur wajahnya, Zhang En melakukan perjalanan ke Kediaman Klan Zhang di Kota Wudang untuk mengunjungi anggota klannya sebelum kembali ke kediamannya di Puncak Berkabut dan segera memasuki pengasingan.


__ADS_2