Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 98. Memberi Kesempatan


__ADS_3

Hu Han berdiri di dalam aula dan keraguan mulai merasuki hati nya. Tetua Sekte Sembilan Iblis yang bergegas mengikutinya dari belakang juga menghentikan langkah mereka saat mereka telah memasuki aula Sekte Penyihir Langit.


"Patriak", Su Meimei mendekat, "Situasi saat ini sepertinya tidak bagus." sambungnya.


Hu Han mengangguk setuju. Dia juga merasa ada yang tidak beres.


Namun, pada saat itu, ledakan keras terdengar dari luar aula. Ketika Hu Han dan Tetua Sekte Sembilan Iblis yang ikut bersamanya melihat ke belakang, mereka melihat pintu yang mereka lewati tadi tertutup rapat. Ekspresi semua orang menegang melihat keadaan saat itu.


"Patriak Hu Han dan Tetua dari Sekte Sembilan Iblis, selamat datang di Sekte Penyihir Langit. Jika Kalian memberi tahu kami sebelumnya, kami akan menyiapkan jamuan makan untuk menyambut kedatangan kalian." Pada saat itu sebuah suara terdengar.


Hu Han dan Tetua Sekte Sembilan Iblis mencari asal muasal suara dan melihat seorang pria muda berambut hitam berjalan dari luar aula. Di belakangnya terlihat Chen Xiaotian, Geng Ken, dan sekumpulan Tetua Sekte Penyihir Langit, tetapi yang mengejutkan Hu Han dan Tetua Sembilan Iblis adalah selain kelompok Chen Xiaotian, Sekte Penjilat Darah, Patriak Jiang Tianhua dan Wakil Sektenya Cui Ming juga ada di antara mereka.


Hu Han beserta kelompoknya terkejut saat Zhang En memasuki aula besar langsung menuju ke kursi pemimpin utama, sedangkan Chen Xiaotian dan Geng Ken berdiri dengan patuh selangkah di bawah kursi utama sebelah kiri, sementara Jiang Tianhua beserta Tetua Sekte Penjilat Darah sebelah kanan.


Hu Han dan Su Meimei bertukar pandang, masing-masing menggambarkan wajah keheranan satu sama lain.


Setelah duduk, Zhang En melirik Hu Han dan Su Meimei sebelum memberi perintah kepada Chen Xiaotian: "Bawa Hu Sheng ke sini."


"Baik, Tuan Muda!" Chen Xiaotian menjawab dengan hormat.


"Tuan Muda?" Keterkejutan melonjak di hati Hu Han dan Su Meimei mendengar Chen Xiaotian memanggil pemuda berambut hitam itu sebagai Tuan Muda. Sementara Hu Han dan Su Meimei masih terkejut, Chen Xiaotian memberi isyarat dengan tangannya kepada muridnya agar membawa Hu Sheng ke aula besar.


Beberapa saat kemudian, dua Tetua Sekte Penyihir Langit menyeret Hu Sheng ke aula. Pada saat ini, lengan Hu Sheng sudah dipotong, rambutnya acak-acakan dengan mata cekung yang terlihat dalam, setiap orang yang melihat kondisinya hampir tidak bisa menemukan tempat yang tidak berlumuran darah di tubuhnya.


Melihat keadaan putranya yang terlihat sangat menyedihkan, niat membunuh Hu Han melonjak seketika, matanya yang gelap dan penuh dendam terbakar dengan intens.

__ADS_1


“Ayah, selamatkan aku, cepat selamatkan aku, cepat, selamatkan aku!” Diseret dengan kasar dan dibawa ke aula besar, Hu Sheng berteriak panik begitu dia melihat Hu Han. Karena titik meridiannya disegel oleh Zhang En, dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan dua Tetua Sekte Penyihir Langit yang menyeret nya.


“Lepaskan putraku!” Hu Han menatap Zhang En dengan marah. Lapisan es mulai menyebar di bawah kakinya, es berwarna ungu tua.


Seolah-olah Zhang En tidak melihat es berwarna ungu tua itu menyebar, dia berbicara dengan tenang seolah semuanya biasa saja, “Lepaskan putramu? Aku bisa melakukannya.”


Zhang En melanjutkan, "Selama kau bisa meninggalkan aula besar ini."


"Kau!" Kemarahan Hu Han meledak, tiba-tiba teriakan terdengar di sampingnya. Jeritan tak terduga membuat Hu Han dan Su Meimei kehilangan akal. Ketika mereka berbalik untuk melihat, yang menyambut mereka adalah beberapa kilatan cahaya ganas yang diarahkan ke mereka. Karena merasa khawatir, Hu Han dan Su Meimei dengan cepat menghindari serangan itu dan melompat ke belakang.


Ketika Hu Han dan Su Meimei melihat dengan jelas wajah yang telah menyerang mereka, kemarahan Hu Han telah mencapai puncaknya.


“Fan Hai, apa yang kau coba lakukan!?” Orang-orang yang menyerang Hu Han dan Su Meimei tidak lain adalah beberapa orang Tetua Sekte Sembilan Iblis yang datang bersama mereka.


Tetapi kelompok Fan Hai bertindak seolah-olah mereka tidak melihat murka amarah Hu Han, mereka semua berjalan sampai mereka tiba di depan Zhang En dan berlutut dengan hormat, "Kami memberi hormat kepada Tuan Muda!"


Hu Han dan Su Meimei tercengang dan marah menyaksikan kelompok Tetua yang bersama Fan Hai.


"Berdiri." Zhang En berkata dengan ketidakpedulian.


"Terima kasih banyak, Tuan Muda!" Baru kemudian Fan Hai dan kelompoknya berdiri, mundur kebelakang Zhang En.


Fan Hai telah dikendalikan oleh Zhang En sejak awal Laporan Fan Hai kepada Hu Han yang menyatakan bahwa tidak ada ahli lain di Sekte Penyihir Langit atas perintah Zhang En. Kalau tidak, bagaimana Fan Hai bisa tahu bahwa Zhang En datang Ke tanah Kematian enam bulan sebelumnya?.


Hu Han memelototi Fan Hai dengan marah, bagaimana mungkin dia tidak mengerti bahwa semua yang dilaporkan Fan Hai kepadanya adalah tindakan yang disengaja untuk menipunya. Setelah Lin Shuang meninggal, Fan Hai adalah salah satu orang kepercayaan Hu Han yang paling dipercaya, tetapi Fan Hai benar-benar mengkhianatinya.

__ADS_1


Fan Hai berdiri setengah langkah di belakang Zhang En, melihat mata ganas Hu Han, Fan Hai tahu saat ini Hu Han pasti ingin mencabik-cabiknya, memakan dagingnya dan meminum darahnya. Namun, Fan Hai mencibirnya, "Hu Han, aku menyarankan kau untuk menyerah tanpa perlawanan, melawan hanya akan membuat kalian menderita."


"Aku akan membunuhmu!!" Hu Han mengamuk, cahaya ungu tua terang meledak dari tubuhnya. Dengan gerakan secepat kilat, Hu Han mencapai Fan Hai dalam sepersekian detik, dengan satu telapak tangan untuk menyerang Fan Hai.


Telapak tangan Hu Han bersiul di udara, mengeluarkan suara melengking yang terdengar aneh. Sama seperti Jiang Tianhua sebelumnya, melihat pengkhianatan Sektenya sendiri, tidak satupun dari mereka bisa merasa tenang, hanya ada keinginan untuk membunuh para pengkhianat ini. Tetapi saat serangan telapak tangan Hu Han belum mengenai targetnya, Serangannya di halangi oleh patung Buddha yang tak terhitung jumlahnya yang muncul dari bawah tanah.


BOOMMMM-!


Ledakan bergemuruh terdengar di dalam aula.


Hu Han merasakan aliran energi yang kuat menuju ke arahnya. Karena lengah, Hu Han terhuyung mundur beberapa langkah sampai dia kembali ke tempatnya semula. Dia mencari untuk menemukan orang yang memblokir serangannya barusan dan melihat bahwa yang memblokir serangannya barusan adalah pemuda berambut hitam yang tidak lain adalah Zhang En.


Su Meimei terguncang karena terkejut saat dia melihat Zhang En, tidak hanya memblokir telapak tangan Hu Han, dia bahkan mendorong Hu Han kembali kebelakang.


Zhang En melirik ke arah Hu Han dan lima Tetua Sekte Sembilan Iblis yang berdiri di sisinya, termasuk Su Meimei, "Ini sudah menjadi kenyataan bahwa Kota Kematian sudah di bawah kendaliku, jika sekarang kalian tunduk kepadaku, maka masih ada kesempatan dan masih belum terlambat. Aku bisa mengampuni kalian.”


"Kesempatan hanya datang sekali." Suara Zhang En bergema memenuhi seluruh aula besar Sekte Penyihir Langit.


Keraguan terlintas di wajah Su Meimei dan empat Tetua lainnya, sementara wajah Hu Han mengungkapkan ekspresi yang sangat jelek.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2