
"Ayo masuk." Beberapa saat kemudian, Zhang En mengalihkan pandangannya saat dia berbicara dengan Qin Yang dan yang lainnya. Keempatnya menjawab dengan hormat, mengikuti di belakang Zhang En saat kelompok itu memasuki kota.
Kota Suku Dewa adalah kota terbesar kedua yang ada si seluruh Domain Kematian, tentu saja, Kota ini sangat ramai dan hidup. Selain itu, dengan semakin dekatnya waktu dimulainya pelelangan, jumlah orang di kota lebih banyak dari biasanya. Untungnya jalanan di dalam Kota cukup lebar dan luas, sehingga tidak terasa sesak.
Zhang En berjalan-jalan di sepanjang jalan sambil mengamati toko-toko dan sekitarnya. Banyak pejalan kaki yang sibuk yang mondar-mandir di jalanan mengenakan pakaian yang berbeda-beda, banyak juga toko-toko yang dibuka berjejer disetiap bangunan. Kebanyakan dari mereka menjual berbagai jenis teknik budidaya dan teknik pertempuran.
Satu jam kemudian, disaat hari telah menunjukan hampir tengah hari, kelompok Zhang En menemukan sebuah restoran dan masuk ke dalam.
Restoran itu sangat besar dan bisnis mereka sedang berkembang pesat, para tamu datang dan pergi terus-menerus dan terdengar juga suara-suara keras dari diskusi mereka yang menarik minat Zhang En.
"Aku mendengar bahwa item terakhir dalam lelang kali ini bukanlah Teknik Jari Pemecah Angin!"
“Oh, lalu apakah itu?”
“Aku dengar, item terakhir yang akan dilelang adalah sebuah potongan batu giok yang ditinggalkan oleh Suku Dewa kuno!"
“Sebuah potongan batu giok yang ditinggalkan oleh Suku Dewa kuno?” Zhang En sedikit heran. Mengapa relik yang terkait dengan Suku Dewa kuno muncul satu demi satu belakangan ini?!
"Selain itu, kudengar potongan batu giok ini ditinggalkan oleh Raja Dewa kuno, Raja Qin Shan!" Kali ini, diskusi di meja semakin berlanjut.
“Raja Qin Shan! Ini, bagaimana bisa!” Salaj satu dari mereka berseru kagum.
Zhang En juga menganggapnya sangat luar biasa dan sulit untuk percaya. Dikatakan bahwa ada enam raja besar selama zaman kuno, dan Raja Qin Shan adalah salah satu Raja Dewa Kuno yang lebih kuat di antara enam Raja Dewa Kuno lainnya. Jadi, sepotong batu giok yang ditinggalkan oleh Raja Qin Shan tidak ternilai harganya, tetapi seseorang benar-benar membawanya untuk dilelang.
“Mungkin rumah lelang sengaja mengarang berita palsu untuk memanaskan pelelangan.. Siapa yang mau mengeluarkan giok Raja Qin Shan untuk dilelang? Kecuali orang itu bodoh!" Orang lain menyela dengan penuh nada keraguan.
“Tidak ada berita yang jelas mengenai hal ini, rumor mengatakan bahwa rumah lelang itu diwariskan oleh orang bertopeng untuk melelang batu giok. Ketiga penilai senior Kota Suku Dewa tingkat tinggi telah memeriksa giok itu dan setuju dengan suara bulat bahwa giok itu sama dengan yang dimiliki Raja Qin Shan , batu giok itu disebut Giok Raja Qin Shan."
__ADS_1
“Giok Raja Qin Shan?!” Rasa syok menyapu semua orang. Giok Raja Qin Shan sudah dicatat dalam beberapa teks manual kuno yang mengklaim bahwa Giok Raja Qin Shan berisi teknik budidaya Raja Qin Shan, siapa pun yang bisa memahaminya akan memiliki kekuatan untuk membalikkan gunung dan membalikkan lautan.
Qin Yang, Lifei, dan yang lainnya sama terkejutnya mendengar Giok Raja Qin Shan muncul di lelang kali ini.
"Tuan Muda, ini benar-benar kejutan yang menyenangkan dan tidak terduga bahwa kita akan menemukan Giok Raja Qin Shan dalam pelelangan!" Qin Yang berkata dengan penuh semangat, "Jika Tuan Muda bisa mendapatkan Giok Raja Qin Shan, pada saat itu ..."
Pada saat itu, Zhang En melambaikan tangannya ke arah Qin Yang, Qin Yang segera menghentikan apa yang ingin dia katakan saat melihat Zhang En menggelengkan kepalanya.
Zhang En berpikir bahwa saat giok itu dilelang, batu giok itu pasti akan mengumpulkan banyak persaingan ketat dari banyak ahli yang kuat, bahkan jika Zhang En berhasil menawar, dia tidak memiliki kekuatan untuk melindungi batu giok itu.
Beberapa saat kemudian, hidangan disajikan di meja mereka. Mereka makan dan menyelesaikan makan dengan cepat, Zhang En dan kelompoknya lalu membayar dan meninggalkan restoran itu serta mencari penginapan.
Setelah itu, dalam perjalanan Zhang En menyempatkan diri untuk masuk ke dalam salah satu toko dan menghabiskan seratus ribu koin emas untuk mendapatkan sebuah peta Domain Tanah Kematian yang benar-bemar lengkap. Saat mempelajari dan melihat-melihat peta yang dia beli, Zhang En terkejut menemukan bahwa bahkan peta terperinci ini tidak menunjukkan lokasi Gunung Dewa Laut. Karena tidak punya pilihan, Zhang En kemudian mengunjungi toko buku dan membeli beberapa buku yang berhubungan dengan informasi Domain Tanah Kematian, kemudian menuju ke tempat penginapan dan masuk kedalam ke kamarnya.
Ada tiga hari lagi sampai hari pelelangan, jadi selain berlatih, Zhang En menghabiskan seluruh waktunya untuk membaca buku-buku yang dia beli. Setelah membaca lebih dari selusin buku, Zhang En menyimpulkan bahwa gunung yang disebut Lembah Harimau di suatu tempat yang dekat dengan Kota Suku Dewa, dulunya adalah Pegunungan Dewa Laut yang dia cari.
"Lembah Harimau" Gumam Zhang En.
Tiga jam kemudian, Zhang En berhenti di depan sebuah gunung tinggi yang sangat mirip dengan bentuk harimau. Dia lalu memgeluarkan peta dan melihat sekitarnya, dia memeriksa sekeliling untuk memastikan bahwa tempat itu memang Lembah Harimau. Di tengah gunung tersebut terdapat celah besar yang terlihat seperti harimau yang sudah belah dari jauh, maka gunung itu disebut Lembah Harimau.
Dengan satu kedipan mata, dia telah mendarat di atas puncak Lembah Harimau, Zhang En kemudian menyebarkan indra spiritualnya untuk mengamati seluruh area tersebut. Tetapi setelah satu jam mengamati setiap inci lembah Harimau, dia tidak menemukan apa-apa.
“Apakah aku salah menebak?” Zhang en merasa ragu sejenak.
Zhang En kembali memindai seluruh area itu, pada akhirnya, pandangannya tertuju pada sebuah celah besar yang memisahkan gunung Lembah Harimau menjadi dua bagian.
Zhang En lalu berusaha untuk memindai bagian bawah lembah itu, bahkan setelah mengandalkan penglihatan tajamnya, dia hanya berhasil melihat sejauh dua puluh meter ke bawah, melihat lebih jauh ke bawah dia hanya bisa melihat dan merasakan hamparan kegelapan.
__ADS_1
Mengulurkan salah satu tangannya, dia menghisap satu buah batu besar setinggi beberapa meter di dekatnya, lalu melemparkannya ke bawah. Setelah menunggu beberap menit, Zhang En masih belum mendengar gema batu besar itu mengenai dasar Lembah itu.
"Ini?!" Zhang En terkejut dan matanya berkedip.
Kalau dilihat dari jauh, Pegunungan Lembah Harimau ini tingginya paling beberapa ratus meter. Dalam keadaan normal, tidak akan butuh waktu lama bagi batu itu untuk mencapai dasar setelah terlempar dari ketinggian seperti itu, tapi sampai sekarang dia masih belum mendengar bunyi apa pun dari atas.
"Apakah celah tersebut terhubung ke bawah tanah? Kalau tidak, tidak masuk akal jika batu besar itu masih belum mencapai dasar lembah ini sekarang."
Zhang En kemudian berdiri dan merenung selama beberapa waktu, pada akhirnya, dia memutuskan untuk turun kebawah melewati celah Lembah Harimau.
Huang Xiaolong melompat dari tepi, memulai pertempuran qi dan kekuatan internal untuk mengendalikan kecepatan jatuh nya. Melewati seratus meter ke bawah, jangkauan pandang Zhang En hanya memanjang sepuluh meter di sekitarnya. Dia terus jatuh ketika dia merasakan angin dingin tiba-tiba naik dari dasar celah, menghantam kulitnya, Zhang En merasa seolah-olah dia ditebas oleh pedang dan membuat dia merasa kesakitan, Zhang En benar-benar terkejut mengalami hal ini.
"Angin dingin macam apa ini?!"
Melewati enam ratus meter terjun kebawah, Zhang En tidak punya pilihan selain mengubah tubuhnya menjadi Fisik Dewa Naga, pada saat yang sama dia memanggil naga hitam dan bertransformasi.
Pada kedalaman seribu meter, Zhang En memanggil naga biru nya dan menyatukan jiwanya. Terlepas dari semua hal itu, Zhang En merasa seperti darah di dalam tubuhnya membeku dan tidak dapat mengalir.
Terus meluncur kebawah hingga seribu dua ratus meter kemudian, Zhang En terpaksa berhenti untuk mengatur napas. Mengangkat satu tangan, dia menabrak sisi dinding yang sudah retak dan mengebornya sampai ke dalam mulut gua, menggunakan waktu lebih dari satu jam, dia akhirnya berhasil kembali ke puncak Lembah dengan perasaan lega. Potongan es yang pecah jatuh dari tubuhnya dengan getaran kecil.
"Sepertinya aku hanya dapat memeriksa tempat ini setelah pelelangan." Zhang En melihat ke bawah dan berpikir sendiri.
Langit sudah gelap dan besok adalah hari pelelangan, dia harus segera kembali ke kota. Dia merasa, di dasar lembah Harimau itu, pasti ada sesuatu hal yang tersembunyi.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote!