Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 699 - Aku Lupa Memberitahumu


__ADS_3

Setelahnya, aura Tetua itu naik kepuncaknya. Detik berikutnya, pedang panjangnya menebas Zhang En.


Swoosshhhh!!!


Energi pedang yang dapat menelan apa saja menenggelamkan Zhang En di dalamnya, memblokir semua jalan pelarian.


Melihat ini, semua Tetua lainnya berdiri di samping, tidak punya niat untuk ikut campur.


Menyaksikan pedang ini mengincarnya, seringai mengejek melengkung dari sudut bibir Zhang En bergumam, "Hanya semut Dewa Emas Bintang 2 berani menyerangku! "


Tetua yang menyerang itu mendengar cibiran mengejek Zhang En, membuatnya semakin marah. Jumlah kekuatan dalam serangannya meningkatkan energi pedangnya.


Awalnya, dengan kekuatan Zhang En saat ini, hanya hembusan nafasnya saja, sudah bisa langsung membunuh kultivator Dewa Emas Bintang 3.


Zhang En mengangkat salah satu tangannya ke atas, lalu menunjuk dengan satu jari, dan menjentikkan.


Pohhhh!!!


Serangan pedang yang tampaknya kuat itu tiba-tiba pecah seperti gelembung, dan saat wajah Tetua itu memucat, dia merasa seolah-olah sebuah gunung raksasa menghantam dadanya dan terlempar ke belakang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.


BOOOMMMM!


Seluruh aula utama yang sangat besar itu bergoyang dan bergetar ketika Tetua itu menabrak dinding dan membentuk lubang berbentuk manusia, lalu terus terpental beberapa ratus meter sampai dia menabrak tebing gunung di luar sana.


BOOOOMMMMMM!!!!


Sebagian dari tebing itu pecah dan hancur karena benturan, sedangkan Tetua itu sekarang terbaring di bawah tepi gunung, tidak lagi bergerak.


Tetua Wang, serta semua Tetua yang hadir terkejut dan bingung melihat adegan yang tiba-tiba berubah.


"Wanita ******, kejahatan apa lagi yang ingin kau tuduhkan padaku?" Sementara orang-orang ini masih dalam keterkejutan, suara Zhang En menyentak mereka kembali dalam kebingungan mereka.


Kepala Tetua Wang tersentak, memelototi Zhang En meskipun ada ketakutan di matanya. Dia tahu betul kekuatan Tetua itu tidak jauh dan bisa di katakan tidak lemah dari dirinya.

__ADS_1


Tetua Wang berkata dengan suaranya yang bergetar, "Zhang En, sebagai Tetua sekte, kau telah membunuh Tetua di dalam aula ini, lalu.....!"


"Lalu apa?" Tanya Zhang En dengan ganas.


Wusshhh!!!


Dia mengangkat telapak tangannya dan menarik tubuh Tetua Wang ke hadapannya.


Tetua Wang merasakan aura pembunuh dari tubuh Zhang En, menyebabkan wajahnya seperti kehabisan darah, ketakutan dan kemarahan bercampur menjadi satu, “A-Aku-aku adalah Ketua Sekte! Zhang En, kau berani membunuhku?! Kau ingin menjadikan seluruh Sekte Roh Api menjadi musuhmu?!”


“Menjadikan seluruh Sekte Roh Api ini sebagai musuhku?? Wanita ******, kau menganggap nilai dirimu terlalu tinggi.” Zhang En tertawa terbahak-bahak, "Jadi, bagaimana jika aku menjadi musuh dari seluruh Sekte Roh Api ini?"


Setelah mengatakan itu, Zhang En mengetukkan jari di lengan Tetua Wang mematahkan semua tulangnya. 


Krakkk!! Krakkk!!! Krakkkk!!


mengendalikan kekuatannya, Zhang En memastikan mematahkan setiap tulang Tetua Wang sepotong demi sepotong.


Suara patah tulang bergema di aula itu lagi dan lagi, seolah-olah tidak ada habisnya, bersama dengan jeritan Tetua Wang yang terputus-putus. 


"Tuan Agung?" Zhang En mengeluarkan suara cekikan keras, “Oh iya, aku lupa memberi tahumu, bahwa Tuan Agungmu sudah mati, aku membunuhnya. Dia sudah menunggumu dengan tidak sabar di neraka.”


Ketika mendengar ini, Tetua Wang, Le Wu, dan Tetua dalam kelompok mereka yang telah mengetahui Tuan Misterius menjadi bingung.


Kemudian Tetua Wang menjerit, “Zhang En, kau berpikir dengan mengatakan omong kosong akan membuatku percaya padamu? Hanya dengan kultivasi Dewa Emas Bintang 3, apakah kau adalah tandingan Tuan Agung kami? Asal kau tahu, kekuatan Tuan Agung bukanlah sesuatu yang dapat kau bayangkan!” 


Dia tidak akan pernah percaya bahwa Zhang En mampu membunuh Tuan Agung atau Tuan Misterius yang mendukung mereka.


Zhang En menggelengkan kepalanya, terlalu malas untuk mengatakan penjelasan lain. 


DUAAARRRMemmmmhekkk!!


Kemudian, telapak tangannya mendaratkan serangan cepat di dada Tetua Wang, menghancurkan organ dalamnya.

__ADS_1


"Zhang En, lepaskan Ketua Sekte Wang sekarang juga!" Seorang Tetua pemberani berteriak ketika dia melihat Zhang En menampar dada Tetua Wang. “Jika kau berani membunuh Ketua Sekte Wang, kami semua akan membuat perintah kepada semua Klan dan Sekte yang ada di Dunia ini untuk memburumu. Tidak peduli seberapa kuat dirimu, tidak akan ada tempat untukmu di Dunia Roh Api ini!”


"Kau sangat berisik sekali!" Zhang En membuat lambaian dengan tangannya.


DUAARRRRR!!!


Tetua yang baru saja bicara mengancam itu dikirim terbang, menambahkan lubang berbentuk manusia lain melalui dinding aula. Tetua yang masih berada di aula itu akhirnya merasakan ketakutan sampai ke dalam jiwa mereka. Tak satu pun dari mereka berani membuat suara lain untuk mengentikan Zhang En.


"Bocah, bunuh aku jika kau punya keberanian, bunuh aku!" Suara Tetua Wang melengking menembus udara.


"Jangan khawatir, aku pasti akan membunuhmu." Cahaya merah darah melintas melewati mata Zhang En dan kekuatan jiwa iblis terbang keluar dari pupil matanya, memasuki pikiran Tetua Wang, menjelajahi semua ingatannya untuk mencari informasi yang berguna. 


Ketika proses itu berakhir, kekuatan melahap dari kekuatan iblis Zhang En mulai menyerap energi kehidupan dan semua kekuatan Tetua Wang. 


Buzzzzzzzzz!!!


Tepat di depan semua Tetua yang hadir di aula itu, tubuh Tetua Wang mulai menyusut, akhirnya hanya menyisakan mayat kering.


Dengan jentikan dari jarinya, seutas energi api jatuh ke atas mayat kering Tetua Wang, membakarnya menjadi abu.


Setelah dia selesai dengan Tetua Wang, pandanganZhang En jatuh kepada semua Tetua.


Hanya satu tatapan ini yang membuat hati para tetua itu berdebar kencang. Beberapa dari mereka ada yang berlutut dan ada juga yang bersujud kepada Zhang En untuk meminta belas kasihan.


Melihat mereka bertindak seperti ini, tatapan Zhang En beralih ke kelompok Tetua tingkat tinggi yang masih berdiri diam. Seseorang dapat dengan mudah melihat ketakutan di mata mereka bahkan saat mereka secara tidak sadar mundur ke belakang.


"Zhang En, k-kau, apa yang ingin kau lakukan?" Salah satu dari mereka bertanya dengan suara terbata-bata.


Zhang En menjawab, "Wanita ****** Wang itu sudah mati, aku yakin kalau kalian semua tidak keberatan dengan Guruku kembali sebagai Pemimpin Sekte seperti sebelumnya, kan?"


"T-Tidak, tidak keberatan, tidak keberatan." Mereka semua memaksakan senyum yang terlihat lebih jelek daripada menangis.


Setelah itu, Zhang En menandai jiwa mereka semua agar tidak berkhianat. Dengan kekuatan Zhang En saat ini, proses itu dapat di selesaikan dengan cepat.

__ADS_1


Tiba-tiba, seorang murid berlari memasuki aula pada saat ini, mengatakan bahwa beberapa Patriark Klan sedang menunggu di luar, datang kembali untuk membahas aliansi dengan Tetua Wang.


"Pimpin mereka semua untuk datang ke sini." Perintah Zhang En kepada murid itu.


__ADS_2