Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 393 - Kemunculan Zhang En


__ADS_3

Pria kurus itu menunjukkan senyum mesum saat dia berkata “Benar-benar cantik.. Hehe, masih perawan juga, hadiah yang menyenangkan.”


Sedangkan pria gemuk itu tertawa dengan jahat, kekuatan dari telapak tangannya dengan mudah menarik Lie Hue keluar dari kerumunan membuatnya terbang ke langit, di mana mereka berada.


Wajah Lie Hue menjadi pucat pasi. Dia mencoba untuk berjuang melepaskan diri, tetapi dengan cemas, dia benar-benar tidak bisa bergerak sedikit pun saat dia terbang ke arah kedua pria itu.


Mengentikan Lie Hue yang melayang di depan mereka, lelaki tua gemuk itu lalu mendekat, hidungnya mengerut saat dia mengendus beberapa kali pada aroma parfum yang berasal dari tubuhnya, tatapan jahat di mata pria tua gemuk itu meningkat, dan pada saat yang sama, bagian bawah prianya bereaksi seketika.


“Lie Hue!”


"Kakak Hue!"


Semua orang di bawah berteriak ketakutan.


Pria tua gemuk itu melihat ke arah anggota Klan Zhang..


"Hehe, kalian boleh mati sekarang!" Niat membunuh yang tebal melintas di mata pria gemuk itu, telapak tangan kanannya terangkat dan menghantam kerumunan Klan Zhang.


Ketika serangan telapak tangannya hendak mengenai semua orang, cahaya pedang tiba-tiba muncul dan melesat terbang dari ruang hampa, segera memotong serangan energi telapak tangan lelaki tua gemuk itu menjadi dua.


SWOSHHHH...!


Semua orang yang tertegun sejenak.


Pada saat berikutnya, tiga siluet manusia datang dengan kecepatan tinggi mebelah angin dari jauh.


"Kakak Zhang!"


“Tuan Muda!”


Ketika mereka melihat siapa salah satu dari tiga orang itu, setiap anggota Keluarga Zhang sangat gembira, meneriakkan namanya.


Ketiga orang itu tidak lain adalah Zhang En, Dong Fang, dan Huang Rong.


Pria gemuk dan pria kurus itu tersentak, mata mereka menyipit dengan ganas karena kedatangan ketiga orang ini.


Sesaat kemudian, Zhang En dan kedua kakak seperguruannya telah tiba dan mendarat di depan semua orang.

__ADS_1


Pria gemuk dan rekannya segera memperhatikan jubah murid dalam Sekte Roh Api yang dikenakan Zhang En. Keduanya terkejut dalam hati dan bertukar pandang dalam diam.


Jika Zhang En hanyalah murid luar Sekte Roh Api, mereka berdua tidak akan ketakutan, namun, tak satu pun dari mereka mengharapkan Zhang En telah menjadi murid dalam Sekte Roh Api dalam waktu yang singkat.


Membunuh murid dalam Sekte Roh Api akan merepotkan bagi mereka, bahkan Klan Mo mereka sendiri.


Kemudian kedua pria itu memandang Dong Fang dan Huang Rong. Karena Dong Fang dan Huang Rong dan kebetulan tidak mengenakan jubah mereka sebagai Penatua Sekte Roh Api, kedua pria itu mengira kedua kakak seperguruan Zhanv En adalah rekan murid dalam Zhang En. Selain itu, kedua kakak seperguruan Zhang En menyembunyikan aura dan tingkat kultivasi mereka, ini membuat kedua pria itu mengabaikan mereka.


Dalam asumsi mereka, kekuatan yang dimiliki rekan dari murid dalam seperti Zhang En tidak memiliki kultivasi yang terlalu tinggi, kemungkinan besar hanya berada di ranah Kaisar Dewa Bintang dua tahap menengah atau akhir.


Zhang En akhirnya menghela nafas lega ketika dia tiba, melihat bahwa semua anggota Klan Zhang baik-baik saja. Namun, ketika dia melihat keadaan Tetua Shu dan Tetua Fu terbaring di tanah dan terluka dari jauh, dan apakah mereka hidup atau mati, serta melihat banyak mayat penjaga kediaman klan yang di rekrut sebelumnya, ekspresinya wajahnya menjadi dingin.


Apa lagi ketika dia melihat melihat sosok yang ditawan di antara kedua pria itu dan ada noda darah mengalir dari sudut mulutnya, hatinya merasakan sakit yang tidak bisa dijelaskan.


"Kalian berdua memang bajingan dari Klan Mo!" Zhang En berkata dengan gigi terkatup, matanya yang dingin dan terlihat marah menatap kedua pria itu. 


Merasakan niat membunuh yang intens yang merembes daru tubuh Zhang En, kedua pria itu malah tertawa.


"Zhang En, menurutmu karena kau telah kembali akan memungkinkanmu untuk menyelamatkan mereka semua?" Pria tua gemuk itu tertawa terbahak-bahak, "Aku mungkin tidak berani membunuhmu karena kau adalah murid dalam Sekte Roh Api, namun, mereka semua bukanlah murid dalam Sekte Roh Api."


"Lebih baik sekarang setelah kau kembali, aku akan membunuh mereka satu per satu di depanmu." Pemuda kurus itu menyela perkataan rekannya, "Sekarang kau bisa melihat bagaimana mereka semua meninggal di depan matamu..."


Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak karena lelucon mereka sendiri dan mengatakan perkataan kasar yang kurang ajar dan tidak bermoral.


Niat membunuh semakin terlihat di mata Zhang En, tapi dia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arah kedua kakak seperguruannya, “Aku harus menyusahkan kalian berdua untuk membantuku. Tapi, jangan bunuh mereka....”


Zhang En dapat mengukur sedikit kultivasi kedua pria itu berada di ranah Dewa Sejati Bintang Dua menengah atau tingkat akhir . Jika dia yang bertarung, dia tidak yakin dia bisa menyelamatkan Lie Hue walaupun pada akhirnya dia dapat mengalahkan mereka dan itu akan membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu, dia hanya bisa meminta bantuan kakak seperguruannya demi keselamatan Lie Hue.


"Adik, serahkan saja pada kami berdua untuk menangani kedua orang ini." Ucap Dong Fang sedangkan Huang Rong di sampingnya mengangguk setuju. Mereka tidak bertindak lebih awal karena mereka menunggu keputusan Zhang En apakah dia bertarung atau meminta bantuan mereka.


Huang Rong lalu berkata kepada Dong Fang, "Kakak pertama, kau disini saja, aku sendiri sudah cukup menangani kedua pria tak tahu malu ini." 


Dua pria kultivator ranah Dewa Sejati ini tidak perlu membuat mereka berdua turun tangan.


Pria gemuk dan pria kurus tertawa lebih keras mendengar kata-kata Huang Rong, seolah-olah mereka baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia.


"Nak, kau mungkin tidak tahu kekuatan kami," Pria kurus itu masih tertawa ketika dia berbicara kepada Huang Rong, "Jujur saja, kami adalah pembudidaya ranah Dewa Sejati Bintang Dua!" Saat dia berkata dengan nada bangga , dia sepenuhnya melepaskan aura Dewa Sejatinya, diikuti oleh pria gemuk itu.

__ADS_1


"Kakak Zhang, cepat lari!" Lie Hue mengabaikan keselamatannya sendiri, meneriaki Zhang En.


Pada saat ini, Huang Rong sudah bergerak. Tangannya yang terulur bersinar dengan kilau seperti batu giok. Pada saat itu, tawa sombong di wajah pria gemuk dan wajah pria kurus itu menghilang, digantikan oleh kengerian, keputusasaan, dan ketidakpercayaan.


"K-kau, kau adalah pembudidaya Dewa Surgawi tingkat tinggi!" Ucap mereka berdua dengan suara tergagap hampir bersamaan.


Telapak tangan kanan Huang Rong saat ini sudah membuat dorongan lembut ke depan saat energi kuat mengenai kedua pria itu.


DUARRR!!!


Pakaian mereka meledak berkeping-keping, darah menyembur keluar tak terkendali dari mulut mereka. Kemudian, dua tubuh jatuh ke tanah seperti anjing mati, terbanting keras ke tanah. Getaran hebat mengguncang bumi, mengangkat tirai tebal pasir dan debu berhamburan di udara.


Huang Rong lalu menarik lengannya, rasa dingin menyelimuti wajahnya yang lembut saat dia melihat kedua orang itu. Di sekelilingnya, Lie Hue dan anggota Klan Zhang ternganga dengan wajah kaget.


Zhang En tidak menganggap serangan dari kakak ketiganya mengejutkan. Melihat dua orang yang dilempar ke bawah tanah, sinar tajam berkedip di matanya. Sebuah kekuatan hisap berputar-putar dari telapak tangannya, menarik tubuh kedua pria di depannya.


...


Tingkat Kultivasi selanjutnya adalah..


- Semi Kaisar Dewa Bintang Satu, Dua dan Tiga.


- Kaisar Dewa Bintang Satu, Dua dan Tiga.


- Dewa Sejati.


- Dewa Leluhur


- Dewa Surgawi


- Dewa Emas


- Raja Dewa


- Dewa Kuno


- ???

__ADS_1


- ???


- ???


__ADS_2