
Berdiri di tengah halaman kediaman istana yang diatur Raja Hong Bei untuknya, Zhang En sejenak mulai berlatih seni pedang yang dia pelajari di awal saat di latih oleh Tetua Chao di halaman itu.
Bagaimanapun, ini adalah istana kerajaan, sebagai tamu, Zhang En tidak cukup punya waktu untuk melakukan latihan pintu tertutup untuk memurnikan naga ilahi. Dengan tujuh belas batang Rumput Dewa Naga yang sudah dia dapatkan, Zhang En merasa akan butuh waktu lama dan tidak bisa menunggu satu atau dua hari.
Setelah dia menyelesaikan satu putaran melatih semua seni pedangnya, Zhang En mengeluarkan satu buat Batu kristal darah naga dan menjalankan Teknik Naga untuk menyerap energi berkualitas tinggi yang melimpah yang terkandung di dalam kristal darah itu.
Teknik Naga Zhang En telah meningkat dengan kecepatan luar biasa, dia telah memasuki tahap keenam dan mulai memahami tahap pertengahan keenam.
Setelah Teknik Naga Zhang En maju ke tahap ketujuh, perubahan Qi Naga di tubuhnya bertahap semakin murni dan kuat, termasuk Fisik dan Sayap Naga Iblisnya.
Keesokan paginya, matahari sudah bersinar cerah saat Zhang En keluar dari kamarnya.
Saat Zhang En melangkah keluar dari pintu, Putri Hong Xiao sudah berjalan masuk halaman menanyakan apakah Zhang En punya waktu untuk keluar melihat-lihat kota kerajaan.
“Jalan-jalan di kota?” Zhang En memandang Putri Hong Xiao dengan tatapan kosong.
Kepala Putri Hong Xiao menunduk untuk menyembunyikan wajahnya, "Aku tidak pernah keluar dan jalan-jalan melihat di sekitar kota selama lebih dari sepuluh tahun."
Zhang En tidak bisa berkata-kata. Bukankah Kakak Seniornya Hong Bei terlalu ketat dengan putrinya sendiri.? Tak heran pada waktu Zhang En dalam perjalanan menuju Benua Awan Bintang Putri Hong Xiao ingin mengikutinya dan melihat-lihat.
"En. Baiklah" Akhirnya Zhang En mengangguk.
Awalnya, Putri Hong Xiao takut jika Zhang En menolak ajakannya, tetapi melihat Zhang En benar-benar setuju, wajahnya kembang dan senyum berseri-seri, bahkan berjingkat ke depan untuk mencium pipi Zhang En.
Sebelum Zhang En bisa bereaksi, Putri Hong Xiao yang tersipu malu sudah lari menjauh, suaranya terdengar, “Kakak Zhang, terima kasih! Aku akan bersiap-siap !”
__ADS_1
Melihat Putri Hong Xiao yang melarikan diri, Zhang En baru tersadar. Sambil menggelengkan kepalanya, jari-jarinya menelusuri tempat yang dicium Putri Hong Xiao, masih ada aroma bibirnya yang masih tertinggal.
Ini membuat Zhang En memikirkan Lie Hue.
Beberapa saat kemudian, Putri Hong Xiao yang sudah siap kembali menemui Zhang En bersama dengan kedua pelayannya, Rou dan Yue dan sudah berdiri di depan Zhang En.
Putri Hong Xiao memakai gaun panjang biru pastel, kecantikan alaminya cukup memesona sehingga orang yang melihatnya pasti tidak akan pernah mau mengalihkan pandangan mereka.
"Kakak Zhang, ayo pergi." Melihat Zhang En menatapnya dengan sedikit bingung, Putri Hong Xiao mendesaknya untuk segera pergi.
Zhang En bisa memprediksi situasi saat mereka sudah di jalan nanti, pasti ada banyak masalah kecil yang akan dia hadapi.
Seperti yang dipikirkan Zhang En, ketika mereka berempat sudah berjalan di jalan perkotaan, beberapa murid keluarga besar yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi pada ketampanan mereka mendekati mereka untuk membangun hubungan. Zhang En hanya bisa mengambil peran seperti seorang pemuda yang angkuh dan menghajar mereka.
Tentu saja, dalam perjalanan mereka kali ini berjalan mengelilingi kota, sudah berapa kali Zhang En berhadapan dengan pemuda-pemuda yang mendekati kelompok mereka. Namun seorang murid Keluarga Yu bernama Yu Zheng datang kembai membuat masalah menganggap Zhang En adalah pengawal Putri Hong Xiao dan kedua pelayannya.
Kedua pelayan Putri Hong Xiao menutup mulut mereka saat menatap Yu Zheng, tatapan mata mereka membingungkan Yu Zheng pada saat itu.
Putri Hong Xiao mengerutkan keningnya dan jejak kemarahan melintas di wajahnya. Sebelum Zhang En belum bertindak, telapak tangan Putri Hong Xiao telah mengenai Yu Zheng dengan telak membuatnya terbang di udara dengan badan yang jungkir balik sebelum jatuh ke tanah.
"Kakak Zhang, aku ..." Putri Hong Xiao melihat Zhang En. Itu membuat hatinya tidak nyaman karena Zhang En direndahkan karena bersamanya.
"Tidak apa-apa." Zhang En menggelengkan kepalanya, senyum tipis tersungging di sudut bibirnya.
Di Istana kerajaaan, mendengar laporan bawahannya, Raja Hong Bei memandang permaisurinya, "Ini adalah pertama kalinya anak perempuan kita benar-benar memukul seseorang !"
__ADS_1
Permaisuri hanya tersenyum, menjawab, "Bukankah aku seperti itu di masa lalu saat bersamamu?"
Raja Hong Bei menghela nafas pelan.
"Tapi kita tidak tahu bagaimana perasaan adik Zhang tentang putri kita." Kata permaisuri.
Raja HongbBei tidak khawatir tentang ini, “Kalau soal itu, itu adalah masalah antara mereka, tidak banyak yang bisa kita lakukan, tapi aku tahu, Adik Junior pasti memiliki kesan yang baik pada putri kita. Bukankah kita juga dulu memulai hubungan dari kesan yang baik?”
"M-mm, menyangkut Sekte Gagak Hitam, apa yang mereka rencanakan?" Permaisuri tiba-tiba mengubah topik pembicaraan.
"Mereka telah menyembunyikan diri benerapa bulan ini dan tidak ada tanda-tanda pergerakan dari mereka." Jawab Raja Hong Bei, tetapi situasi yang tenang ini membuat kegelisahan di hatinya semakin kuat, itu seperti dengan ketenangan sebelum badai datang menerjang.
Hari itu berlalu dengan cepat.
Matahari terbenam saat senja memantulkan sinar hari itu dan menyimpan keindahan yang tak bisa dijelaskan.
Setelah seharian menemani Putri Hong Xiao, Zhang En akhirnya kembali ke tempat tinggalnya. Mendapat kabar kepulangan Zhang En, Raja Hong Bei secara pribadi datang untuk mengundang Zhang En untuk makan malam bersama.
Melihat Raja Hong Bei datang secara langsung menemuinya, Zhang En merasa tidak enak menolak.
“Aduk, apakah kau masih membutuhkan Rumput Dewa Naga?” Raja Hong Bei tiba-tiba beralih ke topik lain.
Menangkap makna yang mendasari kata-kata Kakak Seniornya, Zhang En merasa sangat senang, "Apakah Kakak Senior tahu di mana aku dapat menemukan lebih banyak Rumput Dewa Naga?"
Raja Hong Bei terkekeh, “Itu benar... Beberapa ratus tahun yang lalu, aku pergi ke Benua Mata Angin, Rumput Dewa Naga di ruang harta kerajaan dikumpulkan dari tempat yang disebut Lembah Naga Beracun. Meskipun aku tidak memasuki bagian terdalam lembah Naga Beracun, aku pikir seharusnya terdapat beberapa batang di dalam lembah, bahkan banyak. "
__ADS_1
Ini adalah kabar baik bagi Zhang En. Dia tidak berharap Rumput Dewa Naga milik Raja Hong Bei berasal dari Lembah Naga Beracun yang ada di Benua Mata Angin.
“Tapi, udara di lembah itu penuh dengan racun, racun yang lebih kuat dapat membuat bahkan ahli Alam Dewa Surgawi tidak berdaya. Belum lagi, tanahnya sangat subur serta serangga dan hewan beracun banyak disana, beberapa di antara mereka memiliki kekuatan yang besar. ” Raja Hong Bei bertanya lagi, "Apakah Adik Zhang benar-benar ingin pergi kesana ?"